Indonesia
NovelToon NovelToon
PUTRIKU DITUKAR, KINI AKU MENGGUNCANG DUNIA

PUTRIKU DITUKAR, KINI AKU MENGGUNCANG DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Nabila tidak pernah menyangka jika putri yang selama enam tahun ia besarkan dengan kemewahan ternyata adalah anak palsu. Darah dagingnya yang asli, Luna Wegan, diam-diam ditukar saat lahir oleh keluarga suaminya sendiri dan terpaksa hidup menderita sebagai pengemis jalanan. Takdir akhirnya mempertemukan Nabila dengan seorang gadis kecil penuh luka memar di depan mall, di mana sebuah tahi lalat di balik telinga membongkar pengkhianatan keji masa lalu. Bersama suaminya, sang CEO kejam Leon Wegan, Nabila kini siap menghancurkan siapa pun yang telah berani menyiksa putri kandung mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Langit ibu kota mulai menggelap karena awan mendung yang tebal menutupi cahaya bulan.

Di sebuah kawasan kumuh di pinggiran kota, bau sampah menyengat hidung siapa saja yang berjalan melewatinya.

Siska berjalan mondar-mandir di dalam ruang tamu gubuk reyotnya dengan wajah sangat tidak sabar.

Tangannya menggenggam sebatang kayu rotan yang ujungnya sudah pecah-pecah karena sering dipakai memukul.

"Jam segini anak sialan itu belum juga pulang membawa uang setorannya," gerutu Siska dengan wajah garang.

Herman yang sedang berbaring di atas tikar tipis mendengus kesal mendengar ocehan istrinya.

"Kau ini berisik sekali, Siska! Kepalaku masih pusing habis minum alkohol semalam," bentak Herman.

"Bagaimana aku tidak berisik?! Uang setoran hari ini belum ada sama sekali untuk beli makan malam!" balas Siska tidak mau kalah.

"Anak haram itu pasti sedang bermain-main di jalanan dan lupa waktu," lanjut wanita itu dengan mata melotot marah.

"Tunggu saja sampai dia pulang nanti. Aku akan memukul kakinya sampai patah biar dia tidak berani kabur lagi," ancam Siska memukul telapak tangannya sendiri dengan rotan.

Herman bangun dari tidurnya dan menggaruk perut buncitnya yang kotor.

"Jangan dipatahkan kakinya bodoh! Kalau dia lumpuh, siapa yang mau mencari uang untuk biaya hidup kita?" tegur Herman meremehkan.

"Biar saja dia mengemis pakai kursi roda sekalian! Pasti orang-orang kaya itu lebih kasihan padanya," jawab Siska tersenyum licik.

"Lagipula aku sudah muak melihat wajahnya yang mirip dengan orang-orang kaya sombong itu," tambah Siska meludah ke lantai tanah.

"Kadang aku menyesal menerima tawaran Suster Rini enam tahun lalu," ucap Siska tiba-tiba mengungkit rahasia masa lalunya.

"Uang tutup mulut sepuluh juta itu sudah habis dalam sebulan untuk kau pakai berjudi, Herman," lanjutnya menunjuk wajah suaminya.

"Jangan menyalahkanku! Kau juga ikut menikmati uang itu untuk beli perhiasan emas palsu!" bantah Herman dengan suara keras.

"Setidaknya kita dapat anak pungut gratis untuk dijadikan sapi perah pencari uang setiap hari," tambah Herman tertawa serak.

"Tapi anak kita sendiri entah bagaimana nasibnya sekarang. Apa dia hidup enak dengan keluarga kaya itu?" gumam Siska membayangkan putri kandungnya.

"Pasti hidupnya seperti putri raja di istana. Orang kaya itu kan bodoh, mereka pasti mengira anak kita itu darah daging mereka," balas Herman sangat yakin.

Tiba-tiba, suara deru mesin mobil yang sangat keras terdengar mendekati area gubuk mereka.

Bukan hanya satu, tapi ada banyak suara mesin mobil bertenaga besar yang masuk membelah gang sempit itu.

Sorot lampu depan mobil yang sangat menyilaukan menembus celah-celah dinding anyaman bambu gubuk Siska.

"Suara ribut apa itu di luar? Siapa yang berani bawa mobil mewah ke kawasan kumuh ini?" tanya Herman kebingungan.

Siska berjalan mendekat dan mengintip dari celah jendela kayu yang sudah lapuk.

