English
NovelToon NovelToon

Negeri Baitul Maqdis

Episode 1

 

 

THE INTRODUCTION

BAB 1

AWAL MULA CERITA

Menurut Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi. Sebelum cahaya Islam sampai ke dunia. Dunia saat itu berada dalam masaa kegelapan yang sangat pekat (darknees of  world//renainance period). Kebobrokan moral, kekacauan kehidupan sosial, ekonomi, politik, kebengisan hukum (cruelty law), kebodohan (stupiedest), kerendahan seni (modesty art), miskin literasi (poor literacy), jeleknya kualitas sastra di seluruh penjuru dunia. Kala itu dunia di kuasai dua poros kekuatan besar, yaitu : Imperium Persia di sebelah timur dan Imperium kekaisaran byzantium/romawi

Namun pada dasarnya, sejarah peradaban Islam dibagi menjadi tiga periode. Yaitu, periode klasik, periode pertengahan (jatuhnya Baghdad sampai ke penghujung abad ke-17 M), dan periode modern.

Dosen UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Syamruddin Nasution dalam buku "Sejarah Peradaban Islam" yang diterbitkan tahun 2013 menjelaskan tiga periode ini dengan cukup rinci.

Periode Klasik

"Ini merupakan masa kemajuan, keemasan dan kejayaan Islam dan dibagi ke dalam dua fase. Pertama, adalah fase ekspansi, integrasi dan pusat kemajuan (650 – 1000 M). Kedua, fase disintegrasi (1000 – 1250 M)," menurut Syamruddin.

Pada masa inilah daerah Islam meluas dari Afrika utara sampai ke Spanyol di belahan Barat dan melalui Persia hingga ke India di belahan Timur. Daerah-daerah itu tunduk kepada kekuasaan Islam.

Sejumlah ulama besar bermunculan di fase ini. Seperti Imam Malik, Imam Abu anifah, Imam Syafi’i dan Imam Ibn Hambal dalam bidang Fiqh. Imam al-Asya’ri, Imam al-Maturidi, Wasil ibn ‘Ata’, Abu Huzail, Al-Nazzam dan Al-Jubba’i dalam bidang Teologi. Zunnun al-Misri, Abu Yazid al-Bustami dan alHallaj dalam bidang Tasawuf. Al-Kindi, al-Farabi, Ibn Sina dan Ibn Miskawaih dalam bidang Falsafat. Ibn Hayyam, al-Khawarizmi, al-Mas’udi dan al-Razi dalam bidang Ilmu Pengetahuan, dan lain-lainnya.

Ilmu pengetahuan baik dalam bidang agama, umum dan kebudayaan juga ikut berkembang. Namun pada fase disintegrasi, keutuhan umat Islam dalam bidang politik mulai pecah.

"Kekuasaan khalifah menurun dan akhirnya Baghdad dapat dirampas dan dihancurkan oleh Hulagu Khan di tahun 1258 M. Khalifah sebagai lambang kesatuan politik umat Islam hilang," ungkap Syamruddin.

Periode Pertengahan

Syamruddin juga membagi periode pertengahan sejarah peradaban Islam dengan dua fase yaitu fase kemunduran dan fase tiga kerajaan besar.

Pertama, fase kemunduran (1250 – 1500 M). Di masa ini desentralisasi dan disintegrasi bertambah meningkat. Perbedaan antara Sunni dan Syi’ah dan juga antara Arab dan Persia bertambah nyata kelihatan. Dunia Islam terbagi dua.

Bagian Arab yang berpusat di Mesir terdiri dari Arabia, Irak, Suria, Palestina, Mesir dan Afrika utara. Bagian Persia yang berpusat di Iran terdiri dari Balkan, Asia kecil, Persia dan Asia tengah. Kebudayaan Persia mendesak kebudayaan Arab.

Kedua, fase tiga kerajaan besar (1500 – 1700 M) dan masa kemunduran (1700 – 1800 M). Tiga kerajaan besar

tersebut adalah kerajaan Usmani di Turki, kerajaan Safawi di Persia dan kerajaan Mughal di India.

1. Mengenai Persebaran Islam di Dunia

Pada awalnya Nabi Muhammad SAW diperintahkan Allah untuk memperbaiki masyarakat jahiliah yang ada di Arab, khususnya di Mekkah. Setelah berjalan beberapa tahun lamanya kemudia Rasulullah SAW menyebarkan dan membangun islam di Kota Madinah. Bermula dari sanalah kemudian islam berkembang ke berbagai daerah.

Hal ini menunjukkan bahwa islam tidak hendak diturunkan hanya untuk masyarakat Arab saja melainkan disebarkan ke berbagai belahan dunia karen nilai islam adalah universal, tidak terikat waktu dan tempat. Untukitu Rasul dan para sahabat turut berdakwah dan menyebarkan islam di berbagai daerah lainnya walaupun Nabi Muhammad telah tiada.

