English
NovelToon NovelToon

My Special Fan

1.Pertemuan Pertama

Pagi hari yang cerah,hari ini hari pertama Semester Baru.

Beberapa peraturan sekolah ditambahkan. Sekarang Aretta dengan sahabat-sahabatnya, Jeline dan Selena sedang melihat Peraturan yang ditambahkan di Papan Informasi,yang terletak di Pintu Masuk.

"woah?ada apa ini?tiba-tiba peraturan ditambahkan begitu saja hari ini.. Peraturannya pun seakan-akan masuknya Siswa baru yang Terhormat."oceh Jeline,sambil menggaruk-garuk dagunya.

Tiba-tiba...

"KYAKKKK!"

suara teriakan para rombongan gadis yang mengikuti seorang Pria dengan 6 Bodyguard bertubuh besar disamping nya.

Aretta,Selena dan Jeline langsung melirik kearah teriakan Tersebut,

Dalam sekejap Aretta dan Sahabat-sahabatnya terkejut,mata mereka membesar, seakan-akan bola mata mereka akan lepas dari Kerangka mata.

"Z-zein?"Pipi Aretta memerah sekaligus ia tidak percaya bahwa Zein yang biasanya ia lihat di TV berada di tempat yang sama dengannya.

Pandangan Aretta tak terlepas dari Zein,Aretta tidak menyadarinya bahwa ia berjalan mengikuti Zein dengan tenang.

Selena dan Jeline yang melihat Aretta seperti itu tak bisa menghentikannya karna mereka tau bahwa Aretta benar-benar menyukai dan mencintai Zein,Penyanyi terkenal itu.

Aretta bahkan hapal beberapa lagu yang ditulis Zein.

Beberapa lama kemudian Zein berhenti dan masuk ke sebuah Kelas.

*KRINGGGG

Bell setiap kelas pun berdering menandakan bahwa pelajaran akan segera dimulai.

Guru-guru pun mulai berdatangan membubarkan Gadis-gadis yang mengikuti Zein sejak tadi.

Bodyguard pun ikut meninggalkan Kelas dengan para gadis-gadis tersebut.

Aretta masuk kekelas tersebut karna kelasnya memang disitu.

"aku tidak menyangka akan sekelas dengan Zein~" batin Aretta dengan senang sambil masuk kekelas. Ia pun duduk ditempat duduknya,sayangnya Zein berada jauu~hh dari bangku Aretta. Zein duduk di baris ke 4 dari samping sedangkan Aretta dibaris ke 1 dari samping. Aretta Lesu tidak bersemangat karna walaupun ia berada ditempat yang sama dengan Zein bangkunya jauh dari Bangku Zein.

Namun entah kenapa sepertinya Aretta beruntung kali ini.

"Anak-anak!Ibu akan mengganti tempat duduk kalian."

Aretta pun langsung merubah ekspresi wajah nya yang tadinya lesu karna duduk Jauh dari Zein,kini wajahnya semangat,keringat dingin pun mengucur ditubuhnya,wajahnya penuh harapan ia sangat ingin duduk sebangku dengan Zein.

"Grace dengan Justin,Berlin dengan.... di..,Xeron dengan.... di...Thia dengan.....di..." Bu Dessy menyebutkan satu persatu nama murid-murid kelas tersebut.

Beberapa lama kemudian.

"Aretta dengan....."

"Eum....Siapa yang tersisa?ah!.."

"Zein saja." kata Bu Dessy sambil menunjukan tempat duduk Aretta.

Muka Aretta memerah wajahnya pun menjadi Aneh Karna terlalu senang,Rasa gugup dan senang bercampur aduk dihatinya.

Teman-teman sekelasnya menujukan pandangan mereka pada Aretta yang membeku saat duduk di sebelah Zein.

"ada apa dengan mukanya?"

"dia senang atau gimana sih?"

"apa dia baik-baik saja?"

"aku iri~"

"haaaah~~dia gadis yang paling beruntung"

Suasana kelas menjadi heboh,sementara Zein hanya diam,muka nya merah karna ia tidak tau Aretta akan sesenang itu duduk dengannya.

