'Tubuhku terasa remuk semua...
Apa yang terjadi???'
Pertanyaan itu yang terlintas pada diri Giselle ketika bangun di pagi itu. Ya walaupun tidak bisa dikatakan pagi lagi, karena waktu telah menunjukkan 10.00 am.
Dengan tubuh yang sudah tidak memakai apa-apa... Giselle hanya bisa berbaring tak bertenaga.
Ha... di mana pula ini??? Ruangan yang besar... kamar yang indah... Sayangnya tidak bisa dinikmatinya. Bagaimana bisa nikmat jika badan terasa sakit semua...
Dengan perlahan, Giselle bangun dari tidurnya... Ah... apa yang telah kuperbuat??? desah Giselle.
Diturunkannya kakinya ke bawah, ditopangnya tubuhnya untuk bangun.. Dirasakannya tubuhnya yang berasa oleng... Dengan sempoyongan ditariknya kakinya menuju kamar mandi.
Badannya sakit semua, apalagi daerah sensitifnya... Segera dirabanya daerah sensitifnya itu karena dia melihat sebercak darah di seprai ranjang ketika dia bangun tadi, dilihatnya tangannya kembali. 'Tidak ada darah, terus itu tadi di seprai darah apa ya?'
'Kog miss V -ku sakit sekali y? Apa karena aku mau datang bulan ya sehingga sakit begini??'
'ah.. ku berendam di bathtub saja dulu biar sakitnya hilang... ya mumpung gratis...kapan lagi coba' gumam Giselle sambil tersenyum dengan indah.
Diisinya bathtub dengan air hangat lalu berbaringlah Giselle di bathtub sambil bersenandung kecil.
Setelah dirasanya tubuhnya segar dan tidak sakit lagi... Segera dibilasnya tubuhnya kembali menghilangkan busa rendaman sabun ketika berendam sebelumnya.
'Ya... sepertinya nyawaku sudah kembali lagi' ujar Giselle dengan semangat.
Dikenakannya Pakaian dalamnya yang telah dicucinya semalam, dan dikenakannya Jas kamarnya kembali karena Giselle mengingat bahwa dia menggantung pakaiannya di dalam lemari semalam.
Ketika Giselle melangkahkan kakinya kembali ke dalam kamar, dia melihat meja makan yang telah dipenuhi dengan makanan hangat. 'Perasaan tadi belum ada makanan di atas meja ini.. Apa aku tidak mendengar ada orang masuk ketika tertidur di bathtub tadi'
ditatapnya sekeliling ruangan, tampak ruangan yang telah dibersihkan dan rapi.
Giselle melangkahkan kakinya ke depan lemari tempat digantungnya pakaiannya semalam. Terdapat dua gaun tergantung di sana. Yang satu dikenalinya sebagai gaun yang dikenakannya semalam, diambilnya gaun satunya lagi.
Dilihatnya gaun itu... Cantik...
Dirabanya bahan gaun tersebut... halus...
'Mmm..pasti Winpi yang meninggalkan gaun itu di sana untuk dipakai dirinya' pikir Giselle
Dikenakannya segera gaun itu. 'Wich... pas banget... Winpi masih tau dengan pasti ukuranku...' lalu Giselle mengarah ke cermin. Dilihatnya dengan seksama gaun yang sekarang telah melekat di tubuhnya itu.
'Cantik....' senyum Giselle
'Tapi... wait... apa itu' Giselle mengarahkan pandangannya di sekeliling lehernya... dibukanya kembali gaun itu .. Dilihat di cermin seluruh tubuhnya... Di leher... tengkuk... pundak.. bahkan dadanya terlihat bercak-bercak merah.
'Apa itu??' pikir Giselle
disentuhnya bercak merah tersebut...
'tidak gatal' serunya
Diamatinya bercak-bercak merah tersebut... binatang apa yang menggigitnya ya???
'Waduch... parah.... hotel berbintang kog ada binatangnya ya??? Pulang harus beli salep nich..."
Dikenakannya kembali pakaiannya. Tidak lupa dikumpulkan semua barangnya karena hari ini dia harus checkout.
Setelah semua barangnya rapi, Giselle melangkah ke meja makan yang telah berisi makanan, atau tepatnya Brunch... ya soalnya sekarang khan sudah mau 12 pm
Sambil tersenyum diambilnya semangkuk bubur yang masih hangat... Rasa hangat mengisi perutnya... Lalu disesapinya teh manis yang juga hangat...
