English
NovelToon NovelToon

MASOCHIST BOSS

EPISODE 000 -EPISODE 001 (m)

PROLOGUE

Seorang CEO muda yang mempunyai kelainan Sex yang begitu menyimpang.

Dimana ia sangat menyukai kekerasan, siksaan, dan penderitaan terhadap dirinya.

Terkadang ia akan memanggil karyawannya secara pribadi, diperintahkan untuk menyiksanya agar hasratnya terpenuhi.

Tapi, suatu hari ia tak sengaja bertemu dengan empat sekawan yang sedang dihukum saat dia berkunjung ke sekolah menengah atas yang berada dibawah naungan perusahaannya.

Tertarik

Akankah CEO muda itu akan menggunakan empat sekawan itu, untuk memenuhi hasrat nya?

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

~MASOCHIST BOSS~

EPISODE 1

"Hah... Hah... Hah..."

"Ah..!! Ah..!! Ah..!!"

"Lebih... Lebih dalam lagiiihhh...."

"Hah.. Hah.. Hah.."

"lee taeyong kau benar benar... Ketathh..."

"Aahh.. Nngghh..."

Malam yang panas yang saat ini seorang lee taeyong rasakan. Melakukan hubungan sex dengan karyawannya sendiri dikantornya. Karyawan itu seharusnya sudah pulang sore tadi, tapi taeyong memanggilnya secara pribadi untuk memuaskan nafsunya.

"Koyak tubuhku... Siksa aku dengan panismuuhh..."

"Kau menyukainya huh?"

Lubang anal yang penuh akan penis karyawannya dan satu dildo yang sejak pagi bersemayam di sana. taeyong benar benar menyukai mainannya itu berada didalam tubuhnya. Sejak pagi, alat itu tak lepas dadi tubuhnya. Bahkan saat karyawannya akan memasukkan penis kedalam lubangnya, alat itu hampir diambil olehnya dan langsung saja taeyong berteriak melarangnya untuk mencabut mainannya.

Tak hanya dildo, ada juga dua vibrator yang sudah tenggelam dalam tubuhnya karena terdorong dildo dan penis karyawannya. Dalam genggaman nya terdapat remote control, pengatur kecepatan ke tiga alat itu. taeyong menekan tombol tambah pada remote itu dan getaran pada dildo dan dua vibrator semakin cepat, membuat taeyong semakin mengetatkan lubangnya.

"Ah... taeyong... Jangan diketatkan..."

"Hahaha... Tapi kau menikmatinya bukanhh..."

"Aahhh~"

Pergerakan pinggul karyawan itu semakin dipercepat saat taeyong semakin mengetatkan lubangnya. Sudah berjam jam mereka berhubungan, sudah berkali kali pula karyawan itu melakukan pelepasan.

Sedangkan taeyong sendiri baru mengalami pelepasan dua kali. Entah taeyong yang terlalu kuat, atau karyawannya saja yang lemah dan tak bisa mengimbangi permainan taeyong.

"Ah... Ah... Ah..."

Tinggal beberapa hentakan lagi, karyawan itu akan pelepasan "Lebiihh... Lebihhh dalam laggiiihhh..." hingga pada akhirnya...

"AAAHHHH~"

"AAKKHH..."

Karyawan taeyong menyemburkan cairan putih kentalnya kedalam lubang taeyong, dan taeyong untuk ketiga kalinya ia mengotori perutnya dengan cairannya sendiri. Berakhir sudah aktivitas panas mereka saat ini, kedua nafas mereka juga sudah terengah-engah.

"taeyong... Aku sudah lelah..." ujar karyawan itu, dan langsung menyabut penisnya dari lubang taeyong. Setelah tercabut, lubang itu mengalirkan banyak sekali cairan putih kental milik karyawannya.

