English
NovelToon NovelToon

I Became Whisper Born In the Shadow Realm

Chapter 0

Sejarah Dua Ratus tahun yang lalu adalah sejarah yang paling bisa dianggap adalah masa kejayaan diseluruh dunia.

Wilayah makmur dan tenang, tempat yang menjadi wilayah aman bagi anak anak yang bermain dijalanan, sapaan hangat para orang orang disana, serta aroma roti yang baru dipanggang menyelimuti udara pagi. semua berjalan berjalan harmonis, seolah dunia tak mengenal duka.

Disinilah tepat saat manusia mencapai puncak ilmu pengetahuan dan bela diri, menandai Dimulai nya persaingan dari Empat Benua.

Dari timur dan barat atau selatan dan utara, wilayah yang hanya berperang demi keuntungan diri mereka sendiri memulai konflik ‘perang Seratus tahun’

Namun…, Disaat Selesai nya ‘perang Seratus tahun’ Disitu lah Awal dari Konflik Dua kubu yang akan berlangsung sampai sekarang.

Karena Disinilah tepat dengan melemahnya segel dari pemimpin para iblis, Sesosok wanita kejam yang telah mengalami kerusakan jiwa dan kekuatannya.

Segalanya mulai berubah saat hari itu, langit biru yang biasanya cerah mendadak diselimuti awan gelap dan udara dingin mulai merambat kewilayah pemukiman. Warga elthoria tidak menyadari bahwa itu adalah pertanda kehancuran yang akan menimpa mereka.

Sebuah raungan menggelegar terdengar dari langit, membuat kota elthoria berguncang sejenak. Disusul raungan lain dari seberang kota, langkah kaki berat menggema dari kejauhan. Lalu dari balik awan pekat itu sebuah kepala naga raksasa muncul, matanya menyala penuh dengan kebencian.

Kepanikan pun pecah, warga berteriak, berlarian menyelamatkan diri mereka, namun terlambat monster monster buas itu pun menyerbu kota dari segala arah, para monster memburu dan membantai para warga tanpa ampun. Kota elthoria diselimuti oleh suara tangisan dan jeritan para warga, Suara bangunan runtuh dan kekacauan dimana mana.

seekor ‘hydra’ yang terbang diatas awan gelap pun menyemburkan api kearah berbagai wilayah, satu persatu masyarakat pun terkena dampaknya… terbakar dan terbunuh ditangan para monster, kota elthoria yang damai berubah menjadi teriakan, tangisan, kota elthoria pun berubah menjadi lautan api—

DIIng~ (suara lonceng akademi pun berbunyi)

“Baiklah… pembahasan kita sampai disini saja, kalian boleh pulang sekarang.” tegas seorang guru tomboi memakai pakaian yang tidak terlalu pantas sambil mengambil minuman keras.

Ya… itu minuman keras, entah bagaimana dia tidak mendapatkan teguran sama sekali atau hanya dia yang tidak peduli. Yang pasti dia ini seorang yang tidak bisa ditebak sama sekali.

“Terima kasih guru~~~” sorakan para murid itu menjawab perkataan guru, seolah olah itu adalah kebiasaan yang umum bagi mereka.

Para murid pun kini mulai pergi meninggalkan kelas satu persatu. Termasuk juga aku “Alicia ~~~” yang kini mulai pergi keluar untuk menemui sahabatku.

sahabatku ini adalah seorang jenius peringkat empat dari divisi sihir yang dimana kita adalah rival karena bagaimana pun aku diatas satu tingkat darinya.

Dengan rambut panjang bewarna pirang yang indah dan matanya berwarna hijau emerald, dan wajah mengantuknya dia selalu menarik perhatian orang lain.

“Cia tolong Gendong aku hari ini…”

Dengan wajahnya yang polos dan menjengkelkan ini dia selalu mempermainkan aku disaat saat tidak penting.

“E-eliaa… Tolong jangan mengganguku... Kau ini sudah besar, tidak bisakah kamu bberhenti melakukan ini”

Dengan wajah putus asa aku menggoyang goyangkan badan Adelia yang mulai bersender di punggung ku.

