Laura : “ Vanya, bangun ga udah pagi ini katanya kamu mau ke kampus kan.”
Vanya : “ Hoaam, bentar lagi Lau.”
Laura : “ Udah jam 10 lewat ini loh..”
Vanya : “ Haa? Kok ga bangunin aku daritadi?.”
Eh, hai semuanya nama aku Vanya.
Mama : “ Vanya, ini kertas nya ga di bawa?.”
Vanya : “ Kertas? Ke..oh iyaa sorry aduh aku lupa.”
Mama: “ Makanya pelan-pelan aja ini baru jam 9 kok.”
Vanya : “ Jam 9? * liat jam dinding* Laura....”
Laura : “ Sorry kak, kamu si di bangunin susah bener.”
Vanya : “ Bye semuanya..aku pergi dulu.”
Mama : “ Hati-hati, Laura jangan suka gituin kakak kamu.”
Laura : “ Ya maaf Ma hehe.”
Aku Mahasiswa baru di salah satu Universitas, tujuanku masuk Universitas ya karena pengen sukses nantinya. Tapi ga tau ya, kalau nanti ada cogan.
Oh iya, sebenarnya juga aku salah masuk Universitas ini semua karena mantanku huhu.
Ya dia orangnya..
Ricko : “ Val, ntar bantuin Yuli tu ..”
Valen : “ Aduh apa lagi si Yuli ini.”
Angel : “ Ga boleh gitu sama cewek.”
Yuli : “ Hi kalian, aku ganggu ga?.”
Ngomong-ngomong tentang Yuli, si perempuan paling eksis di kampus, paling modis juga si gaya nya pantasan si Valen suka ya.
Angel : “ Eh ga kok, aku sama Ricko mau pergi dulu ya. Bye Valen.”
Yuli : “ Valen, Valent kok pergi ... “
Sementara aku,..
Tasya : “ Vanya, disini * melambaikan tangan*.”
Vanya : “ Tasya, itu Yuli kan?.”
Tasya : “ Iya biasalah.”
Vanya : “ Si Valent kayak tambah ganteng aja.”
Tasya : “ Kuatin mata kamu, jangan liat Valent nanti gagal move on gimana. * sambil menghalang-halangi*.”
Ternyata Valent melihatku di tangga, dan dia menghampiriku.
Valent : “ Van, sorry ya tapi harus aku lakuin ini.”
Yuli : “ Apa si ini gandeng-gandeng cowok orang, lepasin Valen ga.”
Vanya : “ Kamu yang apa si, jauhin Valen ga.”
Yuli : “ Valent, kata kamu, kamu udah ga sama Vanya lagi..*nangis*.”
Vanya : Udah sana pergi..
Tasya : * dalam hati * Aduh percuma nih udah ngasih saran ke dia, percuma banget.
Maaf tapi, hehe aku belum bisa move on dari Valen. Perempuan siapa yang ga terpikat melihat ketampanan dia dari jauh, aku kayak lihat Suga tadi.
Valen : “ Sorry ya, btw apa kabar?.”
Vanya : “ Aku terlambat ke kelas nih, Tasya masuk kelas yuk.”
Tasya : “ Oh iya, bye Valen.”
Hubunganku dengan dia memang cuma sebentar saja, tapi kenapa rasanya seperti sudah bertahun-tahun.
*flashback*
Valen : “ Vanya, pake helm nya nih.”
Valen : “ Kita makan sate yuk.”
Valen : “ Mau apa cantik?.”
—
Tasya : “ Melamun aja terus, nah itu ada siapa hayo.”
Bagaimana caranya supaya dia tau kalau aku masih menyukainya, astaga..
Vanya : “ Eh, ngapain kamu?.”
Valen : “ Gapapa, kalo gitu aku keluar lagi ni.”
Vanya : “ Jangan, kita bicara di taman aja ya.”
Hubunganku sekarang dengan Valen, masih baik-baik saja. Meskipun jauh di lubuk hatiku, aku masih menyukainya tapi kadang-kadang kesel juga.
Valen : “ Gimana, suka di kampus ini?.”
Vanya : “ suka-suka aja,kenapa?.”
Dion : “ Hai Anya..”
Vanya : “ Dion?..”