Between the Book and the Guitar
Eps 1
Manon
"IHHH GW TELAT ANJIRRR"
ya, ini, saat ini adalah hari pertama Manon memasuki sma
dan dia sudah melakukan...kesalahan
Manon
"p-permisi ka, izin lewat"
Manon
/anjirr, kelas gw di mana co
Manon melihat mading dengan panik yang berakhir di hampir oleh salah satu osis-yaitu Gabriel
Gabriel
"kenapa lo masih di luar? ini udah mau mulai tau ga?"
Gabriel jalan menghampiri Manon
Gabriel
"lu anak kelas 10 kan? kasih tau gw kelas yang mana, biar gw bantu cari"
nada nya tegas namun...memiliki kehangatan di dalamnya
Manon
"ini, umm...aku anak kelas 10-3 ips"
Gabriel
"oalah samping kelas gw ya"
gabriel menjulurkan tangannya, dan...sungguh-tangannya besar berurat dengan otot-otot nya itu
Gabriel
"gw Gabriel Und Moire, panggil aja Gabriel"
Manon
"aku Manon Juliette Madeleine, biasanya dipanggil Manon atau ga Juliette si ka, tapi lebih sering dipanggil Manon"
Gabriel
"cakep ya namanya?"
Gabriel
/bukan namanya doang, lu juga cakep anjirr
Gabriel
"btw lu ada keturunan Prancis juga kah?"
manon mengangguk, mengaku bahwa ia mendapati keturunan prancis, sekaligus china, mesir, jawa, dan bali
Manon
"iya kak, aku emang keturunan prancis, juga ada campuran china, mesir, jawa, sama bali si ka palingan"
sesampainya di kelas 10-3 ips
Gabriel
"yaudah lu, anak baru, jangan macem-macem lu ya? belajar yang bener"
Gabriel menepuk pundak manon
Manon
"iya lah! oia ka, kalo di sini sistem osis nya daftar kan ya?"
Gabriel mengangguk lembut
Gabriel
"iya, kalo tertarik masuk ya"
sesaat Gabriel memasuki kelasnya, Manon juga memasuki kelasnya tersendiri
*Sehabis perkenalan diri*
waktunya jam istirahat, dimana manon langsung jadi populer dikarenakan kepintaran dan kecantikannya
Jessie
"guys! kantin yokk!"
jessie adalah anak yang terlalu HYPERACTIVE, jadi ga heran kalo ia mendapat teman yang banyak
oliver
"tau nih Jessie, malu nya ketinggalan di rumah!"
oliver termasuknya yang aktif, namun tidak se aktif Jessie
saat mereka ingin berjalan keluar kelas, ada yang memanggil mereka dari dalam kelas-Runa
Runa
"e-eh, aku ikut kalian boleh ga?"
manon dan yang lainnya menoleh kebelakang sebelum akhirnya mengangguk
Manon
"Ikut ajaa! gaada yang larang kok!"
oliver
"iya! lagian kita ga makan sambil loncat. Palingan si Jessie gabisa diem"
Jessie
"tuh kan! gw ga ngapa-ngapain aja disalahin! oke, fine!"
Manon
"udah ah, kek bocah tawuuu!"
saat mereka jalan ke kantin, terlihat ada satu sircle kelas 11 yang berisi 2 perempuan dan 5 lelaki. dan diantaranya terdapat Gabriel
Manon
/eh, itukan...kak Gabriel bukan sih?
manon mempertajam matanya
Manon
/eh iya deh, itu ka Gabriel, aku duduk deket dia kali ya?
Manon
"guys! duduknya di meja situ yuk!"
Manon menunjuk meja di belakang segerombolan sircle ka Gabriel
sesaat mereka duduk, Gabriel menoleh ke arah Manon
Gabriel
/anjier, tu anak mau ketawa kek apa juga cakep co
Manon yang merasakan ada sesuatu yang melihatinya sedikit resah
apalagi temennya Gabriel, terlalu resah karena sebelumnya Gabriel adalah manusia gila yang menyukai gitar dan alat musiknya itu
Rico
"Woe! bengong bae ya! napa sih!?"
Gloria
"iya aih ni anak tumben banget"
Clark
"sayang, jangan-jangan dia akhirnya suka sama manusia?"
Clara
"iya kali sayang, udah mau normal kali"
Ron
"tauk nih, James, tanda-tanda Gabriel ga sayang kita lagi"
James
"iya kan, si kampung emang"
gabriel yang mendengar dirinya di olok-olok oleh teman-temannya pun menoleh
Gabriel
"Kurang ajar ya lu pada"
James dan Ron yang senang melihat Gabriel seperti wanita yang ngambek pun tertawa terbahak-bahak
James
"BWAHAHAHAHHA, YAAAH BOCAH NGAMBEK YA!"