Tak hanya itu, dildo, vibrator yang ada berada didalam, ikut keluar. Lubang taeyong berkedut. Mengembang dan mengempis, sesuai irama deru nafas taeyong.

taeyong terduduk di atas mejanya yang menjadi pengganti ranjang untuk melakukan kegiatan panas mereka. Menatap rendah karyawannya yang terduduk dilantai "kau lemah! Aku baru mengalami tiga kali pelepasan dan kau sudah menyerah?!"

Kepala karyawan itu menunduk, merasa bersalah kerena tak bisa memuaskan atasannya "m-maafkan saya, tuan"

"Pulanglah! Aku tak ingin melihatmu lagi!!"

Karyawan itu segera bangkit dan membenarkan celananya lalu keluar dari ruangan taeyong.

"Huft... Dari semua karyawan yang pernah ku coba, belum ada yang bisa bertahan"ujarnya sambil mengancingkan kembali bajunya dan turun dari mejanya. Berjalan dengan begitu anggunnya mendekati jendela kantornya yang menampilkan pemandangan malam.

"Mau itu wanita, atau pria. Semuanya sangatlah lemah!"

Keesokan paginya, di perjalanan menuju SMA XXX Jaehyun yang menaiki mobil sedan mewah miliknya duduk di kursi penumpang bagian belakang. Menatap kearah jendela sembari merasakan lubang analnya dikoyak oleh mainan mainannya.

Tangan kirinya yang masuk kedalam saku celananya mengelus penisnya sendiri. Untungnya taeyong memasang stick cock pada lubangnya, jadi cairan putih kentalnya tak akan bisa keluar. Meski begitu, penis taeyong gak henti hentinya berhenti membengkak dan membesar.

"Hah~"

"Aku membutuhkan lebih, dari ini..."

Sesampainya di wilayah sekolah, mobil sedan hitam mengkilap itu berjalan menuju tempat parkiran, melawati lapangan luas yang di sana terdapat empat murid yang sedang berleha leha di pinggir lapangan itu yang sepertinya sedang mengistirahatkan diri mereka.

Mobil telah terparkir apik yang tak jauh dari lapangan itu. Mata taeyong tak luput dari empat pemuda tadi "siapa mereka, yang ada ditengah tengah lapangan itu?" tanya taeyong kepada sekretaris nya yang duduk dibangku depan.

"Mereka murid disekolah ini, tuan. Katanya mereka adalah pembuat onar yang selalu mencari cari masalah. Dilihat lihat, sepertinya mereka habis dihukum"

"Di hukum?"

"Iya tuan"

Di hukum. Mendengar kata itu, taeyong menyunggingkan sudut bibirnya. Tangan kanannya yang memegang remote control, ibu jarinya menekan tombol tambah yang membuat vibrator dan dildo dalam tubuhnya menambah getarannya. Juga, elusan pada penisnya semakin digencarkan.

"Hah~ Cari informasi tentang mereka, lalu laporkan padaku!"

"Baik tuan"

'Empat pemuda itu, akan memuaskan hasratku'

Sekretaris taeyong, bernama Kun keluar dari mobil terlebih dahulu, membukakan pintu untuk tuannya. taeyong keluar begitu pintu sudah terbuka. Sosoknya yang begitu indah, dan anggun. Orang orang akan beranggapan bahwa taeyong adalah malaikat yang jatuh dari surga. Mereka tak akan mengira, dibalik keindahannya terdapat dirinya yang lain yang tidak akan bisa di nalar oleh manusia pada umunya.

taeyong berjalan seperti biasa, seperti tak merasakan apapun pada tubuhnya. Terus melangkah, dan taeyong mendekati keempat pemuda tadi. Menunjukan senyuman manisnya "permisi anak muda, ada yang ingin kutanyakan"

Perhatian keempat pemuda itu, langsung tertuju pada taeyong "ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu dari mereka.

"Aku ingin tahu, dimana ruang kepala sekolah? Bisa kalian menunjukkan padaku? Atau kalian bisa mengantarkan ku kesana?"