Matanya langsung membelalak lebar melihat tiga mobil SUV hitam pekat terparkir tepat di depan gubuknya.

Puluhan pria berbadan besar dengan setelan jas hitam turun dari mobil-mobil itu secara serentak.

Mereka bergerak sangat cepat dan taktis mengepung gubuk reyot tersebut dari segala arah tanpa celah.

"Herman! Ada banyak orang berbaju hitam di luar sana! Mereka bawa senjata tajam!" teriak Siska panik dan mundur menjauhi jendela.

"Apa?! Jangan-jangan mereka rentenir tempat aku berutang judi bulan lalu!" Herman ikut panik dan berlari memutar mencari tempat sembunyi.

Belum sempat Herman menyembunyikan badannya di bawah tempat tidur, pintu depan gubuk itu sudah ditendang dari luar.

Brak!

Pintu kayu yang rapuh itu hancur berkeping-keping hingga engselnya terlepas dan terlempar menghantam dinding.

Lima orang pria berjas hitam menerobos masuk ke dalam gubuk sempit itu dengan wajah tanpa ekspresi sedikit pun.

"Siapa kalian?! Berani-beraninya masuk ke rumah orang sembarangan!" teriak Siska mencoba terlihat berani sambil mengayunkan rotannya.

Tapi salah satu pria berjas itu langsung menangkap kayu rotan Siska dengan satu tangan telanjang dan mematahkannya menjadi dua.

Plak!

Pria itu menampar wajah Siska dengan sangat keras hingga tubuh kurus wanita itu terpelanting menabrak meja usang.

"Kurang ajar! Berani kalian memukul istriku di depanku!" Herman berteriak marah dan mencoba memukul pria itu.

Namun perut buncit Herman langsung ditendang dengan sangat keras oleh pria berjas lainnya dari arah samping.

Bugh!

Herman jatuh tersungkur sambil memuntahkan cairan kuning dari mulutnya karena tendangan di perutnya sangat menyakitkan.

"Ikat tangan mereka berdua dan paksa mereka berlutut menghadap pintu!" perintah seorang pria yang tampaknya adalah ketua dari kelompok intelijen itu.

Dalam hitungan kurang dari lima detik, kedua tangan Siska dan Herman sudah ditarik ke belakang.

Tangan mereka diikat kuat dengan tali tebal khusus yang tidak bisa dilepaskan oleh orang awam.

Mereka berdua dipaksa berlutut di tengah ruang tamu gubuk mereka sendiri dengan leher ditodong senjata.

"Ampun, Pak! Berapa sisa utang judi saya? Saya janji akan mencicilnya bulan depan!" teriak Herman menangis ketakutan.

"Kami bukan penagih utang recehanmu itu, dasar sampah jalanan," jawab ketua intelijen itu dengan nada sedingin es.

"Tuan Besar kami yang ingin bertemu dengan kalian berdua secara langsung malam ini juga," lanjutnya sambil menundukkan kepala hormat ke arah pintu.

Dari ambang pintu yang sudah hancur tak bersisa itu, muncullah sosok tinggi tegap Leon Wegan dengan setelan jas mewahnya.

Aura intimidasi yang dikeluarkan oleh pria itu membuat suhu di dalam gubuk tiba-tiba terasa turun drastis menjadi sangat membekukan.

Leon melangkah perlahan masuk ke dalam gubuk reyot itu dengan wajah yang jauh lebih menakutkan daripada iblis pencabut nyawa.

Sepatu kulit mahalnya menginjak lantai tanah yang lembap itu tanpa ada keraguan sedikit pun.

Leon menatap rendah pada sosok Siska dan Herman yang sedang berlutut gemetar di depannya.

"Jadi ini wujud menjijikkan dari dua ekor hama yang sudah berani menyiksa putri kecilku," desis Leon dengan suara bariton yang pelan namun sangat mematikan.

Siska mendongak menatap wajah tampan nan menyeramkan dari pria yang berdiri di depannya itu.

"Putri? Kami tidak kenal siapa putri Anda, Tuan! Anda pasti salah alamat!" bantah Siska dengan suara bergetar hebat.

"Saya cuma punya satu anak perempuan di rumah ini dan dia cuma anak pungut yang kerja jadi pengemis!" tambah Siska mencoba menjelaskan posisinya.

Mendengar kata anak pungut pengemis keluar dengan santai dari mulut kotor wanita itu, amarah Leon langsung memuncak tak tertahankan lagi.

