English
NovelToon NovelToon

MENIKAH KARNA HUTANG BUDIl

MKHB 01

HAPPY READING 🍁🍁🍁🍁

" Bos anda di minta Tuan besar ke ruangan beliau sekarang" Aditya langsung bicara tanpa basa basi pada Bosnya yang juga merangkap sebagai sahabatnya.

Billy yang sedang serius dengan laptopnya langsung menghentikan kegiatannya dan memandang serius ke arah Asisten merangkap sekertarisnya itu.

" Emang ada persoalan apa? emang ada masalah di perusahaan kita?" Tanya Billy seraya merapikan perkerjaannya.

" Gue ga tau Bos" Aditya hanya mengangkat bahunya.

" Ya sudah ayo lah, takutnya penting" Billy bangun dari kursi kebesarannya dan berjalan ke luar ruangan nya dan di ikuti oleh Adit di belakang nya, dan saat keluar dari ruangannya Chintya sekertaris Adit langsung memberikan senyum terbaik nya untuk Dirutnya itu karna memang Chintya sudah lama menaru hati pada Billy bisa di bilang sejak pertama dia melihat Bosnya itu, Billy Iskandar Hermawan Putra bungsu dari Hendri Hermawan, usia 30tahun lulusan bisnis dan hukum dari Oxford university London, salah satu alih waris dari puluhan usaha yang bergerak di banyak bidang, tinggal di Apartment seharga 65M di kawasan SCBD. tubuh kekar dan gagah, berotot karna Billy sangat rajin berolah raga juga ngegym.

"Tok tok tok" Billy mengetuk pintu ruangan Papanya yang memang masih aktif ikut mengurus perusahaan sebagai Presdir walau sudah berusia 60 tahun tapi Hendri sendiri masih terlihat muda dan Vit, kalau untuk cewe yang doyan Om Om Hendri salah satu yang pasti akan di perebutkan, dengan postur tubuh yang masih gagah dengan rambut di biarkan sedikit memutih yang justru membuat kesan bijaksananya sangat terpancar.

Hendri melihat pintu ruangannya terbuka dan sedikit tersenyum melihat Putra bungsu nya itu.

" Maaf Tuan saya akan menunggu di luar saja" Aditya bermaksud untuk undur diri meninggalkan kedua Bos nya itu karna takutnya apa yang akan di bicarakan adalah masalah keluarga, karna kalau urusan Kantor pasti dia akan tau, sedangkan dia tidak mengetahui ada masalah serius di perusahaan.

" Ga pa pa Dit, kamu di sini saja" Ujar Hendri menahan Aditya agar tidak pergi.

"Baik Tuan" Adit membukukan sedikit tubuhnya mengiyakan ucapan Bos besarnya itu.

Billy memilih duduk di sofa agar lebih rilexs sedangkan Aditya memilih berdiri di belakang sofa tempat Billy duduk.

" Adit, kamu duduk aja" Perintah Hendri pada Adit, dan Hendri duduk di sofa single yang berada di samping kanan Billy, dan Adit akhirnya duduk di sofa yang paling ujung sedikit jauh dari kedua Bos nya itu.

" Ada apa Pa? kok kayaknya penting banget? apa ada sangkut pautnya dengan meeting kita tadi pagi?" Tanya Billy karma memang mereka baru saja meeting dengan dengan dewan direksi.

Hendri tidak langsung menjawab pertanyaan putranya itu, Hendri terlihat berpikir atas apa yang akan dia katakan dan memandang serius ke arah Billy.

" Bill, kamu tau kan kalau keadaan jantung Mama kamu sudah parah, operasi yang di lakukan sudah sangat tidak berarti, Mama kamu harus segera melakukan transplantasi jantung karna kalau tidak Mama kamu bisa koma untuk waktu yang kita ga tau sampe kapan" Hendri memulai pembicaraan nya.

" Lalu Papa mau aku nyari donor jantung?" Tanya Billy yang air mukanya langsung berubah saat mengingat keadaan wanita yang paling dia cintai itu.

" Kalau masih harus mencari itu akan butuh waktu yang sangat lama, dan kita ga tau akan dapat hasil atau tidak" Ujar Hendri lebih lanjut.

" Lalu maksud Papa gimana?" Billy masih ga ngerti dengan arah pembicaraan Papanya itu.

