" Nia, Mei...tau gak aku dapat gebetan baru ni anak IPA 2 tetangga Nia" kata Vina semangat siang itu di kantin sekolah. Mereka ber 3 bersahabat dan Vina yang terkenal paling centil dan suka ganti ganti cowok.
Nia dan Mei hanya mendengar sambil menikmati soto Mang Udin.
Tanpa mereka sadari sejak mereka makan ada 1 laki laki yang selalu memperhatikan mereka...Ronald Pramudya anak IPA 1 yang sudah lama mengincar dan pernah nembak Nia yang anak kelas IPA 4 tapi Nia tolak dengan halus karena Nia sama sekali belum berniat pacaran. Nia atau nama lengkap Yuma Titania Supriatna andalah nama lengkap Nia hanya dia biasa di panggil di rumah Nia dan ini sudah terbiasa saat masuk ke TK,SD, SMP hingga saat di di SMA sekolah putih abu abu.
"Mei, Nia nanti habis pelajaran kita nge mall yuh " ajak Vina
" sorry gue ada latihan Vin sore ni" jawab Nia
" oiya gue lupa elu gak bakal bisa ngelayap ya Nia la bodyguard loe 24 jam ngikutin terus " kata Vina baru sadar kalo sahabat yang satu ni adalah anak mama
" elu ikut gue ya Mei..." kata Vina memohon
" oke tapi gue traktirin ya " jawab Mei
" beres " jawab Vina
Di rumah keluarga Nia siang itu sedang lengkap ada Papa Mama dan adek laki lakinya yang bernama Ade Pamungkas Supriatna yang berumur 6 th.
" Assalamualaikum Mah Pah..." sapa Nia saat masuk rumah dan langsung mencium tangan kedua orang tuanya
"Walaikumsallam wr wb Nak... sudah pulang Nak ? ayo makan siang Nak..." kata Mamah Nia
Nia langsung ke kamarnya dulu dan segera mengganti bajunya lalu ikut bergabung dengan keluarganya di meja makan.
" Nia jadi bulan depan ikut lomba renang lagi Nak ?" tanya Papah Nia
" InshaAllah Pah.. doain ya Pah Mah " jawab Nia
" kalo itu pasti Nak, doa kami selalu yang terbaik buat kalian anak anak Mamah Papah... hanya baiknya Nia mulai vacum Nak , kamu harus focus ke ujian akhir Nak...ingat Papah pingin kamu masuk fakultas kedokteran di kota Y " kata Papah Nia.
" rencana Nia gitu Pah...setelah ini selesai Nia mau mundur dan fokus Pah di sekolah, bolehkan Pah ?" kata Nia memohon.
..." 1 x ni saja ya oke Papah ijinkan" jawab Papah Nia.Nia langsung mencium pipi Papah Mamahnya dan cium pipi adeknya sebagai ucapan terima...
kasih.
...----------------...
Sore jam 16.00 Nia diantar supir pribadi Papahnya latihan ke kolam renang dan di sana sudah ada 15 orang temannya juga yang akan ikut berlatih renang.
Nia sudah aktif di kegiatan renang sejak duduk di bangku SD ,kedua orang tuanya sudah memberikan banyak kegiatan agar Nia tidak banyak bermain dan semua Nia jalani karena Nia anaknya yang menurut kata kata orang tua.
" oke semua 15 menit lagi kita mulai pemanasan dan ingat kurang 20 hari lagi kita akan bertanding, semua siap ?? " tanya pelatih yang mereka panggil dengan nama Om Polo
" siappp !!!" jawab Nia dan rekan rekan kompak.
Ternyata di kolam yang sama ada sekelompok laki laki yang sedang berenang juga dan ternyata mereka teman sekolah Nia.
" Nald...Ronald...liat deh...itu kayaknya cewek idaman luu deh di antara para atlet didikan Pak Polo" kata Rudi teman Ronald yang sama sama 1 kelas dengan Ronald.
