demi mendukung karier suaminya Arga Prasetyo, Ariana rela menikah selama delapan tahun secara diam-diam. Ariana menemani Arga berjuang di perusahaan nya tapi balasan yang didapatnya adalah perselingkuhan, bahkan pelakor itu terang-terangan menantang nya.
setelah menyiapkan perceraian dan pergi dengan tenang ternyata Arga menolak untuk melepaskan nya. hingga seorang laki-laki lain datang membuka babak baru untuk nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
"boleh ?". Tanya Ariana tersenyum kaku, tapi karena malu akhirnya wanita itu segera keluar dari dalam lift ketika pintu lift itu sudah terbuka.
Adrian hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Ariana, hingga pintu lift tertutup kembali.
Ariana merutuki dirinya. "kenapa juga disaat seperti ini asisten tuan Adrian harus menelpon menanyakan ukuran badan, malah ada aku lagi di sampingnya". Gumam Ariana.
"apa jangan-jangan dia berpikiran macam-macam tentang ku, ah semoga saja dia tidak menganggap aku ini wanita mesum". Ariana menepuk jidatnya. "aduhhh bokong ku". Ariana meringis kesakitan.
Hembusan nafas kasar keluar dari bibir mungil nya, kemudian berjalan ke apartemen Mery. Ternyata Mery sudah menunggu sejak tadi didepan pintu nya, ketika melihat Ariana berjalan tertatih, dengan cepat Mery menghampiri sahabatnya itu.
"astaga....apa yang terjadi dengan mu Ariana". Mery terkejut karena melihat Ariana yang seperti kesakitan.
"nanti aku ceritakan didalam saja". Mery mengangguk kemudian membantu Ariana untuk berjalan sambil membawa koper nya.
ketika sudah sampai di dalam apartemen, Mery dengan pelan menyuruh sahabatnya itu untuk duduk.
"tunggu disini, aku ambilkan minum dulu". Ariana hanya mengangguk menyandarkan badannya pada sofa empuk itu.
Matanya terpejam sampai suara Mery membuatnya membuka mata kembali. "ini minum dulu". Ariana mengambil air putih itu dan meneguk nya hingga habis.
"ceritakan kenapa bisa seperti ini". Mery sangat penasaran sebenarnya apa yang terjadi.
Ariana mulai menceritakan semua kejadian di perusahaan suami nya sampai kenapa bisa bokongnya sakit.
Brakkkk
Mery menggebrak meja didepannya sampai membuat Ariana terkejut. "kurang ajar!!!". Geram Mery. "Arga ternyata sudah berani membawa pelakor itu ke perusahaan nya, bahkan sampai bercumbu di siang bolong, astaga apa dia sudah gila, dia juga berani mendorong mu sampai sakit seperti ini". Kesal Mery melihat Ariana dengan mata berkaca-kaca.
"apa Arga itu buta, kamu lebih cantik dari pelakor itu tapi mata Arga sepertinya sudah katarak. Dasar tidak tau malu". Mery terus mengomel tapi Ariana hanya diam saja.
"berbaring tengkurap, biar aku pijit". Ariana hanya mengangguk mengikuti ucapan Mery.
Dengan pelan Mery memijit bagian bokong Ariana. "Ariana...sekarang mereka menantang mu bahkan memperlihatkan perselingkuhan mereka secara terang-terangan, kamu yakin cuma hanya mau cerai saja ? Delapan tahun kalian menikah bahkan sampai membantunya di perusahaan, apa tidak ingin menuntut harta gono-gini dari nya ? Terlepas dari mertua s*alan mu itu".
Ariana berbalik menatap Mery. "aishhhh". Ringis Ariana.
"pelan-pelan, jangan terlalu bergerak. Nanti aku akan memanggilkan dokter". Ariana menghela nafas menganggukkan kepalanya.
"harta gono-gini tidak perlu, mungkin dia tidak akan memberikan nya karena aku bekerja di perusahaan nya selama delapan tahun dia selalu memberiku gaji. tapi aku tetap minta uang ganti rugi pada Bu Martha karena selama pernikahan mu dengan Arga dia yang selalu ikut campur dan dia juga yang melarang Arga untuk mempublish pernikahan kami. Makanya aku minta ganti rugi sama dia karena telah membuang waktuku begitu saja bersama anak nya". Mery mengerecutkan bibirnya mendengar ucapan Ariana.
