English
NovelToon NovelToon

Cilok Manis Untuk Shani

Pertemuan di Halte

Siang telah berganti menjadi malam, sang mentari telah digantikan posisinya oleh sang rembulan di atas langit. Sebuah fenomena yang rutin terjadi di setiap harinya, kecuali kiamat kelak.

Di salah halte bus dengan tempat duduk berwarna biru, seorang perempuan cantik terlihat berdiri di tempat itu sendirian seolah-olah menunggu sesuatu.

Wajahnya terlihat kesal, tangannya memutar-mutar hp miliknya yang memiliki 3 buah kamera di belakangnya dengan logo buah apel tergigit.

"Gimana pulangnya ini? gak ada taksi yang lewat, hpnya udah gak bisa dinyalakan lagi" lirihnya sambil gigit jari

Perempuan cantik bernama Shani Indira itu beberapa jam yang lalu salah masuk taksi online, mau tidak mau dia harus keluar untuk mencari taksi online yang lain.

Dia yang berprofesi sebagai artis dengan banyak jadwal harus meninggalkan taksi online itu untuk mengejar jadwal syuting.

Mobilnya dalam keadaan mogok, oleh sebab itulah dia mencari taksi online untuk mengejar jadwal syutingnya.

Sayangnya hp miliknya kini dalam kondisi mati, tidak ada yang bisa dia hubungi dalam keadaan seperti itu. Dia menghentikan taksi online di tempat yang salah, di tempat yang tidak dia kenali sama sekali.

"Permisi, mau beli cilok??" sapa seorang perempuan berambut sebahu yang membawa box berwarna merah

Tidak langsung menjawab, Shani melihat perempuan itu dari kaki sampai kepala.

Sendal burung walet, celana pendek selutut, kaos putih dan sweater berwarna hitam yang tidak dikancing.

"Maaf, gak level makan gituan..." jawab Shani ketus

"oh, ya udah. Saya numpang neduh..." balas perempuan penjual cilok di dalam box itu langsung duduk di bangku halte

Kini giliran perempuan bernama Viny itu yang memperhatikan Shani dari kaki sampai kepala, high heel berwarna hitam yang kelihatannya mahal, tas kecil warna hitam dengan logo berwarna emas, baju dengan merk yang sama sekali tidak diketahui oleh Viny, hp berwarna hitam yang sering dipakai oleh artis-artis yang muncul di TV.

"nih mbaknya kalo aku culik, terus dijual. pasti aku langsung kaya mendadak deh" ucap Viny dalam hatinya sambil disertai tawa kecil

"ciloknya yang rasa apa mbak?" seru Viny bertanya pada Shani yang sedang memandangi hujan yang semakin melebat

"saya gak ada pesen..." balas Shani lagi dengan nada yang masih ketus

"manis atau pedes??" tanya Viny lagi tetap mencoba peruntungannya menawarkan ciloknya

Merasa terganggu dengan pertanyaan Viny, membuat Shani menatap tajam ke arah Viny.

"Takoot, iya gak nanya lagi..." ucap Viny berlindung di belakang box merah yang dia letakkan di atas pahanya

menit berganti menit, Shani terlihat menjadi sangat resah. Hujan tidak berhenti, hari semakin malam dan... suasana di sekitarnya menjadi sangat sepi. Rasa lapar pun mulai terasa karena dia belum makan sejak siang tadi.

"Ciloknya masih ada??" tanya Shani tanpa memandang ke arah Viny

"Ada, satunya 5 juta..." jawab Viny dengan senyum menyeringai

"5 juta? lo mau naik haji??" seru Shani langsung kesal dengan jawaban Viny

"Ya kalo gak mau gak usah ngegas, gak ada yang maksa beli kok..." sahut Viny sambil bersenandung

"tadi lo maksa beli, giliran mau dibeli dinaikin harganya..." seru Shani sewot

"tadi ya tadi, sekarang ya sekarang..." balas Viny membuang muka sambil bersenandung

Hujan semakin lebat, perut Shani tetap lapar karena tidak diisi apapun.

Download NovelToon APP on App Store and Google Play

novel PDF download
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play