Islam berkembang dan mulai muncul kerajaan berbasis islam. Wilayah jazirah arab, timur tengah sampai ke Eropa dan Asia mulai terjamah oleh ulama dan raja-raja islam. Kerajaan tersebut seperti khilafah Bani Ummayah, Mughal, Abbasiyah, Ottman, India, Malaka, Turki Seljuq, dan lainnya.

Hingga saat ini dapat kita ketahui bahwa hampir di seluruh pelosok dunia telah mengenal agama islam dan beredar pula sampai ke daerah-daerah Afrika, Amerika, Australia, dan lain sebagainya. Hal tersebut merupakan bukti bahwa umat islam di zaman Rasulullah sangat gencar menyebarkan islam, menyiapkan para pemimpin dan ulama di tengah-tengah masyrakat sesuai dengan konteks dan masalahnya masing-masing.

1. Sejarah Perkembangan Kerajaan, Khilafah, dan Politik Islam

Berbagai cara pandang, kebijakan, dan tentunya hukum yang berlaku di suatu masyarakat tentunya sangat dipengaruhi oleh faktor pemimimpin atau rajanya. Hal ini dalam islam permasalahan sosial dan politik sangat mempengaruhi.

Contohnya saja. Di masa kepemimpinna dinasti ummayah banyak beredar pemikiran konsep takdir jabariah yang dimana nasib manusia sudah ditentukan segala-galanya sedangkan hasilnya bergantung kepada Allah, tanpa memikirkan faktor usaha. Kepasrahan begitu tinggi hingga yang terjadi masyarakat cenderung menerima keadaan saja tanpa mengubahnya susah payah.

Di masa kekhalifahan abbasiyah misalnya, dengan fokus pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, masalah-masalah politik internal bisa diatasi namun setelahnya kembali terpecah belah dan islam mulai kembali mundur ke belakang.

1. Mengenai Peradaban dan Hasil Karya Umat Islam Untuk Dunia

Sejarah islam di dunia juga dapat dipelajari tentang bagaimana peradaban dan hasil karya tiap-tiap ummat yang ada di berbagai wilayah. Ada banyak sekali hasil peradaban dan hasil karya umat islam di dunia yang bisa dipelajari dan juga masih terasa manfaatnya hingga kini.

Mengenal peradaban dan hasil karya umat islam di masa lampu lewat sejarah dapat membangun motivasi kita untuk meneruskan berbagai perkembangan yang pernah ada dengan mengikuti konteks yang berkembang hingga di zaman moderen ini. Selain itu, kita pun bisa mengetahui dan akhirnya termotivasi untuk mewariskan apa yang ada sebelumnya lebih baik lagi.Apalagi tujuan penciptaan manusia  dan hakikat manusia menurut islam di muka bumi ini hakikatnya adalah untuk membangun peradaban yang harus terus maju dan kuat.Dari sejarah islam di dunia kita bisa mengenal Ilmuwan-Ilmuwan Islam seperti : Ibnu Sina sebagai ahli filsafat dan kedokteran, Al Jabbar, Al Kindi, dan lain sebagainya. Mengenal sejarah ilmuwan tersebut dapat kita pahami pula bahwa islam adalah agama yang sangat mendukung dan mewajibkan ilmu pengetahuan sebagai alat perkembangan zaman. Tentunya dengan dasar Al-Quran serta Sunnah Rasul.

Dengan adanya para ulama muslim, umat islam pun akhirnya banyak mengenal ilmu-ilmu sains yang sangat berkaitan erat dengan Al-Quran. Contohnya saja proses penciptaan manusia yang begitu detail Allah jelaskan dalam ayat-ayat-Nya.

1. Berbagai Aliran dan Pemikiran Islam di Dunia

Mempelajari sejarah islam di dunia bisa juga berkenaan dengan aliran pemikiran islam yang berkembang. Disadari bahwa Al-Quran adalah petunjuk hidup manusia. Ketika sudah sampai pada tangan manusia ada banyak hasil pemikiran dan tafsir mengenai ayat-ayat Al-Quran yang akhirnya sampai pada munculnya berbagai aliran islam dan golongan.

Dari hal ini bisa ketahui bahwa sejarah islam di dunia pun sangat dipengaruhi dari berbagai penafiran tentang ayat Allah dan usaha untuk menterjemahkannya dalam situasi dan konteks yang berbeda di masa kini. Namun, di sisi lain juga bisa mengenali dan mengetahui bahwa islam di masa lalu juga bisa bersatu padu dan kuat di segala aspek walaupun sudah muncul berbagai perbedaan pendapat dan pemikiran.

Manfaat Mempelajari Sejarah Islam DuniaAda banyak manfaat mempelajari islam di Dunia dan tentunya semuya muslim diharapakan bisa mempelajari agamanya dari aspel sejarah yang berkembangnya.