'Memang beda ya pelayanan hotel berbintang.. Bubur ayam aja rasanya enak begini'
Lalu diambilnya roti bakar, daging asap dan telur goreng... dipotongnya lalu dimakannya sepotong demi sepotong hingga habis.
Sambil makan.. Giselle kembali mengingat apa yang terjadi semalam.
Winpi... sahabatku... setelah sekian lama akhirnya kita ketemu kembali.
Winpi dan Giselle bersahabat dari kecil.
Sejak kecil, Winpi sering mengunjungi Giselle di panti. Orang tua Winpi adalah donatur tetap panti tempat Giselle dititipkan.
Ya... Giselle adalah anak penghuni panti.
Sejak bayi dia telah ditinggalkan di sana tanpa tau siapa yang meninggalkannya.
Bayi Giselle ditemukan diletakkan di depan pintu panti di dalam gerobak bayi yang terlihat mahal harganya. Ketika itu Giselle ditinggalkan lengkap dengan semua kebutuhannya.
Popok bayi, makanan bayi, pakaian bayi bahkan mainan bayi yang jika dilihat dari kualitas mahal harganya. Oleh karena itu dapat dipastikan bahwa Giselle berasal dari orang berada atau kaya.
Tapi apalah guna seseorang itu kaya jikalau tidak berakhlak.
Bayi Giselle ditinggalkan begitu saja dengan tulisan 'Giselle Angeline' pada secarik kertas. Hanya sebuah rantai dengan liontin yang berukirkan GA yang dikenakan Giselle hingga sekarang.
Giselle kecil sangatlah periang. Semua kegiatan di panti diikutinya. Bahkan dia ikut bunda, ibu kepala pengurus panti, mengurus anak-anak yang berumur lebih kecil darinya.
Giselle kecil hanya mengetahui bahwa dia adalah anak yang ditinggal di panti.
Dia tidak pernah memikirkan siapa orang tuanya, kenapa dia ditinggalkan di panti atau dari mana dia berasal.
Baginya masih ada orang yang menyayanginya dan dia tidak peduli dengan orang yang tidak menyayanginya.
Sifat ceria Giselle sangat membantu kehidupan di panti. Giselle akan dengan semangatnya menghibur anak panti lainnya yang sedang sedih. Bahkan Giselle pula yang sering memberikan semangat serta penghiburan bagi bunda dan pengurus panti lainnya.
Ketika Winpi berusia 10 tahun. Winpi dan orangtuanya merayakan ulang tahun Winpi bersama dengan anak - anak panti.
Betapa bahagianya hari itu. Salah satu ruangan di panti dihiasi dengan balon beraneka warna. Makanan yang dihidangan beraneka ragam. Ada badut yang menghibur di acara tersebut bahkan Winpi membawa banyak sekali kado untuk dibagikan ke anak - anak panti. Hari itu menjadi awal dari hari - hari yang membahagiakan bagi anak - anak panti terutama Giselle, karena sejak hari itu setiap hari ulang tahun Winpi, Winpi akan mengunjungi mereka dengan membawa banyak sekali kado.
Rumah Winpi tidak jauh dari panti, sehingga Winpi sering sekali bermain ke panti. Winpi anak tunggal, orang tua Winpi sibuk dengan usaha mereka masing - masing, sehingga Winpi sering merasa kesepian jika harus selalu di rumah.
Karena Giselle dan Winpi berusia sama, alhasil hubungan mereka menjadi sangatlah dekat. Bahkan Winpi baru akan pulang ke rumah kala malam menjelang.
Suatu hari Winpi meminta orang tuanya agar Giselle dapat bersekolah di sekolah yang sama dengan Winpi. Sejak itu Giselle dan Winpi satu sekolah. Giselle banyak membantu Winpi selama belajar dan juga Giselle mengerti sopan santun dan tata krama, alhasil orang tua Winpi menyayangi Giselle seperti anak mereka sendiri.
Giselle dan Winpi memiliki perawakan yang sama. Mereka nyaman satu sama lain. Mereka berteman dengan banyak orang selama bersekolah, tetapi hubungan mereka lebih daripada itu... mereka adalah sahabat.
Banyak hal yang tidak bisa diungkapkan Winpi pada orang tuanya, diceritakan ke Giselle, demikian pula sebaliknya. Kemana - mana mereka selalu berdua.
