English
NovelToon NovelToon

Crazy Of You Uncle

chapter 1

perkenalkan namaku Della putri Wijaya. gadis berumur 18 tahun, sekitar lima

hari yang lalu.

orang tuaku meninggal saat usiaku masih genap 1 tahun. mereka mengalami kecelakaan pesawat saat akan berlibur.

pesawat yang mereka tumpangi

mengalami kesalahan teknis entah apa itu aku juga tidak tahu.

pesawat yang ditumpangi mom dan dad jatuh ditengah laut, dan tidak ada satu orang pun yang selamat.

jasad mereka pun tidak ditemukan sampai saat ini.

pencarian sudah diberhentikan saat kejadian

sudah 5 tahun berlalu. dengan alasan jasad sudah dimakan ikan buas.

sekarang aku tinggal bersama adik dari mom, Dion Wijaya.

semua kebutuhan hidupku yang menanggung uncle Dion. daddyku. Wijaya memiliki perusahan dibidang pertambangan batu bara butik dan perhotelan.

mom juga memiliki perusahan dibidang barang branded.

well... kalian bisa tahu bagaimana kayanya kedua orang tuaku.

perusahaan dad bahkan masuk kedalam 10 besar perusahaan terbesar dan berpengaruh didunia.

saat ini untuk sementara perusahaan mom dan dad uncle dion yang menjalankan sampai aku menginjak usia dewasa dan siap berkecimpung didunia bisnis.

uncle Dion juga memiliki perusahaan nya sendiri dibidang teknologi.

ya.. meskipun tidak sebesar milik dad.

kalau perusahaan mom dan dad sudah masuk ke pasar Eropa. sedangkan perusahaan milik uncle Dion baru mencapai pasar Asia saja.

bayangkan uncle Dion mengelola tiga perusahaan secara bersamaan sendiri.tapi

yang pasti dibantu juga oleh orang kepercayaannya. saking sibuknya, dalam satu

hari ia bisa berpindah pindah kota bahkan bisa negara hanya untuk datang ke pertemuan klien.

oh iya! kalau kalian mengira uncle yangku maksud adalah om om tua, dengan uban dimana mana,

perut buncit, berkaca mata tebal, dan botak. jawabannya adalah big no!!!!

uncle Dion Wijaya, adik dari mom, pria berusia 30 tahun dengan tinggi 186, kulit berwarna putih coklat manly, dengan rahang tegas, badan kekar karena rajin olahraga, tatapan mata tajam berwarna coklat yang bisa membuat para wanita bertekuk lutut hanya dengan tatapan matanya.

well... kenapa aku bisa tahu sampai sebegitunya?anggap lah aku ini keponakan yang merangkap menjadi penguntitnya.

haha... terdengar aneh memang. sejak setahun yang lalu aku mulai terobsesi dengan uncleku yang tampan dan seksi. ok

abaikan kalimatku yang terakhir. aku

mulai terobsesi dengan uncle Dion saat dia berbicara dengan lantang mengucapkan kata aku lebih berharga dari apapun, dan tidak bisa tergantikan, termasuk nyawanya sendiri.

kalian bisa bayangin bagaimana jika kalian berada diposisiku.

flashback on

saat itu, aku diculik oleh seseorang yang tidak aku kenal. dia berbadan besar mirip kingkong yang kulihat di film film saat sepulang sekolah.

aku disekap semaleman tanpa diberiwejangan apa apa oleh si penculik. sepertinya aku harus berhenti menonton film dimana si korban diberi makan sebelum dibunuh.

pagi buta uncle Dion baru datang menjemputku dengan keributan yang besar.

diamanggil manggil namaku seperti orang frustasi mencari belahan jiwanya yang hilang.

sepertinya aku harus mengecek kondisi kejiwaanku

saat uncle Dion menemukanku, ia langsung menghambur memeluk. halalin neng dulu bang.. baru peluk peluk, cium cium, ena ena juga boleh kalau udah sah, neng mah pasrah aja bang. ya Tuhan aku sudah gila. tentu saja aku dengan senang hati menyambut pelukannya. mataku terbelalak saat ada om om jelek muka sangar, pala botak memukul kepala uncle Dion sampai mengeluarkan darah di kepala dan uncle Dion juga tersungkur akibat pukulannya. aku memekik melihat kondisi uncle. aku mengira uncle Dion sudah tidak bisa melakukan perlawan akibat ulah kingkong burik itu. tapi aku salah besar, uncle Dion berdiri tegak seolah tidak terjadi apa apa.

woah uncle makan beton ya bisa sekuat itu,

apalagi kalo diranjang mom maafin Della yang omes ini..

uncle Dion menghajar orang itu dengan membabi buta, dan entah apa yang mereka bicarakan, aku sempat mendengar si kingkong burik itu mengoceh tidak jelas. aku mendenger uncle

menyebutkan kata kata yang membuatku terpaku. yang sebelumnya aku bilang kalau aku lebih berharga dari apapun, dan tidak bisa tergantikan oleh apapun termasuk nyawanya sendiri.