*Tok..Tok..Tok

Bu Dessy mengetuk-ngetuk papan tulis dengan telapak tangannya.

"anak-anak!Tenanglah,pelajaran akan segera dimulai!Ambil buku .... halaman 153!" Perintah Bu Dessy kepada Siswa-siswi.

Pelajaran pun sudah dimulai sejak 2 jam yang lalu.

Zein melirik Aretta yang sedang memperhatikan Bu Dessy menulis di papan tulis.

Tanpa disadari Zein mengatakan isi hati nya sehingga terdengar Aretta.

"Gelang itu...mirip dengan punya ku.." Gumam Zein.

Aretta yang sedang fokus memandang Bu Dessy yang sedang menulis langsung beralih pandangan pada Zein,dia menatap Mata Zein dengan dalam seakan akan ingin mengatakan sesuatu.

Setelah beberapa lama Aretta menatap Zein ia mengatakan sesuatu.

"Sebenarnya,gelang putih itu,aku yang membuatnya."

"....aku..."

"...menyukaimu."Aretta membisikkan Zein sambil memandang Mata Zein dengan penuh harapan.

Ekspresi Zein biasa saja karna ia mengira Aretta menyukainya layaknya Fans biasa.

Lalu...Aretta menatap Zein dari dekat.

Ia mendekati telinga Zein dan berbisik kembali.

"aku menyukaimu bukan sekedar Fans,aku menyukai mu bukan karna Kamu Artis atau karna kamu terkenal atau kamu memiliki paras yang sempurna." Bisik Aretta,lalu ia kembali ke posisi semula dan kembali memperhatikan pelajaran Bu Dessy.

Zein membeku terdiam,mata nya tak sekalipun mengedip, Wajahnya merah seperti tomat,pikirannya dipenuhi kata-kata Aretta yang mengatakan bahwa Aretta menyukai Zein "bukan karna Artis atau karna paras yang sempurna."

Sementara itu, Selena memperhatikan percakapan Aretta dan Zein dari tadi.

Selena sangat kaget dan heran karna Aretta berani mengatakan perasaannya langsung.

"Wah..wah..wah,Wajah Zein ngeblush apa Zein juga menyukai Aretta?ah..ini tidak mungkin,Zein baru pertama kali bertemu Aretta,apa dia pernah bertemu Aretta ditempat lain?" Batin Selena dalam hati,ia terus-menerus mengetuk-ngetuk meja nya dengan pulpen. Bu Dessy mendengar suara Ketukan pulpen itu,dia masih sabar untuk menahan amarahnya karna mengira Selena akan berhenti mengetuk pulpennya sebentar lagi, Namun ternyata salah..

Akhirnya,Kesabaran Bu Dessy habis. Ia pun berhenti menulis di Papan Tulisnya lalu berteriak.

"SELENAA!!!" Teriakan Bu Dessy membuat Satu kelas berhenti menyalin tulisannya dan langsung memandang Kearah Selena.

Selena membeku karna kaget dan takut,ia tau bahwa Bu Dessy Cukup galak.

"BERHENTI MENGETUK-NGETUK PULPENMU KE MEJA! SUARA ITU-

ARGH..." Bu Dessy berhenti berteriak lalu menarik nafas panjang dan membuang nafasnya pelan-pelan.

"Mengganggu ibu. Jadi hentikan ya sayang^^.." Bu Dessy melanjutkan Kata kata nya dengan kata-kata yang ramah da n lembut.

"B..baik Bu,maafkan saya."Selena menjawab dengan terbata-bata karna takut.

Satu kelas tetap menatap tajam Selena,lalu...

"Anak-anak!Lihat kedepan ya!Kita akan lanjut belajar. Buka halaman 103!" kata Bu Dessy dengan nada yang tinggi karna masih kesal kepada Selena.

Tak Lama Kemudian, Pelajaran Bu Dessy telah selesai.

"Untuk PR Pelajaran saya,saya akan membagi kelompok Kalian. Waktu pengumpulannya paling lambat Jumat."

