Ada galeri baru di Hall Taregely.
Aku ingin melihat-lihat disana, pameran terbesar dan termegah.
"permisi-permisi".
Aku di himpit kerumunan yang banyak ini, sampai....
Pria di depan ku membawa hot dog dan cola, kami..
Hot dog dan cola terbang ke atas, lalu kami menggerakkan tubuh dan, berdansa, fotografer dan videografer merekam kami.
Kami pun berdansa dan terjungkal jatuh karena banyaknya kerumunan.
kerumunan menginjak-injak kami, aku pun pingsan.
Aku terbangun dengan perasaan berat, seakan aku akan pingsan lagi.
"hey, apa kabar ?"
"mmh, sakit sekali".
"yang mana , yang sakit ?".
"ini, kepala dan seluruh badan ku".
"ini ada susu, mau ?".
"boleh". Aku langsung menghabiskan susu itu, rasanya kerongkongan ku tercekik ingin minum yang lebih banyak lagi.
"kamu haus banget ya?".
"iya, haus banget, kerongkongan kering banget".
"aku beli minum dulu ya, kamu suka minum apa ?".
"minum apa sajalah".
"oke, tunggu ya".
"aku, mau roti atau apa gitu, lapar juga".
"Banyak mau ya aku", di dalam hati berbisik.
...****************...
"baiklah, sudah tidak sakit lagi kan ?"
"tidak sus, boleh pulang kan?."
"boleh".
"terimakasih sus".
"tunggu, aku bawa makanan nih".
"kamu? Makasih loh sama makanan dan minumannya kemarin".
"ah, ngga kenapa-kenapa."
"kita ?
"sudah dulu ya, aku masih ada urusan".
"tunggu, eh tunggu".
Aku memegangi jaketnya yang bagus itu.
"ada apa lagi ?".
"kita, belum kenalan".
"eh, iya ya".
"nama ,ak.."
Telpon bergetar.
"tunggu, iya, oh begitu, sudah dulu ya , da".
"maaf aku sibuk nih".
"tunggu".
Aku menjewer kupingnya.
"ada apa, awaw".
"kenalan dulu".
"aku, eh, awas ada cat".
Rambut dia ketumpahan cat.
"aku Yacth". "sudah ?".
"aku..."
"cepatlah , aku Lanbe".
"permisi aku , sibuuuuuuukkkk ini".
...****************...
Di gallery
Aku masih penasaran dengan gallery ini.
Mencoba menerobos dan aku kaget bukan main, ada video dan foto ku bersamanya.
"eh, lihat deh, bagus ya".
"tunggu deh, kayak ngga asing".
"kakak minta tanda tangannya, foto juga".
Ada yang mencubit pipi ku. Serasa aku artis.
"tanda tangan dan foto ? Aku bukan artis".
"artis ka, coba lihat video dan foto ini".
"tolongggggg, aku di serbu".
Aku berlari keluar kerumunan, ada yang mentengkat kaki ku dan aku terjatuh.
"eh, maaf, kamu ngga usah sok terkenal , baru di gallery ini , dansa, menjijikan".
"apa maksud kamu ?".
"liat, dia itu pacar aku".
"jangan main-main ya..."
"aku kan ngga tau".
"kamu harusnya tau, ngga ada yang boleh merebut dia dari aku !".
"pergi sana , wanita menyebalkan".
Aku pergi dari gallery dan bilang "aku pacarnya, jangan merebutnya, dia pikir dia siapa, orang aku... Jatuh cinta sama dia, ha? Ngga - ngga."
...****************...
Kota sepi, gallery belum ada.
"pokoknya aku harus lihat gallery itu, penutupan gallery disana ,akan cepat sekali. Jadi, aku harus foto di dalam".
"nah, saatnya". Berlari dan langsung dapat baris pertama.
"akhirnya, aku me... li... hat."
Megahnya gallery ini. Di dalam ratusan karya terpampang.
Ada dari pahatan, tanah liat kering, lukisan dari pelukis terhebat.
Foto-foto, cekrak cekrek.
"ini baru gallery."
aku tak menyangka bertemu laki-laki tampan itu lagi.
"hai.... Sini - sini".
"oh, kamu".
"ada apa ?".
"aku, ngga nyangka kita ketemu lagi."
"ya, aku masih sibuk, nanti ngobrol lagi ya".
"y...ya".
Aku kecewa..
Ku telusuri gallery ini sampai malam.
...****************...