Ronald segera menatap kumpulan atlet didikan Pak Polo dan ya ada Nia...dia Nia cewek incaran Ronald yang selalu gagal Ronald dapat hatinya karena selalu di tolak cintanya ( ciieee ciiieee 🤭🤭 cinta monyet anak sekolah).
" hebat Nia...udah cantik, pinter, ternyata atlet renang didikan Pak Polo ckckckc...padahal untuk masuk menjadi anak didik tu pelatih (tunjuk Rudi ke Pak Polo) susahnya setengah hidup " kata Rudi bangga dengan Nia dan menceritakan tentang pelatih bernama Pak Polo yang super duper galak, disiplin tapi kalo sudah lolos menjadi anak didiknya di jamin menangan di setiap lomba lomba.
Ronald dan teman teman masih memperhatikan Nia dari jauh yang sedang olah raga pemanasan dengan gerakan senam kaki, tangan dan badan pokoknya.
Saat tiba pemanasan lari keliling kolam tanpa Nia sadari Nia melewati kelompok Ronald...Nia tidak menyadari kalo ada Ronald di kolam renang tersebut dan selalu memperhatikan dia.
Nia dan teman teman harus berlari mengelilingi kolam 5 putaran dengan panjang 200 meter, dan di saat putaran ke 4 ada kejadian yang membuat Nia terpaksa harus terjun ke kolam yang paling dalam di sana yaitu kedalaman 6 meter...
" tolong...tolong...anak saya tercebur ke kolam yang..." kata seorang ibu yang histeris dan membuat para pengunjung berkerumun.
Pelatih Polo segera datang ke arah ibu yang histeris dan segera paham yang terjadi.
" siapa yang sekarang berada di kolam itu ?" tanya pelatih Polo.
" Nia, Om... " jawab temannya yang ikut berlatih karena berada di belakang Nia saat lari pemanasan.
Semua pada fokus ke arah kolam yang paling dalam tersebut tapi Nia belum juga muncul dalam beberap menit ini.
" Sen siapkan diri segera terjun menyusul Nia" perintah Pak Polo ke pelatih yang lain karena panik Nia juga belum juga muncul.
Dan di saat pelatih yang lain terjun ke kolam Nia muncul dengan membawa seorang anak laki laki yang sekitar berumur 6 tahun... Nia segera menyerahkan anak tersebut ke temannya yang segera di lakukan pertolongan pertama.
Teman yang lain segera mendekati Nia dan memberikan air mineral ke Nia
" kamu baik baik Nia ? " tanya pelatih Polo
" inshaAllah Om " jawab Nia tegas
" siap latihan ?" tanya pelatih
" siap inshaAllah " jawab Nia yang langsung beranjak dari duduknya dan segera mengikuti Pelatihnya dan teman temannya untuk berlatih.
Saat Nia sedang berjalan tiba tiba Rudi memanggil namanya dan Nia segera menoleh ke arah suara yang memanggilnya... Nia sekilas menatap ke arah Ronald ada rasa kaget Ronald berada di antara kerumunan orang orang tadi.
" haiii Nia..." kata Ronald pelan dan terlihat bingung dengan senyum sumringahnya.
Nia hanya menatap dan senyum sedikit ( jangan senyum banyak banyak 😁).
Nia dan teman teman latihan berenang memanjang dengan gaya yang di tentukan yaitu gaya bebas dan gaya kupu kupu...sementara dari kejauhan Ronald hanya menatap Nia memperhatikan Nia dengan gaya lincah dan sangat cepat.
" Nald...ayo balik yuh " ajak Rudi karena dari tadi Ronald hanya diam memperhatikan Nia berlatih.
