Indonesia
NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kubuat Cacat

Wanita Yang Kubuat Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat
Popularitas:368.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

"Salah satu kakinya diamputasi setelah ditabrak sebuah mobil 8 tahun silam. Sayangnya, mobil itu kabur, CCTV rusak." Kenan tersenyum getir, seolah hal itu sudah biasa terjadi jika pelakunya orang-orang berduit. "Ada saksi yang mengatakan jika yang menabrak Ilona adalah mobil sport warna merah, tapi..." Ia kembali terkekeh. "Beberapa hari kemudian, kesaksiannya berubah. Entahlah."

Mendengar itu, tubuh Elang seketika mengalami tremor. Jantungnya berdebar kencang, dan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.

Semoga saja ini hanya kebetulan. 8 tahun yang lalu, Elang menabrak seseorang saat dini hari, sepulang dari party kelulusan SMA bersama teman-temannya. Kondisinya setengah mabuk saat itu. Karena takut, di tambah kondisi jalanan yang sepi, ia langsung kabur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1

Resepsi outdoor yang digelar di salah satu privat beach di Bali itu berjalan dengan lancar dan sederhana. Hanya ada 70 kursi, karena mengusung tema intimate wedding. Kenan, pengantin pria yang merupakan seorang pengusaha muda, menikah dengan pujaan hatinya, Eliana, wanita cantik yang berprofesi sebagai dokter gigi.

Acara digelar sore hari, saat matahari menguning dan memantul indah di permukaan laut. Tak ada pelaminan mewah, hanya anyaman bambu yang dihiasi kain satin dan bunga. Suara gitar akustik, dan tawa para sahabat, menjadi iringan yang membuat acara itu lebih berkesan.

Selain kedua mempelai, tak kalah berbahagia para sahabat yang menjadi bridesmaid dan groomsmen, mereka mengenakan gaun dan setelah jas warna pink. Warna yang awalnya sempat memicu perdebatan, karena beberapa groomsmen merasa kurang macho dengan warna tersebut. Tapi mereka bisa apa, pengantin yang menentukan dan menyediakan pakaian.

"Tiga, dua, sa.... tu."

Teriak sepasang pengantin dan beberapa undangan saat prosesi pelemparan buket bunga yang selalu menjadi momen favorit para single.

Namun setelah beberapa kali hitungan, bunga tersebut tak kunjung dilempar, membuat para single berdecak kecewa.

Kenan dan Eliana kembali membalikkan badan ke arah undangan. Keduanya kemudian berjalan ke arah sebuah meja. Semua mata, seketika tertuju pada keduanya.

Dengan mata berkaca-kaca, Eliana membungkuk memeluk kakak perempuannya yang duduk di sebuah kursi yang ada di barisan meja paling depan.

"Kenapa menangis, ini hari bahagia kamu?" Ilona sebagai kakak, ikut menitikkan air mata. Tangannya mengusap lembut punggung sang adik tercinta.

"Maafin aku ya, Kak." Eliana semakin sesenggukan, tak peduli make up nya bisa rusak karena itu.

Ia merasa bersalah telah menikah lebih dulu dari kakak perempuannya. Ia sudah berkali-kali menolak ajakan menikah Kenan, sampai akhirnya ia sudah tidak sanggup lagi untuk melakukannya. Saat ini, usia ia dan Kenan sama, yakni 27 tahun, usia dimana sudah dianggap matang untuk menikah. Sementara Kakaknya, Ilona, satu tahun di atas Eliana.

"Gak ada yang perlu dimaafkan. Kamu gak melakukan salah apa-apa." Ilona sama sekali tidak marah pada adiknya. Ia pernah sekali gagal menikah, dan sejak saat itu, tidak pernah melarang jika Eliana akan menikah lebih dulu darinya. Menurutnya, jodoh sudah di atur yang Di Atas, dan kapan datangnya, hanya yang Di Atas juga yang tahu.

"Semoga Kakak dan Arya segera menyusul aku dan Kenan." Eliana menoleh pada laki-laki yang ada di samping Kakaknya. Meraih sebelah tangan Ilona juga sebelah tangan Arya, lalu menyatukannya.

Ilona menunduk, tak kuasa menahan air mata.

Eliana mengambil buket di tangan Kenan, lalu memberikan pada Ilona.

Beberapa orang disana ikutan baper, bahkan ada yang sampai menitikkan air mata juga.

Eliana dan Kenan kembali ke pelaminan, melanjutkan acara yang sudah disusun sebelum hari hampir gelap.

"Ups, sorry." Elang panik saat tak sengaja menyenggol bahu seorang wanita yang duduk di meja paling depan, yakni Ilona.

Minumannya yang berwarna merah, tumpah mengenai gaun bagian dada wanita tersebut. Hal itu gara-gara sambil jalan, ia dan Ilham terus saja bercanda, saling senggol dan dorong.