Salah satu manfaat yang paling besar adalah kita bisa mengambil pelajaran berharga dari perjalanan islam di masa lalu. Misalnya saja kita bisa mengetahui apa yang membuat ilmu pengetahuan dapat berkembang pesat dan bermunculan ilmuwan-ilmuwan islam yang mewariskan ilmu serta teknologi yang luar biasa di tengah masyarakat lain masih terbelakang. Begitupun kita akan mengetahui apa sebab-sebab dari umat islam mengalami kegagalan dan kehancuran di zaman tertentu.

Tujuan hidup menurut islam adalah untuk menegakkan islam dan kebenaran di bumi. Tanpa mengenal lewat sejarah dapat diketahui bahwa umat islam akan kalah, hancur, dan tidak belajar dari masa lalunya. Baik masa lalu yang dalam kejayaan atau masa lalu dalam kemunduran.

Cara Mempelajari Sejarah Islam DuniaUntuk mempelajari sejarah islam di dunia, maka umat islam harus mempelajarinya lewat cara dan metode yang benar. Ada banyak sekali kajian ilmiah mengenai metode atau cara mempelajari sejarah, khususnya sejarah islam.

Mempelajari sejarah islam dunia juga meupakan bagian dari tujuan pendidikan islam yang berkaitan dengan konsep manusia islam. Berikut penulis sertakan beberapa hal dasar yang harus dilakukan dalam mempelajari sejarah islam.1. Mencarinya dari Sumber yang Valid

Sumber yang valid disini artinya adalah orang yang menulis sejarah tersebut memiliki perangkat ilmu dan data yang bisa dipertanggungjawabkan. Kevalidan bukan hanya soal gelar, status, dan juga soal agamanya. Kevalidan dinilai dari apa metode dan cara dia mengambil data, mengolahnya dan menjadikannya suatu acuan yang benar.

Dalam titik tertentu ada banyak sejarah islam yang disebar dan dibuat oleh kaum orientalis yang sengaja ingin menghancurkan islam. Di sisi lain ada juga yang

2 Mengkroscheckan dengan Nilai Dasar Islam yang ada di Al-Quran dan Sunnah Rasul

Mempelajari sejarah islam di dunia juga bisa kita crosscheck kan dari prinsip dasar islam yang ada di Al-Quran dan Sunnah. Dengan cara tersebut, maka kita tidak akan mudah untuk mempercayai apa yang dikatakan oleh satu orang dan bisa menguji kevalidan data yang disampaikan

.

3 Referensi Lebih dari Satu

Mempelajari sejarah islam di dunia bisa kita mempelajarinya dari lebih satu referensi. Hal ini untuk menambah khazanah intelektual kita dan tidak mudah mengambil kesimpulan hanya dari satu referensi. Setiap ilmuwan memiliki beragam sudut pandang. Dari keberagaman itulah kita bisa menilai dan melihat lebih banyak wawasan. Sehingga wawasan sejarah islam di dunia lebih luas kita dapatkan.

Pengertian Khalifah Menurut Al-Qur’anSecara umum, di ketahui bahwasanya khalifah adalah julukan bagi setiap pemimpin umat Islam setelah wafatnya Rasulullah SAW.Khalifah sendiri merujuk pada arti pemimpin, yakni mereka yang menjadi pimpinan umat Islam.

Jadi menurut bahasa, Khulafaurrasyidin atau Khulafa Arrasyidin yaitu orang yang ditunjuk sebagai pengganti atau pemimpin yang selalu mendapat petunjuk dari Allah swt.

Dalam pengertian lain, khalifah sering di sebut sebagai pemimpin orang-orang yang beriman. Kadangkala, nama khalifah ini di kenal juga dengan sebutan “Amir”.

Untuk pengertian Khalifah menurut Al-Quran, dalam hal ini lebih merujuk pada ulil Amri di mana dalam Al-Quran di sebutkan bahwa mereka harus di taati.

Sedangkan kursi kekhalifahan dalam Islam, sejauh ini berturut-turut di awali dari masa Khulafaur Rasyidin.Kemudian di lanjutkan oleh dinasti Umayyah, dinasti Abbasiyah, hingga masa Turki Utsmani dengan kejayaannya masing-masing.

Sejarah Khalifah Islam Pasca Rasulullah SawPada masa Rasulullah Islam sudah mulai tertata dengan baik. Pada saat itu Rasulullah-lah yang menjadi pimpinan umat Islam di mana pun mereka berada.

Akan tetapi ketika Rasulullah wafat, tentu saja di butuhkan pengganti yang dapat memimpin umat Islam secara keseluruhan.

Berikut daftar kekhalifahan setelah Rasulullah Wafat :

1. Masa Khulafaur Rasyidin

2. Masa Dinasti Umayyah

3. Masa Dinasti Abbasiyah

4. Masa Dinasti Utsmaniyah

Simak penjelasan dari masing-masing masa kekhalifahan semenjak wafatnya Rasulullah berikut.