Ron
"TAU NJIER, DAH GEEDE MASA NGAMBEK SIIIH, MALU AMA BAPAK GWEH"
jessie, oliver, dan runa yang mendengarnya pun bingung
oliver dengan sergap membungkam mulut jessie
oliver
"berisik bet lu bapuk"
mereka pun menjalani hari pertama sekolah dengan asik, dan mungkin...
disinilah kehidupan baru...akan dimulai
Episode 2
keesokan harinya, mpls masih dilaksanakan, namun pada hari ini sekolah akan mengadakan demo eskul juga tentang osis
manon dan teman-temannya datang lebih pagi
Manon
"ihhh! aku penasaran tauuu" *menggenggam erat tas*
Manon
"kira-kira eskul nya ada apa aja yaaa???"
Runa
"iya, aku harap ada cinematography "
oliver
"wihh! aku baru tau loh kalo kamu suka foto-foto !" *merangkul Runa*
Jessie
"itu bakat unik loh runa, kembangin terus yaaa!" *memeluk runa*
Manon
"kasian ih anak orang di peluk-peluk, takut kena rabies nya jessie..."
Jessie
"kurang ajar! engga yaaa!" *menyilangkan tangan di dada*
oliver
"yah jessie mah, masa ngambek sihhh!" *oliver meledek jessie*
Manon
"tau nihhh, liat aja nanti ada yang ganteng aja nengok kamu!"
Jessie
"waduh...aku ketauan" *tersenyum malu*
Runa
"baru tau loh kamu punya malu"
Jessie
"tuh kan! aku aja terus yang diserang! bencie deh"
sementara yang lain sedang berbincang-bincang, Manon melihat keberadaan Gabriel dan teman-temannya
Gabriel
*menyadari keberadaan manon*
Manon
"guys kalian duluan ya!"
Manon
*pergi meninggalkan jessie, oliver, dan runa*
Manon
"iya kenapa kak?" *bertanya kepada Gabriel*
Gabriel
"guys, nih dekel yang gw nemu kemaren" *merangkul manon*
James
"wei kasian tu bocah di rangkul elu pea"
Rico
"tau jier, nanti kaga bisa napas"
gloria dan clara yang melihat manon pun tersenyum
Clara
"kamu anak kelas berapa? namanya siapa?"
Manon
*manon menoleh* "aku Manon dari kelas 10-3 ips kak"
Gloria
"oalaah, adeknya ema 11-5 ipa sama mike 12-2 ips ya??"
Clara
"ihhh adeknya lucuuu!"
Gabriel
*menoleh ke arah manon* "beneran? baru tau loh aku"
Manon
*mengangguk* "iya, mereka jaraknya ga terlalu jauh sama aku, juga bunda masukin aku kesinii gara-gara ada mereka"
Clara
"eh Gabriel! masukin nih anak ke gc pleasee! demi apa lucu banget kamuuu!" *clara berjalan ke arah manon dan memeluknya*
Gabriel
"ke gc? manon, kamu punya discord ngga?"
Manon
"discord? itumah aku dah pasti punya"
James
"widih, member baru nieh"
Gloria
"finally, yang cewe bukan cuma kita berdua doang clara"
Clara
"iyakann! cape bet debat ama ni bujang-bujang padaan"
Manon
*tertawa kecil* "yaudah aku masuk ke gor duluan yaa!" *berjalan ke arah pintu gor*
tanpa manon ketahui, gabriel dan teman-temannya tadi ialah osis, semuanya osis
dan manon sudah di rekomendasikan oleh gabriel dan yang lainnya kepada guru penbina
Runa
"nah itu dia si manon"
Jessie
"LAH IYA, LAMA BET LU IHH!"
oliver
"berisik bet luwh mpruy, kek toa tau ga mulut luwh"
setelah acara yang panjang dan melelahkan, akhirnya brosur pendaftaran eskul dibagikan
untuk yang ingin mendaftar osis, bisa mengambil kertas pendaftaran di pintu keluar gor
Manon
"eh ayo cepetan, aku mau ngambil kertas pendaftaran osis!"
Jessie
"sabar kali elah, buru-buru banget"
oliver
"dia buru-buru karna mau daftar pinter, emang kamu"
Jessie
"emang kamu mau daftar?"
oliver
"engga" *tersenyum*
Runa
"uhmm, aku mau coba ambil deh"
setelah mengambil kertas pendaftaran, mereka pergi ke tempat di mana tempat orang-orang berjualan berkumpul
Manon
"wah, aku mau beli ini deh"
Jessie
"OMG ABANG BELI MAKLORNYA 10 RIBU!!"
oliver
"santai ngapa et dah"
Runa
"guys aku pulang duluan ya, udah dijemput soalnya"
Manon
"okeeei, dadah runaa"
Jessie
"yahh, I think runa bawa kendaraan"
oliver
"iyakan, baru mau diajak keliling abis ini"
Manon
"oh iya kah? aku ikut-"
Clara
*memeluk manon dari belakang* "ihhh mau kemana!!"
Gloria
*menghampiri clara* "jessie? kakak cariin juga"
Jessie
"yaudah sie, ngapa emang"
Jessie
*melihat antara gloria dan manon* "kakak kenal manon? kok bisa??"