Ilona yang kaget, reflek mengelap gaunnya dengan telapak tangan, yang justru menyebabkan noda merahnya makin menyebar.

"Bro, hati-hati dong!" Ujar Arya, menatap Elang kesal.

"Sekali lagi saya minta maaf. Sebentar saya ambilkan tisu." Elang berlari menuju meja prasmanan, mengambil beberapa helai tisu, lalu kembali. Ia menyodorkan tisu tersebut pada Ilona, dan beberapa lagi, ia letakkan ke atas meja. Sengaja mengambil banyak, biar tidak kurang.

Ilona tampak sibuk membersihkan cairan merah di gaunnya yang meninggalkan noda.

"Lo sih!" Elang melotot pada Ilham. Kalau bukan gara-gara Ilham yang sengaja menyenggol kencang minumannya gak mungkin sampai tumpah.

"Sorry." Ilham menatap Elang, mengatupkan kedua telapak tangan di depan dada. Ekspresi wajahnya menjelaskan seberapa menyesalnya dia. "Sorry ya, temen gue gak sengaja." Beralih menatap Ilona.

"Kok gue, elo yang salah." Elang mendelik kesal.

"Gak papa kok." Meski sedih gaunnya kotor, Ilona tetap berusaha untuk tersenyum.

Elang garuk-garuk kepala, tersenyum canggung, merasa bersalah sekali.

"Guys, kumpul yuk! Kita buat video tok tok." Menggunakan mikrofon, Kenan memanggil para bridesmaid dan groomsmen.

Tanpa diminta dua kali, para bridesmaid dan groomsmen segera berkumpul di dekat pelaminan. Serangkaian acara resepsi hari ini sudah selesai, jadi mereka tinggal seru-seruan sambil menikmati makanan dan keindahan pantai.

Syakila, cewek paling centil sekaligus ratu tok tok itu, berdiri di depan, memberi intruksi dan mengajari gerakan pada yang lainnya. Sebelum take video, mereka mencoba beberapa kali dulu.

Elang, cowok itu salfok dengan Ilona, gadis itu juga memakai pakaian yang sama dengan bridesmaid, juga merupakan kakak kandung pengantin perempuan, tapi kenapa tak ikut gabung? Mungkinkah malu karena bajunya kotor? Iya, pasti gara-gara itu. Ia mendadak kesal pada cowok yang ada di samping Ilona, kenapa gak gentle banget dengan memberikan jasnya. Padahal mereka sepasang kekasih.

"Bentar ya." Elang meninggalkan barisan.

"Eh Lang, udah mau take nih. Kemana lo, kebelet? Tahan dulu!" Teriak Kenan.

"Bentar doang!" Teriak Elang tanpa menoleh. Ia menghampiri Ilona di tempat duduknya sambil melepas jas.

Ilona, gadis itu terkejut saat tiba-tiba mendapatkan uluran jas.

"Pakai ini, biar baju kamu yang kotor tidak kelihatan."

"Tidak perlu. Gak papa kok," tolak Ilona sopan sambil menggeleng.

"Ini salah satu bentuk pertanggung jawabanku setelah bikin gaun kamu kotor. Jadi, tolong diterima."

Ilona menoleh ke samping, menatap kekasihnya, Arya yang sedang sibuk dengan ponsel. Ia sedikit kecewa dengan sikap Arya yang hanya diam melihat laki-laki lain menawarkan jas untuknya. Ia tidak mengenal Elang sebelumnya, karena laki-laki itu merupakan teman dari pengantin laki-laki.

"Tolong diterima, setidaknya biar aku tidak terlalu merasa bersalah."

"Baiklah." Tak mau membuat Elang kecewa, Ilona menerima uluran jas warna pink tersebut, lalu memakainya. Untung nodanya agak kepinggir, tidak tepat di tengah dada, jadi dengan mengenakan jas tersebut, pakaiannya yang kotor tersamarkan.

Sambil tersenyum, jari jempol Elang menunjuk ke belakang, ke arah para bridesmaid dan groomsmen. "Gabung ke sana yuk!"

Mendengar itu, Arya seketika menatap Elang, bola mata di balik kaca mata itu menyipit.

"Tidak, terimakasih." Tolak Ilona.

"Udah gak kelihatan kok nodanya. Ayo!" Elang masih memaksa.

Ilona menggeleng sambil tersenyum.

"Ayolah. Jangan membuat aku semakin merasa bersalah karena membuatmu tidak bisa ikut seru-seruan di momen spesial adik kamu." Tadi ia sempat bertanya pada Shakila siapa wanita yang diberi buket tersebut, dan dari gadis itu, ia tahu jika Ilona adalah kakak dari Eliana.

"Apa maksud kamu memaksa dia seperti ini?" tanya Arya ketus.

"Aku hanya ingin dia ikut menikmati acara ini. Dia juga salah satu bridesmaid."

"Lang, buruan!" Teriak Shakila yang kesal menunggu Elang.

