English
NovelToon NovelToon

Membencimu Karena Mencintaimu

Sita Ayuningrum

Pagi ini jadwal Sita untuk mulai kuliah dia mengambil jurusan ekonomi karena wajib OSPEK dia berangkat pagi agar tidak terlambat.

"Duh,,, mana berat ni bawaan, ojek juga jauh pengkolannya!" gerutu Sita sambil membawa banyak perkakas syarat OSPEK

tin tin... suara klakson mengagetkan Sita dari belakang

"Berat ya neng, bareng yukk" Goda Ana yang merupakan teman Sita awal dari mendaftar kuliah

"Eh... nebeng dong, berat ni mana jauh lagi pengkolan ojek" Jelas Sita sambil mengerucutkan bibir penuhnya

"Dih,, emang aku ojek pengganti" Balas Ana

"Hahaha...bukan tapi kamu pangeran kuda putihku hari ini" bujuk Sita lagi

"wkwkwk,,, cepet naik gih kelamaan becanda!" Seru Ana sambil membuka kunci lock agar Sita bisa naik mobil imutnya

Tak lama Sita dan Ana pun sudah berada didalam mobil yang melaju kearah kampus mereka

"Duh, dah kuliah mahal kenapa pula mesti di OSPEK" Jelas Ana

"Wkwkwk,,, mungkin para senior pengen godain kamu secara kamu kan miss imut" Jawab Sita sekenanya

"Imut? Item mutlak maksudnya?" Balas Ana

"Hahhaha,,, aku gak bilang ya!" Seru Sita yang dibalas dengan cubitan dari Ana

Meski mereka baru kenal tetapi karena Sita anak yang asyik Ana yang sebenarnya pemalu menjadi gampang untuk bergaul

flasback on

"Duh,,, banyak banget sih cowok duduk di depan loket pendaftaran" Gerutu Ana

"Puk" tepuk seseorang dipundak Ana dari belakang

"Mau daftar juga y? barengan yuk biar gak kayak kambing conge" Jelas gadis cantik yang menepuk pundak Ana

"Ehhh,,, boleh yuk, kamu namanya siapa mau daftar jurusan apa?" Tanya Ana

"Aku Sita Ayuningrum panggil aja Sita rencana mau daftar ikut tes jurusan ekonomi kalau kamu?" balasnya sambil mengulurkan tangan untuk berkenalan

"Aku Dewi Setiana, panggil Ana aja aku juga rencana ambil jurusan ekonomi"

Begitulah perkenalan mereka sambil berjalan menuju loket pendaftaran

Flashback off

Setelah lebih dari 30 menit Sita dan Ana akhirnya sampai di kampus mereka Kampus Merdeka di daerah kota J.

Ana merupakan anak asli kota J sedangkan Sita dia anak perantauan demi bisa kuliah di Kampus Merdeka dia harus tinggal terpisah dari paman dan bibinya yang telah merawat dia setelah kedua orangtuanya meninggal dikarenakan kecelakaan lalu lintas di kota S dan sekarang kost ditempat yang murah meski memakan waktu 30 menit menuju kampusnya.

"Sita, cepet turun kayaknya dah pada kumpul deh" Jelas Ana

"Eh, iya kok cepet sih bukanya jam 09.00 ya mulai ini baru 08.45 lho?" Tanya Sita kembali

"Don't know maybe they need to hurry" cerocos Ana

"Ya udah kamu bawa yang kecil aku antar pot bunga punyaku sama kamu ke bagian sumbangan ya!" Jelas sita sigap mengangkat dua pot bunga yang akan disumbangkan sebagai kepedulian terhadap bumi

"sip sip,, cepet ya aku tunggu d barisan" balas Ana sambil mengunci mobilnya

Sita dan Ana yang berjalan terpisah cepat-cepat berlari takut kena hukuman dari seniornya kalau telat dihari OSPEK mereka, secara OSPEK emang nyari kesalahan kayaknya 😅

"Permisi kak" Jelas Sita yang ngos-ngosan sambil membenarkan jilbabnya yang tertiup angin

Eh,,.busyet ni cowok jutek banget kalau bukan karena senior dah gue kepret. Batin Sita

Masih dengan tatapan menyelidik dari atas sampai bawah, Sita yang gak nyaman dipandang begitu oleh seorang cowok langsung berdehem.

