English
NovelToon NovelToon

Dibali Cinta Kita Bersemi

di Bali cinta kita bersemi episode 1

Gamelan mengalun dengan tenangnya, mengiringi gadis-gadis penari yang dengan lincahnya melenggak-lenggokkan tubuh mereka sepertinya benar-benar menghayati apa yang tengah mereka lakukan. Tangan dan mata mereka tampak seirama dengan gamelan yang melantunkan irama.

para panjak tampak semangat, seakan tangan mereka yang menabuh peralatan gamelan tak kalah lincahnya dan tak mengenal rasa capai sedikit pun.

gadis-gadis itu terus menari, melenggak lenggok. tubuh-tubuh mulai tampak mengalun, mata-mata jeli dan tangan mereka bergerak - gerak seindah seindahnya. sementara di antara para penonton tarian tersebut, tampak seorang pemuda yang di sampingnya berdiri seorang wanita menatap lekat pandangannya pada seorang penari. Apa gerangan yang menjadikan dia begitu terpikat untuk terus menatap ke gadis penari tersebut ? tiada lain karena gadis tersebut bukan gadis Indonesia, melainkan gadis asing, namun mampu mengadaptasi dirinya dengan kultur Indonesia, serta mau mempelajari budaya bangsa Indonesia. Roy nama pemuda itu, dia seorang seniman. Hatinya seketika tergugah menyaksikan gadis asing yang sedang menari tersebut.

"kenapa Roy..." tanya teman wanitanya saat melihat Roy terpatung.

"Ah eng... enggak" jawab Roy dengan terkejut.

"kamu tertarik dengan gadis itu, Roy?"kembali gadis di sampingnya bertanya yang di jawab Roy dengan anggukan kepala, menjadikan gadis di sampingnya seketika membesengut.

ketika gadis asing penari Bali itu mernandangnya dengan tersenyum, Roy pun dengan ramah membalas senyuman itu sembari menganggukkan kepala yang membuat gadis di sampingnya semakin merengutkan mukannya.

"Roy!"seru gadis di sampingnya dengan nada cemburu. Roy seketika tersentak dan segera mengalihkan pandangannya pada gadis di sampingnya.

"ada apa sih?"tanya Roy pada Sonya

"kenapa kamu begitu, Roy?"

"heh, kamu kenapa? apakah aku tidak boleh

mengagumi orang lain?"tanya Roy seraya menyipitkan matanya, membuat gadis yang bernama Sonya makin mendengus kesal

"kamu terlalu, Roy! kamu tidak punya perasaan!"

"Heh, kenapa kamu ini?" kembali Roy bertanya.iya takkan mengerti maksud kata-kata sonya yang mengatakan tidak punya perasaan. seingatnya ia tak terlalu berlebihan, tetapi mengapa Sonya mengatakan begitu?

"apakah aku tak boleh mengagumi penari Bali itu?"

"aku ingin pulang!"

"pulang?"tanya Roy seperti baru sadar bahwa sonya benar-benar kesal.

"ya aku ingin pulang saja,"balas Sonya hampir menangis, merasa tak diperhatikan oleh Roy Roy kembali mendesah.

"ah, kamu jadi kayak anak kecil saja!"

"pokoknya aku ingin pulang, titik!"

"pulanglah!" kata Roy acuh dan kembali memandang gadis asing penari Bali itu. dan gadis itu kembali tersenyum kearahnya. Sonya seketika membelalakan mata mendengar ucapan Roy. dia tidak menyangka kalau roi akan tega mengusirnya.

"apa?!"

"kalau mau pulang, pulanglah!" kata Roy tak terlalu berlebihan tapi tegas

"kamu benar-benar tidak punya perasaan." jerit keras Sonya hingga membuat semua mata memandang kearah mereka. wajah Roy jadi memerah. ingin rasanya Roy memakai memakai Sonia yang tahu yang tak tahu malu dan seperti anak kecil.

"aku menyusun nanti."dengan rasa kecewa, Sonia pergi meninggalkan Roy menuju hotel tempat mereka menginap. air mata menetes. iba juga Roy melihatnya, namun bila Roy tidak bersikap begitu niscaya dia akan selalu didekte oleh Sonia. sifat Sonya sangat egois. barangkali karena lama tinggal di luar negeri. memang, mereka merupakan kakak adik sepupu. ayah adalah kakak ayah soalnya yang menjabat ekonomi perdagangan di Paris. maka Roy menyayangi Sonya karena ia dianggap adiknya sendiri. namun tanggapan Sonya menyimpan rasa cemburu. itulah sebabnya ia merasa bahwa Roy adalah kekasihnya bukan kakaknya.

Download NovelToon APP on App Store and Google Play

novel PDF download
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play