Indonesia
NovelToon NovelToon
Shen Luo : Murid Dua Dewa

Shen Luo : Murid Dua Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Ini menceritakan kisah seorang pemuda yang memiliki sembilan Akar Spiritual, yang dianggap sebagai sampah oleh dunia kultivasi. Namun, tanpa sengaja, ia justru dibimbing oleh dua sosok legendaris yang telah berdiri di puncak dunia kultivasi.

Membawa dua cincin warisan tersegel yang menyimpan kekayaan dari dua sekte besar, Shen Luo memulai perjalanannya di dunia kultivasi.

Di tengah perjalanan, ia harus terseret ke dalam perselisihan masa lalu kedua gurunya, berhadapan dengan seorang Iblis Suci yang mematikan, serta terikat dalam perjodohan dengan seorang Putri Es yang telah mencintai pria lain.

Dengan sembilan Akar Spiritual yang dianggap sebagai kelemahan, Shen Luo harus bertahan hidup dan mengungkap rahasia kekuatannya, hingga suatu hari segel kedua cincin warisan itu terbuka dan takdirnya mulai berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Reuni Tak Terduga

Kabar tentang kekalahan Wang Lei menyebar dengan cepat di Pelataran Luar.

Murid yang selama ini dikenal sebagai Sampah Sembilan Akar ternyata mampu menghancurkan pedang baja Wang Lei dengan tangan kosong. Sejak kejadian itu, tidak banyak murid yang masih berani meremehkan Shen Luo.

Namun kabar tersebut belum sampai ke telinga para murid inti. Bagi mereka, perselisihan di Pelataran Luar hanyalah perkara kecil yang tidak layak mendapat perhatian.

Jauh di dalam wilayah sekte, Puncak Teratai Salju tertutup salju sepanjang tahun.

Di halaman Paviliun Es, seorang wanita muda berjubah putih sedang berlatih pedang. Setiap tebasannya membawa hawa dingin yang menusuk tulang, sementara salju di sekitarnya berputar mengikuti gerakan pedangnya.

Itulah Mu Qingxue.

Kultivasinya telah mencapai puncak Pembentukan Fondasi. Hanya selangkah lagi sebelum menembus ke Inti Emas.

Trang!

Pedang kembali masuk ke sarungnya.

"Niat Pedangmu semakin kuat."

Suara seorang wanita terdengar dari belakang.

Pintu Paviliun Es terbuka, dan seorang wanita berjubah biru keluar dengan langkah tenang. Wajahnya masih terlihat muda, tetapi aura yang terpancar dari tubuhnya membuat seluruh halaman terasa berat.

Ia adalah Su Yuhan, guru Mu Qingxue sekaligus salah satu Tetua Inti Emas terkuat di Sekte Bintang Jatuh.

"Namun Hati Daomu masih belum tenang."

Mu Qingxue segera membungkuk.

"Guru."

Su Yuhan memandang muridnya beberapa saat sebelum bertanya,

"Karena Jian Chen?"

Mu Qingxue terdiam.

"Sudah berapa kali kukatakan? Jangan terlalu dekat dengannya."

"Jian Chen tidak seperti ayahnya."

Su Yuhan mendengus. "Jangan naif."

Suaranya berubah dingin ketika nama itu disebut.

"Jian Nantian pernah merebut kedudukan Ketua Sekte dari Kakak Senior. Sampai sekarang aku belum melupakan penghinaan itu."

Tatapan Su Yuhan mengeras.

Dahulu, Sikong Jian adalah salah satu jenius terbesar yang pernah dimiliki Sekte Bintang Jatuh. Namun setelah ada perselisihan dengan Jian Nantian, Sikong Jian yang seharusnya menjadi ketua sekte malah di pinggirkan menjadi wakil ketua sekte.

Sejak saat itu, kebencian Su Yuhan terhadap keluarga Jian tidak pernah benar-benar padam.

Sebelum Mu Qingxue sempat menjawab, seorang murid perempuan bergegas memasuki halaman.