Keempat pemuda itu saling melempar tatapan satu sama lain, seperti ingin menyampaikan pendapat mereka masing masing melalui telepati.

Seorang pemuda yang memiliki rupa seperti cheetah itu bangkit dari duduknya dan diikuti oleh tiga kawannya.

"Baiklah, akan kami antar"

taeyong semakin mengembangkan senyumannya, hingga terciptanya dua lubang pada pipinya "terimakasih"

Pemuda itu mengangguk. Mata taeyong sempat melihat area bawah tubuh empat pemuda tadi. Memperkirakan ukuran mereka berempat.

'Ah~ sepertinya lubangku akan hancur jika mereka masuk bersamaan' batin taeyong

"Mari kami antar"

taeyong mengangguk dan mengekori empat pemuda yang sudah berjalan didepannya. Lagi lagi, mata taeyong menelisik setiap sudut tubuh empat pemuda itu. Membayangkan dirinya digagahi oleh mereka. Hanya membayangkannya saja, membuat nafsu taeyong semakin menaik. Tak sabar untuk merasakan milik mereka.

taeyong sebenarnya tahu, dimana letak ruang kepala sekolah karena sekolah ini adalah miliknya. Ia hanya basa basi saja dan membuat alibi untuk mendekati empat pemuda yang baru saja menjadi incaran taeyong.

Kun yang berperan sebagai sekretaris hanya, sudah mengetahui jalan pemikiran tuannya. Ia hanya bisa diam diam menggelengkan kepala, dan menghela nafas.

Kebiasaan taeyong, sifat taeyong, sudah menjadi rahasia umum dikantornya. Maka dari itu, Kun bisa membaca pikiran boss masokis nya itu. Lagipula, Kun juga pernah melakukan hubungan intim dengan taeyong. Jadi, sudah dipastikan aksi taeyong saat ini adalah untuk menarik perhatian empat pemuda yang berjalan memimpin mereka.

'Dasar boss masokis!!'

EPISODE 002 (M)

Sesampainya empat pemuda, Taeyong dan sekretaris nya Kun didepan ruang kepala sekolah, Taeyong membungkukkan badanya 90° sambil melirik kearah depannya. Dimana bagian tubuh keempat pemuda yang menjadi incaran Jaehyun, lalu menegakkan kembali tubuhnya.

"Terimakasih telah menunjukkan ruang kepala sekolah"

"Sama sama" ucap mereka bersama sama.

Kedua tangan Taeyong nampak merogoh seluruh sakunya, mencari sesuatu dari sana. Setelah itu, Taeyong mengeluarkan dompetnya, mengambil beberapa lembar uang yang diam diam Jaehyun menyelip kan kartu namanya.

"Ini. Terimalah ini, sebagai ucapan terimakasih ku karena kalian telah mengantarku sampai dengan selamat" ujarnya sambil menyerahkan uangnya.

Keempat pemuda itu lagi lagi saling melempar tatapan, gelagat mereka terlihat seperti ingin menerima uang itu, tapi mereka juga tidak enak untuk menerimanya.

"E... Tidak perlu tuan, lagipula uang itu-

"Oh apakah uangnya kurang? Kalau begitu..." Taeyong memotong ucapan salah satu dari mereka dan mengambil satu black card miliknya dan menyerahkannya kepada mereka.

"...Ini, apakah ini cukup"

Terkejut. Bukannya ini berlebihan? Mereka hanya mengantarkan saja tapi, bayarannya sebanyak ini? Mereka lagi lagi menggunakan telepati mereka untuk mendiskusikan permasalahan kecil ini.

Gemas karena tak kunjung diterima, satu tangan Taeyong terulur untuk menarik salah satu tangan mereka. Memaksakan untuk menerima pemberiannya.

"Sudahlah, terima saja. Aku masih punya banyak kartu ini di dompet dan di rumah"

Keempat pemuda itu, hanya bisa berkedip 'seberapa kaya orang ini?!' batin mereka.

