Indonesia
NovelToon NovelToon
Pernikahan Kedua Suamiku

Pernikahan Kedua Suamiku

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Poligami / Balas Dendam / Romantis / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.6
Nama Author: AsriNp

Season1. Pernikahan Kedua Suamiku 1-75

***

Bagaimana rasanya menjadi istri pertama?


Tentu saja semua wanita akan merasa bahagia. Akan tetapi, tidak dengan Nita Andira. Istri pertama rasa istri kedua. Ia tidak pernah diberikan cinta oleh sang suami.

Hidupnya kesepian tanpa kehadiran buah hati. Namun, terlalu jauh sampai kapan pun dia tidak akan mendapatkannya.

Ingin mencoba menyerah. Namun, rasa itu terlalu dalam. Dia terlalu cinta hingga membuatnya rela berbagi cinta.

Kasih istri keduanya mencoba membantu Nita untuk kabur, agar dia dapat menjadi satu-satunya. Tetapi Tazkia mengetahui kebusukkan Kasih, apakah Krisna akan tetap mempertahankan Kasih?

Season2. Rumah Impian.

Kepergian Bian membuat Krisna semakin gencar mengejar Nita, meski janda-nya itu tidak menanggapi sama sekali.

Bertahun-tahun diabaikan tetapi lelaki itu sama sekali tidak merasa lelah. Dia menganggap semua itu balasan atas apa yang telah dia lakukan di masalalu karena telah menyakiti Nita begitu dalam.

Lalu bagaimanakah tanggapan Nita tentang Krisna? apakah dia akan memberikan kesempatan kedua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AsriNp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab12. Jalan-Jalan Ke Mall.

Bab12. Jalan-Jalan Ke Mall.

***

"Mas aku mau ikut lagi ke kantor," rengek Kasih setelah mereka menyantap sarapan pagi mereka.

Ari yang baru datang akan menjemput Krisna langsung membisikkan sesuatu. Nita dan Kasih tidak dapat mendengarnya. Yang sesungguhnya bisikan itu berupa schedule pekerjaan.

Setelah memberitahukan itu Ari langsung pamit undur diri. Dia tidak ingin melihat kerumitan rumah tangga tuannya. Istri pertama yang super santai dan dewasa. Bahkan Ari pun tidak menyangkal jika dia pun mengagumi sosok istri pertama tuannya.

Sedangkan istri keduanya kekanak-kanakan. Bahkan meminta sesuatu saja tuannya harus bergerak langsung. Jika tidak Krisna tidak akan mendapat jatah malam. Entah apa yang di katakan istri kecil majikannya itu ketika di kantor kemarin.

"Aku sibuk sekarang sayang," tolak Krisna secara halus. Bahkan lelaki itu memegangi tangan Kasih dengan lembut, dan hati-hati.

Kasih menghentakkan kakinya kelantai dengan kasar. Dia juga merengek bak anak kecil yang ingin dibelikan mainan. Nita yang melihat sikap manja istri muda suaminya hanya menonton saja.

"Lain kali saja, ya. Kemarin juga kan ikut jika tidak banyak pekerjaan," terang Krisna lagi.

Tanpa menjawab Kasih langsung kekamarnya dengan wajah yang sudah merah padam. Mungkin karena malu permintaannya tidak di turuti Krisna di depan Nita.

Nita menghela napas kasar lalu beranjak berdiri untuk menghirup udara segar setelah ia melihat asupan yang tidak membuatnya bahagia. Di luar sana ada Ari yang tengah menunggui Krisna. Tanpa rasa canggung Nita kedepan.

"Selamat pagi, Nona," sapa Ari, dia juga membungkukkan badannya.

"Pagi juga," jawab Nita dengan ramahnya. Ia mulai lupa akan ledekan kemarin yang telah Ari lakukan.

"Kenapa anda tidak bersikap manja, supaya bisa dicintai, Tuan?" Kelakar Ari membuat Nita seketika langsung mengerutkan alisnya.

"Untuk apa menjadi orang lain untuk disukai orang. Saya ingin dia mencintai saya apa adanya. Lalu mengapa kamu tidak menjadi kaya supaya istri kedua suamiku tertarik padamu," tandas Nita. Ari yang mendengar jawaban tidak terduga dari Nita hanya bisa tersenyum dalam hatinya.