Kata Bu Dessy sambil menutup buku yang terbuka.

"Baiklah,dengarkan baik-baik saya akan sebutkan nama nama peserta Tiap Kelompok,satu kelompok 2 Peserta ya. Ah iya,catatlah peserta kelompok kalian agar kalian tidak lupa."Bu Dessy mengambil buku nya lalu berdiri tegap didepan Papan Tulis.

"Keisha dengan...... lalu..... lalu..... dan...lalu......" tak lama kemudian Bu Dessy menyebutkan nama Aretta

"Baiklah,Yang tersisa,,,ah! Aretta dengan Zein-" Bu Dessy baru selesai berbicara Aretta langsung berteriak.

"YES!!!!WOHOOOOO~~~~" Teriak Aretta dengan Suara nyaring.

Semua Murid kaget, lalu spontan menatap Aretta yang sedang kegirangan.

Bu Dessy pun ikut menatap Aretta namun,Tak lama kemudian Bu Dessy tertawa gembira.

"Hohhohoho~Nah ini nih Murid yang saya suka!SEMANGAT!!!HOHOHOO~~" Kata Bu Dessy dengan semangat sambil tertawa menatap Aretta.

Aretta yang tadi nya sedang kegirangan langsung membeku lalu kembali duduk dengan muka malu,lalu menutupi mukanya dengan buku.

Sementara itu, Zein tetap membeku dengan wajah merah seperti tomat karena ia kaget Aretta sebegitu senangnya sekelompok dengannya.

Beberapa lama kemudian, Bell sudah berdering menandakan bahwa waktunya Para Murid beristirahat. Anak-anak mulai keluar dari kelasnya lalu berjalan bahkan berlari kearah kantin. Kantin dipenuhi dengan Siswa-Siswi yang sedang bertempur untuk membeli makanan di Kantin. Para siswa-siswi saling berebut tempat paling depan untuk membeli makanan.

"Bu! Bu!Bu cepetan dong!!Temen saya udh nungguin nihh"

"Buu!saya udah laper lohh!"

"Tan, aku udah nungguin daritadi loh.."

"Tan!!cepetan dong!!

"Bu!!Agak cepetan dong,Bu Linda udah nungguin,Bu Linda nitip pesenan loh!"Salah satu murid berteriak dengan lantang.

Setelah mendengar Bu Linda menitip pesanan kepada murid itu,murid lain langsung menyingkir dan memberi murid itu jalan,hingga Tante penjaga kantinnya pun melayani Pesanan murid itu dengan Gesit.

"nah nak,c..cepat berikan Pesanan itu kepada Bu Linda!"Kata Tante tersebut dengan Nada panik.

Murid tadi pun langsung mengambil pesanan tersebut lalu berjalan cepat.

"haah..malang sekali murid itu,dia pasti ketakutan.."Kata salah satu Murid Perempuan.

Ya..Satu sekolah tau bahwa Bu Linda adalah Guru Ter-GALAK di sekolah tersebut,Bu Linda juga di Nilai Kejam karna pernah menghukum anak yang bolos saat pelajarannya secara sadis, anak tersebut disuruh menulis 100× Aturan sekolah(Aturan sekolah berisi 23).

Bahkan Direktur sekolah pun menyegani Bu Linda.

Namun,Bu Linda berhati baik kepada Para OrangTua siswa. Karna, OrangTua siswa-siswi meng-iyakan hukuman tersebut. Karna hal itu Para Siswa tidak bisa berbuat apa-apa dan memperlakukan Bu Linda selayaknya menjadi Ratu.

Disisi Zein dan Aretta.

Aretta duduk menghalangi Zein yang ingin keluar.

"Apa yang kau lakukan?Dia ingin keluar,kau menghalanginya."Jelas Jeline kepada Aretta.

"kau sudah duduk disini 20 menit,apa kau tidak mau istirahat?ayo Kekantin bersama!"Seru Selena sambil menarik tangan Aretta yang sedang duduk diam di bangku nya.