aku menangis sesegukan mendengarnya.

uncle Dion panik melihat aku menangis.

mana yang sakit? tanya uncle Dion panik. aku hanya menggelengkan kepala.

laper... kataku. yah.. hanya itu yang ada

didalam otakku. gengsi dong kalau aku bilang terharu dengan kata katanya. dan lagi dengan keadaannya yang seperti itu malah sempat sempatnya menanyakan kabarku.

uncle Dion terkekeh mendengar jawabanku. ya ampun senyumnya, bikin diabetes. pengen aku lumat aja tuh bibir, coba kalo bukan uncleku sendiri. lemasku.

uncle Dion menggendong aku ala bridal style, kaya pengantin baru diajak kekamar buat malam pertama.

dan setelah kejadian culik menyulik, uncle Dion menjadi super duper ketat menjagaku.

seketat celana dalam yang aku pakai.

sekolah diantar jemput oleh uncle Dion atau sama supir pribadi kepercayaannya, ah..

jangan lupa harus minimal 2 bodyguard. orang berbadan tinggi besar lebih besar dari yang menculik aku tempo hari orang yang menculikku mungkin dia bapaknya kingkong.

protes?

sudah aku lakukan, tapi hasilnya tetep sama. sampai aku pernah mogok makan pun tidak digubris olehnya. malah aku diancem balik olehnya. aku akan home schooling kalau terus membantah. dan.. ujung ujungnya aku lah yang mengalah. apa daya neng mah orangnya pasrahan

Della.. teriak uncle Dion menggema memanggil ku untuk bergegas.

tuhkan baru diomongin udah nongol kaya pocong Mumun

iya uncle.. ini Della udah siap. teriak ku

tak kalah menggemanya.

aku bergegas turun menghampiri uncle dion yang sedang membereskan makanan, dengan

celemek berwarna pink yang masih menempel. nggak bisa bayangin kan badan besar otot kekar, tapi pake celemek pink. but, meskipun terlihat aneh Dimata orang, tentu saja berbeda dimataku.

uncle Dion terlihat lebih menawan dan hot. dan satu lagi, sejak kecil sampai sekarang, uncle lah yang memasak untuk ku dan dirinya sendiri.

menurutnya, masakan rumah lebih sehat, ketimbang beli makanan siap saji. uncle Dion

memang menantu idaman para ibu ibu komplek.

selamat pagi. sapa ku menghampiri meja makan yang sudah tertata rapi dengan makanan ala om om sexy.

kamu telat sarapan 5 menit. protes uncle Dion padaku. aku memutar bola mata malas.

minusnya uncle Dion itu cerewet dan tidak suka buang buang waktu.

yaelah uncle.. telat dikit. aku mempotkan bibirku.

ya sudah cepat dimakan nanti makanan nya dingin. ucap uncle dion

menghidangkan nasi goreng daging dengan kacang polongnya.

uncle.... kacang polongnya banyak amat.

Rajuk ku melihat banyak bulat bulat hijau di nasi goreng.

kacang kacangan bagus untuk

pertumbuhan otak kamu. sebentar lagi kamu UAN. jawabnya

sambil menyendokan makan kemulutnya.

iya... iya. kata ku pasrah. toh percuma berdeb aku tidak akan bisa menang.

oh iya uncle nanti malam makan di luar ya, Della bosan makan dirumah terus. pintaku.

jadi maksud kamu masakan uncle ngebosenin? tanya uncle dion, sedikit tersinggung?

CK!!! udah tua baperan. grutu ku dalam hati.

bukan begitu uncle... masakan uncle mah yang terbaik dari yang terbaik. Della hanya bosan makan dirumah terus. sekali kali tidak apa apakan makan di luar? bujuk ku dengan gaya di buat seimut imutnya.

hah.. baiklah, nanti kita makan diluar, kamu mau makan apa? Dion membuang nafas kasar mengalah.

Yeay...... Della lagi mau makan di huka huka benta. ucapku dengan semangat.

tapi nanti janji, malam harus belajar

persiapan UAN. ucapnya.

yah.. uncle kan masih lama. aku

mengerucutkan bibir. membuat uncle Dion gemas melihatku.

kalo kamu belajar dari sekarangkan nanti bisa lebih mudah mengerjakanya. ucapnya lagi.

mulai dah si uncle cerewetnya. grutuku lagi dalam hati.

ya deh terserah uncle aja. ucapku menyerah percuma juga tidak akan menang.

percuma berdebat sama dia tidak pernah mau ngalah lirihku.

apa. tanya uncle Dion yang mendengar ocehanku.

eh.. hehe.. tidak, nanti kalo Della dapat nilai bagus, Della boleh minta hadiah dari uncle.

