Suara tembakan terdengar sangat jelas di luar rumah.
Aku melihat raut wajah ayah dan ibu seperti orang ketakutan
"Ayah suara apa itu? Aku takut. "
Ibu dan ayah bilang tidak ada apa² lalu ibu memeluk ku dengan erat seakan itu pelukan yang terakhir untuk ku.
Ayah membawaku ke gudang dan menyuruhku untuk bersembunyi di dalam lemari.
lemari itu gelap dan di penuhi dengan debu
"Apapun yang terjadi jangan keluar dari dalam lemari...! Tegas ayah
Tiba-tiba suara tebakan di sertai jeritan seorang perempuan pun terdengar dari ruang tamu
"Ayah suara itu terdengar di ruang tamu, sedangkan ibu ada di sana ! Hiks ...hiks...hiks... Tangis ku .
"Ara harus tenang ..., ayah yakin ibu ga kenapa²" bujuk ayah supaya membuat ku tenang
" Ayah dengar!...ada suara langkah kaki yang mengarah ke sini, jangan-jangan itu ibu, iya itu pasti ibu!
Aku menyemangati diri sendiri bahwa itu ibu, tapi berbeda dengan wajah ayah yang ketakutan dan terlihat gelisah
Seakan sesuatu yang sedang berjalan itu telah menunggu nya
Lalu Ayah mulai menutup pintu lemari sambil berkata."apapun yang ara dengar atau lihat jangan keluar atau bersuara, ara ingat ayah dan ibu sayang kamu. Sampai kapan pun itu:')"
Ceklek suara pintu gudang yang perlahan tebuka
Aku hanya diam dan hanya bisa menangis, setelah itu aku samar-samar melihat ada sekelompok orang yang berpakaian hitam yang hanyalah terlihat matanya , matanya berwarna biru. aku masih mengingat betul kejadian itu
Dorrrrr!...peluru itu melesat ke kepala ayah, aku melihat sendiri dimana ayah ku tumbang dengan Darah yang terus keluar dari kepala nya. sosok itu membunuh ayah!! mereka sungguh tidak punya perasaan! .
*Waktu itu ingin sekali aku berlari memeluk ayah tapi entah mengapa badan ku rasanya ga bisa bergerak, aku ingin teriak tapi seakan mulut ku terkunci rapat. Butiran² air semakin deras terus menerus keluar dari mataku
Dada ku terasa sesak dan aku pingsan di dalam lemari.
setelah itu aku terbangun di rumah sakit
dengan pak polisi dan dokter di samping ku.
pak polisi menyampaikan bahwa rumah kami kerampokan ayah sudah menyadari ini dari awal bahwa ada perampok yang masuk ke rumah kami.
lalu ayah langsung membawaku ke gudang karena ingin menyelamatkan ku.
sedangkan ibu menelfon polisi tapi naas nya sekelompok perampok itu menembak ibuku hingga mati dan juga ayah mereka juga membunuh ayah! sekarang aku sebatang kara tidak punya siapapun lagi*.
skip...
aku sudah keluar dari rumah sakit dan sekarang aku tidak punya apa-apa lagi. rumah, uang, ayah, ibu, kakek, nenek, semuanya hilang.
saudara, kerabat dan sepupuku menganggap keberadaan ku sebagai beban
dan yang paling miris adalah sekarang aku menjadi gelandang:)
hidup di jalan yang kotor kedinginan, kehujanan ,kepanasan dan tidak ada satupun yang peduli.
perolog
ara 10 tahun seorang putri dari keluarga yang bisa di bilang kaya. baru menginjak kelas 5 SD
Download NovelToon APP on App Store and Google Play