suara teriakan dan cacian begitu nyaring terdengar.Baskara dipaksa mundur oleh galang sahabatnya.Namun ia keras kepala berusaha melawan meskipun seorang diri.
"mundur bego, kita dijebak gak bakal menang kita"maki galang, sambil menarik narik kerah seragam baskara.
"lo aja yang mundur, gue gak bakal mundur selangkahpun"tegas baskara, cowok berambut ikal dan berkulit sawo mateng itu.Galang berdecak kesal dan memilih stay bersama sahabatnya itu.
"kalau gue mati, lu yang tanggung biaya kematian gue bangke"gumam galang, baskara melirik sebentar kearahnya, "Gila, kita bakal selamet"
Sesuai ekspektasi galang, ini semua sia-sia.Mereka berdua dipakul mundur, galang mencoba meyakinkan baskara untuk lari, baskara agak lunak dan mau menurutinya.
baru saja mereka mau pergi, sebuah balok menghantam kepala baskara, yang akhirnya ia tersungkur jatuh.Galang langsung menghampiri baskara, lalu membabi buta menghajar sipemegang balok kayu.
baskara yang setengah sadar, lalu bangkit membantu galang yang kewalahan, satu, dua tumbang oleh mereka berdua.Tapi tunggu jumlah musuh lawan terlalu banyak, sampai akhirnya baskara dan galang jatuh pingsan akibat pukulan dan tendangan bertubi tubi.
Jalanan padat oleh sekelompok geng motor yang berkonvoi.Itu geng mayor, yang sedang menuju rumah sakit.Teo mendapat kabar kalau Baskara ketuanya, dan galang dikeroyok dan dibawa kerumah sakit.
Teo dan kawan kawan langsung Otw untuk menjenguk.Rasa dendam dan amarah, menjadi sebuah kebencian yang sangat dalam dari kubu mayor.Dirasa gengnya tidak pernah membuat onar terlebih dahulu.
"lo gak papa, bas?"tanya teo, baskara mengangguk
"mana galang?"tanyanya abas nama panggilan baskara.
"dia koma bas"jawab teo, frustasi.Baskara menggerak gigi gerahamnya pertanda menahan emsoi yang ingin meluap.
"kalau gue udah sembuh, kita serang Urban"fyi urban adalah salah satu geng terkenal juga dibandung, musuh bebuyutannya geng mayor.
sudah dua minggu, baskara dan galang dirawat.Ketua geng tampan itu sudah diperbolehkan pulang, sedangkan galang belum bisa pulang, walaupun keadaanya sudah semakin membaik.Mungkin untuk tiga hari kedepan.
Keesokan harinya, baskara sudah pergi sekolah, dengan masih berbalut perban dikepalanya.Satu hal yang pasti, baskara ingin segera membalaskan dendamnya terhadap geng urban, sialan itu.
"boss, ada yang mau gue obrolin tapi gak disini"ucap fathur.
"Apaan?" tanya baskara begitu mereka sampai ditaman sekolah.
"gue pinjem uang bas, adik gue sakit lagi gue bingung cari uang kemana lagi, cuma lo harapan terakhir gue"
"nanti gue kirim kerekening lo, cepet sembuh buat adik lo, ntar gue suruh anak anak giliran buat jagain adik lo dirumah sakit"
"makasih bas, lo baik banget ke gue"
"jangan lebay, gue sahabat lo bahkan gue udah anggep lo keluarga, selagi gue bisa bantu gue akan bantu, paham?"tanya baskara tegas, fathur mengangguk mengerti.
"axel sama Rangga mana?"tanya baskara.
"axel diskors bas, dua hari yang lalu dia ketahuan mukulin anak urban pulang sekolah"baskara berdecak kesal.
"udah gue bilang, nunggu perintah dari gue, batu banget dibilangin"
"kalau rangga?"
"palingan males sekolah tu anak, kayak nggak tau aja siapa dia"baskara mengangguk nganggukan kepalanya.Lalu merogoh saku celana untuk mengambil hanphonenya yang berdering.
"APA? PAPA GAK BERCANDAKAN? BASKARA GAK MAU PA, UNTUK KALI INI BASKARA GAK MAU NURUTI PERINTAH PAPA" baskara mematikan sambungannya sepihak.
Download NovelToon APP on App Store and Google Play