English
NovelToon NovelToon

Rigel & Rhea

Siapa Dia?

Hari ini akan menjadi hari pertama Rhea di kantor barunya. Satu bulan lebih ia mengganggur setelah resign dari kantor lamanya, hari ini ia kembali merasa riang karena kantor ini adalah kantor impiannya. Ia akan bekerja di tempat yang sama dengan Radit dan Naura, dua sahabat karibnya sejak kecil. Radit dan Naura sudah menunggunya di lobby kantor.

“Rhe, loe beneran siap kan kerja disini? Yah, gue tau sih kalo lo tuh pengen disini cuma karena ada kita, ya kan? Karena kerjaan lama lingkungannya toxic banget buat loe. Tapi kan kerja disini berat, Rhe? Apalagi Pak Seno galaknya luar biasa.” Kata Naura berbisik sesaat setelah Rhea menginjakkan kakinya di lobby kantor.

“Iya dong, Ra. Semoga aja gue betah, deh. Kalo ada loe berdua bisa betah kok, yakin gue. Lagian zaman sekarang susah cari kerja. Gue mau coba dulu deh disini. Biar bisa ngumpulin modal buat puny cafe sendiri.” Balas Rhea.

“Ih cepetan deh kita naik keatas. Nanti telat. Eh, Rhe, loe jangan lupa temuin pak Seno di ruangannya. Katanya dia mau ngasih petuah kehidupan ke anak baru. Biasalah...” Kata Radit mengingatkan. Mereka bertigapun beranjak pergi ke lantai 5. Sudah satu kantor, seruangan pula, makin membuat Rhea bersemangat.

Sesampainya di lantai atas, Rhea segera mencari sudut ruangan Pak Seno, atasannya. Rhea merasa hari ini ia harus percaya diri. Ia buka sedikit pintu untuk melihat jika Pak Seno memang sedang di dalam atau tidak.

“Eh, anak baru? Kenapa ngintip-ngintio gitu? Masuk sini!” Tiba-tiba saja Rhea terhenyak. Suara Pak Seno yang khas dan menggelegar membuat jantungnya berdegub kencang. Di dalam ternyata Pak Seno sedang tidak sendirian. Pak Seno yang berpostur tubuh besar dengan kumis hitam lebatnya dan berusia sekitar 40 tahunan seperti menjadi antonim dari kerabat yang duduk di hadapannya, lelaki dengan paras wajah yang tampan, bertubuh tegap, dan berusia sekitar 28 tahunan.

“Siapa nama kamu, anak baru?” Tanya Pak Seno.

“Renica Farhea, Pak.”

“Hmmm, kalo gitu kalo saya panggil Nica gimana? Tapi sepertinya kamu belum nikah. HAHAHAHAHA.” Tawa pak Seno menggelegar di seluruh ruangannya. Jokes yang dibuatnya sama seperti jokes yang ayah Rhea sering buat. Garing, tidak lucu, dan membuat kikuk. Rhea hanya tertawa kecil, sedangkan bapak tampan yang duduk di sebelah Pak Seno sepertinya merasakan kekikukan Rhea.

“Oke, jadi kamu hari ini mulai kerja disini, ya. Saya yakin kamu sudah baca semua aturannya. Saya cuma mau kenalan sama kamu saja. Tak kenal maka tak sayang. Saya ini sangat cekatan dalam mengingat nama dan bentuk rupa orang lain. Jadi selamat datang ya, Nica.” Kali ini nada bicara Pak Seno tegas tapi ramah. Debaran jantung Rhe a sedikit berkurang.

“Maaf, pak. Panggil saya Rhea saja.” Katanya sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.

“Okay, Rhea. Kamu boleh kembali ke tempat kamu ya.” Kata Pak Seno. Setelah permisi dengan sopan, Rhea bergegas pergi meninggalkan ruangannya. Sesaat setelah ia membuka pintu, tiba-tiba lelaki yang duduk bersama Pak Seno menarik tangannya.

“Kamu Rhea?” Tanyanya sambil mengg nggam tangan Rhea. Rhea yang terkejut hanya mematung dan menjawab pelan, “I...iyaa.. Maaf, pak. Ada apa?” Tanyanya sambil menahan sakit karena genggaman yang erat dari lelaki itu. Lelaki itu hanya menatapnya. Sesaat kemudian ia lepaskan genggamannya dan tidak menjawab pertanyaan Rhea. Ia pergi meninggalkan Rhea dengan kebingungan. Siapa lelaki ini? Ada apa dengan dia dan Rhea?

Download NovelToon APP on App Store and Google Play

novel PDF download
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play