" Papa sudah mendapatkan donor jantung yang sehat dan sangat cocok dengan Mama kamu, kamu tau Om Bima kan? dan kamu tau kan kalau istri Om Bima baru saja meninggal karna kecelakaan, nach, Om bisa bersedia mendonorkan jantung istrinya untuk Mama kamu, semua sudah di periksa dan jantungnya sehat dan siap di donorkan ke Mama kamu" Ujar Hendri lagi.

Billy tersenyum lega saat mendengar apa yang di katakan oleh Papa nya itu,

" Berarti Mama bisa sembuh dong Pa?!" Tanya Billy dengan semangat dan antusias.

" Tergantung Bill" Ujar Hendri dengan raut wajah yang seketika berubah ga bisa di tebak.

" Tergantung gimana apa nya Pa?" Billy jadi merasa aneh dengan perkataan terakhir Papanya itu.

" Om Bimo cerita ke Papa, kalau istrinya rela memberikan jantungnya pada Mama kamu kalau kamu mau menikahi putri bungsu mereka Amanda " Hendri mengatakan juga persyaratan yang harus mereka lakukan jika ingin mendapatkan donor jantung untuk istrinya yang juga Mama Billy.

Billy sangat terkejut mendengar persyaratan yang di ajukan oleh pihak Bimo kepada Papanya yang dimana itu menyangkut dirinya sendiri.

" Kenapa bisa gitu Pa?! kenapa harus aku yang di korbankan?! Papa kan tau aku udah punya Celia dan kami sudah berencana akan menikah akhir tahun depan!" Billy menolak secara halus persyaratan yang di ajukan oleh pihak Bimo kepada keluarga mereka.

" Ya itu terserah kamu Bill, keputusan ada di kamu, lagi pula yang Papa lihat pacar kamu si Celia itu cuma menghambur-hamburkan duit kamu, beli ini beli itu, yang semuanya sangat tidak berguna" Hendri mengungkapkan apa yang selama ini menjadi perhatian nya terhadap pacar adik anak bungsu nya itu.

" Perempuan wajarlah Pa kalau suka shopping" Billy membela pacarnya.

" Tapi status dia baru pacar kamu bukan istri kamu, baru jadi pacar udah boros kayak gitu, gimana kalau jadi istri? bisa-bisa usaha yang Papa rintis bersama Opa kamu akan habis untuk kesenangan dirinya sendiri, jangan kamu pikir Papa ga tau kalau kamu membiayai dia dan ibunya jalan-jalan eropa dan membelikannya kalung berlian dengan harga milliaran! Papa juga tau kalau mobil sport yang dia pake itu adalah pemberian kamu! Papa tau dia seorang artist top saat ini! tapi dia tetap ga akan sanggup membiayai Gaya hidup mewahnya kalau bukan karna campur tangan kamu!" Hendri membongkar semua apa yang dia ketahui selama ini tentang bagaimana borosnya Billy kepada pacarnya yang seorang artis FTV itu.

Billy tentunya sangat terkejut dengan apa yang semua di katakan oleh Papa nya itu, karna selama ini Papanya terkesan cuek dengan kehidupan nya dan juga dengan siapa dia pacaran, Billy juga terkejut karna Papanya bisa tau semua yang dia lakukan untuk Celia dengan detail tanpa ada yang meleset satu kata pun, Billy memandang ke arah Aditya Billy curiga kalau Aditya diam-diam menjadi mata-mata Papa nya untuk memantau apa saja yang dia lakukan.

Adit yang mendapat pandangan penuh selidik seperti itu dari Billy hanya mengangkat bahunya, karna memang dia tidak tau menau karna dia sendiri terkejut dengan informasi yang di katakan Bos besarnya itu.

"Terserah kamu Bill! nyawa Mama kamu ada di tangan kamu!" Hendri sengaja tidak ingin memaksa karna dia tau Billy bukan orang yang bisa di paksa untuk menuruti keinginan orang lain.

BERSAMBUNG

GUY'S MINTA DUKUNGANNYA DENGAN LIKE DAN KOMEN KALIAN YA, AGAR CERITANYA BISA MASUK RATING DAN NAIK RATING

MKHB 02

HAPPY READING 🍁 🍁🍁🍁

Bima yang masih berduka karna kepergian istrinya karna kecelakaan yang mereka alami harus terlihatt tegar di depan putri bungsunya yang sangat terpukul karna kepergian Mama yang sangat di sayangi, Bima baru kembali dari rumah sakit dengan beberapa luka memar di wajahnya, Bima baru selesai mengurus segala administrasi istrinya sampai dua hari ke depan, sebab dia belum bisa langsung membawa pulang jenazah istrinya itu terkait dengan transplantasi jantung yang akan di jalani istrinya, Bima berjalan ke kamar putrinya tapi Bima tidak mendapatkan putrinya berada di dalam kamar nya, Bima menanyakan pada semua ART yang ada tapi semua menjawab tidak melihat Nona muda mereka itu, Lalu Bima berjalan ke arah kolam renang dan dia mendapati putrinya itu sedang duduk termenung di pinggir kolam renang, Bima berjalan mendekati putrinya itu lalu mendudukan pantatnya di sebelah putrinya dan merangkul pundak putrinya itu dengan penuh cinta.