1. Masa Khulafaur RasyidinSejarah Kekhalifahan Islam pasca Rasululah SAW wafat di mulai dari masa khulafa’ur Rasyidin. Pada saat itu\, kursi Khaliah di duduki oleh para sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah.

Urutan kekhalifahan ini di mulai dari Khulafaur Rasyidin yang pertama, yakni Abu Bakar Assidiq. Beliau adalah salah satu dari Assabiqunal Awwalun yang juga merupakan orang terpercaya.

Selanjutnya, kursi khalifah setelah Abu Bakar wafat jatuh pada Umar Bin Khattab. Beliau adalah salah seorang pemberani yang juga sahabat dekat Rasulullah.

Sepeninggal Umar, khalifah selanjutnya adalah Utsman Bin Affan. Pada masa ini, perpecahan umat Islam sudah mulai tampak. Hingga akhirnya kepemimpian Khulafaur Rasyidin berakhir pad amasa Ali bin Abi Thalib, khalifah setelahnya.

Berikut tabel urutan Khulafaur Rasyidin :

Urutan

Nama

Masa Kepemimpinan

1

Abu Bakar Assidiq

632 – 634 Masehi

2

Umar bin Khattab

634 – 644 Masehi

3

Utsman bin Affan

644 – 656 Masehi

4

Ali bin Abi Thalib

656 – 661 Masehi

2. Masa Dinasti UmayyahRuntuhnya masa Khuafaur Rasyidin ini berakhir dengan begitu tragis karena pada saat itu terjadi peristiwa tahkim antara Muawiyah dan Ali.

Peristiwa Tahkim ini mengakibatkan perpecahan umat Islam menjadi tiga golongan, yakni syi’ah, Khawarij dan Pengikut Muawiyah yang akhirnya menjadi Bani umayyah. Pemicunya sendiri sebenarnya lebih pada faktor politik.

Muawiyah sendiri merupakan khalifah pertama adalam dinasti Umayyah. Dinasti ini berjalan kurang lebih dalam kurun waktu selama 89 tahun.

Tentu saja angka tersebut tidak mencapai satu abad hingga akhirnya di gulingkan oleh dinasti Abbasiyah.

Penggulingan ini terjadi pada tahun 750 M dan meliputi hampir seluruh kekuasaan dinasti Umayyah kecuali Andalusia.

3. Masa Dinasti AbbasiyahMasa kekhalifahan dinasti Abbasiyah ini berlangsung selama ratusan tahun. Akan tetapi\, tidak dapat di pungkiri jika pada masa ini\, kepemimpinan dinasti Abbasiyah berdampingan dengan beberapa dinasti lain secara silih berganti.

Diantaranya adalah di nasti Umayyah Andalusia yang gagal di gulingkan bersamaan dengan dinasti Umayyah lainnya, dinasti Fathimiyyah dan kesultanan Mamluk.

Pada masa Kekhalifahan ini ada banyak sekali perkembangan Islam yang terjadi di berbagai bidang. Baik ekspansi wilayah, bidang keilmuan dan masih banyak lagi.

Tentu saja dengan pengaruh yang besar dari banyak khalifah Islam terbesar di dalamnya.

Namun, pada akhirnya Abbasiyah Baghdad runtuh karena serangan negara Mongol di abad ke-13 dan yang terakhir ada di Mesir sebagai simbol saja.

4. Masa Dinasti Utsmaniyah Setelah habisnya masa kepemimpinan dinasti Abbasiyah\, masa selanjutnya di pegang oleh kesultanan Utamni yang juga berlangsung begitu lama. Bahkan\, ini terhitung hingga berabad-abad lamanya.

Kala itu, di bawah kepemimpinan Utsmaniyah, islam begitu berjaya dalam banyak hal. Khususnya dalam perluasan wilayah, bisa di katakan bahwa Islam sudah mencapai kesuksesannya.

Meski demikian, tetap saja pada masa ini Islam tidak berada dalam satu kepemimpinan karena saat itu wilayah daulah Utsmaniyah juga terbatas.

Dan di sampingnya terdapat dua kepemimpinan lainnya, yakni kerajaan Syafawi dan Mughal.

Karena itulah masa tersebut sering di sebut-sebut dengan masa 3 kerajaan besar Islam.

Akan tetapi, tetaplah Utsmani adalah yang terbesar diantara ketiganya.

Khalifah Islam TerakhirJika merujuk pada pembahasan sebelumnya, bisa di lihat bahwa daftar kekhalifahan yang terakhir berada di tangan Daulah Utsmaniyah. Hal ini menjadikan khalifah terakhirnya sebagai khalifah Islam terakhir.