"Sudah ya, kalau begitu. Aku akan masuk kedalam" ujar Taeyong dengan senyuman berdimplenya, lalu masuk kedalam ruang kepala sekolah yang diikuti oleh sekretaris nya.

Begitu Taeyong masuk bersama sekretaris nya, keempat pemuda itu langsung heboh dengan benda yang temannya bawa itu.

"Wah wah wah wah..!!!"

"Bukankah ini gila?!!!"

"Dia punya banyak katanya"

"Kalau seperti ini, aku mau mengantarkan dia terus"

"Eh tunggu sebentar"

Pemuda yang membawa black card itu terdiam, saat ia tak sengaja membalikkan black card itu "ada kartu namanya!"

Keempat pemuda itu merapatkan diri mereka, melihat tulisan yang tertera pada kartu kecil berwarna hitam mengkilap dengan tulisan berwarna emas.

"Namanya lee Taeyong. Dia seorang..."

"... CEO!!!"

"waaahhh"

Sedangkan didalam, Taeyong yang dapat mendengar keseruan mereka hanya bisa mengulas senyuman. Ia menatap telapak tangannya yang digunakan untuk menggenggam salah satu tangan dari keempat pemuda tadi.

'Tangan nya besar dan berotot. Jika digunakan untuk menamparku dan pantatku, pasti akan terasa nikmat'

"Apa yang kau pikirkan lee Taeyong" ujar si kepala sekolah yang memeluk Jaehyun dari belakang.

Taeyong membalikkan tubuhnya, menatap si kepala sekolah yang pernah melakukan hard sex kepada dirinya. Mengalungkan kedua tangannya pada perpotongan leher kepala sekolah itu.

"Itu rahasia, kepala sekolah Johnny Suh"

"Sepertinya dia mengincar murid murid anda"ujar Kun, mengadu kepada Johnny, lalu merangkul pinggang ramping Taeyong.

"Hm... Ternyata kau benar benar nakal"

Taeyong tersenyum, lalu meraup bibir Johnny si kepala sekolah. Sedangkan Kun, ia menjulurkan lidahnya ke telinga Taeyong yang membuat Taeyong mendesah dalam ciumannya.

"Hhhmmmppphhh~"

Kedua tangan Johnny menurun dari pinggang ke bongkahan sintal Taeyong lalu meremas nya dengan kuat.

"Hhhmmmppphhh~~"

Setelah puas menjilati telinga boss nya, Kun beralih ke leher jenjang dan seksi tuannya dan di sesapilah leher itu hingga meninggalkan jejak kemerahan disana. Satu tangan Kun yang lain mulai terangkat menuju dada Taeyong dan meremasnya.

Taeyong memasukkan lidahnya yang langsung disambut oleh lidah Johnny. Mereka saling melilitkan lidah mereka satu sama lain, hingga saliva yang telah tercampur menetes mengenai lengan Kun yang berada dibawahnya.

Johnny melepaskan pagutannya dengan Taeyong, berpindah menuju leher boss nya melakukan hal yang sama dengan sekretaris Taeyong, menciptakan karya yang membuat tuannya merasakan kenikmatan.

"Aaahhh~"

"Kaliannhh... Aku sudah tidak tahannnhhh"

Mendengar pemimpinnya sudah tak tahan, Johnny menghentikan aksinya. Berjalan menuju meja kerjanya, menarik lacinya dan mengambil sebuah kalung berantai. Johnny kembali pada Taeyong, memasang kalung itu ke leher Taeyong.

Taeyong tersenyum senang saat kalung itu dipasang ketat hingga mencekik lehernya. Johnny menarik rantainya dengan kasar membawa Taeyong menuju rak buku. Yang disana terdapat tuas rahasia yang hanya diketahui oleh dirinya, Taeyong dan Kun.