" Sayang, kamu ngapain malam-malam sendirian?" Tanya Bima.

" Mama kapan di bawa pulang Pa?" Amanda balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Papa nya itu.

" Setelah menjalani operasi transplantasi jantung, jenazah Mama akan segera di bawa pulang" Ujar Bima menjelaskan alasan kenapa jenazah istrinya masih belum di bawa pulang.

" Kenapa sich Pa jantung Mama mesti di kasih ke orang lain? kan kasian Mama jadi ga punya jantung" Amanda terlihat protes dengan rencana transplantasi jantung yang akan di lakukan pada Mamanya.

" Sayang, itu udah jadi niatan Mama kamu dan itu akan jadi ladang pahala buat Mama kamu, tapi selain itu ada juga amanat Mama kamu Yang harus kita jalani terutama kamu sayang" Ujar Bima dengan suara lembut.

Amanda memandang serius ke wajah Papa nya karna amanat yang di sebutkan Papa nya membawa-bawa namanya.

" Amanat apa Pa dari Mama yang harus aku jalani?" Tanya Amanda dengan nada penasaran di suaranya.

" Nanti setelah pemakaman Mama kamu baru kita bicarakan lagi, sekarang kita masuk yuk, udah malam banget, nanti kamu sakit, kakak kamu kapan datang?" Bima menanyakan tentang anak sulungnya.

" Kak Sakti katanya baru sampe besok karna pesawatnya delay, karnakan harusnya liburan Kak Sakti masih empat hari lagi" Amanda memberitaukan rencana kepulangan Kakaknya dari liburan bersama istri dan anak semata wayang mereka.

" Ya sudah kalau gitu, ayo masuk" Bima memegang tangan putrinya dan mengajaknya berdiri dari tempatnya, Amanda mau ga mau mengikuti kemauan Papanya untuk masuk ke dalam rumah.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Billy yang sedang berada di club bersama Aditya terlihat mukanya sangat kusut dengan permintaan Papanya yang ingin menjodohkan nya dengan anak temannya yang mau mendonorkan jantung nya untuk Mamanya, Billy menenggak wine nya hingga habis dan menuangkan lagi ke dalam gelasnya yang kosong dan kembali menenggak nya sampe habis.

" Bro, loe jangan kebanyakan minum, masalahnya ga bakal hilang juga dengan loe mabuk" Adit mengambil botol wine dari tangan Billy dan menjauhkannya dari jangkauan tangan Billy.

" Kenapa harus gue yang di jodohin!" Ujar Billy dengan emosi.

" Karna cuma elo yang belum nikah" Ujar Adit.

" Gemma juga belum.nikah!" Ujar Billy menyebutkan nama kakak sulungnya.

" Tapi Mas Gemma udah tunangan dan mereka akan menikah akhir tahun ini" Adit mengingatkan Billy tentang Gemma yang sudah bertunangan dengan Ella.

" Gue juga udah punya pacar dan gue juga berencana mau nikah tahun depan!" Billy masih ga mau kalah.

" Gue ga bisa ikut campur bro, karna itu sudah menjadi keputusan Tuan besar dan Tuan besar juga nyerahin semua ke elo tapi perlu loe ingat bro keputusan loe menentukan hidup dan mati nyokap loe" Adit kembali mengingatkan agar Billy tidak menjadi egois.

Billy meremas rambutnya dengan masalah yang mendadak harus dia hadapi dan harus mengorbankan hubungan percintaannya.

" Ayolah kita pulang, ingat besok Tuan besar meminta keputusan loe" Ujar Aditya sambil menuntun Bos sekaligus sahabatnya itu..

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Billy membuka matanya dan mendapatkan dirinya sudah berada di Apartment nya, dengan kepala yang sedikit pusing Billy mengambil ponselnya yang terus berbunyi, Billy melihat nama yang muncul di layar ponselnya tertulis my love Di sana.