Brak!

Leon menendang dada Siska dengan ujung sepatu kulit kerasnya hingga wanita itu terlempar ke belakang menabrak dinding anyaman bambu.

"Akh! Dadaku sakit sekali rasanya mau pecah," rintih Siska terbatuk-batuk mengeluarkan sedikit darah dari sudut bibir pucatnya.

"Siska!" teriak Herman panik melihat istrinya ditendang hingga muntah darah segar.

"Anda ini siapa sebenarnya?! Kenapa Anda tiba-tiba datang dan menyiksa kami tanpa alasan jelas?!" tanya Herman mengumpulkan sisa-sisa keberaniannya.

Asisten Budi melangkah maju dan menampar wajah Herman karena pria itu berani berteriak di depan bosnya.

"Jaga nada bicaramu, bajingan tengik! Kau sedang berhadapan dengan Tuan Leon Wegan, CEO dari Wegan Group!" bentak Asisten Budi.

Mata Herman dan Siska seketika membelalak sempurna seolah bola mata mereka akan melompat keluar dari sarangnya.

1
Astiana 💕
elit sekali lah nama nya🤣
Astiana 💕
dasar bocah, mainan sulap katanya🤣
Thewie
lanjuuuttt💪💪💪
kiyoe: hehehe siap kaka
total 1 replies
Meee
,KLO bisa jangn ada yng mau adopsi sibianca.biar hidupnya. menderita itu karma atas perbuatan biadad orang tuanya😬😬
kiyoe: hehehe iyaa kak bener biar menyesal si Bianca 🤭
total 1 replies
Astiana 💕
kenzo memang teman terbaik🫰🏻
kiyoe: hehehe Kenzo besti nya Luna kak 🤭
total 1 replies
Astiana 💕
cerita nya makin bagus thor, gak sabar nunggu luna gede🤭
kiyoe: heheh makasih kak Astiana
total 1 replies
Astiana 💕
seharusnya hallo princess papa🤭
kiyoe: hehehe makasih kak pokok semangat terus 🤗🥰
total 3 replies
Meee
Luna harusnya di bekali ilmu bela diri,agar bisa melindungin diri sendiri.meski bnyak pengawal jaga" dari bahaya ke DPN ya sebagai seorang pewaris,dan jangn terlalu percaya dngn orang terdekat,musuh yng g bisa terbaca terjadi karena orang terdekat.😬😬
kiyoe: heheh terimakasih atas masukannya kak boleh di coba itu Luna di bekalin PSHT
total 1 replies
Adinda
pasti nanti bianca di adopsi sama orang kaya dan balas dendam sama leon takutnya nanti luna jadi sasarannya
kiyoe: heheh di tunggu update bab selanjutnya aja yaa kak 🤭
total 1 replies
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjut
kiyoe: terimakasih Kaka Fauziah Daud ☺️
total 1 replies
Astiana 💕
apakah nanti gede nya tidak menaruh dendam thor pada Luna.🤔
Astiana 💕: haduh jadi penasaran 🤭
total 2 replies
Thewie
bawa ke psikiater anakmu wegan. kasihan traumanya blom hilang
ceuceu
ikutan nangis terharu/Sob/
kiyoe: hehehe baca novel nya sambil ngupas bawang merah yaa kak makanya sampai nangis 🤭😄
total 1 replies
ceuceu
Ya Allah kasihan banget luna/Sob/
Dewiendahsetiowati
Rosalina siap2 aja dirimu dapat kado istimewa dari ponakanmu, sudah tua tetep aja jahat
kiyoe: hehehe
total 1 replies
ceuceu
Hadir thor.
baru mulai baca
kiyoe: Terimakasih Kaka ceuceu semoga suka yaa sama ceritanya ☺️
total 1 replies
Thewie
akhirnya kebohongan itu terungkap juga. othor luar biasa memainkan emosi akuuuuu
kiyoe: wah Terimakasih kak Bintang Lima sehat selalu kak Thewie ☺️🙏
total 1 replies
Thewie
seru thor👍👍😍
kiyoe: Heheh terimakasih kak Thewie
total 1 replies
Astiana 💕
Semangat 💪🏻
Cerita nya bagus banget
Astiana 💕: oke sama-sama ya☺️
total 2 replies
Astiana 💕
cerita nya bagus banget thor, gak bertele-tele
kiyoe: Terimakasih kak Astiana 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!