Gabriel
"bisalah, kakak mu kenal manon dari gw"
Jessie
"oala, kamu, aku pikir kakak nyogok manon buat jadi temennya-"
Gloria
"kurang ajar kamu" *menjewer kuping jessie*
Jessie
"ADUH IHH KAKAK! LEPAS! LEPAS!"
mereka menghabiskan waktu di warung dekat sekolah
berbincang-bincang, tertawa, dan tentu saja...
ketertarikan gabriel mulai meningkat terhadap manon
Episode 3
keesokan harinya, hanya ada pengenalan guru-guru yang akan mengajar di kelas-kelas
Manon
"oala, ini toh bu Arini...kata abang galak, ini nggak kok" *manon bergumam*
di pertengahan pengenalan guru, mike selaku abangnya manon mengetuk pintu kelas dan memasuki ruang kelas
Mike
"maaf bu ganggu sebentar, mau manggil adik saya"
Mike
*melihat seisi ruangan*
Manon
*menoleh lalu beranjak dari banguknya menuju pintu kelas*
Manon
"iya abang? kenapa?"
Mike
*menarik tangan manon keluar dan menutup pintu kelas*
Mike
"kamu...kemarin ngambil kertas daftar osis kan?"
Manon
"belom, kenapa emang?"
Mike
"ya elah, pokoknya 3 hari lagi pendaftaran bakal ditutup"
Mike
"jadi ngumpulinnya harus cepet!"
Manon
"ihh kok sebentat banget sih!?"
Mike
"ini dilakuin gara-gara murid angkatan kamu tuh banyak, hari ini aja udah ada 26 orang yang ngumpulin"
Manon
"IHHH BANYAK BANGET!?"
Mike
"jangan teriak-teriakan!"
Manon
"paling nanti pas pulang aku pengen minta tolong sama temen aku"
Manon
"sama jessie, adeknya kak gloria"
Mike
"oalah, jessie. yaudah hati-hati, awas anak orang kamu apa-apain"
Manon
"nggak lah! emang abang"
setelah berbincang panjang, manon pun kembali ke dalam kelas dan duduk disamping teman sebangkunya-Andrew
Andrew
"weh, itu tadi...abang lu?"
Manon
*menoleh ke arah andrew* "iya, napa emangnya?"
sebelum bisa menyelesaikan kalimatnya, jam sudah memasuki jam pulang
hari itu memang pulang cepat karena murid di tugaskan untuk mengambil buku pelajaran dan juga beberapa atribut lainnya
Manon
"eiya pulang cepet ya"
Manon
*menoleh ke arah andrew* "cepetan, tadi mau ngomong apa? gw mau ngumpulin pendaftaran osis"
Andrew
*meraih tas miliknya* "jadi tuh katanya dulu abang lu itu ketos disini"
Manon
"kalo itu doang mah gw juga tau kali"
Andrew
"bukan itu doang monyed, abang lu juga dulu jadi ketos yang ga mau deket ama cewe ataupun kelihatan tertarik aih"
Manon
"idih, so cool bet tu orang" *meraih tas yang ia bawa* "terus?"
Andrew
"katanya abang lu juga dulu judes, pinter, sering Olimpiade, dan katanya dia dari keluarga...uhmm"
Manon
"keluarga Delaine kan? gara-gara nama panjang abang gw Mondelaine kan?"
Manon
*menarik nafas panjang* "bener kok, semua itu bener, gw juga termasuk"
Andrew
"EH GILAAA, GW KIRA CUMA HOAKS ANJIRRR"
Manon
"abang gw paling ga bisa boong anjirr, tu anak mah jujur terus"
Manon
"emang mulutnya aja kaya hewan"
Andrew
"jieer, kek lu dong?"
Manon
"dah lah, gw mau ngumpulin kertas pendaftarannya" *mengeluarkan dan menulis di kertas pendaftaran*
Manon
*berjalan keluar terburu-buru*
Andrew
*terdiam sejenak* "OH IYA, KAN GW MAU NANYAIN KAKAK NYA JUGA"
sesampainya manon di depan ruang osis
Manon
"berarti ini tinggal ngetok pintu kan ya?..."
Gabriel
"idih, dah mau ngumpulin aja ni bocah"
Gabriel
*mengulurkan tangannya*
Gabriel
"mana sini, biar gw taroin, lu mending ambil buku ama atribut aja"
Manon
"bener ya ditaroin?"
Manon
"awas aja ampe dibuang"
sesudah memberikan kertas pendaftaran ke gabriel, manon pergi ke arah tangga dan turun
Gabriel
*menarik nafas panjang dan mengacak rambutnya*
Gabriel
"anjir, deket banget tadi cok"
Gabriel
"wanginya ena banget lagi, nih almet gausah gw cuci kali ya?"
Gabriel
*membuka pintu ruang osis dan menaruh kertas pendaftaran di meja*
Gabriel
"oiya, gw lupa mintain username discord nya"
Gabriel
"gw minta ke kak mike aja lah nanti"
hari itu, perasaan gabriel semakin memuncak
apakah...ini pertanda bahwa akan ada sesuatu?
atau hanya perasaannya saja?
Download NovelToon APP on App Store and Google Play