Jika tidak malu ingin rasanya ia tertawa. Lelucon apa itu, mengapa dia tidak kaya? Tentu saja dia ingin kaya. Tetapi jika takdir dan takaran kemewahan dari Yang Maha Kuasa menjadi sekretaris tuannya. Ari bisa apa? Yang penting dia tidak lupa akan kewajibannya sebagai lelaki untuk tetap bekerja, agar membahagiakan calon istrinya kelak.

"Kenapa diam?" tanya Nita dengan terkekeh. Ari yang memandang Nona mudanya tertawa hanya bisa melihatnya dengan kagum.

"Aku tetap mau ikut!" Teriak Kasih yang sudah banjir air mata berjalan keluar dengan tas jinjing yang dia bawa. Sementara Krisna ia tetap memeluknya dengan berjalan.

"Kamu akan merasa bosan di sana sayang," ucap Krisna. Memeluk tubuh istrinya hingga istrinya tidak melanjutkan perjalanannya.

"Kamu itu mudah bosan. Dan aku pun harus mengikutimu, sedangkan aku itu sedang bekerja bukan main," ungkap Krisna terus memberikannya pengertian.

"Aku bisa sabar menunggu kamu, Mas!" Ketus Kasih masih dengan pendiriannya.

"Kamu punya wanita lain ya di luar. Apa istri dua juga tidak cukup untuk kamu?" Pertanyaan Kasih yang mulai melantur.

Nita dan Ari langsung melihat kearah suara. Wanita itu memang benar-benar manja. Dan Krisna yang belum juga bisa menenangkannya. Tanpa aba-aba Kasih langsung masuk kedalam mobil meskipun Krisna sudah melarangnya.

"Semangat menenangakan dia Kris, harus ekstra sabar ya? Ayok, cepat susul dia," titah Nita. Ketika Krisna berada di dekat Nita. Dia malah memandangi Nita yang tersenyum manis padanya.

Dengan langkah gontai ia memasuki mobil untuk menenangkannya.

"Nona, apakah hatimu sudah memakai plester?" tanya Ari.

'Aku paham apa yang dia maksud,' batin Nita. Dia malah memasang bola mata jengah lalu mengabaikan Ari yang terus menggodanya.

Sekitar sepuluh menit akhirnya Kasih keluar. Dia sudah sedikit baikan sekarang. Bahkan wajahnya sudah tidak murung seperti tadi. Krisna juga tidak terlihat frustrasi. Mungkin mereka sudah berbaikan.

"Aku berangkat kerja dulu, ya?" Pamit Krisna pada keduanya. Dia juga memberikan kiss bye.

"Tunggu, Mas!" cegah Kasih di saat mobil yang di kendarai suaminya akan pergi.

"Apalagi sayang?" tanya Krisna. Ia akhirnya keluar mobil lagi untuk mendekap istrinya.

'Setiap hari aku harus makan hati. Ternyata benar kata orang. Cinta membuat seseorang buta, dan bodoh. Dan contohnya itu aku,' batin Nita.

Nita perlahan mundur dan menjauhi Krisna dan Kasih. Rasanya akan semakin sakit jika dia terus-menerus menjadi penonton drama rumah tangga mereka.

Dia berjalan dengan lesu memasuki rumah. Ia berjalan ke taman belakang untuk menghirup udara sejuk. Harusnya mereka bisa menghargai dia, ternyata Krisna sosok yang penurut jika menjadi seorang suami. Membuat Nita berkhayal jika dia yang berada di posisi Kasih.

Dia pun pasti akan merasa bahagia seperti Kasih saat ini. Di saat dia sedang menikmati kesendiriannya, Kasih menghampirinya dengan wajah sumringah.

"Mbak," panggil Kasih. Meskipun ia sedikit tidak suka pada Nita. Tetapi dia harus tetap baik padanya. Jika tidak dia akan mendapatkan ceramah dari suaminya.

Nita berdehem sebagai jawabannya. Kasih pun menghela napas panjang sebelum ia mengatakannya.