Namun,Aretta tetap tidak mau berdiri dari bangkunya.

"seharusnya tidak ku biarkan anak ini duduk dikanan,dia menghalangi jalan keluarku..T_T" Batin Zein dengan kesal dalam hati.

"Tidak!Tidak mau!!"Bantah Aretta.

Lalu,Aretta Membalikkan badannya dan menatap Zein dengan tajam.

"Dengarkan aku Zein!Kau bisa terluka dengan Fansmu diluar sana!Lebih baik kau disini,aku akan menjaga mu,Tenang saja!!" Kata Aretta dengan suara lantang.

"Dengar nona, bisa-bisa kau yang menyakiti perutku.."kata Zein dengan muka tersenyum namun sebenarnya dia kesal.

"dia sangat posesif,ha.. hahaha" keluh Zein dalam hati.

"ah!benar juga!Zein tunggu disini,aku akan memberikanmu Roti Coklat dan Susu Vanilla di kantin!!"Kata Aretta sambil lari dengan gesit.

Entah karna apa Zein tidak jadi marah,ia malah menatap Aretta yang berlari dengan gesit,dia terharu ternyata Aretta bukan hanya menyukainya tapi mengetahui makanan kesukaannya

"dia imut.."Zein bergumam sambil tersenyum tipis.

"..imut?Aretta?"tanya Jeline dengan kaget.

"ha?a..apa maksudmu.."Zein mengelak pertanyaan Jeline dan langsung menutup mukanya dengan buku..

Tak Lama Kemudian... Jeline dan Selena tidak ada karna mereka pergi ke Kantin.

Dari Kejauhan,Terdengar Suara Nyaring yang Sangat Jelas Kedengarannya.

"ZEINNN,AKU DATANGGG~~!"Teriak Aretta sambil membawakan 1 kantong penuh Roti semua rasa dan Susu Vanilla.

Zein langsung bangun dari tempat duduk nya karna kaget melihat apa yang dibawa oleh Aretta.

Aretta membuka pintu kelas lalu menutup pintunya kembali karna takut para fans akan masuk mengganggu Zein yang akan makan.

"A..apa,yang kamu lakukan?!"Kata Zein sambil mengangkat-angkat kantong yang berisi Roti Semua rasa dan Susu Vanilla.

Aretta menatap Zein dengan senyum yang manis lalu langsung menjawabnya.

"Apa lagi?aku membeli semua roti dikantin untuk mu!"

"a..aku tidak bisa menghabiskan semuanya!"

Mata Zein bergetar melihat Aretta yang bersikeras untuk memberi makan Zein sebanyak itu.

"kau pasti kelaparan,Zein. Di tempat mu pasti tidak bisa makan sebanyak ini walaupun kau ingin,jadi kali ini makanlah semua roti ini."Seru Aretta sambil bersikeras mendorong 1 Kantong penuh dengan roti ketubuh Zein.

Zein berpikir beberapa saat lalu mengambil satu roti dan 1 Susu.

"baiklah,aku akan memakan ini semua,tapi tidak sekarang. Aku akan bawa pulang sisanya. Terimakasih."Kata Zein sambil membuka bungkus roti,lalu melahap nya.

Sementara itu, Aretta senyum sambil menatap Zein yang melahap Roti nya dengan senang.

Muka Zein memerah karna Aretta menatapnya dengan senyuman seperti itu.

Dan..Sepertinya Es yang ada didalam diri Zein mulai mencair setelah perlakuan dan pengakuan Aretta kepadanya.

-Bersambung.

2.Es yang Mulai Mencair

Setelah waktu Istirahat telah selesai. Pelajaran pun segera dimulai.

Pelajaran yang paling tidak disukai kebanyakan orang, Sejarah.

"Menurut Profesor Chastain Raestoon, Nenek Moyang Kita,Archeftia berasal dari Koala."

"...haahh..membosankan~~"keluh Jeline sambil menutup mukanya dngn buku Sejarah.

Sementara itu,

Aretta dan Zein sibuk mengobrol..

Jeline langsung melihat kearah mereka,dan beegumam kesal.