pinta ku dengan maksud terselubung

boleh. jawab uncle Dion cepat tanpa menaruh curiga padaku.

yeah.. inget ya uncle ngga boleh nolak permintaan Della. kataku mengingatkan.

tapi jangan minta aneh aneh, tidak ada party perpisahan yang tidak tidak. Dion memperingati.

ya uncle, masih kaku aja. aku bukan minta yang begituan kok.

tentu saja aku ngga minta yang seperti itu.

aku akan memikirkan hadiah apa yang pas buat nanti

ucapku dalam hati dengan seringai tertahan.

baiklah, apa yang kamu mau? tanyanya.

yihaa... uncle emang yang paling the best. ucapku berdiri menghampiri uncle Dion untuk memeluknya.

nanti aja kalau hasilnya sudah keluar.

kataku dengan bergelayut manja pada uncle dion.

dah ah jangan lama lama peluk nya tar ada yang tegang berabe batinku mengingatkan.

yuk ah kita berangkat nanti telat lagi, hari ini Della diantar sama siapa? tanya Della.

berangkat dengan uncle. tapi pulangnya sama Doni. jawabnya. Doni adalah sekertaris sekaligus merangkap menjadi supir antar jemputnya untuk ku.

usia nya masih muda puluhan loh masih muda dan tampan. meski pun tak sehot dan seseksi uncle dion.

perjalanan dari rumah kesekolah hanya memakan waktu 20 menit kalau tidak macet kalau pun macet paling tidak hanya 30 menit dari rumah ke sekolah.

inget belajar yang benar jangan bercanda saat belajar, jangan berbuat macam-macam dengan sahabat sahabat kamu sih Dian, Toni, Tina, Dila, dan yoga

kata uncle Dion mengingatkan.

karenao uncle Dion tahu betul dengan tingkah kelakuan sahabat sahabatku yang sedikit urakan.

kami sudah sampai dan uncle Dion membukakan seat beltku.

uncle jangan Deket deket takut Della khilaf gimana? batinku.

jarak uncle Dion denganku hanya beberapa senti saja. membuatku berhenti bernafas sejenak. namun aroma tubuh Dion membuatku mau tidak mau berfokus padanya. aku menikmati aroma harum maskulin dari uncle dion.

iya uncle bawel... Della masuk dulu ya.

Della mencium punggung tangan Dion.

Della.. teriak Tina salah satu sahabatku.

hai.. sapa Della menghampiri mereka.

Della ingat pesan yang uncle katakan tadi.

belajar yang benar. uncle Dion memperingatkan lagi.

iya uncle.. sana gih ke kantor, nanti telat.

kataku mengusir uncle dion untuk bergegas pergi ke kantor.

bawel banget uncle dion, untung suka, kalau ngga sudah aku tendang tuh Otong supaya tidak cerewet ngomong mulu. batinku.

kamu ini kalau di bilangin. rajuknya.

iya... iya... uncle dion, uncle ku tersayang. kataku menekankan kata sayang.

ya sudah uncle pergi dulu. pamit Dion untuk pergi ke kantor.

aku masih menunggu sampai mobil yang dinaiki uncle Dion tidak terlihat.

kalau saja uncle tahu kalau aku menyukainya, apa uncle akan bersikap seperti ini pada Della?

kalau saja uncle bukan adik dari mom, mungkin aku tidak perlu menyembunyikan perasaan ini ucap batinku.

perasaan yang seharusnya tidak tumbuh untuknya. meskipun aku tahu ini salah, tapi aku tidak akan mencabut dan akan membiarkan tumbuh subur seiring berjalannya waktu.

CHAPTER 2

Della masih setia menunggu mobil Dion keluar dari sekolah.

gila uncle Lo makin tampan aja. celetuk

Tina melihat Dion dengan tatapan kagum

akan ciptaan tuhan.

Della menoyor sahabat nya itu.

kalo yang ganteng aja langsung ngiler

kaya liat pisang. cibir Della.

emang gue monyet, liat pisang langsung

ngiler. protes Tina.

kemana si kutil, yoga, dian, Dila sama Toni? tanya Della

menyebutkan satu persatu teman teman

seperjuangan soal kekoplakan.

Lo kaya ngga tau mereka aja, paling

dikantin nemenin Toni ngejarah makanan

disana. jawab Tina mengingatkan kelakuan

teman nya yang tidak bisa jauh dari makanan.

ckck!!!Tuh orang badan udah kaya

lapangan bola masih saja makan terus. decak

Della.

yukah.. samperin mereka, siapa tau dapet gratisan dari Dila. Tina menggandeng Della

pergi kekantin menghampiri temannya.

sama yang gratisan aja langsung. cibir

della.

hehe.. kekehnya.

ngga usah gandeng gandeng. emang mau

nyebrang. gurau Della.