Tapi Elia tetap tidak peduli dan bahkan mulai tidur di punggung ku dengan posisi berdiri.

“Sungguh… Dasar menjengkelkan, Cepat bangun sialan”

“Stak” aku menjentikkan jari ku di dahinya hingga dia jatuh dengan wajahnya memerah.

‘kenapa dia sampai wajahnya memerah begitu’.

Adelia mulai mendongak keatas menatap ku, sambil air mata nya hampir keluar dia berkata sambil menahan rasa sakit.

“K-kenapa… kenapa kamu menjentik Dahi ku” Air mata nya hampir keluar sungguhan??

‘Yang benar saja, dia ini…’ belum sempat menjawabnya, Seorang gadis pendek dengan wajah yang imut mulai berlari mendekat ketempat kami berada sambil berteriak.

“Elia Nonna… Alicia Nona… Tolong tunggu aku.”

‘Charlotte’ adalah seorang putri dari ‘Duke Liorends’ yang sejarah nya adalah seorang kesatria berpedangnya.

Tapi Charlotte berbeda… Dengan badannya kecil itu dia Membawa pedang Rapier yang ringan untuk tubuh nya yang relatif kecil dan pendek ‘ 144Cm ‘ sungguh jika kau berpikir dia ini adalah anak berumur 12 tahun tapi sebenarnya itu hanya efek dari penggunaan ‘mana sword’.

Dia mendapatkan julukan penghancur seratus pria, karena dengan rambut di kuncir dua berwarna perak indah bak perak itu sendiri, mata berwarna merah amber, payudara ukuran D-cup dan dengan wajah imut nya dia mendapatkan banyak pengakuan dari laki laki mesum.

Tapi Charlotte tidak pernah menerima pengakuan mereka dan ketika mereka tetap bersikeras dia akademi dan mematahkan tulang mereka, yang artinya adalah dia tidak segan segan menghancurkan takdir mereka bahkan sudah banyak laki laki dia akademi yang menjadi korbannya.

‘Sungguh mengerikan, bagaimana bisa sosok seperti itu diakademi ini’.

“Omong omong… kamu dari mana lottie?.”

“Aku dari baru saja dapat panggilan dari seseorang, hanya saja aku sedikit membuat kekacauan tadi.”

“Jadi begitu… mari kita pergi saja”.

‘apa dia mendapat pengakuan lagi?’.

tapi dari itu sekarang terlihat sosok laki laki yang mendekat.

“Hallo para junior”.

dengan senyum tipis lebar dia menyapa kami dengan semangat.

“Selamat sore senior~~”.

lottie menjawab dengan semangat juga

“Kamu sangat Ceria ya Charlotte…”

“Hmm.. Ada apa senior, kenapa kamu datang kesini?”.

“Aku hanya ingin menyapa kalian”.

Senior Lucas sebenarnya seorang wakil ketua club yang akan kita masuki, Dia ini orangnya sangat santai

Namun dibalik wajah santainya, sebenarnya dia adalah orang yang tegas dan bijaksana.

Namun Di Bawah Wajah Santai nya Senior juga seorang Pengguna ‘Sun of Auro’ Dari Benua Timur.

“Senior Lucas, apa kamu Datang untuk mengatakan sesuatu?”

Elia yang memulai bertanya.

Senior juga mulai menjelaskan maksudnya kesini.

“Engh… Tadi ada panggilan dari ketua, jadi kita disuruh berkumpul sekarang…”

‘Ketua?¿... Mencari kami, Aku jadi tegang apalagi kita belum resmi bergabung’.

Lukas dengan dahi berkerut dan tersenyum menjelaskan.

“Kita akan menyambut anggota baru sekarang, pastikan kalian semua bersiap ”

“Dimajukan..? apakah ada sesuatu senior?”.

Sekarang Adelia yang turun tangan untuk bertanya.

“Tidak ada hal khusus, tapi jika kalian ingin cepat cepat bertugas maka tidak ada alasan untuk menunggu”.

Ekspresi nya berubah menjadi lebih serius, Dengan cepat dia menyuruh kami besiap dan jangan membuat ketua menunggu.

‘Sebaiknya kita bersiap saja’.