Pada saat itu, kekhalifahan Islam Turki utsmani memang sangat berjaya di Eropa. Bahkan, daulah ini hampir menguasai sepertiga dunia. Namun, akhirnya mengalami keruntuhan juga.

Hampir satu abad yang lalu, tepatnya tahun 1924 M, Turki Utsmani berhasil di gulingkan oleh bangsa Barat dengan motif dendam turun termurun yang masih mereka rasakan.

Bersamaan dengan itu, akhirnya Islam di seluruh dunia akhirnya tidak lagi di pimpin oleh satu kekhalifahan, tetapi tercerai-berai dalam banyak negara dan wilayahnya masing-masing.

Sultan terkahir yang merupakan khalifah Islam terakhir kala itu adalah Sultan Abdul Hamid II, yang lahir di Istanbul pada tahun 1842 M. Pada saat itu, sang sultan mewarisi tahta dari pamannya.

Namun, sangat di sayangkan karena kondisi kerajaan yang membentang begitu luasnya tersebut di wariskan dalam kondisi yang sangat rumit dalam berbagai bidang, termasuk politik dan ekonomi.

Beliau sendiri merupakan sultan yang sangat teguh menjaga syari’at Islam di negaranya. Karena itulah, kala itu hukum Islam di terapkan dengan sangat tegas.

Namun, pada akhirnya, beliau mengalami pengkudetaan dari para musuh melalui berbagai jalan. Hingga akhirnya, sultan Abdul hamid II beserta keluarganya mengalami pengasingan yang parah dalam beberapa fase.

Setelah wafatnya beliau, berangsur-angsur masa Turki Utsmani ini akhirnya runtuh. Hal ini sekaligus meruntuhkan kekhalifahan Islam yang pernah begitu berjaya selama berabad-abad di bumi ini.

Setelahnya sudah tidak ada lagi kekhalifahan Islam. Namun, suatu hari nanti, sesuai janji Allah, akan muncul khalifah islam akhir zaman yang akan mempersatukan umat sebelum kiamat terjadi.

B. DISENTEGRASI, STAGNISASI, KEMUNDURAN ISLAM

   Pasca berakhirnya keruntuhan kekhalifahan. Tidak ada lagi sosok yang bisa dijadikan pemimpin Islam dalam semua lini kehidupan. Negara Islam pun terpecah menjadi negara-negara sekuler. Pengaruh barat, kapitalis dan yahudi semakin kuat di dunia. Kiblat kekuatan dunia beralih dari Turki ke Uni Soviet (Namun pasca runtuhnya Uni Soviet. Amerika menjadi kekuatan super power dunia). Masuknya kapitalis dan yahudi memainkan peran di dunia menyebabkan Islam menjadi mundur. Dunia barat mulai mengalami revolusi kemajuan yang sangat cepat. Sebaliknya, di timur tengah mengalami konflik akibat adu domba yang berujung pada peperangan serta kemunculan penguasa-penguasa rakus yang bejat seperti : Mustafa Kemal Atarturk pada awal abad ke 20 dan seterusnya. Kerjasama dan ketergantungan negara-negara muslim dan pengaruh dominasi AS pasca runtuhnya Uni Soviet. Juga mempengaruhi kemunduran Islam.

Episode 2

BAB 2

PERJALANAN

Perkenalkan namaku Afza Latifa Hilya ( Namun, entah mengapa abi serta nenek dan kakekku bahkan om dan pamanku memanggilku dengan nama Indeng. Sejak kecil, aku adalah anak kesayangan dimata kami. Cucu kyai Arifin, seorang kyai sepuh di kota kecil kami. Dari kecil, aku memang tertarik pada kisah-kisah perjuangan dan penjelajahan. Bahkan nilai mata pelajaran sejarahku dari MTS hingga kuliah selalu mendapat nilai A. Mempelajari sejarah peradaban dan kebudayaan Islam tidak terlepas dari topik mengenai kemajuan teknologi dan sains, politik, hukum, sosial, ekonomi dan bisnis. Pra Islam datang sebagai agama yang paling sempurna di muka bumi. Keadaan peradaban dunia gelap dan terbelakang. Islam hadir membawa cahaya, membawa ilmu pengetahuan dan keadilan. Islam tidak hanya sempurna bagi umatnya, tetapi bagi seluruh dunia. Namun. Hari ini, yang terjadi Islam mengalami kemunduran dan terpojokkan. Beberapa ahli memiliki teorinya sendiri tentang pembagian tahun dalam periode sejarah peradaban Islam.