"Pergilah, kamu sudah dipanggil," ujar Ilona. "Mereka menunggumu."

Elang berdecak kesal. Ia merasa bersalah karena membuat Ilona tidak bisa ikutan seru-seruan. "Aku akan kesana, tapi tidak sendirian, melainkan denganmu." Ia mengulurkan tangan ke arah Ilona.

"Astaga! Apa maksud kamu ngomong kayak gitu?" Arya langsung berdiri, menatap Elang tajam. "Apa kamu tidak tahu, kalau Ilona_"

"Aku hanya punya satu kaki," potong Ilona cepat, tersenyum getir. Ia bicara seperti itu karena rasanya lebih sakit saat orang lain yang mengatakan itu, meski adalah fakta. Ia menarik ke atas sedikit gaunnya.

Elang terperangah saat yang terlihat olehnya hanya satu kaki, mengenakan flatshoes cantik warna pink. Ia termangu beberapa saat, hingga lengannya ditarik seseorang dari belakang.

"Lo ngapain sih, kita semua nungguin!" bentak Ilham. Ia menarik lengan Elang kembali ke barisan bridesmaid dan groomsmen.

1
Sugiharti Rusli
yah kalo memang jodog sih, apapun halangan dan waktu yang memisahkan mereka, semoga saja memang akan kembali yah suatu saat nanti dengan versi terbaik masing",,,aamiin🤲🤲🤲
Sugiharti Rusli
begitupun antara Elang dan Ilona sekarang yah, padahal kalo salah satu berucap saja tentang perasaan mereka,,,
Sugiharti Rusli
terkadang manusia tuh begitu, terlalu berasumsi dengan pikirannya sendiri yang terkadang malah bikin jadi salah paham,,,
Sugiharti Rusli
kalo saja Ilona tahu seperti apa perasaan Elang kepada dirinya sekarang yah,,,
Sugiharti Rusli
kenapa kamu ga ucapkan sih Lang, meski pasti alasannya karena kamu merasa ga pantas terhadap Ilona😔😔😔
Sugiharti Rusli
dan semoga nanti perasaan Ilona sudah lebih ikhlas dan mau menerimanya kembali yah,,,aamiin🤲🤲🤲
Sugiharti Rusli
meski sekarang pun Elang sudah melakukannya dengan dirinya sudah melakukan tanggung jawab mengakui perbuatannya delapan tahun lalu,,,
Sugiharti Rusli
semoga saja selama dia melalui masa tahanannya dia bisa lebih bersabar dan semakin deeasa yah nanti di tahanan
Sugiharti Rusli
apalagi biasanya juga banyak remisi kan yah kalo bukan tapol sih, dan paling lama si Elang dua tahunan juga sudah bebas bersyarat,,,
Sugiharti Rusli
meski putusan hakim empat tahun, tapi biasanya nanti kalo sudah 2/3 masa hukuman dan Elang berkelakuan baik dia bisa lebih cepat bebas sih yah
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Waktu yg akan membuktikan kesetiaan mereka berdua
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Semangat Lang 💪💪💪
reza indrayana
Kalau sudah begini keadaan elang baru kamu menyadari dan menyesal Ilona.., MUNAFIK banget kamu ILona.. 😡😡😡
Seandainya kamu membuat pernyataan bukan hanya memaafkan tapi menerima dengan lapang dada & ikhlas.... mungkin elang masih bisa di bebaskan.. setidakny tidak lama tapi dengan sikapnu dn keluargamu yg tidak berpikir dengan gadis dn takdir jadinya begini dah... 🤦🏻‍♀️🤦‍♀️🤦🏻‍♀️🤦‍♀️
Kecewa denga HCinta yang tulus tapi kalah dengan ego masa lalu... 😭😭😭🤦🏻‍♀️🤦‍♀️🤦🏻‍♀️
reza indrayana
kalau sudah begini dengan keadaan elang baru menyesal.. menarik banget kamu ILonaa... 😡😡😡 seandainya kamu membuat pernyataan bukan hanya memaafka tapi menerima mungkin elang akan bebas...
males banget dengan sikapmu yang tidak sesuai dengan isi hatimu... 🤦🏻‍♀️🤦‍♀️🤦🏻‍♀️🤦‍♀️
reza indrayana
😷😷😷😭😭😭
Linda Gunawan
besok langsung 4 years letter ya kak. mau liat apa Ilona masih jomblo ato udah nikah🤭
Linda Gunawan
lha.. ntar kalo Elang bilang gitu kamunya diem aja. aduh.. begitulah cinta🤭
Diana Fitri.N
semangat kak semangat up nya 🥰
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
ya elah si ilona. mana mungkinlah berani si elang blg gitu. kamu dong yang harusnya membesarkan hatinya klo emang kamu tuh cinta dan bersedia menunggu nya
Bunda Idza
ternyata saling berharap, semoga harapan nya kelak jadi nyata.... bertemu kembali dengan versi terbaik masing-masing...🤲
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!