Tina dan Della pergi ke kantin sekolah.

benar saja, teman temannya sedang asik

mengobrol. Dila dan Tino sedang asik makan

bakso mang Ujang, Dina sedang berdandan,

ckck kalo dia emang ratunya dandan, Dino

sedang menggoda siswi junior, dasar kadal

burik, kang kardus

sedangkan yoga sedang asik bermain

ponsel.

woy... teriak Della menggema

memanggil temannya.

siswa dan siswi yang sedang berada kantin

menoleh melihatnya aneh. Della cuek tidak

menghiraukan mereka, malah menantang

dengan menaikan dagunya.

apa Lo liat liat. sungut Della kepada

siswa dan siswi yang memandangnya aneh.

woy kupret, makan ngga ngajak ngajak.

Della merampas bakso milik Tino.

punya gue woy.. beli sendiri sana. Tino

merampas kembali bakso miliknya.

koret lu nyet. sungut Della

eh, tar malam si Wella ngadain party ultah

gitu. kata Tina perihal acara yang wela

adakan.

yeah... pasti banyak cewek cewek

bergaun tipis. kata Dino dengan semangat

sama yang tipis tipis langsung melotot

Ampe ngiler. dasar otak selangkangan. Paris

mengeplak belakang kepala Bastian.

anjay Lo. gue kan cuma mengagumi

ciptaan tuhan, kan sayang kalo ga diliat. jangan salahin gue dong. mereka kan pake baju kurang bahan buat ditontoninkan? alibi Bastian padahal omes

sebenarnya ada benarnya juga perkataan bastian. dipakai untuk dilihat bukan? jangan

marah jika ada seorang melihat berlebihan jika yang kalian pakai mengundang mata seseorang untuk dilihat.

woy Sam nanti Dateng ngga ke party ultah

wela. tanya rio ke Samuel yang masih sibuk

bermain ponselnya.

Samuel mengangkat bahu cuek dan kembali memainkan ponselnya.

gaya Lo Sam, kek yang punya pacar aja

soksoan sibuk maenin hp. Della merampas

ponsel sam.

apaan si Lo. kesalnya.

Lo mau ikut ga ke party ultah wela. tanya

Rio lagi ke Sam.

terserah. jawab nya singkat.

tet...tet...tet...

suara bel mengintrupsi para siswa dan siswi untuk segera masuk kedalam kelas,

karena jam istirahat telah berakhir. mereka pun berhamburan masuk ke kelas masing masing.

namun tidak dengan siswa yang terkenal dengan prestasi keluar masuk ruang BP. siapa lagi kalau bukan Bastian dan Daniel yang masih santai memakan baksonya.

lu ga masuk nyet? tanya Della.

ogah ah, pelajaran bahasa Inggris

mending cabut. ucap Bastian santai.

Daniel mengangguk mengamini ucapan bastian.

bahasa Indonesia gue aja masih di bawah

rata rata, soksoan belajar bahasa Inggris.

timpal Daniel dengan mulut penuh mie.

serah lo dah. Della Bastian dan Daniel.

jam 7 gue jemput di rumah. teriak Bastian kepada della.

di kelas para murid sedang mengerjakan

tugas yang diberikan guru bahasa Inggris.

bukan mengerjakan soal yang diberikan,

Della hanya melamun. ia memikirkan

bagaimana cara agar dia bisa datang ke party

ulang tahun Wella. mengingat betapa ketatnya uncle dion.

gimana caranya minta izin sama uncle pergi ke acara wela. batinnya bertanya.

Della putri Wijaya, apa kau tidak mendengarkan ibu? kalau tidak lebih baik

keluar dari kelas. tegur guru bahasa Inggris

yang bernama Irma melihat Della tidak merhatikan pelajaranya.

terimakasih bu, saya memang sedang bosan.

kata Della tanpa rasa takut dan melanggang keluar dari kelas begitu saja tanpa memperdulikan tatapan bengis dari sang guru.

guru bahasa Inggris hanya bisa mengelus dada mempunyai murid seperti Della. ia juga

tidak bisa berbuat banyak, karena keluarga Della adalah donatur terbesar disekolah ini.

Della memilih pergi kekantin seorang diri ditemani jus mangga dan beberapa Snack.

daniel

Dan Bastian sudah pergi entah kemana.

della masih memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa keluar dari rumah.

apa izin aja sama uncle dion? tapi ngga

mungkin uncle Dion memperbolehkan aku

keluar. atau mungkin aku kabur saja lewat

jendela. tapi sama bodyguard dan satpam di

depan rumah? gumamnya mencari solusi

terbaik untuk pergi.

Arghh...uncle Dion keterlaluan.

memangnya aku tahanan apa mau keluar rumah aja susah

grutunya dalam hati saking frustansinya ia

mengacak ngacak rambutnya sendiri.

rambut Lo udah jelek, ngga usah diacak acakin. kata Sam tiba tiba datang merapihkan

rambut Della.