" Hallo sayang, iya aku baru bangun, iya nanti kita ketemu pas makan siang, di cafe tempat biasa" Billy menentukan tempat mereka untuk makan siang nanti, Billy bangun dari ranjangnya dan berjalan ke kamar mandi.

Billy sudah terlihat rapi dengan setelan kantornya, Billy mengambil kunci mobilnya di atas nakas lalu berjalan ke arah pintu Apartment dan saat Billy membuka pintu Apartment nya dia Di kejutkan dengan kehadiran Aditya di depan wajahnya.

" Gue pikir loe belum bangun" Ujar Adit yang sekarang berdiri di pintu Apartment Billy, Billy memberikan kunci mobilnya kepada Adit lalu berjalan mendahului Adit menuju lift yang berada di ujung koridor Apartment, keduanya masuk ke dalam lift dan lift pun Bergerak menuju lantai basemen di mana lokasi parkiran monil berada, setelah keluar dari dalam lift Billy dan Adit berjalan menuju mobil sport milik Billy dan kedua masuk ke dalam mobil dan dengan cekatan Adit mengedarai mobil sport tersebut menuju kantor kantor Billy.

Adit memarkirkan mobil sport yang di setir di parkir khusus Dirut dan Billy langsung keluar dari dalam mobil di ikuti oleh Adit dan saat Billy dan Adit memasuki pintu utama gedung megah tersebut setiap orang yang melihat mereka memberikan hormat kepada keduanya, Billy dan Adit menuju lift khusus Presdir dan Dirut yang ruangannya berada di lantai 18 gedung ini, karna memang perusahaan Billy memakai lantai satu hingga delapan belas sebagai kantornya sementara lantai sebilan belas hingga lantai tiga puluh lima itu di sewakan pada beberapa perusahaan lain.

Chintya langsung berdiri dari kursinya saat melihat kedatangan Billy dan Adit yang sedang berjalan ke arah nya.

" Selamat pagi Pak Billy Pak Adit" Sapa Chintya dengan senyum semanis mungkin di bibirnya, dan seperti biasa tidak ada sahutan apapun atas sapaan yang dia berikan dan itu sudah dia alami selama tiga tahun bekerja di perusahaan ini, Chintya sebenarnya sudah. bekerja selama tujuh. tahun tapi awalnya dia hanya staf di department keuangan lalu dia di angkat menjadi sekertaris Direktur keuangan selama dua tahun baru setelahnya dia di minta menjadi sekertaris Asisten pribadi Dirut untuk menggantikan sekertaris yang lama yang resign karna harus ikut suaminya yang pindah ke luar kota, Billy langsung masuk ke ruangannya sementara Adit berhenti di meja Chintya.

" Apa skejul Dirut hari ini?" Tanya Adit tentang kegiatan Bos nya hari ini.

" Nanti jam sembilan ada. metting sama perusahaan Adipurna Jaya untuk membahas kerja sama pembangunan hotel Di Singapore dan Australia Pak, terus jam empat sore ada meeting di luar dengan Pak Sandy dari perusahaan German yang ingin kerja sama di bidang Batu bara Pak" Chintya menyampaikan skejul Bos nya kepada Aditya.

" Satu lagi Pak, tadi Tuan Hendri berpesan agar jam makan siang Pak Billy menemui beliau di Restoran di hotel indonesia Pak" Chintya tidak lupa menyampaikan pesan yang dia dapat dari sekertaris Presdir nya.

" Ya sudah, terima kasih, kalau begitu kamu siapkan semua keperluan meeting dan siapa saja yang harus hadir dalam meeting" Adit memberikan intruksi kepada sekertaris nya itu

" Baik Pak" Chintya menganggukan kepalanya.

Adit pun melanjutkan langkahnya masuk ke dalam ruangan Billy sementara Chintya hanya memandangi punggung kekar milik Adit yang memghilamg di balik pintu Dirut.

