Kamu hadir dalam tiap malamku, mengisahkan rima dalam hidupku
Melantunkan musik yang disuguhkan untuk di dengar
Memberikan hidup kepada manusia yang bernafas
Takdir dan derita merupakan maha karyamu
Tuhan menciptakan manusia untuk hidup dan saling mengasihi
Lantas apakah Tuhan juga yang menciptakan kematian??
Kamu benar karena hidup akan terus berputar dan silih berganti, tidak akan pernah diam pada satu titik melainkan akan terus berjalan maju menuju titik selanjutnya
Kau benar, kali pertama itu antara aku sudah mulai mencintaimu ataukah aku iba kepadamu?
Ya kau benar “ saat itu aku hanya iba padamu”
Satu kesalahan yang sangat kunikmati dan tak ingin ku lepaskan.
Mencintai derita dan menggenggamnya hingga ku terluka
Siapa yang tahu bagaimana akhir dari segalanya, terkadang Dia pun tua akhir cerita yang ada tapi diam seolah tak mendengar.
Maka dari itulah manusia bisa bertumbuh dan menghasilkan
Itulah ciuman pertamaku denganmu, ku peluk erat dirimu dengan air mata yang membasahi bahuku
Ya begitulah kita mulai saling dan ingin memiliki.
Dalam senja yang mulai memberikan kehangatan dan meniupkan angin dingin.
Dibawah langit jingga yang bersemburat dengan indahnya deburan ombak yang sendu.
Bibirmu seolah terkunci rapat dan tidak mampu berkata apapun menikmati tiap detik yang berlalu, kecuali untuk menumpahkan apa yang ada di hatimu dalam dekapanku.
Terimakasih karena memilihku untuk meletakkan bebanmu itu kepadaku.
Ya ini adalah awal dari cinta dan kebencian itu sendiri.