apakah saat ini kalian bersama dengan orang yang tepat? pernahkah kalian menyesali keputusan yang pernah kalian buat? apakah benar masa lalu yang kalian sesali ternyata lebih baik dari pilihanmu saat itu?
aku pernah ada di titik ini.
TANYA DARI SENJA
Kadang masih menjadi tanyaku
Pernahkah ada aku dihatimu, sekali saja
Pernahkah ada aku di sajak senjamu
Karena kadang aku merasa ada
Namun raguku jeuh melebihi rasaku
Pernahkah ada sesalmu akan hilangnya diriku?
Sebagai yang pernah berusaha mendekatmu
Atau bahkan sebagai kawanmu
Sebagai pengganggumu
Ingatkah kau tentang tahun-tahun itu
Saat aku mendekatimu tanpa ragu
Aku ingat pernah memiliki rasa itu
Meski acuhmu rapuhkanku
Ingatkah kau tentang pengakuan pertamaku
Bersamaan dengan kepergianku
Karena aku ingin bersamamu
Namun bukan menjadi temanmu
Pernahkah aku berarti?
Sekali saja
Aku pernah merasakan ada di titik ini.
Meski tak rela, mencoba berdamai dengan keadaan.
Mencoba mengabaikan inginku dan turuti saja apa katanya.
Karena kutahu harapku bukan yang diutamakan, lalu untuk apa kuutarakan.
Sia-sia juga kuungkap, jika pendengarnya menuli atau buta.
Biar saja hanya seorang yang bahagia dengan wujud keinginannya.
Sisanya, tak lebih penting darinya.
Kumatikan saja harapku agar hati tak terluka.
Aku lelah, namun berhenti bukan tujuan.
Aku enggan melangkah, karena jalannya tak kusuka.
Aku lelah berhenti lagi dan mengulang awal.
Meski ada enggan, meski kadang mengharap lebih baik, aku tak berhenti.
Tuhan tahu cara terbaik, entah bersama atau berpisah.
Asal semua cara itu bukan berawal dariku saja.
FIRST LOVE
Kisah cinta kita berawal dan berakhir begitu cepat. Cinta tanpa balasan, lebih tepatnya. Entah apa yang ada dalam pikiranku, aku memperhatikanmu sejak pertama kita bertemu. Awalnya penasaran, kemudian salah paham, lalu peduli, dan cinta.
Kau tahu apa yang kupikirkan dulu ketika mencintaimu? Akan kukorbankan apapun yang kau ingin aku korbankan, apapun, semuanya. Itu cinta, pertama kali kurasa, namun buta.
Namun, aku tak pernah mendapat kesempatan untuk melakukan apapun untukmu, karena kau tak memberiku kesempatan.
DEAR MY BABY HONEY
My baby honey
Guess how much I love you
I love you up to the moon
and back
Untukmu, aku bersedia mencoba lagi. I want to start over.
Belajar memahamimu, mencoba mengerti apa yang membuatmu bahagia, berusaha tidak melakukan hal yang akan menyakitimu.
There will never be anyone whom we can call a perfect match. We need to work on our relationship and keep commitment.
Banyak hal yang kuragukan, kepantasanku adalah salah satunya.
Namun untukmu, aku bersedia berusaha dengan senang hati.
Jika saat ini aku belum pantas, akan kuperbaiki hingga pantas.
Jika aku masih merepotkanmu dengan sikapku, akan kuganti dengan balasan yang layak.
Kalau ada harapanku yang tak kau sukai, aku bersedia mencoba membuangnya hanya untuk bersamamu.
Yakinku padamu, kita berusaha membahagiakan satu sama lain.
Jadi pengorbananmu, aku juga bersedia menanggungnya.
Banyak hal yang berusaha kupahami.
Love isn't just about never hurting each other.
We learn that even the one person that wasn’t suppose to let us down, probably will. I’ll have your heart broken and you’ll break mine. We'll fight each other or even fall in love.
It's okay about different. Semua keadaan yang mungkin tidak menyenangkan cepat atau lambat juga akan kita rasakan.
Kita tidak perlu menjadi orang lain dengan berusaha sangat keras menjadi apa yang masing-masing inginkan.
Kita hanya perlu berusaha, dan bukan memaksa.
I love you my honey. Seperti apa kita di masa depan, aku akan berusaha tidak kecewa. Kuharap kau pun sama.
Want to love you with all the blood my heart pumps my whole life