" kalian balik dulu aja gih " jawab Ronald cuek
" Nald ...Ronald...gue tau elu dari tadi liatin Nia saja, kita kayak obat nyamuk ni liatin orang yang sedang jatuh cinta " kata Rudi
" kalo mau obat nyamuk beli gih di warung banyak... jatuh cinta enak aja lu ngomong jatuh tangga kaliii " jawab Ronald ketus
" eits tumben esmosi ni... dampak cinta di tolak ya broooo " kata Rudi menggoda dan diikuti tawa teman yang lain menggoda Ronald.
" jangan marah Nald...tanya tuh sama Anton sifat Nia, Anton sejak SD, SMP satu sekolah terus sama Nia " kata Rudi.
Ronald lalu ke arah Anton yang sedang duduk diantara mereka.
" serius Ton ?" tanya Ronald
" ya Nald kami satu sekolah terus...Nia saat SD anak baru pindahan dari Sumatra Utara dia blesteran Sunda - Sumatra jadi kalo ada wajah cantik dan beda dari cewek yang lain wajar dia blesteran walau tetep WNI looo ya...dia anak pintar sejak dulu dan memang gak punya pacar, bukan gak laku tapi dia menolak setiap ada cowok yang nembak door cinta...penggemar Nia banyak banget tapi lagi lagi dia menolak, dia sibuk les les les dan les...ortunya disiplin sama dia, Papahnya galak " kata Anton menjelaskan.
Ronald begitu menghayati cerita Anton tentang Nia.
...----------------...
Seperti janji Nia ke orang tuanya setelah lomba selesai Nia pun berpamitan ke pelatihnya untuk off karena mau fokus ke ujian akhir sekolah.
Selama beberapa bulan ni Nia dan teman temannya fokus ke sekolah untuk menyiapkan diri menghadapi ujian sekolah.
Pagi ini disekolah rame karena siswa kelas XII melihat hasil pengumuman.
"Nia... syukurlah kita lulus " kata Mei histeris
" Alhamdulillah " kata Nia memeluk Mei.
Lagi lagi ada yang memperhatikan Nia dari jauh...dia adalah Ronald, ingin rasanya Ronald mendekati Nia dan berbicara layaknya teman biasa yang lain tapi Nia perempuan yang beda dari yang lain, Nia tidak banyak bicara, jangan kan tertawa untuk senyum saja susahnya minta ampun.
" Nia, Mei kepala sekolah besok pagi mau ngadain acara piknik nih tapi hanya yang deket karena PP alias Pulang pergi... kalian ikut kan ?" kata Vina
" ikut ahhh " jawab Mei
" gue gak tau, gue ijin dulu ya..." jawab Nia
Saat Nia dan the gengs sedang ngobrol di kantin Mang Udin datang juga the gegs yang lain di mana ada Ronald
" boleh gabung dengan meja nona nona cantik ?" tanya Rudi
" gak boleh !!! bayar dulu ke Mang Udin " jawab Vina.
" ooo kalo itu beres ya Mang... hari ini gue yang traktir " jawab Rudi
" serius Rud ? emang elu ada duit ?" goda Vina
" hehehe (sambil garuk kepala yang gak gatal ?kagak... ntar gue pinjam Ronald, Nald pinjam duit elu yaaa" jawab Rudi sambil melirik Ronald.
" hhhuuuuu berarti bukan elu yang nraktir tapi Ronald " kata Mei
" sudah sudah ayo makan..." kata Ronald
Ronald sekali kali melihat ke arah Nia tapi Nia sama sekali mengabaikannya dan cuek sambil menikmati soto Mang Udin dan memainkan hapenya.
" Nia...kamu mau tambah minum ?" tawar Ronald mencoba menyapa Nia
" ccieeee...cieeee " goda Rudi
Ronald langsung reflek menatap mata Rudi dan menginjak kaki Rudi sehingga Rudi berteriak histeris karena sakit injakkan sepatu Ronald
" Nald kira kira dong nginjak...sepatu elu buatan LN kuat banget brooo ntar kalo kaki gue di gips gimana " kata Rudi
" tenang gue gips pake semen tiga roda " jawab Ronald spontan
Teman teman yang lain ketawa dengan kelakuan Ronald dan Rudi yang mencoba mencari perhatian Nia.