Lo ikut keluar juga. tanya Della.

bosen juga. jawab Samuel santai.

Lo ikut ke party Wella? tanya della.

ngga tertarik. jawabnya singkat.

Sam ini berbeda dengan teman teman

Della yang lain. sifatnya lebih pendiam dan cuek.

berbeda dengan yang lain, cablak, tukang onar, berisik, ajaib dan absrak lainnya.

Della sebenarnya mengetahui kalau Sam menyukainya. terlihat dari sikap diam terkesan cuek namun perhatian terhadap Della. tapi Della lebih memilih berpura pura tidak mengetahui perasaan sam. menurutnya itu lebih baik dari pada persahabatannya hancur karena terdapat cinta didalam pertemanannya.

nanti ikut ke ultah Wella? tanya Samuel kepada della.

ngga tau bingung. jawab Della jujur.

kenapa? tanya nya lagi.

biasa bodyguard ganteng gue. jawab Della sambil memakan cemilannya.

mau? Della menyodorkan snacknya.

Sam mengambil Snack ditangan Della.

om Lo? tanyanya kesekian kali.

yalah siapa lagi. gue bingung gimana

caranya biar uncle Dion ngijinin gue keluar.

tapi kayanya susah. ucap Della pasrah. ia tahu bagaimana kerasnya Dion menjaga

della.

bilang aja mau jenguk Fitri dirumah sakit.

dia kan emang dirumah sakit, tapi udah pulang

katanya. kata Sam memberikan solusi.

tumben Lo pinter Sam. puji Della

berbinar. akhirnya memiliki ide untuk keluar.

cih! gue emang pinter dari dulu kali.

jawab nya percaya diri.

ya, ya gue mah caya. ejeknya.

sepulang sekolah pukul 16:15 Della baru

pulang sekolah karena ada bimbel. ia dijemput oleh Dani sekertaris uncle Dion.

uncle Dani, nanti kita ke kantor uncle

Dion dulu ya. kata Della kepada Dani sekertaris dion.

siap non. jawabnya sopan.

uncle Dani, kenapa uncle Dion pakai

sekertaris cowok bukan cewek?

biasanyakan kalo CEO pakai sekretarisnya

cewek cantik, bohai seksi gitu uncle kaya

dinovel novel. tanya Della ngasal.

Dani sekertaris uncle Dion tertawa

mendengar pertanyaannya.

saya tidak tahu non. jawabnya masih sambil terkekeh.

apa jangan jangan uncle Dion

homo? berarti uncle Dani homoannya uncle

Dion dong? tanya Della lebih ngaco.

kalau uncle dion beneran homo, pupus

sudah harapannya. batin Della.

eh.. saya masih normal non, sepertinya tuan Dion juga normal. jawabnya.

oh.. Della kira uncle Dani sama uncle Dion

pasangan homo. syukur... syukur

masih ada harapan buat gue. katanya

bersyukur apa yang dipikirkannya itu salah.

tanpa sadar Dani mendengar celotehannya.

apanya yang syukur non. tanya Dani

mengagetkan Della.

ah.. itu, y ya kita bersyukur aja uncle Dion ngga homo. Jawabnya gugup.

oh.. Dani ber oh ria.

Della pun sampai di kantor unclenya.

dan langsung menaiki lift yang tersedia hanya untuk para petinggi, termasuk dirinya.

Della memasuki ruangan dion.

uncle.. teriak Della saat sudah membuka pintu. tapi sialnya della, ternyata diruangan tersebut sedang diadakan rapat.

M-maaf. ucapnya malu, Della pun menutup kembali pintu ruangan dengan tertunduk malu.

ia memilih menunggu Dion dikantin

kantor sampai Dion selesai dengan rapatnya.

tiga puluh menit sudah Della menunggu Dion keluar, tapi yang ditunggu tidak muncul juga batang hidungnya.

maaf, lama ya? tanya Dion baru datang.

udah tau nanya. kata Della pura pura marah.

kita ke huka huka benta sekarang atau pulang dulu? soalnya nanti uncle

adapertemuan dengan klien. tanya dion

mengingat janjinya mengajak Della makan diluar.

ish si uncle, dasar ngga peka, orang lagi ngambek dibujuk ke gitu. batinnya sebal.

kayanya ga jadi deh uncle. emm.. Della juga kesini mau minta izin. katanya sedikit takut meminta izin.

izin kemana? tanya dion.

em.. itu uncle Fitri baru pulang dari rumah sakit mau jengukin gitu. ucap Della.

tidak ada jawaban dari dion. Della

kembali pasrah tidak bisa ikut party bersama

teman temannya. dan kembali bergumul

dengan selimutnya seharian. saat Della ingin

bicara Dion lebih dulu memotongnya.

tapi pulangnya jangan terlalu malam.

kata dion memperbolehkan Della keluar.