Aku memiliki seorang sepupu bernama Fattiyah Nafsah Al-Hikmah. Sejak kecil, kami selalu bersama dan tidak pernah terpisahkan. Dari dulu seluruh perempuan di keluarga  kami hanya diperbolehkan belajar di pesantren. Hingga suatu hari, Fattiyah hamil di luar nikah. Kejadian itu, benar-benar mencoreng nama kakek dan keluarga besar

“Siapa yang sudah menghamilimu?! Jawab anak setan!,” bentak om Jamal. Om Jamal sangat murka hari itu. Baru saja ia pulang dari tugas di Palestina. Namun hatinya hancur mengetahui anak kesayangannya sudah berbadan dua. Entah siapa yang melakukannya.

“Ampuni saya o’pa,” (bahasa daerah)

“Ana onitu! Ta’silolongga. Ku parakai ko ari mohewu sambe toro, ku poko telae ko. Au poko hakiti penao’nggu, poko mboko kole’ko. Ino ole, iyamo teeni laa tono motuo mu. Labirai au mate, daripada au sosaai tamo keluarga” (Dasar anak setan! Saya merawatmu dari kecil hingga dewasa, saya memanjakanmu. Tapi, kau sakiti hati bapak. Mulai hari ini, jangan kau sebut kami orangtuamu. Pergi kau! Lebih baik kau mati saja. Lebih baik kau pergi! Bikin malu keluarga saja!"

***

Setahun kemudian, kami pun lulus SMA. Setelah lulus MA, akupun melanjutkan pendidikanku di UGM dan STII Yogjakarta dengan bermodalkan beasiswa, sementara, Fattiyah akhirnya dinikahkan dengan pria yang menghamilinya. Itulah saat pertama aku mengudara bebas merantau ke luar daerah. Perjalanan awalku dari sulawesi menuju ke tempat-tempat baru yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Melintasi cakrawala, melintasi ratusan hingga ribuan kilometer, bukan saja hanya menikmati keindahan alam Indonesia tapi mengelilingi seluruh benua di dunia. Mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah aku datangi.

Di UGM aku mengambil jurusan manajemen bisnis. Sedangkan di STII, aku mengambil sejarah dan kebudayaan Islam di fakultas ilmu pengetahuan dan keguruan. Kesibukanku kuliah, tidak membuatku melupakan hobi fotografi. Sebuah hobi yang sudah lama kusukai sejak kecil. Selain itu, hobiku yang lain adalah menulis dan jelajah alam. Salah satu motivator terbesar dalam hidupku, adalah ayah. Ayah selalu mengajarkanku untuk melakukan apapun karena cinta. Pekerjaan apapun dan seberat apapun, jika itu hal yang kita sukai. Kita akan semangat mengerjakannya meski lelah. Begitupun jika kita melakukan pekerjaan yang tidak kita sukai. Lingkungan kampus yang jauh berbeda dari lingkungan SMA, jaringan pertemanan dan komunitas yang lebih variatif. Awal-awal kuliah aku ikut beberapa komunitas seni fotografi dan literasi. Namun, ternyata ikut dengan komunitas tersebut malah agak sedikit menjauhkanku dari Allah, karena kurang nyaman, aku memutuskan untuk keluar. Kemudian karena hobi menulis dan fotografi sekaligus berdakwah, aku mencoba untuk masuk ke komunitas dakwah mahasiswa/i kampus. Alhamdulillah, aku menemukan sebuah komunitas yang se visi denganku. Aku memang pencinta dunia seni, namun aku ingin seni menjadi media dakwah dan jihad di jalan Allah. Aku teringat pada pesan abi dan umi kalau kita ingin mengetahui mana pilihan yang terbaik dari yang terbaik, maka shalat istikhoro kan saja dulu. Selalu libatkan Allah dan pasrahkan hasil akhir dari ikhtiar kita kepada Allah Jalla jallalu. Setelah mantap kuputuskan untuk masuk ke organisasi forum media dakwah mahasiswa jurusan. Setelah berjalan 6 bulan aku dipindahkan di pusat ikatan mahasiswa pencinta dakwah universitas. Tentunnya, sebagai anggota. Kefasihanku berbahasa inggris dan arab dan pengalamanku menjadi ketua di organisasi induk. Ternyata, tidak ada apa-apanya ketika aku masuk di organisasi pusat. Ketua organisasi forum dakwah mahasiswa bernama Maliq Abdurahman Ar-Rauf. Mahasiswa semester 6. Calon penerima beasiswa King Faizal University, Saudi Arabia. Fasih 4 macam bahasa Indonesia, Inggris, Arab dan Jerman. Ganteng, soleh, baik hati dan tawadhu. Idaman bagi para akhwat, tak terkecuali aku. Lingkungan organisasi yang baru, jadwal seminar, diskusi, bedah buku, simposium dan masih banyak kegiatan yang sering diiselenggarakan oleh organisasi baik skala nasional maupun international forum. Untung saja aku bertemu dengan Natasyha, seorang mualaf yang kini berganti nama menjadi Aisyah dan sepupunya Nathan yang sedang mempelajari Islam. Mereka berdua lah yang menjadi teman seperjuanganku.

