Allea Anata Irham
Gadis berusia 22 tahun yang mandiri, lebih tepat nya takdir hidup yang membuatnya harus mandiri.
Allea harus kehilangan kedua orangtuanya dalam sebuah kecelakaan saat pulang liburan dari luar kota, beruntung dia masih bisa selamat.
"Alle........." Teriakan Valleria di telinga Allea membuyarkan semua lamunannya seketika.
"Astaga, Val kamu bisa bikin aku budeg lohh.." Sewot Allea.
"Salah siapa aku panggil2 gak denger, ngelamunin apa sihh?" Tanya Valle ingin tau.
"Keppooo ....." Ledek Allea.
"Rese lu..." cebik Valle
Valleria Wijaya adalah sahabat Allea sejak SMA dan kuliah.Sifat Valleria yang sedikit tomboy dan cuek membuat Allea nyaman bersahabat bersama Valleria..
"Kenapa?Tumben ke Coffeshop aku?"Tanya Allea
"Bunda nyuruh kerumah, kangen katanya.Lagian sih bunda aneh, aku gak pulang seminggu ajah gak di kangenin.kamu yang baru sehari gak ketemu aja di tanyain mulu" Protes Valle.
"Ya kamu,harus nya lebih deket sama Ayah Bunda, bukan nya keluyuran mulu." Allea
"Tau ahh..."
"Ihh ngambek..Uhh thayank.. thayank.. cini peyuk.." Allea menggoda Valle dengan suara anak kecil..
"iihh bocah.."Valle sambil tertawa lalu memeluk Allea..
"Abis ini mau kemana?"Tanya Allea
"Aku harus ke sirkuit, 2 Minggu lagi ada race.
lagian suntuk dirumah ada Syila."
"Kak Syila pulang?"
"Iya sama kacung nya." Jawab Valle santai
"Kacung?"Tanya Allea bingung
"Iya pacar sekaligus calon suami nya Syila."
Valleria dan Arsyilla adalah kakak beradik yang berbeda sifat.
Arsyilla yang lebih manja dan segala sesuatu keinginan nya harus terpenuhi, sedangkan Valleria adalah gadis yang tomboy dan mandiri.
Makanya kakak beradik itu sering berselisih dan Allea lah sebagai penengah.
Sejak Orang tua Allea meninggal 3 tahun lalu, Ayah dan Bunda lah yang menjadi orang tua angkat Allea.
Mereka sering meminta Allea menginap karena mereka kesepian.
Arsyila yang 5 tahun lalu memutuskan untuk pindah ke luar kota dan Valle yang selalu sibuk dengan jadwal Race nya karena dia seorang pembalap.
" Ntar malem deh aku kerumah,abis Caffe tutup."
"Yaudah aku mau latihan dulu,kabarin bunda kamu mau kerumah ya. bye..." Seru Valle berlalu pergi
Tiba-tiba Allea merasa detak jantung nya berdenyut hebat,perasaan nya menjadi tidak enak.Tuhan smoga gak terjadi apa2. Batin Allea dalam hati.
Allea membuka laci meja kerja nya, mengambil sebuah foto seseorang yang sangat ia benci sekaligus ia rindu.
Mungkin cinta pertama masa SMP sering di indentik kan dengan CINTA MONYET yang akan berlalu dengan berjalan nya waktu.Tapi tidak dengan Allea sampai dengan 7tahun berlalu dia masih berharap bisa bertemu dengan cinta pertama nya sejak SMP
Revanz Alexandre cowok berpostur 187 cm
dengan badan Atletis Sudah memancar kan karismatik nya sejak usia belia.Dia tumbuh memjadi pria yang sangat dingin sejak tahu rahasia besar dalam hidup nya.
Evan harus mengetahui kenyataan pahit jika ayah yang membesarkan nya selama ini adalah ayah tiri nya, sedangkan ayah kandungnya memiliki gangguan mental yang membuat ibu Evan pergi meninggalkan ayah kandungnya nya untuk bersama ayah tirinya.
"Van,demi apapun aku sungguh benci sama kamu.kamu tega ninggalin aku tanpa alesan yang jelas.kamu suruh aku nunggu sampai kamu kembali,tapi sampai kapan? aku bahkan kaya orang bodoh yang terus berharap akan sesuatu yang gak pasti." Allea menangis sambil terus memandangi pria yang selama ini selalu dia rindukan.