"apa-apaan mereka?...haah dasar,mereka malah bermesraan ketika guru menjelaskan pelajaran.."

*yang dilihat Jeline

"apa?!kau menjadi fans ku sejak aku debut?"

"ssssstttt..pelankan suaramu,guru bisa mendengar kita."

"aku tau kau memiliki potensi untuk menjadi idol,jadi aku mendukungmu~"

"apa kau tau, Kekurangan ku adalah sifatku yang dingin jadi sifatku tidak disukai orang,karna itu para fans terkadang mengeluh saat mereka menyapa aku,namun aku hanya menatap mereka dengan dingin."

"aku suka itu~tapi mungkin lebih baik kau lebih ramah kepada fans, setidaknya tersenyumlah saat mereka menyapa mu."

"mungkin itu ide yang bagus..aku akan mencobanya."

"hhmm..Lihat,bukankah kau sudah mencobanya sekarang?kau bersikap ramah padaku."

"...benar juga"

Tak Lama Kemudian hari sudah sore

Tak terasa,Kini waktu sudah menunjukkan pukul 04:45 .

Para Siswa-siswi sudah mulai berhamburan keluar dari kelas dan bersiap untuk pulang.

Ada juga beberapa murid yang tetap dikelas karena bertugas piket.

"Eh?kau tidak pulang,Aretta?"tanya Jeline pada Aretta yang sedang memungut sampah kertas di meja seorang siswi..

Aretta menengok kearah Jeline yang memanggilnya.

"kau pulang saja duluan,hari ini aku piket."Jawab Aretta sambil berjalan memungut sampah lainnya.

"eh? bukankah kau baru piket kemarin?mengapa kau piket lagi?"tanya Selena dengan bingung.

Aretta berjalan membuang sampah tersebut ketempat sampah lalu menjawab pertanyaan Selena.

"Lia memintaku untuk menggantikannya,ia mempunyai urusan mendadak."Jawab Aretta lalu setelah itu ia mengambil sapu dan mulai menyapu.

"hah?Lia?Preman sekolah itu?astaga...dia membodohi mu,dia hanya tidak ingin piket."Jawab Jeline sambil menaruh tasnya.

"biarkan kami membantumu"kata Jeline sambil mengambil penghapus papan tulis dan mulai menghapus tulisan-tulisan guru di papan tulis.

"haaah, dimana murid lain yang bertugas piket? mereka kabur?"kata Selena dengan kesal lalu ia pun langsung mengambil lap untuk membersihkan meja serta kursi.

Aretta melihat tingkah laku para sahabatnya.Ia berhenti sejenak dan berbicara kepada mereka.

"apa yang kalian lakukan?pulanglah,aku bisa mengatasinya sendiri."

Jeline berhenti saat menghapus papan tulis lalu menjawab Aretta yang menyuruh mereka pulang.

"aku akan membantumu,jangan komplain."Kata Jeline yang berhenti sejenak lalu melanjutkan menghapus papan tulis.

"kamu akan kelelahan jika melakukan ini sendiri,kita akan pulang bersama jadi mari cepat selesaikan."kata Selena sambil mengelap meja serta kursi para murid.

Mereka membersihkan Kelas bersama,Tak terasa kelas sudah bersih,dan mereka sudah selesai membersihkan kelas.

"Terimakasih Teman-teman,Kerja bagus."kata Aretta sambil menghampiri mereka yang sedang duduk kelelahan.

"tidak masalah,ayo. Sebaiknya kita cepat pulang."Kata Selena lalu ia bangkit berdiri mengambil tas nya yang ditaruh dimeja depan.

"dia benar,matahari sudah mulai terbenam."Kata Jeline sambil menggendong tas nya dan mulai berjalan bersama Selena dan Aretta yang sudah siap untuk pulang.

Sore hari yang indah dan Matahari mulai terbenam. Mereka,Aretta Selena serta Jeline berjalan bersamaan menyusuri Toko-toko yang sudah tutup.

Download NovelToon APP on App Store and Google Play

novel PDF download
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play