Di jantung istana Kerajaan Eldora, terdapat sebuah ruangan yang megah dan menakjubkan, yang dikenal sebagai Ruang Kristal. Dinding-dindingnya terbuat dari kristal raksasa yang memantulkan cahaya biru lembut ke segala arah, menciptakan suasana yang magis dan penuh ketenangan.
Di tengah ruangan itu, berdiri Kristal Kehidupan, berdenyut perlahan seolah memiliki nyawa sendiri. Kristal tersebut bukan hanya sumber energi kerajaan, tetapi juga simbol keseimbangan dan harapan bagi seluruh rakyat Eldora.
Sepuluh prajurit berdiri dalam formasi ketat, mata mereka awas meneliti setiap sudut ruangan. Postur mereka tegas, tangan menggenggam senjata, siap menghadapi bahaya sekecil apa pun.
Di hadapan mereka berdiri Komandan Kaelthar Ardyn, sosok tinggi dan berwibawa dengan sorot mata yang tajam. Di sisi kanan dan kirinya, dua tangan kanannya, Panglima Rhyven Solmar dan Tharion Velcrest, berdiri tegak, menjaga disiplin dan ketertiban formasi.
“Kristal ini adalah jantung kerajaan,” ucap Kaelthar dengan suara tegas yang bergema di seluruh ruangan. “Kalian harus menjaganya selama dua puluh empat jam penuh. Jika ingin beristirahat, lakukan secara bergantian. Tidak boleh ada celah sekecil apa pun. Sekali celah terbuka, seluruh kerajaan bisa dalam bahaya.”
Para prajurit menegakkan dada mereka, merasakan beratnya tanggung jawab yang kini berada di pundak mereka. Kesadaran akan pentingnya tugas ini membuat napas mereka sedikit lebih tegang, tetapi juga menguatkan tekad mereka.
“Saya, Rhyven, dan Tharion akan berpatroli ke hutan,” lanjut Kaelthar. “Jika ada sesuatu yang mencurigakan, atau kalian membutuhkan bantuan, panggil kami tanpa ragu. Jangan sampai kalian menunggu terlalu lama dan mengambil risiko sendiri.”
Kaelthar menatap satu per satu wajah prajuritnya, memastikan mereka benar-benar memahami tanggung jawab mereka.
“Dengar itu?” tanyanya tegas.
“Dengar, Komandan!” jawab para prajurit serentak, suara mereka bergema, penuh keyakinan dan disiplin.
Tak lama kemudian, Kaelthar beserta kedua panglimanya meninggalkan Ruang Kristal. Mereka melangkah cepat menuju hutan yang mengelilingi Eldora, hutan yang dikenal tenang namun tetap memerlukan kewaspadaan tinggi. Bagi para prajurit Eldora, kewaspadaan adalah hukum tertinggi yang tidak boleh dilanggar, bahkan dalam keheningan malam sekalipun.
Beberapa waktu kemudian, Kaelthar dan kedua tangan kanannya kembali ke Ruang Kristal. Hutan tetap aman, sehingga mereka bisa beristirahat sejenak di area penjagaan. Namun, tidak satu pun dari mereka yang benar-benar lengah. Cahaya Kristal Kehidupan terus berdenyut lembut, seolah mengawasi mereka, memberi peringatan halus bahwa sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi.
Malam itu terasa berbeda. Angin dingin berembus pelan menyusuri lorong-lorong istana, membawa firasat bahwa keseimbangan dunia perlahan mulai terganggu. Cahaya Kristal berdenyut sedikit lebih terang dari biasanya, menandakan adanya energi yang belum bisa dipahami oleh siapa pun di Eldora.
Sementara itu, jauh di luar batas dunia Eldora, sebuah ruang radar berteknologi tinggi dipenuhi cahaya layar holografik dan dengungan mesin. Puluhan panel menampilkan data anomali dari berbagai dimensi. Di tengah ruangan, Jenderal Adrian Varkov berdiri dengan secangkir kopi di tangan, menatap pergerakan energi yang tidak biasa.
“Apakah ada sesuatu yang menarik?” tanyanya dengan suara tenang, namun matanya menyiratkan kewaspadaan dan rasa ingin tahu yang besar.
“Belum, Jenderal,” jawab seorang petugas pelacak. “Sinyal dari dunia lain masih belum stabil. Kami terus memindai, tetapi koordinat pastinya masih belum jelas.”
Jenderal menyeruput kopinya perlahan, kemudian meletakkannya di meja dengan keputusan tegas.
“Jangan sampai kehilangan jejak. Dunia ini terasa berbeda dari yang lain. Kita harus mengetahui apa yang sedang terjadi di sana,” katanya, suaranya mantap dan meyakinkan.
Beberapa menit berlalu dalam keheningan yang menegangkan. Suara mesin, dengungan radar, dan kedipan layar holografik menciptakan atmosfer tegang yang hampir dapat dirasakan.
“Tunggu,” ujar seorang petugas lain dengan nada terkejut. “Kami mendeteksi sebuah dunia dengan struktur kerajaan besar, dan energi aneh terpusat di tengahnya. Ini belum pernah kami lihat sebelumnya.”
Jenderal menegakkan tubuhnya, matanya menyipit. “Kerajaan?” tanyanya, setengah percaya dan setengah waspada.
“Ya, Jenderal. Bangunannya megah, dan terdapat objek berenergi tinggi yang belum pernah tercatat sebelumnya,” jelas petugas itu.
Tatapan Jenderal mengeras. Ambisi dan rasa penasaran terpancar jelas di wajahnya. “Teruskan pelacakan. Tandai koordinatnya. Dunia itu bisa menjadi peluang besar… atau ancaman serius bagi kita.”
Tak lama kemudian, layar radar menampilkan nama yang jelas: "KERAJAAN ELDORA", dan dipimpin oleh Raja Aldric Venb. Para pelacak tersebut dengan cepat memanggil Jenderal untuk melihatnya.
Tak lama kemudian, layar radar menampilkan nama yang jelas: "KERAJAAN ELDORA", dan "RAJA ALDRIC VENB". Para pelacak segera memanggil Jenderal.
“Jenderal, mohon berkenan melihat ini,” seru Pelacak 1 dengan nada hormat.
“Sistemnya sudah terdeteksi,” tambahnya sambil menunduk.
“Kerajaan tersebut bernama Kerajaan Eldora, dan nama pemimpin kerajaan tersebut adalah Raja Aldric Venb” ujar Pelacak 2, memastikan informasi tersebut.
Kemudian Jenderal bergegas menuju ke layar radar dan Jenderal tersenyum tipis. “Siapkan pasukan pengintai,” katanya pelan. “Kita akan melihat apa yang sebenarnya mereka sembunyikan.”
Di saat yang sama, Kristal Kehidupan Eldora berdenyut semakin kuat, seakan merasakan kehadiran dunia lain yang kini menatapnya. Dua dunia yang berbeda telah saling menemukan, dan roda takdir mulai berputar menuju sebuah konflik besar yang tak lagi bisa dihindari.
Download NovelToon APP on App Store and Google Play