Episode 2 ya : )
Hujan dan angin membasahi bumi,
Bau semerbak air yang jatuh ke tanah.
Bau yang aku suka , selain bau bahan bakar atau yang di sebut bensin.
Petir menyambar, aku jadi takut dan berdoa supaya cepat berhenti semua.
Ketiduran, dengan pulas dan terbangun di sore hari.
...****************...
Bangun tidur, melihat suasana yang tak biasa.
Langit berwarna merah dan keorenan.
Langit indah, seperti perasaan ku ini.
aku tiba-tiba berpikir, apa aku ke galeri sekarang ya?
Supaya aku bertemu lagi dengan laki-laki itu.
Besok aku tidak bisa, karena ada kerjaan design baju chick untuk di pakai dengan model.
Singkat cerita, aku bekerja di sebuah toko baju yang di beli kalangan atas / sosialita tajir.
Mereka, banyak sekali permintaan untuk kostum.
Kostum apapun, paling banyak kostum untuk Fashion Show/ Runway.
Mereka cantik dan pantas memakai gaun-gaun indah.
Sehingga kami mengerjakan dengan capek yang luar biasa.
...****************...
aku bergegas bersiap untuk ke kantor, membereskan semua pekerjaan.
"kamu, urus yang ini, kamu yang itu".
"eh, kenapa baru datang ! Kamu ya, kebiasaan telat !".
"maaf bu, di jalan macet , banjir, angin kencang".
"alasan, capat ! Nanti kamu dapat surat panggilan kalau begini terus !".
"Meyemnye ..."
Aku memulai designing baju cantik.
tau ngga, kemarin , sebelum kerja, aku ngga jadi ke galeri, karena hujan lagi. Payah ya ?!.
...****************...
pagi, siang ,sore berlalu, aku mulai terbiasa datang tepat waktu, jam begitu cepat berputar.
Aku ! Lupa ! Galeri !
Lihat kalender, "apa hari ini terakhir !".
Aku dandan dengan mengenakan lipbalm, dan bedak saja.
Setting spray , semprot, semprot.
...****************...
Di galeri ...
"permisi, permisi, permi".
"adah".
"sakit, banget, tolongin".
kembali di tolong laki-laki itu.
"kamu , lagi ! Aduh, aku sibuk, besok tidak ada galeri di pameran ini, kami pindah hall."
"kalau boleh, aku tau, kamu kerja apa disini ?".
"aku kerja buat lukisan".
"lukisan apa ? Ini , ayo liat galeri aku".
dia menggenggam tangan ku, tangannya yang hangat.
Aku tersenyum di sepanjang perjalanan menuju kantornya.
"wah, ini bagus sekali".
"iya lah, ini karya aku yang baru."
"ini, apa ?, ehhh tumpah nih catnya."
"ceroboh! "
"mana sini ku lihat ".
"in...ni..."
"pergi kamu, ayo tinggalkan tempat ini ! pergi !".
"kamu ngusir aku ? Kenapa ?".
"kenapa katamu ?".
"ini lukisan harganya kamu pun ngga bisa bayar !".
"pergi ! ( dengan lantang ! ).
"sigh, mulai dari awal lagi".
aku berlari dengan perasaan kecewa dan tidak terima. Menangis ? Menangis sesenggukkan.
dia melihat lukisan perempuan yang dibuat kemarin.
"Ah, perempuan sialan !".
...****************...
Bulan berganti , hari bergerak maju.
Luka lama yang sulit sembuh.
aku malas sekali dengan rutinitas yang monoton ini.
Rutinitas sehari-hari di bidang fashion itu memuakkan.
aku membaca surat-surat yang masuk.
fax banyak sekali.
"Wah, ini, ini, pameran , ya... Apa? Ada laki-laki berengsek ini !".
"aku ngga mau ikut , pokoknya !".
Telpon masuk,
Triringring...
"hallo".
"eh, si bos tuh nyari elu".
"ada apaan?".
"ada yang mau di bahas".
"ah, males, lagi libur masa ke kantor ?!".
"udah, buruan ke kantor".
"ya, makasih infonya ya".
...****************...
Kantor sepi, hanya aku dan bos.
"bos, maaf ada apa ya?"
"jadi, saya punya ide, ada seniman terbaru dan karyanya selalu di langit."
"langit tinggi itu menguntungkan kita semua."
"fashion itu berkembang".
"ayo kita jadikan lukisan dia untuk fashion week minggu ini".
"aku keberatan"!!!
Episode 3
Download NovelToon APP on App Store and Google Play