Kelanjutan part sebelumnya ..
Vanya : “ Dion..? .”
Dion : “ Hehe masih inget aku? .”
Valen :” Siapa kamu?
.”
Dion : “ Aku ..”
Vanya :” Dia anak temen nya Mama .”
Valen : “ siapa? yang mana? .”
Kalo yang ini namanya Dion, orang yang pernah ngejar-ngejar aku waktu SMA dulu.
* flashback *
Dion : “ Vanya cantik, mau ke kantin ga? .”
Vanya : “ Aku ga ikut, nih pergi sama Tasya aja .”
—
Dion : “ Vanya, nih buku nya .”
Vanya : “ Makasih banyak ya .”
Iya..begitulah kira-kira, tapi setelah lulus kami akhirnya lost contact..
Vanya : “ Eh hm, aku mau balik ke kelas dulu.”
Valen : “ Kamu siapa si? .”
Vanya : “ Valen..Ayo balik .”
Dion : “ Vanya “ ..
* Di kelas *
Tasya : “ Kenapa nih? Kayak habis di kejar aja, ada siapa si? .”
Vanya : “ Ada mantan gebetan kamu.”
Tasya : “ Yang mana ?.“
Vanya : “ Aduh yang waktu kita SMA dulu .”
Tasya : “ Ohh..ahahaha si Dion? .”
Pak Dosen : “ Tasya? Tolong diam.”
Ga pernah aku duga, kalau dia bakal kembali lagi. Dan aku bahkan ga berharap sama dia. Aku harus bagaimana sekarang?.
— Di Rumah —
Laura : “ Kak, ada yang cari kamu.”
Vanya : “ Oh, Tasya ya?.”
Laura : “ Tasya mulu, bukan dia itu loh yang laki-laki.”
Dion : * Sambil teriak * Vanya.. Vanya..
Vanya : “ Aduh.. Dion gimana ni * sambil nge liat Laura dan memberikan senyum jahat *.”
Laura : “ Apa?.”
Ade ku ini kadang-kadang bisa di ajak kerja sama juga, tapi.. jangan terlalu berharap banyak sama dia karena ya liat aja habis ini dia mau apa.
Laura : “ Kakak..dia udah pulang.”
Vanya : “ Okey, Wa aja ya mau apa.”
* ting *
Laura : “ Kak aku mau uang jajan.”
Kan sudah kuduga.
—
Mama : “ Anak-anak, hari ini Mama manggil Tante Hannah dan anaknya.”
Vanya : “ Tante Hannah?, Lau siapa anaknya tante Hannah?.”
Laura : “ Yuli kan?.”
Vanya : “ Wah, seru nih.”
Mama : “ Ga usah aneh-aneh.”
Beberapa jam kemudian tamu yang di tunggu akhirnya datang.
Tapi sebelum itu kalian pasti bertanya-tanya, kok bisa dia di undang ke rumah, bukan? Iya sama aku juga heran sama Mama.
Tante Hannah : “ Hai Jeng..Wah anak-anak kamu udah gede ya?.”
Mama : “ Iya Jeng hehe, si Yuli juga udah tambah cantik aja.”
Yuli : “ Makasih tante.”
Vanya : “ Hai tante, hi Yul. “
Laura : “ Ada apa nih, ketemu kok ga senyum. Btw, hai tante maaf ya kakak saya suka kayak gini.”
Vanya : “ Apa si kamu diem dulu.”
Yuli : “ Ma, aku keluar dulu ya si Valen telepon aku nih.”
Vanya : “ Valen? Eh. “
Laura : “ Move on kak.”
Vanya : “ Ga bakal, enak aja dia.”
— sementara makan malam —
Mama : “ Gimana Jeng, Yuli udah ada cowoknya ya?.”
Yuli : “ Udah ada dong tante, cakep banget lagi.”
Laura : “ Waduh..”
Tante Hannah : “ Oh iya, cakep loh anaknya.”
Mama : “ Semoga langgeng ya Yul.”
Yuli : “ Aamin, makasih tante.”
Aku ga bisa lagi ber lama-lama disana, rasanya nyesek banget kok bisa si Valen suka sama cewek kayak Yuli. Standar parah rendah banget..
* kring kring *
Vanya : “ Valen? Ngapain dia telepon malam-malam gini.”