"Ehm,,, kak maaf ini bunganya mau diletak dimana?" Mencoba mengalihkan perhatian cowok didepannya

"Letak disudut terus isi form ini" jawab dari cowok tersebut dengan suara seraknya

Ketua BEM

"Ini kak form nya sudah aku isi" jelas Sita

"kamu letak ditumpukan berkas yang disana" jawab cowok itu lagi sambil menunjuk berkas dengan dagunya

"ok kak, saya permisi" sambung Sita bergegas pergi dari ruang administrasi ospek tanpa menunggu balasan dari cowok tersebut

Sita langsung bergegas kelapangan mencari keberadaan Ana karena sebentar lagi ospek akan segera dimulai

"panas banget" celoteh Sita sambil mencolek Ana

"eh,, dah kelar ya?" balas Ana

"udah dan disana jutek yang layanin bikin bete" balas Sita lagi

"Assalamuallaikum warrohmatullihi wabarokatuhu, selamat pagi dekan yang saya hormati dan selamat datang adik - adik mahasiswa mahasiswi baru, perkenalkan saya Aldi wakil dari ketua BEM semester 3 jurusan Elektro pertama mari kita panjatkan puji syukur karena kita bisa berkumpul pagi ini untuk melaksanakan OSPEK tahunan di universitas Merdeka dan jangan khawatir OSPEK kita santai gak ada yang mengerikan" jelas Aldi dan disambut meriah oleh calon mahasiswa dan mahasiswi dengan antusias

"baiklah sebentar lagi kalian akan dibina oleh kakak tingkat kalian dalam menjalankan proses OSPEK ini, dan sekiranya kalian kirang sehat ataupun ada pertanyaan jangan segan untuk info kami senior maupun anggota PMI" lanjut Aldi lagi

"busyettt keren banget wakil BEM kita" seru Ana terhadap Sita

"busyet,, kamu pemalu tapi liat cowok bening dikit langsung speak up ya" jahil Sita

"hahahha, harus itu kan malu tapi mau juga" balas Ana yang tanpa disadari jadi perhatian teman jurusan kami

Setelah instruksi dan arahan dari wakil BEM Aldi semua jurusan sudah dipegang oleh 4 senior dan dalam jurusan dipecah jadi 2 kelompok dan dipegang oleh 2 senior

"Ok, kelompok ini saya kasih nama Anyelir" jelas seorang senior cantik rambut sebahu

"Siap kak" jawab Sita dan kawan-kawannya serentak

"Tugas kalian ciptakan yel-yel untuk kelompok kalian, dan kalian boleh panggil saya Anggi" balas lagi gadis cantik tersebut

"siap kak Anggi"

"dan kenalkan kakak senior ini namanya Ardian Winanta, dia ketua BEM di kampus Merdeka" jelas Anggi lagi yang menunjuk senior disebelahnya dan tak lain adalah cowok yang melayani Sita di ruang administrasi OSPEK

"Sit,, dia itu seniorku lho di sekolah SMA" jelas Ana sambil menyenggol lengan Sita

"Ha? dia tu cowok jutek yang layani aku tadi tau !" balas Sita

"Masak? kayakny kak Anta gak galak deh nti deh ya aku panggil dia" jelas Ana

"ohh, terserah kamu lagian aku gak kenal juga ma tu senior" balas Sita sambil meniup jilbabnya yang tertiup angin kearah wajahnya

Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore dan OSPEK pun diakhiri dengan sorak riuh dari semua panitia maupun mahasiswa baru yang telah resmi lulus OSPEK hari ini.