Belum sempat mendengar jawaban Nia, kini Nia malah beranjak dari kursinya dan menyerahkan uang 50 ribu ke Mei agar membayarkan makanan mereka ke Mang Udin.
" maaf... saya duluan, sudah di tunggu Mamah di depan dan Mei ini uang buat bayar makanan yang kita makan" kata Nia pamit ke teman temannya dan Ronald tentunya.
" gak usah Nia nanti biar ku bayar " kata Ronald
" terima kasih tawarannya tapi saya pas membawa uang " jawab Nia tanpa ekspresi dan segera pergi dari teman temannya.
Sementara di rumah keluarga Nia...Nia menyampaikan acara kepala sekolah besok pagi ke orang tuanya.
" kalo gak boleh gpp Pah Mah... Nia gak maksa kok, ini gak wajib Pah " kata Nia kepada orang tuanya yang tau sepertinya surat ijin dari orang tuanýa gak akan keluar.
" Papah ijinkan asal di temani Om Roy (adik Mamah Nia) " kata Papah Nia
" serius Pah...oke deh" kata Nia bahagia karena surat ijin keluar juga.
...----------------...
Pagi jam 06.00 Nia datang ke sekolah dan melihat sudah banyak bis di halaman sekolah.
" waduh gue bis yang mana ya " gumam Nia sambil clingak clinguk mencari gengs bawel
Sementara Ronald bertanya sama Anton di bis yang sudah mereka naiki.
" Ton...kalo acara ginian Nia pasti gak ikut ya ?" tanya Ronald.
" setahuku dari dulu Nia gak pernah ikut ginian Nald, mana dapat ijin dari Mmhnya dia " jawab Anton mengingat Nia saat di sekolahnya dulu.
Ronald langsung diam dan lemes karena cewek yang dia suka gak ikut hadir di acara ini.
" woyyy gak boleh ngelamun ntar mba kunti nempel looo " kata Rudi mengangetkan lamunan Ronald.
" enak aja lu, elu aja yang di deketin mb kunti beserta keluarganya mba Kunti" jawab Ronald
Rudi ketawa dengar Ronald jawab sambil gak fokus
" elu mikirin cewek idaman loo ya ... tenang dia datang... tuh baru aja datang dan sedang bingung mencari bis mana " kata Rudi
" serius looo ?" tanya Ronald semangat.
Ternyata Ronald 1 bis dengan gengs Nia.
30 menit kemudian satu persatu bis mulai berangkat dan saat bis Ronald mau berangkat kaget bahagia karena Nia dan Mei Vina di pindah ke bis Ronald.
" wah rame ni bis kita karena ada ratu bawel dan centil di sini " kata Rudi spontan dengan tujuan ke Vina
" sialan looo...bawel bawel tapi lo suka kan aslinya, gue aja yang gak mau sama elu weeee " jawab Vina sambil menjulurkan lidah mengejek yang di spontan di tertawai teman 1 bis nya.
Ronald masih melihat ke arah Nia sepertinya Nia belum dapat kursi yang nyaman untuk duduk.
" Mei...sebaiknya kamu dan Nia duduk di sini saja, biar saya dan Rudi pindah " tawar Ronald ke Mei yang di dengar Nia
" looo kok kita pindah Nald...biar Mei cari kursi sendiri napa sih" ngomel Rudi gak terima kursinya pindah.
Ronald lalu menginjak kaki Rudi dan akhirnya Rudi setuju untuk bertukar tempat sesuai perintah Ronald.