dalam hati Della bersoraksenang.

ok deh. oh iya uncle minta uang dong

buat beli buah. kan ngga enak kalo jenguk

orang sakit ngga bawa apa apa bohong della.

emang uang bulanan kamu yang tujuh ratus juta dari uncle sudah habis? gurau Dion.

si uncle lawak, boro biro tujuh ratus juta,

lima juta aja ga lebih. Della memutar bola mata malas.

haha.. baiklah, kamu butuh berapa? tanya dion.

uncle jangan lama lama ketawanya, entar tambah banyak yang ngelirik, liat uncle ketawa kadar ketampanannya bertambah berabe kalo gue banyak saingannya. batin Della.

tiga ratus ribu aja buat beli apa gitu buat orang sakit. jawabnya.

nih. Dion memberikan uang yang diminta Della.

Yeay.. thank you uncle. ucap Della

berlari menghampiri Dion dan duduk

dipangkuan untuk memeluknya, dan mencium dion.

Della mencium pipi dion. dasar akan

perbuatannya ia pun merutuki dirinya sendiri.

bodoh, bodoh. dasar bibir pengennya nyosor mulu. kesalnya dalam hati.

sadar atau tidak perlakuan Della memunculkan sebuah tali tak kasat mata

diantara mereka.

tali yang sewaktu waktu bisa menghubungkan mereka atau malah membuat tali itu menjadi kusut dan tidak beraturan seperti layaknya sebuah jalan tak berujung.

hanya waktu yang bisa menjawab. dan campur tangan Tuhanlah yang bisa membuatnya lebih jelas.

CHAPTER 3

cup

Della mencium pipi dion. lalu

setelah itu merutuki perbuatannya yang sudah berani berbuat lebih kepada dion.

bodoh, bodoh.... dasar bibir pengennya nyosor mulu. Della merutuki dirinya sendiri

dalam hati.

keponakan uncle sudah besar ya.

Dion mengacak gemas Della.

della merengut mendengar ucapan Dion yang memanggilnya keponakan.

Della hanya berharap satu kali Dion

melihatnya sebagai wanita, bukan keponakan

kecilnya.

bodoh banget. apa yang aku harapkan.

uncle Dion melihatku sebagai wanita, bukan

keponakannya? bangun della, itu ngga mungkin terjadi. ucap batinnya putus asa.

hey... kenapa merengut seperti itu.

jelek tahu. canda Dion mencupit pipi della.

aw.. sakit tau. ringisnya, mengelus pipi yang di cubit dion.

kamu ngengemesin. perasaan baru

kemarin uncle gantiin popok kamu. Dan

sekarang kamu sudah menjadi anak remaja

yang cantik. kata dion membelai rambut

Della.

blush

pipi Della terasa panas. bukan karena

malu karena Dion bilang pernah

memakaikan popok untuknya, tap Della

tersipu malu mendapat pujian dari Dion

yang menyebutkan cantik. sederhana tapi

sangat mengena untuk Della.

bukankah cinta itu gila? itulah yang saat ini

sedang di rasakan Della.

apa sih uncle.... bikin Della malu aja.

katanya dengan malu malu.

yasudah ah, della mau pulang ganti baju

dulu. pamitnya.

uncle antar ya. tawar dion.

eh.. ngga perlu. Della bisa pulang sendiri

naik ojek. tolaknya.

tidak, biar uncle saja yang antar kamu.

kekeh Dion ingin mengantar Della.

tidak perlu... teriak Della menggema.

sadar dirinya bersikap aneh Della pun

meralat ucapannya. M maksud Della, hari ini

uncle mau ketemu klien bukan? kalau gitu, Della di antar uncle Dani aja. usul Della.

bisa berabe kalo uncle dion yang antar.

ketauan sudah sandiwaranya. batinnya.

bener tidak mau uncle yang antar?

tanyanya lagi.

bener uncle... Della pergi dulu ya. pamit

Della bergegas meninggalkan Dion

sebelum memaksa untuk di antar. Della

mencium punggung tangan dion.

hati hati, ingat pulangnya jangan malam malam. sepertinya uncle juga akan pulang telat. kamu baik baik dirumah, jangan bukakan pintu selain uncle. Dan ingat aneh aneh. atau kamu akan tahu akibatnya. ancam

Dion memberitahu.

della memutar bola mata malas. tapi dari pada harus mendengar ceramah dion, Della memilih menurut.

siap capten. gurau Della sambil hormat ala militer.

diperjalanan pulang Della tidak hentinya

menyunggingkan senyum membuat Dani yang melihatnya bingung.

non baru dapet lotre ya. tanya Dani

melihat keponakan atasannya seperti orang mengalami gejala kejiwaan.

ini lebih dari dapet lotre. dah uncle dani menyetir saja yang benar ngga usah peduliin Della. Della melanjutkan senyam senyum seperti orang kekurangan asupan sesajen.

bisa keluar malem sepuasnya itu lebih dari dapet lotre. terlebih uncle Dion hari ini pulang telat. ngga pulang buat sehari juga ngga papa

uncle. maaf ya uncle sayang Della bohong kali ini aja. lain kali Della janji ngga bohong bohong lagi. kecuali khilaf. aduh nih bibir masih aja kedutan gara gara nyium pipi uncle dion.

baru pipi belom yang lain. bisa kedutan semua badan gue. kekehnya dengan memukul bibirnya. Dani yang memperhatikan lewat kaca bergidik aneh melihatnya.