Beberapa waktu setelah kami bersiap dan betemu di depan asrama kami langsung bergegas pergi bersama.

Setibanya kami bertiga di tempat yang diberitahu senior lukas, kami sudah ditunggu empat orang beserta ketua yang sedang memegang dokumen.

Ketua memberikan kode agar kami duduk dimeja yang hampir melingkar, Disini terdapat sembilan kursi dan sebuah alat magis yang ada di tengah meja pertemuan.

Sambil menunggu anggota baru lainnya, akhirnya ketua mulai berbicara.

“Apakah semuanya sudah datang?”.

“Mungkin masih ada satu orang ketua”.

yang menjawab adalah ‘sekretaris’

Sekretaris yong hwa menduduki Bagian “Strategi” dengan badan yang lumayan tinggi dengan rambut pendek sebahu dia sudah Menduduki peringkat pertama tahun ke tiga dalam pengguna sihir kuno.

Seorang putri ketiga dari Count bagian utara kerajaan sejak dia kecil sudah dijuluki jenius dari barat karena bisa menyelamatkan kerajaannya dari invasi bangsa Barbar.

“Satu orang?, siapa itu...”.

“Cucu dari sage menara sihir, ‘Cecilia ----”.

Saat itu lah orang yang kami tunggu datang.

Dengan nafas terengah engah di membuka pintu ruangan dan masuk dengan wajah memerah karena berlari.

ketua menyuruhnya untuk langsung duduk di tempatnya, dan sekretaris memberikan dia minum.

“Ahh… akan aku mula saja sekarang!!”

ketua mulai berdiri dan berjalan ke depan meja nya dan sebuah layar besar menampilkan nama nama anggota baru dan lama di dalamnya.

“Eh Hem..., selamat datang para anggota baru kami, disini lah tempat untuk divisi yang ada untuk melindungi dan mempertahankan batas gerbang *^$%^%& yang akan menjadi tempat hidup dan mati kalian”

Ketua melanjutkan pembukaan dengan tegas dan akhrnya menyeringai dengan senyum tipis.

“Maka dari itu selamat datang kalian semua di ‘devisi WHite Union’”.

Chapter 1

“Haii…”

Dibelakang ku berdiri sosok wanita yang memakai penanda lengan warna kuning, yang pasti itu tanda untuk senior tingkat 2.

“A-ah selamat Pagi Senior…”

‘Ahhh’ kenapa ini sangat canggung sekali.

“Ara~ Tidak apa apa, Tidak perlu canggung saat bersama ku.”

Dengan senyum berkedut seperti menahan sesuatu, senior mulai membuat ku malu.

“Apa kamu sedang tersesat adik manis?”

"Ahh.. Bukan begitu senior, saya tidak tersesat"

"Ah, maaf saya belum mengenalkan diri. Perkenalkan namaku Rebecca dan aku berada di kelas Sihir tingkat dua, kamu boleh memanggilku becca saja"

Dengan senyum menawan nya dia tampak seperti pemimpin di sekolah ini!!

‘Tunggu.. Senior Rebecca..’ Dia kan yang menjabat menjadi ketua Osis tahun ini.

"Salam kenal senior rebecca namaku Alicia, senior boleh memanggilku apa saja"

“Hmm tentu saja junior, Tapi kamu tidak perlu terlalu formal di dekat ku ya”

“B-bagaimana bisa, Senior kan seorang ketua Osis tahun ini!!”

“Tidak masalah, kamu boleh menggun-..”

Dibelakang terdengar suara siswi yang berteriak memanggil namaku.

"Ciaaaaa~" Adelia melambaikan tangannya dan disampingnya ada Charlotte yang terlihat memakan permen loli nya Dan melambai dengan riang.

"Hai Elia, hai lottie bagaimana kabar kalian?"

"Tentu saja baik baik saja seperti biasanya"

"Tentu saja aku baik cia Nonna, bagaimana Denganmu?”

"Aku juga baik baik saja, oh iya perkenalkan ini senior rebecca.. yang menjadi perwakilan Osis tahun ini"

"Hai adik adik yang manis"

Senior menyapa mereka semua Dan berkenalan.