" serius Nald , Rud ? aissshh makasih ya ..." kata Mei
Saat Ronald lewat di depan Nia samar samar Ronald mendengar Nia berkata
" terima kasih " kata Nia pelan dan Ronald membalas dengan senyuman yang paling tampan 😂😂 " sama sama Ni"
Perjalanan memakan waktu 2 jam dan tibalah mereka di tempat tujuan.
Semua berkumpul di taman karena ada arahan dari Kepala sekolah.
Nia selalu bersama Vina dan Mei.
Saat di tengah tengah arahan Nia teringat dia belum melaksanakan solat Dhuha.
" gue ijin ya mau solat bentar " kata Nia ke sahabatnya.
Nia melaksanakan solat seorang diri dan diam diam Ronald mengikutinya...ya Ronald mengikuti sambil menjaga Nia dari kejauhan karena Ronald maupun Nia belum paham, hafal situasi daerah wisata ini.
" sungguh wanita idaman...dalam keadaan gini bahagia untuk anak remaja dia masih ingat untuk solat " kata Ronald pelan sambil memperhatikan Nia.
Acara ini hanya santai, ramah tamah dan selesai makan siang merekapun harus kembali.
" kapan lo berangkat Nia ?" tanya Mei di dalam bis kepada Nia.
" entah...tapi kek nya 3 hari lagi " jawab Nia cuek sambil melihat ke jalan.
" yahh kapan lagi kita bisa ketemu ya Nia, gue pasti kangen elu " kata Mei sedih sambil memeluk Nia
" husst jangan gitu ah kayak anak kecil, lagian gue masih di Indonesia juga kok... kan ada telpon, medsos atau kapan kapan kita saling berkunjung ya..." kata Nia
Akhirnya Mei dan Nia saling bercerita seru di dalam bis, sedang Ronald yang berada di kursi belakang hanya bisa memandang dari jauh.
" walau hanya menatapmu dari jauh itu sudah buat aku bahagia " gumam Ronald dalam hati.
Sekali kali Om Nia ( Om Roy ) memantau Nia dari jauh.
" itu siapa Nia ya Rud ? dari tadi melihat Nia terus " tanya Ronald saat mereka nongkrong
" mana ...mana..." kata Rudi dan the gengs cowok
" ooo itu Om Nia, namanya kalo gak salah Om Roy... cukup terkenal brooo di kelas para sosialita para cowok " jawab Anton spontan setelah liat yg di tunjuk Ronald
"setahu gue yang ada sosialita cewek cewek, ibu ibu gitu Ton..." kata Rudi bingung
" jangan salah...Om Roy masuk di grouop para pemilik mobil mewah dan motor...kabarnya Omnya Nia dulu pembalap motor terus berhenti dan gak tau alasannya so temannya dari kalangan pebisnis...ceweknya banyak tapi belum satupun terpilih untuk menjadi istrinya... bujang tua " kata Anton.
" elu tau semua tentang Nia, Ton ?" tanya Ronald
" kebetulan karena dulu rumah kami sebelahan... terus Ayah Nia pindah dapat fasilitas perusahaan...maklum petinggi dan jabatan bagus. Ayahnya baik sama semua orang " jawab Anton.
Hari ini Nia sudah berada di kota Yogyakarta , kota yang terkenal dengan kota pelajarnya... jauh keadaan dengan di kota Nia sebelumnya yaitu di kota Jakarta yang penuh dengan keramaian, kepadatan penduduk, kemacetan di mana mana . Nia berada di kota Y tidak sendiri orang tuanya Nia sudah jauh jauh hari mempersiapkan rumah mungil.buat Nia dan saat ini Nia di temani seorang ART atau di panggil Bi Sumi dan ada Tantenya yaitu tante Cici adik dari Mama Nia yang masih belum menikah. Nia anak perempuan dari 2 bersaudara dan orang tua Nia sangat ketat menjaga Nia.
Ayah Nia bekerja di salah satu BUMN di kota Jakarta dengan jabatan cukup bagus dan tipe pemimpin yang di sukai anak buahnya, sedang Mama Nia adalah ibu rumah tangga biasa yang full mengurus keluarganya.