BERSAMBUNG

TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DAN MEMBACA KARYA SAYA 🙏🙏🙏 DUKUNG KARYA SAYA DENGAN LIKE DAN KOMEN KALIAN, VOTE JUGA YA TEMAN-TEMAN

MKHB 03

ENJOY YOUR READING GUYS 🍁🍁

Bima yang masih berduka karna kepergian istrinya karna kecelakaan yang mereka alami harus terlihatt tegar di depan putri bungsunya yang sangat terpukul karna kepergian Mama yang sangat di sayangi, Bima baru kembali dari rumah sakit dengan beberapa luka memar di wajahnya, Bima baru selesai mengurus segala administrasi istrinya sampai dua hari ke depan, sebab dia belum bisa langsung membawa pulang jenazah istrinya itu terkait dengan transplantasi jantung yang akan di jalani istrinya, Bima berjalan ke kamar putrinya tapi Bima tidak mendapatkan putrinya berada di dalam kamar nya, Bima menanyakan pada semua ART yang ada tapi semua menjawab tidak melihat Nona muda mereka itu, Lalu Bima berjalan ke arah kolam renang dan dia mendapati putrinya itu sedang duduk termenung di pinggir kolam renang, Bima berjalan mendekati putrinya itu lalu mendudukan pantatnya di sebelah putrinya dan merangkul pundak putrinya itu dengan penuh cinta.

" Sayang, kamu ngapain malam-malam sendirian?" Tanya Bima.

" Mama kapan di bawa pulang Pa?" Amanda balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Papa nya itu.

" Setelah menjalani operasi transplantasi jantung, jenazah Mama akan segera di bawa pulang" Ujar Bima menjelaskan alasan kenapa jenazah istrinya masih belum di bawa pulang.

" Kenapa sich Pa jantung Mama mesti di kasih ke orang lain? kan kasian Mama jadi ga punya jantung" Amanda terlihat protes dengan rencana transplantasi jantung yang akan di lakukan pada Mamanya.

" Sayang, itu udah jadi niatan Mama kamu dan itu akan jadi ladang pahala buat Mama kamu, tapi selain itu ada juga amanat Mama kamu Yang harus kita jalani terutama kamu sayang" Ujar Bima dengan suara lembut.

Amanda memandang serius ke wajah Papa nya karna amanat yang di sebutkan Papa nya membawa-bawa namanya.

" Amanat apa Pa dari Mama yang harus aku jalani?" Tanya Amanda dengan nada penasaran di suaranya.

" Nanti setelah pemakaman Mama kamu baru kita bicarakan lagi, sekarang kita masuk yuk, udah malam banget, nanti kamu sakit, kakak kamu kapan datang?" Bima menanyakan tentang anak sulungnya.

" Kak Sakti katanya baru sampe besok karna pesawatnya delay, karnakan harusnya liburan Kak Sakti masih empat hari lagi" Amanda memberitaukan rencana kepulangan Kakaknya dari liburan bersama istri dan anak semata wayang mereka.

" Ya sudah kalau gitu, ayo masuk" Bima memegang tangan putrinya dan mengajaknya berdiri dari tempatnya, Amanda mau ga mau mengikuti kemauan Papanya untuk masuk ke dalam rumah.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Billy yang sedang berada di club bersama Aditya terlihat mukanya sangat kusut dengan permintaan Papanya yang ingin menjodohkan nya dengan anak temannya yang mau mendonorkan jantung nya untuk Mamanya, Billy menenggak wine nya hingga habis dan menuangkan lagi ke dalam gelasnya yang kosong dan kembali menenggak nya sampe habis.

" Bro, loe jangan kebanyakan minum, masalahnya ga bakal hilang juga dengan loe mabuk" Adit mengambil botol wine dari tangan Billy dan menjauhkannya dari jangkauan tangan Billy.

" Kenapa harus gue yang di jodohin!" Ujar Billy dengan emosi.

" Karna cuma elo yang belum nikah" Ujar Adit.

" Gemma juga belum.nikah!" Ujar Billy menyebutkan nama kakak sulungnya.

" Tapi Mas Gemma udah tunangan dan mereka akan menikah akhir tahun ini" Adit mengingatkan Billy tentang Gemma yang sudah bertunangan dengan Ella.

" Gue juga udah punya pacar dan gue juga berencana mau nikah tahun depan!" Billy masih ga mau kalah.

" Gue ga bisa ikut campur bro, karna itu sudah menjadi keputusan Tuan besar dan Tuan besar juga nyerahin semua ke elo tapi perlu loe ingat bro keputusan loe menentukan hidup dan mati nyokap loe" Adit kembali mengingatkan agar Billy tidak menjadi egois.

Billy meremas rambutnya dengan masalah yang mendadak harus dia hadapi dan harus mengorbankan hubungan percintaannya.

" Ayolah kita pulang, ingat besok Tuan besar meminta keputusan loe" Ujar Aditya sambil menuntun Bos sekaligus sahabatnya itu..

