Indonesia
NovelToon NovelToon
Komandan Galak Itu, Suamiku

Komandan Galak Itu, Suamiku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Dokter / Tamat
Popularitas:372.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bagi Rahma Wulandari, Sakti Prawira adalah sosok kakak asuh masa kecilnya yang galak dan protektif. Namun, garis takdir mendadak berubah ketika impiannya menjadi dokter terancam kandas akibat kesulitan ekonomi. Satu-satunya jalan keluar yang ditawarkan orang tuanya adalah sebuah perjodohan. Demi masa depan, Rahma akhirnya pasrah. "Gak apa-apa deh nikah sama Kak Sakti, dia sudah aku anggap seperti kakaku sendiri!"

Di sisi lain, Sakti seorang Komandan TNI AD yang terkenal tegas, kaku, dan berhati dingin sejak ditinggal menikah oleh masa lalunya merasa tak habis pikir. "Kenapa aku harus menikah dengan gadis bau kencur dan masih ingusan itu?" protesnya keras. Baginya, menikahi sahabat adiknya sendiri adalah hal yang konyol.
Namun, titah orang tua tak bisa diganggu gugat. Pernikahan beda usia dan prinsip ini pun tetap terjadi.

Mampukah pernikahan yang terbentur perbedaan usia, prinsip, dan watak ini menumbuhkan benih-benih asmara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

Akhirnya, Sakti dan Rahma dipersilakan untuk duduk bersebelahan di area utama yang telah disediakan. Di sisi kanan Rahma, Pak Salim dan Bu Rima mendampingi dengan raut wajah penuh haru, sementara di sisi kiri Sakti, Pak Wirahadi dan Bu Dian duduk tegak dengan wibawa mereka yang kental.

Acara sakral sore itu pun dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, diikuti dengan pembacaan doa yang begitu khusyuk. Atmosfir hangat dan penuh takzim seketika menyelimuti kediaman sederhana Pak Salim.

Memasuki inti acara, Pak Wirahadi selaku perwakilan keluarga pria berdiri untuk menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereka. Dengan suaranya yang tegas namun sarat akan ketulusan, beliau secara resmi menyampaikan niat untuk meminang Rahma Wulandari menjadi istri sah bagi putranya, Kapten Sakti Prawira Kusuma.

Suasana haru seketika pecah saat Pak Salim membalas ucapan sahabat karibnya itu. Air mata kebahagiaan bergenang di sudut mata tua Pak Salim saat beliau dengan tulus menerima pinangan tersebut demi kebahagiaan putri tercintanya. Keheningan yang khusyuk sesaat melanda ruangan, semua yang hadir larut dalam kesakralan momen tersebut.

Di tengah keheningan itu, Sakti melirik sekilas ke arah Rahma. Gadis di sampingnya itu masih setia menundukkan kepalanya dalam-dalam, menatap jemarinya sendiri tanpa berani mendongak. Menyadari tubuh Rahma yang tampak kaku, Sakti sedikit condong ke arahnya lalu berbisik pelan tepat di dekat telinganya Rahma.

"Jangan tegang, dibawa relaks saja," ucap Sakti lirih.

Mendengar bisikan tiba-tiba itu, Rahma refleks menoleh. Ia menatap Sakti dengan tatapan heran sekaligus terkejut. Namun, bukannya memasang wajah dingin seperti biasanya, Sakti justru menyunggingkan sebuah senyum tipis yang teramat manis di mata Rahma.

Jantung Rahma serasa melompat dari tempatnya. Tak kuat menatap bola matanya Sakti lama-lama, ia buru-buru kembali menundukkan kepalanya dengan wajah yang semakin memerah padam.

"siapa juga yang tegang, Kak...!" jawab Rahma berbisik balik, suaranya sedikit bergetar sembari mencengkeram erat kain brokat pakaian muslimah nya.

Melihat hal itu, tanpa diduga, Sakti mengulurkan tangan kirinya ke bawah meja. Ia meraih telapak tangan kanan Rahma, lalu menggenggamnya dengan begitu erat dan hangat.

"Kau jangan bohong. Buktinya tanganmu dingin dan berkeringat seperti ini," goda Sakti lagi dengan suaranya yang sangat pelan, nyaris berupa bisikan yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua.

Digenggam secara tiba-tiba dan ditatap dengan sorot mata seintens itu, pertahanan Rahma runtuh seketika. Ia semakin gugup setengah mati. Bulir-bulir keringat dingin mulai bermunculan di sekitar pelipisnya. Genggaman tangan Sakti yang begitu besar dan kokoh seolah mengunci seluruh pasokan oksigen di sekitarnya.

Sementara itu, di barisan kursi keluarga agak belakang, Salma yang sedari tadi tidak melepaskan pandangannya dari pasangan itu langsung menangkap momen tersebut. Matanya berbinar jenaka saat melihat tangan kakaknya diam-diam menggenggam tangan Rahma di bawah meja.

Tanpa membuang kesempatan, dengan gerakan cepat dan senyap, Salma merogoh ponsel canggihnya. Ia berhasil mengabadikan momen langka dan romantis itu ke dalam galeri ponselnya.