Di tempat pesta ulang tahun wella.

hey guys. teriak Della menggema di kerumunan saat baru sampai di rumah tempat acara ulang tahun yang di adakan wela.

menghampiri teman temannya yang sudah

terlebih dahulu datang.

gila lo, kecil kecil suara Lo kaya speaker

dangdutan. celetuk Rio.

boam.. Della menjulurkan lidahnya tidak peduli.

teman temannya hanya menggeleng

dengan kelakuan ajaib temannya itu.

Wella nya mana? tanya Della tidak

melihat keberadaan sang empunya pesta.

tadi si bilangnya mau ke toilet, tapi

sampe sekarang belom keluar. jawab Daniel

Dateng dengan membawa makanan dan minuman juice di tangannya.

eh panu, gue telpon dari tadi ngga diangkat. ngga taunya udah disini. kesal Bastian yang baru datang.

hehe.. sorry bas gue lupa kalo mau di jemput sama lo. abis gue buru buru takut ketauan om gue. jawab Della sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

sarap lo. kesal Bastian.

yaelah bas, sorry dah, namanya juga lupa.

gitu aja ngambek kaya emak emak ngga di kasih jatah belaian suaminya. gurau Della.

Bastian memutar bola mata. ia memilih

melihat lihat wanita bergaun ketat dan tipis

disekitarnya.

hai guys. sorry nunggu lama, tadi ada

problem dikit. kata wela baru datang dengan

cengir ala kudanya.

Bastian memandang Wella dari atas sampai bawah, meilai penampilan wela,

ngapain liat liat, tar naksir baru nyaho.

ketus Wella.

Bastian dan Wella, salah satu sahabat

Della yang tidak pernah akur satu sama lain.

selalu bertengkar seperti Jerry dan tom yang

memperebutkan sepotong keju bekas gigitan

oppa Korea. padahal Della yakin mereka

memiliki perasaan satu sama lain. tapi gengsi

mereka yang besar menutupi perasaan mereka.

najis, mana mau gue sama lo. badan kek

triplek gitu. ngga ada volume apa yang mau di

pegang, ejek bastian. dan langsung di hadiahi

tendangan maut tepat pusaka berharganya,

masa depannya.

Ah.. gila lo, tar kalo biji gue pecah

gimana? Lo mau tanggung jawab. kata Bastian sambil menutupi juniornya yang di tendang Wella, mengaduh sakit akibat tendangannya.

yang menendang menjulurkan lidah tidak peduli melihat Bastian mengaduh.

stop... teriak Della nyaring

menghentikan perang antara Wella dan bastian.

teman temannya menutup kuping mendengar

teriakan Della yang sangat nyaring.

gue kawinin juga Lo. ribut mulu.

lanjutnya lagi.

uwek. ucap wela dan bastian

bersamaan.

najis, mana mau sama Playboy cap gayung ke dia. janda tetangga gue juga mana mau sama dia. ucap wela.

dih.... gue juga mana mau sama Lo tepos.

asal Lo tau ya, jangankan janda. perawan rasa janda juga pada ngejar ngejar gue. kata Bastian tak kalah sengitnya.

paling ngejar gara gara punya utang.

lanjut Wella.

kaga, kemaren gue nyolong kutangnya

buat ngelap sepion motor lupa gue balikin.

pantes, dasar cowok mesum. belum apa apa udah ngambil kutang.

Della jengah mendengar perdebatan

mereka.

sekali lagi Lo ribut, gue seret Lo ke pos

hansip biar dikawinin disana. kata Della.

dan berhasil mengentikan perang mulut ala

Upin ipin.

Wella naik ke atas panggung kecil yang

sudah disediakan.

tes..tes.. ucap Wella memulai untuk

bicara.

thanks buat kalian yang sudah Dateng ke acara ultah aku di waktu kalian yang sibuk dan yang pura pura sibuk. aku harap kalian

menikmati hidangan yang ada. pokoknya

makasih banyak udah mau Dateng. sekarang,

time to party guys, ucap Wella dengan semangat.

yeah.. sorak dari para tamu yang datang.

musik pun di putar. dari yang keras hingga yang mellow.