Dikediaman Wijaya
"Val, allea uda kamu telpon suruh kesini kan?" Tanya Bunda
"Astaga Bun, Bunda tanyain itu dari Val pulang loh."Gerutu Val
"Makanya lo sering-sering dirumah jangan keluyuran mulut, anak cewek maenanyw kok motor." Sindir Syila.
"Gw keluyuran juga menghasilkan duit ya, gak minta sama orang tua."Jawab Valle sarkas.
"Udah,, kalian tuh berantem mulu kalo ketemu gak malu sama Nak Xander." Seru Ayah .
"Maaf ya sayang,kalo udah deket si Valle emosiku suka gak ketahan." seru Syila manja Evan hanya tersenyum dingin.
Ada sesuatu yang menggangu pikiran nya sejak tadi bunda menyebutkan nama seseorang yang dia tak asing.
"Maaf saya ke toilet sebentar." Ditoilet Evan hanya mundar mandir memikirkan seseorang di masa lalu nya. Gak mungkin dia. Batin Evan.
"Assalamualaikum..."
"Walaikum salam..."
"Nak, Akhirnya kamu kesini." Seru Bunda memeluk Allea erat
"Maaf bunda, Caffe lagi rame."
"Haii nak, Gimana kabar kamu" Gantian ayah memeluk Allea
"Allea sehat yah.
"Syukurlah.." Jawab Ayah
"Hai kak apa kabar? long time no see." Sapa Allea
"Hai All gue sehat,sukses ya sekarang punya Cafe."
"Kecil-kecilan kak,nanti kakak mampir ya."Ajak Allea
"Pasti donk, nanti gue kesana sama calon suami gue."
" Berdiri terus sini duduk sayang, kamu mau makan apa? Bunda udah masakin kesukaan kamu." Seru Bunda.
"Bunda gak usah repot-repot All jadi gak enak."
Tiba-tiba sekujur tubuh Allea membeku muka nya menjadi pucat pasi melihat seseorang yang keluar dari toilet,begitu pun sebalik nya.
"Hai sayang,kenalin ini Allea, Sahabat nya Vall sekaligus anak angkat nya ayah sma bunda." Seru Syila memperkenalkan.
"Ha..haii... Xa..xander." Seru Evan mengulurkan tangan.
"Allea..."Jawab Allea menjabat tangan Evan
"Kamu kok gugup gitu sey bey?" Tanya Syila yang heran melihat Evan terlihat gugup
"Nggak kok sayang,aku sama lea dulu satu sekolah,dia adik kelas aku." Jawab Evan sesantai mungkin.
"Oh....Iya All?" Tanya Syila,Allea hanya mengangguk.
" Oh ya bunda, All pamit ya."
"Loh kok pamit kan belum makan?" Tanya bunda
"Tiba-tiba kepala All pusing bun, terus obat all adadi apartemen." Allea mencari alasan
"Yaudah kamu nginep ajah disini,biar nanti obat nya vall yang ambil, lagian kamu tuh uda disuruh tinggal disini kasih kekeuh mau di apart." Gerutu bunda
"Bunda,anak nya sakit malah di omelin sih.." ayah
"Gak apa2 kok bun,All nyampe Apart istirahat langsung."Allea
" Terus kamu pulang naik apa nak? Tanya Ayah
"All bawa mobil yah.yaudh all pamit" Seruku menyalami ayah bunda
"Kak aku pulang ya"Pamit Allea ke Syila
"Mau Xander yang anterin All? Tanyq Syila Allea dan Evan saling tatap2an
"Gak usah kak makasih.." Tolak Allea
"Sayang ini makanan buat di apartemen, kamu makan yang banyak yang nak." Seru bunda perhatian
"Aku anterin keluar All."
Diluar tiba-tiba Allea memeluk Valleria dengan erat,Val pin membalas pelukan Allea, Dia tau kalo sahabat nya sedang tidak baik2 saja.
"Kabarin aku kalo uda nyampe Apart ya."Seru Vall membelai rambutnya Allea. Allea hanya menangguk.
Sampai nya di Apartemen miliknya Allea menangis sejadi-jadinya, Emosi yang dia tahan sejak pertama melihat Eva.
"Kenapa?? kenapa kamu datang lagi?padahal aku udah terbiasa tanpa kamu?" Jerit Allea di sela tangis nya.Dia menangis hingga lelah fan akhirnya tertidur
Haii Readers.
Maaf jika dalam novel ini masih banyak kekurangan karena jujur ini novel pertama ku.
silahkan berkomentar tapi tetap sopan ya guys 😂
Enjoy....
Download NovelToon APP on App Store and Google Play