"Hai senior" Adelia dan lottie menjawab bersamaan

Adelia adalah teman semasa kecilku dia sangat pemalas namun dia lumayan ahli dalam sihir, Adelia sangat sering mengantuk dimanapun ia berada.

Sifat adelia sangat Pendiam juga mudah kehilangan minat menjadi kan dia terlihat sangat imut dan dia memiliki paras yang cantik, rambut pirang panjang, kacamata bertali, ukuran dada E cup… Dan yah Mari jangan bahas itu.

Suara pemberitahuan tiba tiba bergema di sekolah yang menandakan waktunya masuk ke dalam kelas.

"Diiiingg~ (suara bel akademi berbunyi)"

"Baiklah kita sudah dulu pembicaraan kita, sampai ketemu di kelas adik adik manis~"

Senior mulai berjalan meninggalkan kami, sebalik nya kami juga mulai masuk ke kelas B.

Sebagai Catatan Di Akademi ini dibagi menjadi 3 kelas yaitu kelas A untuk para Murid yang mendalami Ilmu strategi Dan pengetahuan yang berguna, Dan kelas C untuk para alkemis, healer, Dan sebagainya, Dan kelas B yang berfokus pada peperangan seperti Kami ini.

"Baiklah ayo kita Masuk ke Dalam"

"Gendong aku dong ciaa~"

"Kamu ini..." Aku menjentikkan jariku ke dahi elia

"A-agh, kenapa kamu selalu menjentikkan jarimu ke kepalaku" Elia menunduk kesakitan

"Karena kamu pemalas, baiklah ayo kita ke kelas"

"Baiklah cia noona"

Kita bertiga pun bergegas pergi ke kelas, namun saat kita ingin pergi ke kelas kita bertiga melihat wanita yang sangat mencolok sedang berjalan menuju ke dalam kelas.

"U-uuh, dia siapa elia?"

"A-aagh, huh aku tidak tahu dia siapa" Adelia yang masih memegang dahinya yang kesakitan

"Sepertinya dia murid bangsawan cia noona"

"Oooh, baiklah ayo kita segera ke kelas"

Sesampainya kami memutuskan untuk duduk di paling kiri kelas.

Dan Ruangan Pun dibuka…

Seorang Pria Berkisar 40 tahun masuk ke dalam dengan elegan, dia kelihatan tidak tua tapi juga tidak muda!!

Pria itu berjalan ke podium kelas dan memulai perkenalan.

"Kalian Semua Cukup menarik ya…"

“Baiklah, Pertama Tama aku akan memperkenalkan diri…! Nama ku Prosesor Freddy, Dan wali kelas kalian yang akan mengajarkan tentang Ilmu Sihir, jadi kuharap kalian tidak meninggalkan kelas saat kelasku.”

Suasana kelas pun penuh dengan gumaman kekaguman.

“Sekarang Saat nya kalian yang akan memperkenalkan diri, Dimulai dari kanan”

Perkenalan pun dilakukan dengan antusias sampai ke barisan pada kami.

"Perkenalkan nama saya Charlotte kalian boleh memanggil diriku lottie"

Tawa gembira Charlotte membuat satu kelas memperhatikannya.

"Perkenalkan namaku adelia kalian semua boleh memanggilku elia, hooaaam~"

"Hai perkenalkan nama saya alicia kalian boleh memanggilku ci-" Perkataanku seketika terpotong mendengar suara wanita

"Wanita seperti dia berada dikelas kita? Hahahaha Kenapa wanita lemah seperti dirinya berada dikelas kita"

Wanita yang terlihat seperti kelompok dari bangsawan mulai mengejek ku Dengan suara keras, tentu saja aku tidak peduli karena aku sudah pernah menduganya.

“Apakah aku tidak boleh dikelas ini!?”

Tanya ku cemberut dengan mengejek

“Kau berani dengan ku ya!? Apa kamu mau ku beri pelajaran!!”

Suasana kelas pun menjadi gaduh…

Orang lain tampak tidak ingin terlibat dengan kami hanya mengalihkan pandangannya.

Saat kegaduhan mulai memanas tidak terkendali, prosesor yang sudah Tidak tahan dengan kegaduhan ini mulai bertindak melerai kan kami.

