Pernikahan adalah sebuah ikatan yang sakral dan suci. Setiap orang menginginkan pernikahan yang bahagia. Akan tetapi bukan semua pernikahan lahir dari cinta. Namun beberapa memilih bertahan hanya karena alasan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Di depan gerbang mewah, berdiri seorang wanita remaja yang baru saja lulus dari bangku SMP. Dengan perasan marah bercampur takut dihatinya, dia menatap rumah dihadapannya. Disana terdapat sebuah bangunan yang sangat besar dan tentunya megah, bahan-bahan bangunan terbuah dari bahan yang khusus, Disamping rumah terdapat sebuah parkiran yang berukuran lumayan luas dan disana tersusun rapi beberapa mobil dari merek yang berbeda dan sebuah sepeda motor terparkir sangat rapi.
Melihat itu Grace semakin marah didalam hatinya, hingga kini Grace mencengkram dokumen ditangannya hingga dokumen tersebut kusut tak beraturan.
Seorang petugas keamanan menghampiri Grace.
" Nak.... Ada apa? jangan berdiri disitu, jika pemilik rumah ini melihat mu maka kamu akan dimarahi, bukan cuman kamu saja, bapak juga akan kena imbasnya " ucap pria setengah baya itu.
" aku tidak perduli, katakan kepada pemilik rumah ini bahwa aku ingin bertemu dengan Herlambang Guntara" wanita remaja itu berkata dengan tegas seakan tidak perduli dengan apapun dia adalah Grace.
" maaf nak, bapak tidak mengerti maksud kamu. Tapi tuan saya bukan orang yang mudah kamu temui." ujar petugas keamanan tersebut.
" mudah atau tidak, itu bukan urusan ku. Katakan kepadanya jika tidak mengijinkan aku masuk maka aku akan melakukan konferensi pers dan akan menghancurkan perusahaannya" ucap Grace dengan lantang.
Petugas tersebut tidak punya pilihan lain, dia pun menghubungi tuannya menyampaikan perkataan anak itu.
Setelah panggilan terputus kini petugas keamanan tersebut membawa Grace masuk kedalam rumah. Sepanjang perjalanan hingga masuk kedalam rumah mata Grace tidak berhenti menatap seluruh barang-barang disekitarnya, hingga kini pintu rumah terbuka.
Rumah itu benar-benar besar dan luas, dan tentunya di isi dengan interior khusus.
Pandangan Grace teralihkan dengan suara seorang wanita setengah baya yang duduk di kursi mewah bersama dengan beberapa anggota keluarga yang lainnya.
" darimana anak yang tidak tahu diri ini berasal." ucap Wanita setengah baya itu dengan tatapan tidak sukanya, dia menatap tubuh Grace dari atas kepala hingga ujung kaki dengan ekspresi jijik. Wanita itu berpakaian sangat rapi dan elegan beserta beberapa perhiasan mewah menempel ditubuhnya, dan terlihat jelas bahwa semua yang dia pakai sangat tidak terjangkau harganya. Siapapun yang melihatnya pasti tahu bahwa dia adalah nyonya dirumah itu.
Grace melihat di kursi tamu terdapat sepasang setengah baya pria dan seorang anak perempuan seumuran dengannya duduk di kursi tamu tersebut.
Grace mengabaikan perkataan wanita itu, menunjukkan ekspresi bahwa dirinya tidak perduli dengan hinaan wanita itu.
" oh..... "
" ternyata kalian sedang menikmati waktu keluarga disini, maaf aku sudah menggagu momen kalian."
" aku tidak akan berlama-lama, aku hanya ingin menyelesaikan beberapa urusan penting dengan Herlambang Guntara."
" apakah ada orang yang benama aku sebut barusan disini?" ucap Grace dengan lantang, menunjukkan ekspresi percaya diri seolah dia tidak sedikitpun takut namun sebenarnya didalam hatinya dia sangat takut berurusan dengan orang kaya seperti dihadapannya.
Saat itu seorang pria dewasa baru saja menuruni tangga, akan tetapi menghentikan langkahnya karena merasa tidak sopan melewati mereka. Pria itu pun memilih tetap berdiri disana.
" berani sekali kau, dasar tidak punya sopan santun" ucap wanita itu marah. Dia bangkit berdiri dan ingin memukul Grace.
" kenapa kamu marah???"
" aku hanya menyebut namanya dan kamu sudah semarah itu, seharusnya aku lah yang harus marah disini" ucap Grace
" kamu......" bentak wanita itu dengan geram.
" ada apa kamu mencari ku" ucap pria setengah baya itu. Dia menatap Grace tajam seolah ingin membunuh nya.
" kamu berhutang susu serta biaya hidup selama lima belas tahun padaku"
" aku datang untuk menagihnya"
" ditambah biaya hidup tiga tahun kedepan, karena menurut undang-undang aku masih tanggungan mu"
" jika kamu bersedia membayarnya sekarang maka aku akan pergi setelah menerima uangnya." ucap Grace berbicara dan memberikan tatapan dingin kearah pria itu.
"anak sialan ini" ucap wanita itu dan sementara wanita remaja tersebut terdiam menatap Grace.
" jelaskan padaku, kenapa saya harus berhutang padamu" ucap pria itu dan dia adalah Herlambang Guntara.
" apa kamu benar-benar tidak tahu atau berpura-pura tidak tahu bahwa diluar pernikahan mu, kamu memiliki seorang anak dan selama ini kamu menelantarkan nya." ucap Grace.
Mendengar perkataan Grace, pria yang berdiri di tangga ingin naik kembali karena merasa tidak nyaman mendengarkan percakapan keluarga itu.