Dari situlah awal perjalananku keliling dunia

“Oh, iya Afza. Apa kamu sudah pernah ke Australia, sebelumnya?,” tanya Khinan dengan bahasa Indonesia namun gaya aksen bulenya masih kental.

“Belum, saya baru pertama kali keluar daerah dan belum pernah ke luar negeri.”

“Kebetulan, bulan ini saya dan Nathan mau pulang ke Australia. Kamu mau ikut?,”

“Hmmm… tapi saya baru seminggu bertemu kalian?,”

“Tidak apa-apa, kami tidak akan berbuat jahat sama kamu. Kok, kebetulan teman-teman yang lain juga akan ikut,”

“Hmmm… nanti ya saya minta izin dulu sama Abi dan Ummi,” jawabku sambil tertunduk malu dan segera berjalan meninggalkan mereka. Dari dulu, aku belum keluar kemana-mana selain dari pesantren

***

Dari dulu hingga kini, aku tak pernah berpergian sendirian apalagi dengan orang lain. Orang yang baru ku kenal. Jika ini terpaksa, maka aku harus mencari seseorang yang dapat ku percaya untuk menemaniku. Untung saja, aku memiliki paman disini. Nama beliau adalah Gufron, sudah lama ia tinggal di Jogja sudah 23 tahun ia disini dan menikah dengan orang sini. Paman Gufron, memiliki seorang putri dan putra Namanya. Haidar dan Ali. Mereka lebih muda beberapa tahun dariku.

“Assalamu alaikum. Paman,”

“Wa’alaikum salam. Eh, Afza. Ayo masuk,” sambut lelaki paruh baya itu, meskipun sudah mulai tua, namun paman Gufron masih tetap seorang pria tampan dengan akhlaq baik. Akhlaqtul karimah yang dicontohkan oleh baginda Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam. Akhlaq yang selalu diajarkan oleh kakek buyutku kepada anak, cucu hingga generasi selanjutnya.

“Haidar. Mana paman?,”

“Tadi Haidar ke pasar. Disuruh tantemu, tante kamu lagi masakin menu spesial kesukaan kamu. Khusus untuk menyambut kedatanganmu kesini.”

Aku mengarahkan pandanganku menatap sekeliling melihat foto-foto milik keluarga paman Gufron.

“Eh. Afza!? Apa kabar kamu ndo. Tante kangen loh sama kamu,” ungkap tante Asri sambil memelukku dengan sangat gembira. Wanita bertubuh langsing sangat proporsional dan cantik. Terkadang membuatku iri, ibunya saja cantik apalagi anaknya. Haidar adalah gadis yang cantik dengan mata yang besar dan bola matanya yang asli sedikit kebiruan, tanpa soft lens. Bibirnya yang merekah merah merona. Membuat lelaki manapun, terbius. Untung saja sejak kelas 3 SMA hingga semester 4 bangku kuliah ini. Haidar sudah memakai cadar, mengikuti sunnah Nabi untuk menjaga aurat bagi wanita (seluruh bagian tubuh, kecuali telapak tangan).

Beberapa saat kemudian, Haidar pun pulang dari pasar

“Assalamu alaikum. Abi, umi,”

“Wa’alaikum salam. Ndo. Lihat tuh siapa yang datang?,”

“Masyallah… Kak Afza…!!!?,” seru Haidar terkejut ketika melihat kedatanganku. Ia pun langsung memelukku dan kami saling menghambur kerinduan. Bagaimana keadaan kak Fattiyah,” tanya Haidar.

Perlahan aku menghela napas dan mulai bercerita

“Jadi. Begitulah, Om, Tante, Haidar, Alwi,”

***

“Kok, aku jadi nyesek dengar cerita kak Fattiyah.” kata Haidar.

***

“Haidar jadi kasihan sama kak Fattiyah. Oh ya kak, Haidar dengar katanya kakak mau ke luar negeri?,” tanya Haidar dengan rasa penuh tanya. Seakan sedang mencoba untuk mengguak sebuah misteri. Haidar memang anak yang cerdas, rasa keingintahuannya dan semangat untuk mengungkap sesuatu yang membuatnya penasaran. Membuatku kagum. Haidar dan aku memiliki banyak kesamaan.

“Iya. Begitulah, deak. Terkadang takdir manusia memang berbeda-beda sekalipun kita lahir di rahim yang sama,”

“Oh iya kak, kegiatan kakak apa sekarang?”

“Kakak lagi libur. Rencananya kakak mau pulang ke Sulawesi Tenggara. Tapi, cuman 3 minggu aja. Kakak hanya pulang minta ke abi dan ummi. Kakak ada undangan ke Darwin, Australia.”

“Wah… !!! Kakak hebat. Boleh gak Haidar ikut. Kak?,” ucap Haidar dengan penuh ekpektasi.