"hentikan semua ini atau kalian keluar dari kelas ku" Professor mulai menegur natalia dan diri ku.

“A-apa, aghh baiklah professor."

“Kalian ini siswa disini jadi jangan membuat masalah saat hari pertama”

Professor memberikan serangan terakhir sebelum melanjutkan perkenalan para siswa.

Dan perkenalan pun dilanjutkan dengan murid di sebelahku

“Baiklah semuanya, semoga kalian akrab dan menjadi teman. Dan jangan membuat keributan seperti ini lagi jika tidak ingin kalian kembali ke keluarga kalian!!”

"Tck... lihat saja nanti" Natalia menatapku dengan tatapan marah sambil bergumam

"Sudahlah cia, ayo duduk. sebentar lagi pelajaran mau dimulai" Elia membujuk diriku untuk segera duduk

"Ahh.. baiklah, padahal aku sudah berjanji kepada bibi Sophia untuk tidak membuat masalah dihari pertama masuk akademi. Namun aku mengingkari janjiku kepada bibi sophia" Aku pun duduk sambil menghela nafas

"Ini bukan salahmu cia, jadi jangan merasa bersalah ya. Mmmm~ aku sangat mengantuk hari ini" Elia mulai memejamkan matanya

"A-ahh.. Yang benar saja kamu ini, dihari pertama masuk akademi kamu sudah bermalas malasan"

"Hahaha kamu tidak usah heran seperti itu dengan diriku, lagi pula aku tidak akan benar benar tidur saat hari pertama datang kesini."

Yah, benar dia tentu tidak akan melakukan nya kan!?

"kalian semua akan mulai mengikuti tess penilaian awal, tugas kalian adalah mencari kristal di hutan yang sangat luas dan mencari sebanyak banyaknya.”

Ujian tess awal ini juga sudah disebutkan saat penerimaan siswa baru, setidaknya satu siswa harus bisa menemukan satu untuk dirinya agar bisa memaksimalkan potensi mereka.

“Siswa Senior juga akan mengawasi kalian. Carilah Kristal itu jika perlu dengen menyerang peserta lain"

"Baik profesor" Semua murid menjawab dengan semangat

"Kalian semua akan kuberikan gelang bahu dengan warna yang berbeda, kalian akan menjadi satu tim dengan orang yang memakai warna gelang bahu yang sama Dan kalian semua akan diawasi oleh para senior untuk melihat kemampuan kalian, baiklah ayo kita segera pergi ke hutan para senior sudah menunggu"

Tambahnya untuk terakhir kalinya.

Para murid mulai keluar satu persatu dari akademi termasuk diriku,elia,lottie menuju ke hutan yang dituju.

***

"Kita sudah sampai inilah hutan yang akan menjadi medan ujian kalian, ujian akan berlangsung hingga menjelang sore hari disini kalian juga harus bertahan hidup. Baiklah kumpulkan tim kalian lalu kita laksanakan ujian ini"

"Baik profesor!!" Semua murid menjawab dengan penuh semangat

Disaat pertengahan bertemu dengan masing masing tim ada seorang wanita memanggilku dari belakang

"A-anu hai alicia..."

"Oh violetta hai, apakah kamu satu tim denganku?"

"I-iya ali-"

"Ciaaaaaa~, kita ternyata satu tim, oh violetta apakah kamu juga satu tim dengan kita?

"Iya benar aku satu tim dengan kalian"

" Kamu ini... bisa tidak untuk tidak berteriak"

"Hahaha maaf"

"Tunggu sebentar kita kekurangan 2 orang dimana mereka"

"Yo, maaf kami terlambat"

"Oh jacob dan william rupanya"

"Ah sepertinya lottie tidak satu tim dengan ki-"

"Sepertinya kalian semua sudah membentuk tim kalian, kalau begitu kita laksanakan saja ujian ini aku akan memindahkan masing-masing tim agar jarak kalian jauh dari tim lainnya."

Profesor pun meramalkan mantra untuk membuka gerbang portal

"Apakah kalian siap teman teman?"

"Tentu saja kami siap!"

"Baiklah ayo kita berangkat"

Download NovelToon APP on App Store and Google Play

novel PDF download
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play