"Tetua Su!"

Su Yuhan mengerutkan kening. "Ada apa?"

"Ada kabar dari Pelataran Luar."

Murid itu berhenti sejenak untuk mengatur napas.

"Seorang murid Sembilan Akar mengalahkan Wang Lei."

Su Yuhan tidak menunjukkan ketertarikan. "Pertarungan murid luar saja."

"Menurut saksi, dia mematahkan pedang Wang Lei dengan tangan kosong. Niat Pedangnya juga sangat aneh."

Su Yuhan akhirnya menoleh.

"Murid luar bisa menggunakan Niat Pedang yang sangat aneh? Di mana dia sekarang?"

"Puncak Hantu Kesunyian."

Ekspresi Su Yuhan berubah.

Tanpa berkata apa-apa lagi, ia langsung berbalik.

"Qingxue. Ikut aku."

Angin dingin berembus di Puncak Hantu Kesunyian.

Setelah menstabilkan kultivasinya di tingkat keenam Pengumpulan Qi, Shen Luo baru saja keluar dari Gua Bintang. Ia mengambil sapu lidi dan mulai membersihkan halaman seperti biasanya.

Tidak lama kemudian, ia merasakan dua aura mendekat dari kejauhan.

Salah satunya berada di puncak Pembentukan Fondasi.

Yang lainnya jauh lebih kuat.

Shen Luo menghentikan gerakan sapunya sejenak.

Datang untuk mencariku?

Ia segera menyembunyikan Qi-nya dan kembali menyapu seolah tidak merasakan apa-apa.

Beberapa saat kemudian, dua sosok turun di halaman.

Wusss!

Angin yang tercipta dari kedatangan mereka membuat debu dan dedaunan beterbangan.

Mu Qingxue berdiri di belakang Su Yuhan.

Begitu melihat Shen Luo, matanya langsung mengenali pemuda berjubah tambalan itu.

Tukang sapu yang pernah membuat keributan saat ujian Monumen Giok.

Namun perhatian Su Yuhan sepenuhnya tertuju kepada Shen Luo.

Cara pemuda itu berdiri. Cara tangannya menggenggam sapu.

Bahkan irama napasnya. Semuanya terasa begitu akrab.

"Siapa namamu?"

Shen Luo mengangkat kepalanya.

"Shen Luo, Murid luar."

Ia mengangkat sapu di tangannya. "Sekaligus tukang sapu."

Tatapan Su Yuhan semakin tajam.

"Jangan berbohong."

Ia mengangkat dua jarinya.

Dalam sekejap, Qi Pedang berwarna biru gelap berkumpul di udara.

Mu Qingxue langsung terkejut.

"Guru!"

Namun Su Yuhan tidak menghentikan serangannya.

Jari-jarinya bergerak.

Bilah Qi Pedang melesat lurus menuju Shen Luo.

Shen Luo menghela napas dalam hati.

Orang ini benar-benar tidak masuk akal.

Serangan itu sudah berada terlalu dekat untuk dihindari.

Ia melepaskan sapunya dan meraih pedang kayu yang tergantung di pinggang.

Qi Suci mengalir deras dari empat Akar Spiritualnya menuju lengannya.

Shen Luo mengangkat pedangnya.

Bang!

Pedang kayunya bertabrakan dengan Qi Pedang Su Yuhan.

Ledakan keras mengguncang seluruh halaman. Salju beterbangan, sementara Mu Qingxue terpaksa mundur beberapa langkah untuk menghindari gelombang benturan.

Ketika debu mulai mengendap, Shen Luo masih berdiri di tempatnya.

Tubuhnya telah terdorong beberapa langkah ke belakang, meninggalkan jejak panjang di tanah. Ujung pedang kayunya juga retak, tetapi serangan Su Yuhan berhasil ia tahan.

Mu Qingxue membelalak.

Seorang murid Pengumpulan Qi baru saja menahan serangan seorang Tetua Inti Emas dengan pedang kayu?

