Demi menolong seorang gadis dari belenggu kejahatan orang tuanya, Rangga, pemuda bertato yang terbiasa hidup dalam dunia hitam harus rela mengeluarkan uang satu miliar sebagai uang tebusan saat gadis itu diculik oleh orang suruhan kedua orang tuanya.
Cinta Aulia Ramadhani, gadis bercadar yang membuat Rangga jatuh cinta pada pandangan pertama meskipun dia tidak pernah melihat wajahnya.
Akankah Cinta menerima Rangga yang dunianya jauh berbeda dengan dunianya? Apalagi, saat ibunya Rangga dengan jelas menolak hubungan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BODOH
"Suster! Tolong buka saja pintunya," ucap Cinta saat sang perawat itu keluar dan ingin menutup pintu ruangan.
Perawat bernama Lusi itu tersenyum kemudian mengurungkan niatnya untuk menutup pintu. Dia lupa, kalau seorang laki-laki dan perempuan sedang berdua saja dalam sebuah ruangan, nanti bisa-bisa akan timbul fitnah.
Dalam hati Lusi tertawa sendiri. Seandainya itu adalah dirinya, ia pasti akan menutup pintu agar bisa berdua dengan pria setampan Rangga. Rangga memang sangat tampan meskipun usianya masih remaja.
Wajah tampannya membuat beberapa perawat di rumah sakit itu tiba-tiba menjadi pengagum rahasianya. Bukan hanya Rangga saja, ketiga temannya yang wajahnya juga tidak kalah tampan dari Rangga, sukses mencuri perhatian para perawat di rumah sakit itu.
Apalagi, perawat yang secara langsung ikut dengan dokter untuk memeriksa Rangga. Mereka sangat senang karena disuguhi wajah tampan Rangga dan teman-temannya.
Rangga tersenyum tipis menatap Cinta yang masih menatap ke arah lain. Gadis itu tidak mau melihat ke arahnya.
"Gimana keadaan kamu? Apa lukamu sudah membaik?" Rangga kembali mengulangi pertanyaannya.
Laki-laki itu bahkan memanggil Cinta dengan sebutan kamu.
Hal yang tidak pernah dia lakukan pada siapapun sebelumnya. Rangga sendiri merasa heran pada dirinya, kenapa berada di dekat Cinta membuatnya merasa menjadi seperti orang lain?
Berhadapan dengan Cinta, Rangga merasa seperti bukan dirinya. Awalnya, Rangga memang memperlakukan Cinta seperti yang lainnya.
Rangga bersikap ketus pada gadis itu. Lelaki itu juga memasang wajah datar. Tidak peduli apakah gadis itu akan marah.
Namun, setelah kejadian yang menimpa mereka berdua, Rangga merasa ada rasa yang sedikit berbeda.
Rasa yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Entahlah, Rangga sendiri tidak tahu, yang jelas, ia ingin berkata lembut pada Cinta.
Rangga juga sangat ingin melindunginya. Apalagi, setelah gadis itu menyelamatkannya. Rangga berhutang budi Cinta, Rangga tidak akan pernah melupakan hal itu.
Selain itu, Rangga juga merasa prihatin atas keadaan yang menimpa Cinta. Setelah ini, dia berjanji akan melindungi gadis itu meskipun dengan cara diam-diam. Rangga yakin, Cinta tidak akan mau jika dia tahu Rangga terus mengikutinya.
"Aku baik-baik saja. Sekarang, hanya tinggal proses pemulihan saja," jawab Cinta tanpa melihat ke arah Rangga.
"Terima kasih sudah menolongku," lanjut Cinta lagi.
"Aku yang seharusnya berterima kasih padamu karena kamu sudah menolongku." Rangga meralat ucapan Cinta.
Cinta tersenyum dibalik cadarnya. Namun, gadis itu tetap menundukkan pandangannya. Cinta tidak menatap Rangga sama sekali.
"Atas nama ayahku, aku minta maaf. Maafkan ayahku karena dia sudah memukulimu."
Rangga merasa terkejut mendengar ucapan Cinta. Meminta maaf? Gadis itu minta maaf atas nama ayahnya? Apa Rangga tidak salah dengar? Cinta meminta maaf untuk kesalahan sang ayah yang telah membuatnya terluka.
Kenapa ada orang yang bersikap sangat bodoh seperti Cinta?
Dia diperlakukan dengan kasar, dipukuli sampai pingsan hampir setiap hari. Tetapi, dia masih mau meminta maaf atas nama ayahnya?
Cinta bahkan berucap dengan lembut tanpa ada nada marah sama sekali. Sebenarnya, terbuat dari apa hati gadis itu sampai-sampai dia tidak merasa marah apalagi membenci ayah tirinya yang selalu saja berbuat jahat padanya?
"Kamu tidak membenci ayahmu?" Rangga bertanya dengan rasa penasaran yang tinggi.
Pasalnya, baru kali ini dia melihat orang yang tidak marah apalagi dendam padahal sudah disakiti dan dipukuli sedemikian rupa oleh ayahnya
"Apa kamu juga tidak marah pada ayahmu setelah apa yang dia lakukan padamu?"
"Tidak. Aku tidak marah. Ayahku adalah orang yang telah mengurusku dari sejak aku kecil. Jasanya sangat banyak. Dialah yang telah merawat aku setelah Ibuku meninggal beberapa tahun yang lalu."
"Cinta ...." Rangga menatap gadis bercadar itu tak percaya.
"Semua yang terjadi padaku adalah atas izin Allah. Mungkin saat ini Allah sedang mengujiku dengan cara seperti ini.
Aku hanya bisa terus berdoa, semoga Allah membuka pintu hati ayahku. Semoga Allah mengampuni dosanya dan mengembalikan dia menuju ke jalan yang benar, jalan yang diridhai oleh Allah."
BERSAMBUNG ....
Ribet yg gak lihat kondisi🙏🏻🙏🏻
makasih othor 😘😘