English
NovelToon NovelToon

Kembali

Malam Tanpa Bintang

SERIAL SAMPAH

SATU LAGI SERIAL GAGAL SELINE

APAKAH INI SAATNYA SELINE GANTI PROFESI??

Dan ribuan kalimat tajam lainnya yang ia temukan dua hari ini bertebaran di internet memenuhi kepalanya.

BRAKK!!

Seline menaruh gelas tequilanya dengan keras keatas meja. Ia mengenakan gaun sederhana tapi mewah, rambutnya masih tertata karena ia baru saja menghadiri sebuah acara amal. Tapi matanya... merah... menyedihkan..

"Mereka pikir, mereka bisa akting lebih baik dari aku???.. namaku aja sudah bisa menjamin pemasukan!! dasar tukang review gila!!!" Seline meracau sembari mengayunkan tangan ke udara.

"Tapi.. performa 'Pulang' emang jelek banget Sel..." gumam Rani sang manajer yang duduk di sebelahnya.

"Berisik!! mereka cuma gak suka aktris senior kayak aku masih eksis!!" sergah Seline seketika. ia lalu melirik Rani dengan serius. "Kamu harus cariin aku tawaran serial atau film atau sinetron atau apapun itu!! aku akan buktikan aku masih layak!!"

Rani memalingkan wajahnya sembari bergerak-gerak tak nyaman sebelum akhirnya melirik Seline.

"serial 'Pulang' adalah satu-satunya tawaran buat kita di tahun ini.."

Mata Seline terbelalak. Jemarinya menggenggam erat gelas kaca hingga hampir remuk.

"kamu kan manajer.. itu tugas kamu.. gimana caranya.. cariin aku kontrak film yang bagus!!" Mata Seline melotot mengerikan.

Rani menghela napas panjang. Ia menatap balik Seline, tidak dengan kemarahan atau tersinggung, tetapi dengan rasa iba.

Bahkan bintang paling terang pun akan meredup pada saatnya..

Seline bangkit dari kursinya, ia melirik sekali lagi pada Seline yang terlihat semakin menyedihkan meski wajahnya secantik seorang dewi.

"Aku akan cari.. tapi aku gak janji..."

"Bagus!! jangan sampe kamu makan gaji buta dariku!!"

Rani hanya menggelengkan kepalanya dan pergi menjauh menuju pintu keluar.

Menjelang pintu keluar, Rani berpapasan dengan seorang lelaki gemuk tinggi dan berkacamata.

Sejenak ia menghentikan langkah kakinya.

Kayaknya pernah lihat... tapi dimana..

Rani memiringkan kepala berusaha mengingat tapi percuma, ia melanjutkan langkahnya dan keluar dari bar hotel yang mewah itu.

Seline menutup wajah dengan kedua tangannya. Berharap rasa frustasinya cepat mereda. Telinganya menangkap suara kursi bergeser tak jauh dari bangku ia duduk.

Dari balik celah jemarinya Seline mengintip, sesosok lelaki tinggi gempal duduk dengan cuek berjarak 1 kursi dengannya. Seline menurunkan tangannya dan memasang wajah tegas.

Ia tahu tipe lelaki seperti ini, palingan fans yang sok kenal sok dekat dan ujung-ujungnya minta tanda tangan atau foto.

Setelah beberapa menit, lelaki itu hanya bermain ponselnya, scrolling instagram, tiktok, atau membaca berita, seolah tidak menganggap keberadaan Seline.

Seline berdeham.

Lelaki itu melirik sedikit saja dari sudut mata, lalu kembali memainkan ponselnya.

Sekarang Seline yang masih mabuk merasa tersinggung.

"Jadi kamu salah satu yang gak suka film seri aku yang baru" mendadak Seline berbicara dengan nada sinis.

Lelaki itu masih menunduk menatap ponselnya.

"Oh pura-pura gak kenal.. apa karena serial terbaruku sejelek itu!??? kamu pikir kamu si gendut yang bukan siapa-siapa berhak cuekin aku."

Lelaki itu kini melirik Seline sepenuhnya.

"Maaf, saya.. gak kenal mbaknya.."

Bek petir menyambar kepala, mata Seline terbelalak, dan seketika Seline menggebrak meja.

BRAKK!!!

"Apa maksud kamu!! kamu pikir aku bukan siapa-siapa?? kamu pikir kita satu level!?? cowok biasa kayak kamu ini harusnya bersyukur aku duduk disini dan gak manggil satpam buat usir kamu!!"

Dengan tenang lelaki itu menatap Seline, kini ponselnya terlupakan.

"Anu.... saya..."

Belum selesai ia berkata Seline dengan cepat menyiram sisa tequila di gelasnya ke wajah si lelaki gemuk.

"Cowok gendut udik!"

Lelaki itu mengambil sapu tangan dari sakunya dan menyeka wajahnya. Ia hanya tersenyum simpul, ia paham orang yang mabuk bukanlah orang yang pantas untuk diladeni.

Ia tersenyum sekali lagi dan beranjak berdiri, lalu pergi berjalan.

"Nah gitu!! pergi!! ganggu pemandangan!! udah tau lagi pusing juga!!"

Orang-orang di sekitar Seline menatapnya, Seline merasakan tatapan dukungan, tapi andai ia tak mabuk ia akan sadar tatapan mereka itu adalah tatapan jijik.. bukan pada lelaki gemuk itu, tapi pada Seline..

Sementara itu elaki itu keluar bar hotel dengan baju setengah basah.

Mendadak seorang wanita dengan pakaian formal elegan berhenti tepat di hadapannya. Wajahnya bak juara Miss Nasional, dan memang ia pernah memenangkannya beberapa tahun lalu.

"Damar, kamu kok basah begini?? kayak kuda Nil!!" ucapnya dengan terkejut, dan meski mengejek ia membantu sahabat kecilnya itu menyeka kepalanya yang masih basah.

"Biasa Vin, orang mabok..." kata Damar santai pada Vina.

"lagian aneh, minta meeting kok disini, gak aman, kena batunya kan kamu"

"ya masa kita meeting di lobi, minimal kan ada makanan di bar" Damar tertawa kecil.

"Percuma ada makanan tapi kena siram nenek sihir!! ya udah kita ke lobi aja.. ada beberapa dokumen yang harus kamu liat"

"Aduh malesnya... kan lagian kita udah sepakat nolak Vin.."

"ya bukan berarti kita cuek juga kan... minimal argumen kita lebih bagus nanti pas final offer.."

"iya iya bawel..."

Mereka berdua berjalan dengan ceria menuju lobi meski Damar kebasahan. Sementara itu Seline menghabiskan malam menyedihkan sendirian..

Download NovelToon APP on App Store and Google Play

novel PDF download
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play