Hari ini hari 1 Nia masuk kampus yang terkenal warna jas almamater birunya. Hari pertama saja Nia sudah di lirik banyak kakak tingkatnya.
Selanjutnya Nia kuliah dan mengjikuti perkuliahan di fakultas kedokteran ini dengan baik dan lancar (harapannya 😊).
Sementara di rumah keluarga Ronald juga sedang sibuk karena siang ini Ronald akan berangkat ke luar negeri ya Mami Papinya Ronald menginginkan Ronald melanjutkan sekolah di Jerman sekolah pilihan Papinya.
Ronald putus komunikasi dengan teman temannya putih abu abu. Ronald berusaha kuliah dengan baik agar bisa kembali ke negaranya... di negara orang ni Ronald agak tidak betah tapi demi pendidikan dia rela ikhlas deh.
Ronald berusaha melupakan Nia tapi jujur tidak semudah itu... kabar tentang Nia selalu Ronald dapat dari Mei sahabat Nia.
Di kota Yogya Nia pun fokus dengan kuliahnya bahkan kini sangat amat sibuk.
" Bik bilang tante ya hari ini Nia pulang telat karena mau mampir ke Gramedia di jalan xxx " kata Nia kepada Bik Sumi sambil berjalan keluar rumah
" okeyyy...lo mb Nia gak naik mobil saja dari pada naik angkot mba " kata Bik Sumi tapi Nia sudah keburu jauh melangkah di luar pagar.
" mb Nia sudah cantik, pintar, gak sombong lagi...punya kendaraan tapi dia lebih suka naik angkot" gumam bik sumi memperhatikan Nia yang sudah hilang dari pandangan mata.
" bik...Nia masih di kamar ?" tanya Tante Cici tante Nia yang baru bangun
" gak Tante Cici ...barusan mba Nia berangkat naik angkot dan oya tadi mba Nia bilang katanya dia pulang telat Tante karena mau ke gramedia di jalan xxx " kata bik Sumi.
Siang itu sepulang kuliah Nia ke Gramedia seorang diri karena ada buku tang harus Nia beli. Nia sedang menunggu taksi online di pinggir jalan sendirian.
" haiii kamu Yuma kan ?anak kedokteran ?" kata laki laki yang bertanya sambil membuka kaca mobilnya dan berhenti di depan Nia.
Nia hanya diam tidak menjawab sedikitpun.
" ooo maaf...mungkin kamu lupa kenalkan Beny kita sama sama di fakultas yang sama hanya saya diatasmu " kata Beny mengenalkan diri.
Nia hanya senyum sekilas.
Yuma adalah nama depan Nia... di kampus ini Nia di panggil nama depan yaitu Yuma😊.
" oya kamu mau kemana ? ayo saya anter sekalian" kata Beny menawarkan diri
" makasih Kak...saya sedang menunggu grab " jawab Nia sekilas dan gak lama kemudian taksi online pesanan Niapun datang dan Nia berpamitan dengan Beny sambil masuk ke mobil taksinya.
" saya harus mencari tau lebih akurat tentang gadis ini, saya mulai menyukainya ... bagaimana mungkin dia menolak ajakan tumpangan Beny baru ini saya di acuhkan seorang gadis hhhh..." gumam Beny hanya menatap Nia dan taksi onlinenya berlalu dari pandangan Beny.