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Billy membuka matanya dan mendapatkan dirinya sudah berada di Apartment nya, dengan kepala yang sedikit pusing Billy mengambil ponselnya yang terus berbunyi, Billy melihat nama yang muncul di layar ponselnya tertulis my love Di sana.

" Hallo sayang, iya aku baru bangun, iya nanti kita ketemu pas makan siang, di cafe tempat biasa" Billy menentukan tempat mereka untuk makan siang nanti, Billy bangun dari ranjangnya dan berjalan ke kamar mandi.

Billy sudah terlihat rapi dengan setelan kantornya, Billy mengambil kunci mobilnya di atas nakas lalu berjalan ke arah pintu Apartment dan saat Billy membuka pintu Apartment nya dia Di kejutkan dengan kehadiran Aditya di depan wajahnya.

" Gue pikir loe belum bangun" Ujar Adit yang sekarang berdiri di pintu Apartment Billy, Billy memberikan kunci mobilnya kepada Adit lalu berjalan mendahului Adit menuju lift yang berada di ujung koridor Apartment, keduanya masuk ke dalam lift dan lift pun Bergerak menuju lantai basemen di mana lokasi parkiran monil berada, setelah keluar dari dalam lift Billy dan Adit berjalan menuju mobil sport milik Billy dan kedua masuk ke dalam mobil dan dengan cekatan Adit mengedarai mobil sport tersebut menuju kantor kantor Billy.

Adit memarkirkan mobil sport yang di setir di parkir khusus Dirut dan Billy langsung keluar dari dalam mobil di ikuti oleh Adit dan saat Billy dan Adit memasuki pintu utama gedung megah tersebut setiap orang yang melihat mereka memberikan hormat kepada keduanya, Billy dan Adit menuju lift khusus Presdir dan Dirut yang ruangannya berada di lantai 18 gedung ini, karna memang perusahaan Billy memakai lantai satu hingga delapan belas sebagai kantornya sementara lantai sebilan belas hingga lantai tiga puluh lima itu di sewakan pada beberapa perusahaan lain.

Chintya langsung berdiri dari kursinya saat melihat kedatangan Billy dan Adit yang sedang berjalan ke arah nya.

" Selamat pagi Pak Billy Pak Adit" Sapa Chintya dengan senyum semanis mungkin di bibirnya, dan seperti biasa tidak ada sahutan apapun atas sapaan yang dia berikan dan itu sudah dia alami selama tiga tahun bekerja di perusahaan ini, Chintya sebenarnya sudah. bekerja selama tujuh. tahun tapi awalnya dia hanya staf di department keuangan lalu dia di angkat menjadi sekertaris Direktur keuangan selama dua tahun baru setelahnya dia di minta menjadi sekertaris Asisten pribadi Dirut untuk menggantikan sekertaris yang lama yang resign karna harus ikut suaminya yang pindah ke luar kota, Billy langsung masuk ke ruangannya sementara Adit berhenti di meja Chintya.

" Apa skejul Dirut hari ini?" Tanya Adit tentang kegiatan Bos nya hari ini.

" Nanti jam sembilan ada. metting sama perusahaan Adipurna Jaya untuk membahas kerja sama pembangunan hotel Di Singapore dan Australia Pak, terus jam empat sore ada meeting di luar dengan Pak Sandy dari perusahaan German yang ingin kerja sama di bidang Batu bara Pak" Chintya menyampaikan skejul Bos nya kepada Aditya.

" Satu lagi Pak, tadi Tuan Hendri berpesan agar jam makan siang Pak Billy menemui beliau di Restoran di hotel indonesia Pak" Chintya tidak lupa menyampaikan pesan yang dia dapat dari sekertaris Presdir nya.

" Ya sudah, terima kasih, kalau begitu kamu siapkan semua keperluan meeting dan siapa saja yang harus hadir dalam meeting" Adit memberikan intruksi kepada sekertaris nya itu

" Baik Pak" Chintya menganggukan kepalanya.

Adit pun melanjutkan langkahnya masuk ke dalam ruangan Billy sementara Chintya hanya memandangi punggung kekar milik Adit yang memghilamg di balik pintu Dirut.

BERSAMBUNG

TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DAN MEMBACA KARYA SAYA 🙏🙏🙏 DUKUNG KARYA SAYA DENGAN LIKE DAN KOMEN KALIAN, VOTE JUGA YA TEMAN-TEMAN

Download NovelToon APP on App Store and Google Play

novel PDF download
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play