Della, Lo naik ke panggung dong nyanyi lagu pake piano noh yang udah disediain. pinta

Wella. ia tahu Della sangat pandai

memainkan alat musik dan suaranya pun tak kalah merdu.

ogah ah, malu gue. tolak Della.

gaya lu nyet so soan malu, biasa juga

malu maluin. celetuk Bastian.

Della melotot ke arah Bastian dan menendang tulang keringnya.

Aw... Lo sama wela ke petinju

tendangan jirr. Bastian memegang kakinya yang di tendang Della.

gubluq, mana ada petinju pake kaki.

ucap Daniel kesal dengan kebodohan temannya itu.

emang udah ganti?. tanyanya dengan

tampang sok polos.

emang dari dulu begitu begok.. kesal Rio.

oh... Bastian ber oh ria tanpa beban.

makannya nonton radio. saut Rio.

lu juga sama begoknya, radio lu tonton.

koran lu dengerin. sahut Bastian tak kalah

konyolnya.

kalian sama begoknya. saut Wella kesal

melihat kebodohan temannya yang sudah

melampaui tingkat dewa.

ckckck!! kalian gubluk. heran kenapa gue

mau berteman sama kalian. kali ini Paris

mencibir temannya.

ayolah Della, please...... mau ya. ucap

Wella membujuk Della untuk bernyanyi

dengan memasang eye smile yang diyakini

Wella tidak bisa di tolak oleh Della.

fine. tapi satu lagu aja. ucap Della

menyerah.

yey.. thankyu dear. ucap Wella bersorak senang Della bersedia bernyanyi.

request lagu oplosan ya Del. ucap

Bastian asal. Wella pun langsung mengeplak

belakang kepala bastia.

ini bukan acara dangdutan. kesal Wella.

elah!! dangdutan lebih seru. buka sitik

jos. jawabnya lagi.

Della menghiraukan Bastian dan

melangkah naik keatas panggung kecil yang

sudah di sediakan.

Wella berlari mengikuti Della yang sudah

lebih dulu di atas panggung dan sudah duduk di depan piano yang ada di panggung

ok guys!! sekarang kita tampilnya

ucapnya Wella terpotong.

tampilkan woy. gubluk di pelihara teriak

bastian.

kita tampilkan, Della. ucap Wella dari

atas panggung memanggil para hadirin untuk

fokus ke atas panggung melihat Della

perform.

para tamu bertepuk tangan untuk Della.

Della menunduk malu. ini pertama kali

bernyanyi di depan orang banyak. Della

memang suka bermain musik. della bisa

memaikan beberapa alat musik, termasuk

piano. tapi ia lebih suka menikmati alunan

musiknya untuk diri sendiri, bukan untuk

khalayak ramai. terkecuali untuk malam ini.

karena sang empunya pesta memintanya

langsung. dan Della bertekad akan meminta

bayaran setalah ini selesai.

ehem... Della berdehem menghilangkan

gugupnya.

Della mulai memainkan piano dengan

sangat apik, dan mulai bernyanyi dengan

sangat indah.

setiap bait yang ia nyanyikan seolah

menggambarkan dirinya.

i don't want to hold your gaze

karena aku ingin kau menatapku.

I'm scared what i might see there

takut akan realita di antara kita.

found myself in this place

tempat dimana aku lemah akan dirimu.

And I'm a burning fire

dan akulah api yang bergejolak

bergejolak karena cintaku padamu,

Dion Wijaya.

setiap lirik yang Della nyanyikan seolah

hatinya menjawab bagaimana perasaan nya

pada dion.

peace may come

damai akan konspirasi hatiku.

i hope it won't take long

waktu agar kau menyadari betapa sulitnya

menyimpan ini sendiri.

just a faith i cannot see

bring me home

pulang ketempat dimana cinta tak

memandang dimana ia berlabuh.

I'm in here all long

disini menunggu akan cintamu, selama

aku bisa.

just me and my melody

hanya ada aku dan melodiku

tidak, bukan melodi. tapi hanya ada aku

dan cintaku yang terlarang.

della menghayati lagu yang ia mainkan.

tanpa ia sadari ada sosok pria sedang berdiri

jauh dibelakang sedang memperhatikannya.

so free me

oh free me

from this pain I've been running from

dari rasa sakit mencintainya.

I' m tired and I' m free falling

terjun bebas seperti merpati yang

mencintai pasangannya.

tanpa sadar bulir airnya mata menetes

begitu saja.

Della pun menyelesaikan lagunya

dengan sangat apik. ia buru buru menghapus

air matanya yang jatuh di sudut matanya agar

orang lain tidak melihat.

riuh tepuk tangan dari penonton

membuat Della bertambah malu. saat

melihat kedepan, Della melihat sosok pria

yang memperhatikannya. ia tahu betul siapa

pemilik tubuh tegap gagah yang sedang

memperhatikannya.

mampus gue. ucap batinnya.

Download NovelToon APP on App Store and Google Play

novel PDF download
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play