Malam itu Nia masih sibuk dengan hafalan buku primbon kedokteran yang tebelnya buat geleng geleng kepala... Bik Sumi melihat kamar anak majikannya masih menyala dan bik Sumi mengetuk kamar Nia
" masuklah bik...gimana bik ?" kata Nia
" mba Nia belum tidur ? ini sudah jam 23.45 mba besok lagi nanti sakit loo " kata bik Sumi
" husstt bibik jangan doain gitu dong, doainnya saya sehat sehat sehat " jawab Nia
" kalo itu sih pasti mba cantik..." jawab bik Sumi
" terus bibik sendiri kenapa belum tidur ?" tanya Nia
" bibik terbangun dan mau ngecek kunci kunci pintu terus liat kamar mba Nia jadi bibik kesini deh...Mb Nia mau bibik buatin teh hangat atau gorengan kayak pisang goreng , tempe goreng atau mau yang lain ?" tawar bik Sumi
" gak usah bik makasih ya...sebentar lagi saya mau istirhat kok jadi bibik lanjutin tidurnya ya " jawab Nia
" oke Mba...bibik permisi dulu ya" kata bik Sumi menutup pintu kamar Nia.
...----------------...
Di kampus Beny gak sengaja bertemu Nia di jalan, Beny menyapa Nia dan Nia hanya senyum sekilas.
" Soni kamu tau gak adik tingkat itu " tunjuk Beny ke arah Nia yang sedang ngobrol sama teman ceweknya
" yang mana...ooo itu Yuma, kenal sih gak tapi tau kenapa ? jangan bilang kamu suka dia ya...terus adik tingkat yang di fakultas ekonomi mau kamu kemanakan " kata Soni teman Beny karena Beny juga sedang dekat dengan anak fakultas ekonomi
" halahh kayak gak tau siapa aku saja kamu ni...yang aku penasaran kemaren sore ketemu di Gramedia dia ku tawarkan pulang bareng eee dia nolak Son..." kata Beny menepuk jidatnya.
" apa ???? serius...hahaha baru ini aku dengar play boy cap kampak di tolak cewek " jawab Soni tertawa lepas diikuti beberapa temannya yang lain.
Beny hanya menatap tajam ke arah teman temannya.
" sialan luuu " kata Beny
Beny di kampus terkenal play boy ya karena wajahnya yang tampan bawaannya yang borjuis sehingga banyak cewek cewek yang suka dia dan Beny tidak pernah di tolak cewek jika dia bilang suka.
Ayah Beny seorang dokter juga di kota Yogya.
...----------------...
Tidak terasa sudah 5 th Nia menempuh pendidikan di kota Yogya dan sudah meraih gelar dokter umum.
Orang tua Nia menginginkan Nia segera melanjutkan ke sekolah spesialis kandungan dan lagi lagi Nia menuruti keinginan orang tuanya.
Sementara di negara yang berbeda waktu.. Ronald pun sudah selesai kuliahnya dan sudah kembali ke Indonesia dan bekerja di perusahaan keluarganya di bidang properti yang tersebar di mana mana.
Ronald tetap menjadi pribadi yang sederhana di luar pekerjaannya bahkan teman di putih abu abunya taunya Ronald anak dari golongan biasa.
Sore itu Ronald kedatangan temannya sekaligus sahabatnya yaitu Rudi, hanya Rudi yang tau alamat rumah Ronald.
" haiii " sapa Ronald menemui Rudi di ruang tamunya
" elu ya balik ke Indo gak kasih kabar wah sombong sekarang ni" jawab Rudi.
" sombong dari Hong Kong ... enak aja lu kalo ngomong " kata Ronald spontan
" waduh yang habis sekolah di LN masih aja ingat ngebanyol kita di jaman SMU hahahhaaha " kata Rudi.
Kedatangan Rudi berniat ingin mengadakan reuni akbar di sekolahnya dulu saat SMU dan Rudi menjadi panitia... Rudi berniat mengajak Ronald ikut jadi panitia juga.
" bukannya menolak bro tapi mending gue jadi makmum aja ya broo...gue dukung tuh acara reuni akbar kita ni jika ada kesusahan baru gue bantu, gue yakin elu dan tim bisa mengatasinya " kata Ronald diikuti tepok jidat Rudi 😂😂😂.
Download NovelToon APP on App Store and Google Play