Sepertinya anak ini sudah tau tujuan ku datang kemari tanpa harus ku jelaskan (gumamku dalam hati).

“Masya Allah. Boleh sekali. Kakak lagi cari mahram untuk perjalanan (safar) ke Australia”

***

Seminggu kemudian, setelah meminta izin ke paman Gufron dan tante Asri. Aku pun mengajak Haidar pulang ke Kendari. Bagi Haidar, ini pengalaman pertamanya pulang ke kampung halaman ayahnya.

Setelah turun dari taksi. Aku langsung mengajak Haidar masuk ke sebuah rumah sederhana dengan halaman luas yang asri berpagar cokelat. Bertuliskan Jalan Sao-sao No. 266.

“Assalamu alaikum,” ucapku sambil mengetuk pintu rumah.

“Wa’alaikum salam! Ya… tunggu sebentar!” terdengar suara Umi dari dalam. Umi dan Abi sebelumnya tidak tau kalau aku pulang hari ini yang mereka tau bahwa aku akan pulang liburan bersama Haidar minggu ini.

“Nak… kamu sudah pulang nak!? Bi… lihat bi. Anak kita Afza anak kita sudah pulang,” seru umi kegirangan.

“Masya Allah Afza? Antum kenapa gak bilang kalau mau pulang sih nak? Ada Haidar juga. Ayo masuk, kebetulan di dalam semua keluarga sedang berkumpul,”

Setibanya di dalam kami di sambut bak tamu. Rupanya mereka rindu denganku. Ada Tomi (adik laki-laki ku yang berusia 11 tahun), Kinaya (adik sepupuku yang berusia 7 bulan), Najwa (adik sepupuku yang berusia 6 tahun), Bang Abdul (kakak sepupu kami yang berusia 24 tahun bersama anak dan istrinya), kakek dan nenek, om dan tante semua generasi dalam keluarga kami berkumpul.

Makan malam pun tiba. Seperti biasa, seluruh keluarga besar berkumpul di meja makan dengan mengucapkan basmalah ku niatkan untuk menyampaikan maksud dan tujuanku.

“Oh. Iya Afza, Haidar. Berapa lama kalian akan libur kuliah disini?,” tanya Ayah memulai percakapan di meja makan. Belum sempat menjawab, bang Abdul ikut bersuara.

“Kalau kalian lama libur disini, abang mau ajak kalian berkeliling. Haidar kan baru pertama kali datang ke sini. Kamu juga Azka butuh bernostalgia,”

***

“Sebenarnya, kami cuman 2 minggu disini,” Jawabku.

“Dua minggu?” tanya Umi.

“Iya. Sebenarnya. Afza mau minta izin ke abi dan umi dan kalian semua untuk berangkat ke Australia. Afza punya undangan ke sana,”

***

Sejenak suasana meja makan menjadi hening. Tak ada satu pun anggota keluarga yang berkomentar. Kemudian, Umi mulai berbicara.

“Menurut umi…”

Belum selesai Umi berbicara. Seorang teman kampus dan seorang editor di sebuah media, bernama Egi meneleponku.

***

“Maaf Mi… maaf. Afza harus terima telepon ini.” Kemudian aku menggangkat telepon yang sedari tadi berbunyi.

“Halo, mas Egi. Ada apa ya mas,”

“Za. Kamu dapat undangan nih dari Monash University, Australia.” kata Mas Egi mengabariku melalui ponsel.

“Alhamdulillah. Masya Allah, syukron lillahi robbi. Tapi mas, ini acara apa ya?”

“Mereka mengundang kamu jadi a one women keynote speaker (pembicara utama) dari Indonesia dalam Asean-Pasific Young Author Summit yang diselenggarakan oleh Leagunge Faculty (fakultas bahasa) di Monash of University (MoU) kamu ke sana nanti bareng mbak Asma Nadia sama mas Sidiq Akbar Nugraha,” jelas Mas Egi kepadaku.

***

“Afza. Telepon dari siapa tadi nak,” tanya Umi.

Sebelum menjawab pertanyaan umi aku mengatur sikap, posisi dan bahasa tubuhku dan tidak lupa aku berdoa semoga Allah Yang Maha Lembut agar melembutkan hati umi.

“Mi. Maafin Afza umi. Tapi Afza harus tetap pergi Mi, Afza gak boleh batalin undangan ini,” jawabku mencoba menyakinkan Ummi.

Umi menghela napas. Sudah seminggu sejak aku pulang, Umi selalu memanjakanku kembali. Dari dulu, ia tidak pernah suka dengan cita-cita. Namun, akhirnya hari ini Ummi mau mengizinkanku pergi mengejar mimpi-mimpiku.

“Baiklah. Kali ini, terpaksa Ummi izinkan. Ummi percaya padamu sekarang. Pergilah nak, kejar mimpimu.”

Download NovelToon APP on App Store and Google Play

novel PDF download
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play