Walaupun demikian, karakter mereka berbeda. Walaupun Giselle seorang yang periang dan ceria, Giselle selalu menahan dirinya terhadap apa pun. Giselle seorang yang sederhana dan polos.
Sedangkan Winpi adalah anak tunggal dari keluarga yang cukup berada dan sukses. Kedua orang tua Winpi dapat memenuhi semua kebutuhan putri semata wayangnya. Walaupun demikian, Winpi tidak tumbuh menjadi seorang anak yang manja,
Winpi menjalani kehidupan dengan keyakinan yang selalu ditanamkan orang tuanya sejak kecil. Winpi adalah seorang yang berani.
Sejak kecil Winpi selalu bercita - cita menjadi seorang Fashion Design nomor satu di dunia. Oleh karena itulah, Winpi sering meminta Giselle mengenakan pakaian yang dirancangnya sendiri. Melihat putri semata wayang mereka yang sangat berbakat, ketika High School orang tua Winpi telah mengirim anak mereka untuk melanjutkan studinya di negara P.
Winpi mengajak Giselle untuk menemaninya di negara P. Akan tetapi pada saat itu panti sedang kekurangan tenaga, tidak ada yang membantu bunda mengurus anak - anak panti yang masih kecil. Alhasil Winpi berangkat bersama dengan mommy.
Awalnya hubungan mereka berjalan dengan baik, ya... jauh di mata tetapi dekat di hati.
Winpi sering mengirimkan email melalui daddy Winpi yang masih belum pindah ke negara P. Giselle juga sering meminjam komputer daddy Winpi untuk membalas email - email tersebut. Akan tetapi sejak daddy Winpi menyusul anak dan istrinya ke negara P, Giselle tidak memiliki akses lagi untuk bertukar kabar dengan Winpi.
Akhirnya email mereka pun menjadi jarang dan semakin jarang... Hingga tak terasa sudah 10 tahunan mereka tidak bertemu.
Seminggu sebelumnya tiba - tiba Winpi menghubungi panti. Ketika itu Giselle masih berada di kantor. Winpi berkata pada bunda jika di sedang mengadakan Fashion tour dan dan akan singgah di kota A dan meminta supaya Giselle untuk hadir acaranya itu.
Kemarin akhirnya mereka bertemu di Private Club et Cetera. Winpi berubah menjadi sangat cantik, sangat glamour dan stylish, sangat berbeda dengan Giselle yang terlihat sangat sederhana... ya jika dibandingkan, seperti bumi dan langit... hahaha, tapi itu tidak membuat reuni mereka canggung. Bahkan pada pertemuan mereka itu seakan-akan tiada habisnya untuk mereka bicarakan.
Hingga tanpa sadar, sudah sekian botol wine yang habis mereka teguk. Ya gak apalah, setelah itu khan mereka tinggal masuk lift. Jadi mereka gak takut untuk mabuk.
ya... Winpi menginap di hotel di mana Private Club et Cetera berada, tapi karena jadwal mendadak berubah, Winpi harus merangkat malam itu juga.
Alhasil rencana semula mereka akan menginap bersama.. mengabiskan waktu bercerita tentang apa yang terjadi selama rentang 10 tahun berakhir dengan Winpi yang berjanji akan kembali mengunjungi negara A setelah Fashion Tournya selesai.
Melihat Giselle yang tidak pernah minum telah mabuk, Wanpi memaksa Giselle menempati kamar yang memang telah dipesannya, paksaan itu berakhir dengan Giselle yang tidur sendiri di kamar Winpi.
Akhirnya, setelah Winpi berangkat semalam, Giselle masuk ke dalam lift, menuju kamar di mana seharusnya Winpi menginap.
Malam itu... Seingat Giselle, ia mencoba membuka pintu dengan kartu yang diberikan Winpi... Tapi sepertinya pintu sudah terbuka...
Sebelum jatuh tertidur, Giselle menyempatkan untuk mandi alakadarnya dan mencuci pakaian dalamnya, karena dia pikir 'pakaian luar agak kotor tidak mengapa asal dalamnya bersih'
Ya karena Giselle datang tanpa persiapan apa-apa, Giselle hanya mengenakan jas mandi yang disediakan hotel tanpa sehelai benang pun di dalamnya...