"kak!" panggil Ana terhadap seniornya

"kamu panggil siapa dek?" jawab Anggi

"ohh, itu kak aku panggil kak Anta" balas Ana yang dibalas tatapan tidak suka dari Anggi

dan benar saja selain Ana mahasiswi baru sedang berkumpul mengelilingi Anta karena pesonanya telah membuat mereka saling berebut untuk mendapatkan perhatian dari seorang Ardian Winanta

"kamu bukannya Ana juniorku di SMA?" balas Anta yang menghampiri Ana sambil berlalu seolah peluang kabur dari mahasiswi yang mengelilinginya

"Iya kak, kirain kak Anta lupa" jelas Ana

"wkwk, sekilas lupa tapi gak ada junior yang semanis kamu" gombal Anta yang membuat yang mendengar mau muntah terutama Sita

Teman

"Anggi, setelah ini gak ada acara kan? aku mau langsung pulang soalnya" tanya Anta terhadap Anggi

"gak ada, cuma jam 8 nanti closing di cafe biasa untuk semua panitia" jelas Anggi

"ok, kalo gitu nanti wa aku ya takut lupa" jelas Anta lagi

"sip" balas Anggi dengan raut wajah kemenangan

"mobil kamu diparkiran kan? yuk jalan bareng" ajak Anta terhadap Ana

"mari kak Anggi" pamit Ana yang langsung ditatap Anggi dengan tatapan kurang bersahabat

"yuk Sita, kamu bareng aku lagi kan?" tanya Ana kepada Sita yang langsung bersitatap dengan Anta

"aku pulang sendiri gak apa kok, soalnya mau mampir ke minimarket dulu" jelas Sita

"ini temen kamu Ana?" tanya Anta sambil menunjuk Sita

"eh,, iya kak kenalin Sita ini kak Anta dan kak Anta ini Sita" ujar Ana

tanpa menunggu Anta langsung mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan Sita tapi uluran tangan Anta dibalas dengan tangkupan kedua tangan di dada Sita dan hal ini membuat Anta mengernyitkan keningnya uluran tangannya ditolak

"salam kenal kak" jawab Sita cuek

Antapun membalas dengan anggukan yang tidak kalah cuek karena merasa baru kali ini ada cewek nolak dia mahasiswi yang lain baik senior maupun junior aja ngantri buat salaman bahkan dapetin no hp ini dicuekin

sesampainya mereka bertiga diparkiran Sita yang merasa segan karena Ana memaksa mengantar pulang mau tidak mau Sita setuju untuk diantar

"kak, kami duluan ya" pamit Ana kepada Anta

"ok, hati-hati" balas Anta

"kak, aku boleh minta no hp kak Anta?" balas Ana lagi

"ehm, boleh" jawab Anta sekilas sambil melirik Sita yang sudah duduk di mobil Ana

"trims kak, seneng deh ada senior SMAku di kampusku" celoteh Ana yang langsung membuat Anta tersenyum menampakkan gigi putihnya

"ok, see you Ana" balas Anta

"bye kak" jawab Ana sambil masuk kedalam mobilnya

sambil mengendarai mobil Ana banyak bercerita soal seniornya yang tak lain ketua BEM di kampus mereka

"mimpi apa ya semalem bisa ketemu kak Anta dan dapetin no hp dia lagi"

"lah, kamu katanya kenal ma tu senior?" tanya Sita

"kenal gitu aja dan kak Anta kan super populer jadi susah kalo mau deket ma dia" jelas Ana

"ohh, jadi kalo sekarang dah bersambut lah ya" ejek sita

"hehe,, maunya doain lah aku berani hadapin para fans ny" kelakar Ana

"tenang kamu mah kurang pede aja kalo cantik kamu number one!" puji Sita

"duhh, maunya kak Anta yang bilang gitu"

"hahaha iya aku doain deh lancar" balas Sita

Sita mampir ke minimarket membeli shampo dan sabun yang stoknya sudah tipis setelah itu Ana langsung mengantarkan Sita pulang

Pov Anta

"Untung aja ada junior pas bubaran OSPEK kalo ga cewek-cewek yang pertama ngincar Aldi pasti langsung gelayut ke aku tadi, tapi kok si Ana temenan ma cewek yang bikin aku esmosi diruang administrasi gara-gara tu bocah aku jadi gak bisa kasih sambutan dan lagi tu bocah emang bikin aku naik darah aja masak salaman tangan ma aku aja ogah emang aku bakteri" celoteh Anta yang heran kenapa harus heran tu bocah teman Ana juniornya kan mereka sekarang junior dia juga di kampus

"

Download NovelToon APP on App Store and Google Play

novel PDF download
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play