"Kita jalan-jalan ke mall yu? Aku sudah meminta izin pada mas Krisna. Dia mengizinkannya, tetapi aku mau sama kamu perginya," pinta Kasih.

'Entah apa yang sedang ada di dalam otaknya itu. Tumben sekali ingin pergi denganku," gumam Nita di dalam hatinya.

Kasih yang sudah bersiap pun ingin ikut kedalam kamar Nita. Namun, wanita itu memberikan alasan yang banyak agar wanita itu tidak ikut masuk. Untunglah dia tidak mengadu jika iya, dia akan merengek macam bayi seperti tadi.

"Kamu tunggu saja dulu di depan. Aku mengganti dulu pakaian," titah Nita. Kasih Yang diberikan instruksi seperti itu hanya bisa menggerutu tidak terima.

Kasih berjalan ke depan menuju pintu utama. Sudah 15 menit menunggu tetapi Nita belum juga datang membuat Kasih berdecak.

"Dandan begitu lama pun percuma. Toh, kamu itu tidak pernah di lirik suamiku, maksudku, suami kita," ucap Kasih dengan nada sinisnya berbicara seorang diri.

"Suamiku, suamimu juga. Dan aku ingin dia menjadi suamiku satu-satunya. Aku ini memang kekanak-kanakan, tetapi tadi hanya aku lebih-lebihkan supaya kamu tahu betapa dia mencintaiku, dia begitu memperlakukan aku begitu spesial," ungkap Kasih dengan tersenyum licik.

Baru saja ia akan memasuki rumah, Nita sudah berada di hadapannya. Dengan wajah penuh selidik Kasih mengamati Nita dari ujung rambut dan kakinya.

"Kenapa? Penampilanku kurang baik kah?" tanya Nita ketika melihat raut wajah Kasih yang sedikit meremehkan. Alis Kasih ia naikkan dan berkata.

"Tidak ada yang kurang, perfeksionis. Tetapi, kamu tidak bisa menyentuh hati suamimu," sindir Kasih.

'Ok, masalah hati aku tidak bisa ikut menimpali. Toh, mencintai tidak bisa kita ketahui, pada siapa hati kita akan berlabuh," batin Nita. Dia lebih baik diam. Daripada meladeni Kasih yang menurutnya masih labil.

***

Temanya Berbagi Cinta ya kesayangan. Jadi wajar kalau saat ini Bab-nya tentang konflik mereka. Ikuti terus kisah mereka ya^_^

***

BERSAMBUNG...

1
Jue Juliza Johnson
Luar biasa
Bsrie Murjiati
kasian Nita 😭😭😭
Anik Anfrizal
maaf kak
ini arah critanya kmn kak
g ada arahnya mau kmn
maaf skip dl ya kak
Anik Anfrizal
kok jd ikan terbang yaaaa
Khairul Azam
ini crita apa sih
Khairul Azam
bego ini yg nulis cerita, ada ta perempuan bego begitu, bener cuman cerita tp gak gila begini
Magda lena
Luar biasa
Soraya
itukan bisa bisa othor aja yg ngarang sengaja dibikin lama sakit hati nya Nita
Soraya
maksudnya apa Krisna bertanya seperti itu
Soraya
klo didunia nyata ada gak sih orang jdi bodoh atau ilang akl krna cinta
Soraya
mampir thor
Rina Kartina
ga ngeti alur cerita nya
Jade Meamoure
bagus aja kalo Nita bahagia meskipun kelamaan banyak drama yg d paksakan
Jade Meamoure
bingung sih mau bilang Nita super duper tolol juga gak bisa soalnya nasibnya kan sama othor
Jade Meamoure
ya ampun 25 tahun itu dah mau kadaluarsa alias kelewat dewasa kalo masih 19 tahun barangkali itu masih muda remaja
Boru Sianturi Bere Parna
perempuan bodoh
Har-Vanny Queenbee
kalung tg di pakai kia. yg punya nita spt nya dr indra
Yuli Ana
suami model kya gini,bagusnya kebiri jha
Har-Vanny Queenbee
qu kira cuma aq yg gk nyambung sm alurnya, semua tiba², serasa lompat²
Imelda Situmeang
benar mba...kita bertahan demi anak2... miris ya tapi kenyataan spt itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!