Di gerakkan tuas itu hingga rak buku bergeser, menampilkan sebuah pintu rahasia. Johnny membuka pintu itu lalu masuk sembari menarik rantai itu, membuat Taeyong sedikit tersentak dibuatnya. Kun, ia hanya mengikuti dibelakang.

Sesampainya didalam pintu otomatis tertutup, dan rak buku itu kembali pada tempatnya. Ruang kepala sekolah itu menjadi sepi, seperti ditinggal sang pemilik. Ruang kepala sekolah yang hanya menjadi sampul untuk ruang rahasianya. Ruang dimana ia dapat menyiksa pemimpinnya. Sang pemilik sekolah yang ia pimpin.

Johnny Suh dulunya hanya karyawan setia Taeyong, karyawan kantoran yang selalu menemani dan memuaskan hasrat bossnya, seorang sekretaris sebelum Kun. Tapi, setelah Taeyong membangun sekolah, Johnny dipercayai Taeyong untuk memimpin sekolah itu lalu mengangkat Kun menjadi sekretaris nya.

Hanya Johnny dan Kun saja yang dapat menuntaskan nafsu gila Taeyong, tak seperti karyawannya yang lain. Yang lemah, dan selalu berakhir dengan cepat. Siksaan yang dilakukan karyawan Taeyong pun tak dapat menyenangkan Taeyong sendiri. Benar benar hanya Johnny dan Kun saja yang dapat melakukannya.

Pernah Kun berpikir untuk tak lagi melakukan hard sex kepada Taeyong, jika saja pemimpinnya tidak mengancamnya mungkin saat ini Kun tidak akan berada disini.

Sedangkan Johnny, ia menurut saja dengan apa yang Taeyong inginkan asal ia tetap menerima gajinya juga bonus karena sudah memuaskan Taeyong.

"Aaahhh~ Johnny... Akuhhh... Suka penis muhh.."

PLAAKK..!!!

"Aauuuwhhh.... Hhuunnggghhh... "

Kun menampar pantat sintal Taeyong "kau lupa.. Hah.. Tak hanya penis Johnny saja... Hah... Yang ada di.. Lubangmu... Jalang... Hah.. "

"Hhahhahhahha.... Sshhh... Tam-tampar aku lagi Kuuunnhhh... "

Tak mengindahkan perintah Taeyong, justru Kun malah semakin menekankan penisnya kedalam lubang Taeyong yang membuat Taeyong semakin meracau tak jelas.

"Aaahhh~hhaaanggghhjh... Sakitthh..."

Taeyong mengeluh sakit, tapi kondisi wajahnya tak menunjukkan bahwa ia sedang kesakitan. Rona merah pada wajahnya, semakin memerah hingga ke telingannya. Dan wajah sayu menggoda itu, tanda Taeyong semakin menikmati dua penis dan satu dildo yang mengoyak ngoyak lubangnya.

Posisi yang menungging, memudahkan Johnny dan Kun untuk menusuk nusuk Taeyong semakin dalam dan semakin dalam. Mendorong lebih masuk dua vibrator yang bersemayam dalam tubuhnya.

Sudah beberapa kali Taeyong mengalami pelepasan hingga stick cock yang sengaja ia pasang pada lubang penisnya, lepas dengan sendiri nya. Tak tahan menahan muatan cairan putih kentalnya yang sudah membludak.

"Ah... Ah... Akuuhh... Akuuhhh akannhh hancuurrrr..."

"Benar.... Kami akan menghancurkanmu lee Jalang Taeyong..."

"Hhhahhahhahhhahha~"

"Hhnnggghh... Hancurkan aku... Lebihhh... Dari ini..."

Aktivitas panas yang akan berakhir pada tengah malam nanti atau mungkin lebih dari itu, membuat Taeyong harus benar benar merasakan kepuasan, atau membuat Taeyong jatuh tak sadarkan diri. Itu lah cara agar mereka dapat mengakhiri kegiatan mereka bertiga.

Download NovelToon APP on App Store and Google Play

novel PDF download
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play