English
NovelToon NovelToon

Mimpi Sang Mentari

Prolog

Maharani Putri Mentari atau yang akrab di panggil Tari adalah seorang mahasiswi jurusan seni,bahasa dan sastra di sebuah Universitas di kotanya.Ini adalah semester 2 ia kuliah,ia memiliki sahabat dari kecil yang tak di sangka-sangka selalu bersama hingga ke jenjang perguruan tinggi yang bernama Desya Cantika Lestari,tak hanya sahabat dari kecil juga ia memiliki 3 sahabat baru yang bernama Hasna Indira Joanna,Muhammad Emran Daifullah dan Qadafi Putra Rafka.Ia memiliki nama panggilan yaitu Tari.Namun,sayang hanya Rafka yang memiliki satu bidang yang sama dengan Tari,Hasna di bidang kedokteran,Emran di bidang arsitektur dan Desya di bidang kecantikan.

Tari bercita cita ingin menjadi seorang penulis hebat dan pelukis profesional agar seluruh dunia tahu karya-karya yang ia buat untuk memberi motivasi,inspirasi,dll.

Episode 1 ฺ

Maharani Putri Mentari atau yang akrab di panggil Tari adalah seorang mahasiswi jurusan seni,bahasa dan sastra di sebuah Universitas di kotanya.Ini adalah semester 2 ia kuliah,ia memiliki sahabat dari kecil yang tak di sangka-sangka selalu bersama hingga ke jenjang perguruan tinggi yang bernama Desya Cantika Lestari,tak hanya sahabat dari kecil ia juga memiliki 3 sahabat baru yang bernama Hasna Indira Joanna,Muhammad Emran Daifullah dan Qadafi Putra Rafka.Namun,sayang hanya Rafka yang memiliki satu bidang yang sama dengan Tari,Hasna di bidang kedokteran,Emran di bidang arsitektur dan Desya di bidang kecantikan.

Tari bercita cita ingin menjadi seorang penulis hebat dan pelukis profesional agar seluruh dunia tahu karya-karya yang ia buat untuk memberi motivasi,inspirasi,dll.

Usaha,kerja keras,doa,semangat dan tekad pantang menyerah yang ia miliki membuat 4 sahabatnya selalu mendukung dan kagum akan dirinya,Tari.

Tapi,diam diam Rafka memiliki perasaan khusus terhadap Tari akankah Tari tahu akan hal itu?

#Di Kampus

"Hasna,lo tau ga dimana Tari berada sekarang?" tanyaEmran

"hm?oohh...Tari biasalah kutu buku anak perpus yah sekarang di perpustakan" jawab Hasna

"oh ngapain di perpus?" tanya Emran balik dengan sang aja ingin membuat Hasna kesal

"bersih-bersih perpus tadi di suruh bantuin guru perpus...ya bacalah baca buku emang mau ngapain lagi di perpus?"(ー̀дー́) jawab Hasna dengan kesal

"owh aku kirain bantuin bersih-bersih perpus"jawab Emran dengan menambahkan cipratan agar Hasna lebih kesal

"serah lo deh...malas gua ngeladeni lo"jawab Hasna yang tambah kesal

"lo ga ada kelas hari ini Ka?"tanya Emran kepada Rafka

"ada uda selesai"jawab Rafka dengan dingin

"owh ya terus tumben ngapain di sini biasanya kalo kelas lo uda selesai atau ga ada kelas lu langsung pulang kerumah?"jawab Emran sambil tanya balik

"yah kan dia lagi nungguin Tari buat di ajak bareng gitu"jawab Hasna

"ehh...lo tukang sayur ngapain jawab gue kan nanya ke Rafka kenapa lo yang jawab?"tanya balik Emran

"apa lo bilang gue tukang sayur?lo kali yang tukang tanya gua jawab emang terus kenapa?masalah?gua kan sebagai sahabat Tari yang cewe ngerti lah daripada lo tukang tanya"jawab Hasna dengan mengejek

"enak aja ngatain gue tukang tanya dasar lo tukang sayur"batin Emran

"bodo deh males gua debat ama lo tukang sayur"jawab Emran dengan nada malas

Rafka yang sedari tadi terus menunggu Tari sambil mendengarkan percakapan Emran dan Hasna tak sabar menunggu Tari yang tak kunjung datang Rafka pun berniat menemui Tari ke perpus.

"eh mau kemana lo?'tanya Emran kepada Rafka yang tengah berdiri

"perpus"jawab Rafka dengan datar

"ngapain?tanya balik Emran dengan heran

"mau ketemu ama Tari lah masa mau ketemu ama guru perpus"jawab Hasna kepada Emran

"owh ngapain ketemu Tari kan ntar bakal ketemu"tanya balik Emran

"bodoh"jawab Rafka yang jengkel ke Emran

"dasar lo bodoh bego uda deh lo mendingan diem aja ga usah banyak tanya dari tadi lo kebanyakan tanya"jawab Hasna sambil memijit kepalanya yang mulai capek akan Emran

"eh Desya kemana?kok ga keliatan dari tadi batang idungnya"tanya Emran

"ga tau lah mungkin masih ada kelas Desya tumben nyariin Desya kangen ya?"jawab Hasna sambil menggoda Emran

"ga kangen ga ada yang bisa di ajak ngobrol"jawab Emran sambil memalingkan pandangannya,

"oh ya kok gue ga percaya?"tanya Hasna sambi tertawa

"ga percaya ya uda gue pergi dulu"jawab Emran dengan pergi meninggalkan Hasna

"eh kok gue di tinggal sih mau kemana lo?"tanya Hasna

"ke kantin laper"jawab Emran menuju kantin

"tukang laper ikut"jawab Hasna sambil menghampiri Emran

"yauda ayok"jawab Emran sambil menghentikan langkahnya

Download NovelToon APP on App Store and Google Play

novel PDF download
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play