"kamu tahu sendiri, aku bercerai secara diam-diam dengan Arga bukan karena aku takut padanya. Tapi aku ingin mengembalikan semua apa yang diperbuatnya, kami menikah diam-diam, berarti aku juga akan menceraikan nya diam-diam juga". Ariana menatap Mery yang ingin menangis.
"dia sudah kotor dan busuk karena tega mengkhianati pernikahan ini, aku akan membuangnya seperti sampah". Saking kesal nya Ariana tidak sadar dengan bokongnya sakit.
"shhhhh". Mery langsung mengambil kan salompas dan menempelkan nya pada bokong Ariana.
"jangan terlalu bergerak, jadi sakit kan". Tegur Mery.
"aku hanya emosi tadi, terimakasih telah membantuku". Ariana bangkit dari pembaringan tengkurap nya, duduk dengan pelan.
"masa tunggu ceraiku, tinggal setengah bulan lagi, setelah itu biar mereka telanjang dan main didepan mu, aku jamin tidak akan mengedipkan mata ku". Mery tiba-tiba tertawa pelan mendengar ucapan Ariana.
"tidak takut matamu rusak melihat mereka ?". Masih dengan tertawa.
"paling aku akan melempar mereka telur busuk, supaya sadar jika mereka memang sudah busuk". Akhirnya tawa Mery pecah, kesedihan yang tadi melanda sirna begitu saja.
"jangan melihat binatang yang sedang birahi, bisa-bisa mata mu betulan rusak". Ariana hanya bisa tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu.
* * *
Arga terus mencari Ariana tanpa henti, hingga ke tempat yang biasanya Ariana datangi tapi tetap saja istrinya tidak ada disana.
Beberapa kali menelpon Ariana, tapi sang istri tidak menjawab nya sama sekali karena nomor nya sudah di blokir.
tiba-tiba Raka datang menatap arah ya g terlihat emosi. "maaf tuan, saya belum bisa menemukan nyonya Ariana". Tangan Arga terkepal kuat hingga urat-urat tangannya terlihat.
"kamu milik ku Ariana dan kamu tidak kan bisa pergi dari kehidupan ku. Aku bersumpah akan menemukan mu dan membawa mu kembali kerumah. siapapun tidak bisa menghalangiku untuk hidup bersama mu, karena kamu sudah ditakdirkan untuk hidup dengan ku". Kata Arga menganggap ponsel nya begitu erat.
Raka yang melihat itu hanya mampu menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas panjang.
"cepat cari lagi sampai dapat". Arga menekan suara nya berbicara dengan Raka.
"baik tuan". Raka kemudian meninggalkan Arga sendirian.
"s*alan!!!!". Arga mendengar kerikil didepan nya karena merasa kesal.
sedangkan di apartemen Mery, Ariana hanya duduk diam di sofa. Tapi sebuah telepon masuk ke ponsel Mery, ternyata itu adalah telepon dari Arga.
Mery tidak menghiraukan panggilan itu sama sekali, tapi Arga seakan tidak menyerah menelpon nya tanpa henti.
"angkat saja". Mery hanya mampu menghela nafas kemudian menggeser tombol hijau.
"dimana istriku ?". Tanya Arga dengan nada pelan.
"kamu suami tapi malah bertanya pada ku, apa otak mu sudah tidak waras ?". Kesal Mery menjawab Arga dengan nada emosi.
"kamu sahabatnya, jadi katakan dimana dia". Mery memutar bola matanya malas.
"aku memang sahabatnya terus kenapa ? Heee Arga kamu ini suaminya apa bukan . bagaimana bisa kamu membawa pelakor dirumah tangga kalian, saat Ariana pergi kamu mencarinya, tapi saat Ariana da disamping mu, kamu malah terang-terangan bercumbu dengan pelakor s*alan itu".
Klik
Mery langsung mematikan telepon nya sepihak, tapi belum juga Mery bernafas lega ternyata Arga kembali menelpon nya.
"sepertinya dia tau kalau kamu ada disini". Mery memperlihatkan ponsel nya ketika Arga mulai menelpon nya lagi.
"biar aku yang berbicara". Mery memberikan ponsel nya pada Ariana.
"jangan ganggu Mery, aku akan pulang". Kata Ariana ketika sambungan telepon itu terhubung dengan Arga.
"kamu dirumah Mery ? Katakan dimana lokasi nya biar aku menjemput mu". kata Arga.
"luka di bokong mu, apa masih sakit ?". Ariana tersenyum miring mendengarkan pertanyaan Arga.
"Arga...sikap sok peduli mu itu benar-benar membuat ku merinding...".
Bersambung....