'Lagian khan hanya dia sendiri yang ada di kamar ini .. gak masalah jika tidak mengenakan apa-apa' pikir Giselle
Setelah itu Giselle yang telah merasa tubuhnya bersih, menghempaskan tubuhnya ke kasur besar yang terasa empuk itu, ditariknya selimut yang terlipat rapi di sana, bergelung lalu tidur tidak sadarkan diri. Kalo mau menyalahkan, salahkan saja pada minuman yang diteguknya bersama Winpi.
Tidurnya sangatlah nyenyak hingga dia bangun tadi pagi dan merasakan sakit seluruh tubuhnya.
'apa karena aku tidak mengenakan pakaian ya semalam, hingga aku masuk angin.. Sepertinya aku tidur nyenyak sekali, bahkan aku tidak sadar telah membuka jas kamarku hingga aku digigit binatang yang tidak jelas apa jenisnya' gerutu Giselle
Memang semalam rasanya ia memimpikan sesuatu yang tidak pernah dia mimpikan sebelumnya. Adegan - adegan erotis yang membuat mukanya merah seketika jika mengingatnya. Padahal seumur hidupnya dia tidak pernah bermimpi demikian tapi kenapa dengan tidur di hotel berbintang seperti ini tiba - tiba ia memimpikan hal itu ya?? pikir Giselle
Dalam mimpi itu, Giselle melihat seorang pria membelainya lembut. Menciumnya dengan mesra. Padahal Giselle tidak pernah tau tentang belaian lembut maupun ciuman mesra.
Jangankan pacaran, hari - harinya sibuk dengan bekerja dan urusan panti.
Ya, Giselle masih tinggal di panti, bukan karena tidak ada yang mau mengangkat anak Giselle. Sejak kecil banyak orang tua yang datang melihat Giselle kecil terpesona dan jatuh cinta padanya, ingin menjadikannya anak angkat, akan tetapi Giselle selalu menolaknya. Giselle tidak mau berpisah dengan panti dan akan mengabdikan dirinya pada panti. Itulah keputusannya sejak tahu mengapa dia berada di panti.
Untuk sekolah, selain Giselle mendapatkan sumbangan tetap dari papi Winpi yang diberikannya untuk anak - anak panti lainnya, Giselle selalu mengejar prestasinya supaya selalu memenangkan beasiswa.
Selain Sekolah dan membatu di panti, sejak High School Giselle telah terbiasa kerja part time. Jadi mana ada lagi waktu untuk berpacaran...
Setelah tamat High School, Giselle mendapatkan beasiswa untuk kuliah di juruan tataboga. Sambil kuliah selama itu juga Giselle bekerja sebagai karyawan bagian administrasi di suatu perusahaan. Ya memang pekerjaannya tidak sesuai dengan jurusan yang diambilnya ketika kuliah. Untuk itu Giselle telah siap-siap untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya dan akan bergabung dengan temannya mengurus Cafe milik temannya itu.
'Hotel mewah memang beda ya.... sarapan aja uda tersedia tanpa kita minta' melihat piring - piring telah kosong di depannya...
'ya uda dach... saya maafkan... saya gak jadi komplain mengenai binatang yang menggigitku di ranjang... moga saja tidak ada korban yang lain.. hehehe...'seru Giselle sambil tersenyum.
Wanpi kemarin berkata padanya.. gak perlu checkout lagi, Giselle tinggal meninggal kan kartu kamarnya di nakas samping ranjang.
Setelah meninggalkan kartu kamar di nakas, segera Giselle keluar kamar sambil menenteng tas dan plastik berisi gaun yang dikenakannya kemarin.
Ditunggunya Lift sesaat, untuk membawanya turun.
ting.... pintu lift terbuka.. Sesaat Giselle termenung melihat dua orang pria tampan yang keluar dari Lift.
'Tampan si tampan tapi ko brrr... rasanya dingin banget ya... hehe'
'Tapi sepertinya aku pernah melihat salah satu pria tampan itu dech. Siapa ya? Di mana ya ku melihatnya?'
'Buru - buru banget sich... Gak lihat ada wanita cantik di sini apa???' gerutu Giselle dalam hati lalu segera memasuki lift.
'Loch, ini lantai 16??? Bukannya Winpi bilang kemarin kamarnya di lantai 6 ya??? Ach... ku salah ingat kali ya...' ditekannya tombol menuju Lobby.
Download NovelToon APP on App Store and Google Play