Namun Su Yuhan sama sekali tidak memperhatikan hasil benturan tersebut.

Tatapannya terpaku pada Niat Pedang yang baru saja diperlihatkan Shen Luo.

Cara pedang itu bergerak. Hawa tajam yang terpancar darinya.

Bahkan keteguhan Hati Dao di balik serangan tersebut.

Semuanya begitu familiar.

Sangat familiar hingga membuat napas Su Yuhan bergetar.

Sikong Jian.

Pedang kayu di tangan Shen Luo perlahan turun.

Ia menatap Su Yuhan dengan waspada, tetapi wanita itu tidak menyerang lagi.

Tubuh Su Yuhan justru mulai gemetar.

Beberapa saat kemudian, lututnya perlahan menyentuh tanah.

Air mata mengalir di pipinya.

"Teknik itu..." Suaranya bergetar. "Niat Pedang itu..."

Ia menatap Shen Luo dengan mata penuh kenangan, seolah sedang melihat seseorang yang telah lama menghilang.

"Apakah Dia meninggalkan seorang pewaris..."

Mu Qingxue berdiri terpaku.

Ia belum pernah melihat gurunya seperti ini.

Su Yuhan tertawa kecil di tengah air matanya. Tawa itu terdengar getir sekaligus lega.

"Langit ternyata belum benar-benar meninggalkan semua ini. ."

Ia mengangkat wajah dan menatap Shen Luo.

"Kau murid Sikong Jian, bukan?"

Shen Luo tetap diam.

Ia tidak tahu hubungan seperti apa yang dimiliki wanita ini dengan Kakek Putih, tetapi jelas bahwa Niat Pedangnya telah membangkitkan kenangan yang sangat dalam.

Untuk pertama kalinya, wajah dingin Su Yuhan dipenuhi harapan.

Sementara itu, Mu Qingxue hanya mampu menatap pemuda berjubah tambalan di hadapannya.

Selama ini, ia mengira Shen Luo hanyalah murid luar dengan bakat buruk yang kebetulan memiliki tubuh kuat.

Namun hari ini, ia melihat sisi lain dari pemuda itu.

Shen Luo bukan hanya memiliki Sembilan Akar Spiritual yang dianggap tidak berguna oleh sekte.

Ia juga menguasai Niat Pedang yang mampu mengguncang hati seorang Tetua Inti Emas.

Dan sejak pertemuan itu, nama Shen Luo perlahan mulai berubah di dalam Sekte Bintang Jatuh.

Bukan lagi sekadar Sampah Sembilan Akar.

Melainkan seseorang yang mulai menarik perhatian para tokoh kuat sekte.

1
Budikucay
🥰
Aman Wijaya
tambah lagi updatenya Thor 💪💪💪
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll Thor lanjut terus
Aman Wijaya
lanjut Thor semangat semangat semangat
Aman Wijaya
jooooz jooooz gandos pooolll lanjut terus Thor
Celestial Quill
Hallo Pembaca, Jangan jadi silent reader ya!

Dukung cerita ini dengan cara Like, Rating, Vote, dan gift ya. Semakin banyak dukungan, semakin banyak updatenya.

Terimakasih👍
kute
keren abis enak d bacanya
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Aman Wijaya
menarik trik apa yang akan digunakan Jin Yuyan untuk memikattt...,
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll lanjut terus Thor
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Aman Wijaya
markotop top top lanjut terus Thor
jhoni
lanjut smpai tuntas thor
Celestial Quill: Siap👍
total 1 replies
Armoire
Bagus sampai chapter 35
Moga2 MC nya ga kegatelan ma cewek2, dan ga punya banyak bini /Facepalm//Facepalm/
Armoire
1 vote meluncur lah /Drool//Drool/
Armoire
Qi darah iblis Jiji napa ga dilawan pake Qi darah iblis kakek hitam ja ??? /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor lanjut terus
Aman Wijaya
mantab Shen Luo lanjutkan aksimu
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!