Indonesia
NovelToon NovelToon
Istriku CEO Terkaya: Pengawal Rahasia Sang Ratu

Istriku CEO Terkaya: Pengawal Rahasia Sang Ratu

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: aldolado

Maya Maheswari adalah CEO muda, anggun, dan dingin yang memimpin konglomerat terbesar di Indonesia. Sementara Leo, suami yang dinikahinya lewat perjanjian kontrak, hanyalah mantan prajurit berpenampilan santai yang bekerja sebagai pengawal pribadinya. Dianggap sebelah mata oleh keluarga besar Maheswari, Leo selalu diam dan berdiri tegap satu langkah di belakang sang istri.

Namun, di balik sikap tenangnya, Leo menyimpan identitas rahasia sebagai pendiri jaringan keamanan dan intelijen global yang memegang kendali atas data rahasia para elite dunia. Saat intrik pengkhianatan dari dalam perusahaan mulai mengancam nyawa dan takhta Maya, Leo perlahan membuka topengnya. Demi melindungi wanita yang dicintainya, sang pengawal siap mematahkan setiap konspirasi membuktikan pada dunia siapa penguasa sebenarnya di balik bayangan Sang Ratu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aldolado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Suami di Balik Bayangan

Lantai 45 Maheswari Tower pagi itu terasa amat dingin. Di dalam ruang rapat utama, delapan komisaris senior duduk mengelilingi meja kayu panjang. Maya Maheswari berdiri di ujung meja dengan kemeja putih dan blazer hitam yang rapi. Di usianya yang baru dua puluh tujuh tahun, ia memikul beban berat memimpin salah satu perusahaan aset terbesar di Indonesia.

"Rapat direksi sudah sepakat, Maya," ucap Hendra, paman Maya yang menjabat sebagai komisaris utama. Tangannya terlipat di dada. "Rencana ekspansi teknologi sebesar lima puluh miliar itu terlalu berisiko. Kamu masih terlalu muda untuk ambil keputusan sebesar ini tanpa persetujuan penuh."

Maya menatap pamannya tanpa berkedip. "Data analisis risiko sudah keluar minggu lalu, Paman. Kalau kita tidak ambil langkah ini sekarang, kompetitor akan mengambil alih pangsa pasar kita dalam dua tahun ke depan."

Hendra terkekeh pelan, menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Kamu selalu pakai alasan yang sama. Ingat, posisi CEO kamu belum sepenuhnya aman sampai RUPS bulan depan. Dan bicara soal keputusan... apa pria di belakangmu itu paham apa yang sedang kita bahas?"

Pandangan beberapa orang di ruangan itu beralih ke sudut dekat pintu.

Di sana, Leo duduk tenang mengenakan kemeja hitam polos. Ia memegang cangkir kopi, sesekali melihat jam tangan tanpa bergeming. Di mata keluarga besar Maheswari dan media, Leo hanyalah mantan anggota TNI yang beruntung bisa menikah dengan Maya. Pernikahan mereka memang terjadi secara tertutup sebuah kesepakatan keluarga demi menjaga stabilitas saham saat ayah Maya wafat tahun lalu.

"Leo," panggil Hendra dengan nada meremehkan. "Kamu paham soal alokasi modal kerja, atau cuma paham cara membukakan pintu mobil untuk Maya?"

Beberapa anggota dewan menahan senyum. Maya mengepalkan tangannya rapat-rapat di bawah meja, menahan rasa gusar atas ucapan pamannya.

Leo meletakkan cangkir kopinya ke atas meja. Suaranya terdengar biasa saja saat ia berdiri, tetapi langkah kakinya tenang dan terukur.

"Paman Hendra," kata Leo sambil melangkah mendekat. "Mengenai dana lima puluh miliar itu... Anda keberatan karena menganggap itu pemborosan modal, betul?"

Hendra mengerutkan dahi. "Tentu saja. Itu uang tunai perusahaan."

"Sebenarnya," jawab Leo santai sambil mengeluarkan sebuah kilat data kecil dan menancapkannya ke laptop rapat, "masalahnya bukan di proyek ekspansi. Masalahnya ada pada aliran dana keluar dengan nominal yang sama persis minggu lalu ke sebuah rekening atas nama anak Paman di Singapura."

Layar proyektor di belakang Maya mendadak menampilkan dokumen transaksi bank beserta lampiran verifikasinya. Suasana ruangan langsung hening seketika. Wajah Hendra berubah pucat. Ia bertopang pada meja dan berdiri mendadak.

"Apa-apaan ini?! Ini rekayasa!" seru Hendra dengan suara meninggi.

"Dokumen itu asli dan sudah dicetak lengkap oleh tim kepatuhan internal pagi ini," potong Maya dingin, memanfaatkan momen itu dengan cepat. Ia menatap pamannya lurus-lurus. "Tim audit akan memeriksa ruangan Paman siang ini. Rapat selesai."

Hendra terduduk kembali tanpa sanggup membantah. Para komisaris lain saling pandang, tak ada lagi yang berani bersuara.

Sepuluh menit kemudian, Maya dan Leo berjalan menyusuri lorong sepi menuju lift pribadi di lantai parkir bawah tanah. Suara tumit sepatu Maya terdengar teratur di atas lantai marmer.

"Kamu dapat dari mana dokumen itu?" tanya Maya tanpa menoleh, suaranya pelan. "Tim analisku butuh waktu seminggu dan belum menemukan bukti apa pun."

"Saya cuma minta tolong kenalan lama di bagian verifikasi data," jawab Leo singkat. Ia berjalan satu langkah di samping Maya, menyesuaikan kecepatannya. "Tugas saya kan memastikan tidak ada yang merugikan Anda di kantor ini."

Maya menghentikan langkahnya tepat di depan pintu lift, lalu berbalik menatap Leo. "Kamu bukan sekadar mantan prajurit biasa, kan, Leo?"

Leo menatap balik mata Maya dengan tenang. "Saya suami Anda, Maya. Itu saja yang perlu Anda tahu untuk saat ini."

Pintu lift terbuka. Sebelum mereka sempat melangkah masuk, dua mobil minibus hitam berhenti mendadak di area parkir yang sepi itu, memblokir jalan menuju mobil mereka. Enam pria berbadan tegap keluar dari mobil dengan cepat, membawa tongkat besi di tangan mereka.

Leo langsung menggeser posisinya, berdiri tepat di depan Maya.

Mundur dua langkah, Maya," kata Leo pelan. Nadanya tetap tenang, tanpa kepanikan sedikit pun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!