"Ih, so sweet banget sih kalian berdua!" bisik Salma super pelan di kursinya, sambil menutup mulutnya menahan tawa geli yang amat sangat melihat sahabatnya yang sudah seperti kepiting rebus di depan sana.

Setelah pembicaraan serius antara Pak Wirahadi dan Pak Salim mencapai kesepakatan, acara dilanjutkan dengan penyerahan simbolis berupa hantaran seserahan yang dikemas cantik serta sejumlah uang mahar dari pihak keluarga pria kepada kedua orang tua Rahma. Senyum bahagia tak lepas dari wajah Bu Rima saat menerima hantaran tersebut.

Begitu prosesi serah-terima selesai, Pak Salim dan Pak Wirahadi spontan bangkit dari duduk mereka lalu saling berpelukan erat. Air mata haru bergenang di pelupuk kedua pria paruh baya itu, mereka sangat bahagia karena pada akhirnya persahabatan panjang mereka akan mengikat kedua keluarga menjadi sebuah keluarga besar yang utuh.

Acara pun ditutup dengan doa bersama, menandai dimulainya sesi ramah tamah dan makan siang menjelang sore bersama para tamu undangan. Hidangan khas sunda yang disajikan langsung diserbu dengan penuh kehangatan. Sementara para tamu menikmati makanan, Pak Wirahadi tampak asyik mengobrol bersama para tokoh masyarakat, termasuk Ketua RT dan RW setempat, serta para tetangga lama yang masih mengenalnya dengan baik. Kerinduan mendalam setelah sekian lama pindah dari Bandung ke Jakarta begitu terasa dalam obrolan penuh tawa itu.

Di meja utama, Pak Salim dan Bu Rima tampak berbincang dengan Bu Dian. Pak Salim menyadari ada satu anggota keluarga Pak Wirahadi yang tidak terlihat. "Eh iya, Bu Dian, Neng Syila ke mana ya? Kok tidak kelihatan ikut rombongan?" tanya Pak Salim menanyakan kakak dari Salma sekaligus adik perempuan pertama Sakti tersebut.

Pak Wirahadi yang mendengar pertanyaan itu langsung menoleh dan memberikan penjelasan. "Waduh Salim, mohon maaf sekali. Acara lamaran ini kan memang diputuskan sangat mendadak. Nah, Syila saat ini sedang bertugas sebagai pramugari di maskapai penerbangan internasional, Kebetulan minggu ini jadwalnya padat sekali, dia sedang ada rute penerbangan jarak jauh ke luar negeri."

Bu Dian ikut menimpali sambil tersenyum, "Iya, Pak Salim. Tapi insya Allah, kemungkinan besar nanti pas acara pernikahan Sakti dan Rahma digelar, Syila akan hadir kok bersama suaminya, yang kebetulan juga seorang pilot di maskapai yang sama."

Pak Salim dan Bu Rima mengangguk-angguk maklum. "Oh, begitu... Alhamdulillah kalau begitu. Memang tugas pelayanan publik seperti itu tidak bisa ditinggal sembarangan ya. Kami sangat mengerti," jawab Pak Salim bijak, lalu mereka pun melanjutkan obrolan hangat lainnya.

Sementara para orang tua asyik bercengkrama, suasana di sudut sofa tempat Sakti dan Rahma duduk justru terasa sangat kaku. Keduanya mendadak kehilangan kata-kata dan tidak banyak bicara. Sesekali mereka hanya bisa saling melirik canggung lewat sudut mata.

Melihat pemandangan membosankan itu, Salma dengan langkah jahilnya sengaja mendekat dan ikut nimbrung, siap melempar godaan maut. "Duh... kalian berdua ini kok malah diam-dieman begini sih? Padahal tadi di bawah meja sempat pegangan tangan erat banget!" bisik Salma menyebalkan.

Glek!

Sakti langsung melemparkan tatapan memelototi adiknya dengan tajam, memberi kode agar Salma diam atau ia akan menerima hukuman militer lagi. Salma yang ditatap seperti itu justru tertawa geli tanpa rasa takut. Kalau Rahma? Tidak usah ditanya lagi, wajahnya sudah merona merah pekat sampai ke leher dan ia hanya bisa pura-pura sibuk membetulkan letak jilbab putihnya.

*

*

Waktu berjalan perlahan hingga acara akhirnya selesai tepat menjelang pukul enam sore. Setelah para tamu undangan dan rombongan keluarga besar Sakti bersiap untuk menunaikan salat Magrib berjamaah di masjid dekat rumah Rahma, Salma memilih menyelinap masuk ke kamar sahabatnya untuk membantu Rahma merapikan pakaian.

"Ma, kalau saja acaranya tidak dadakan seperti ini, beuh... bisa satu bus mikrolet datang ke sini semua! Apalagi keluarga besar Mamah sama Papah itu banyak banget jumlahnya," celoteh Salma heboh begitu pintu kamar ditutup.

Rahma sampai tercekat mendengarnya.

"Wah, banyak juga ya, Sal?"

"Ya begitulah... Tapi selamat ya, Rahma. Aku benar-benar tidak menyangka kalau kau sebentar lagi akan menjadi kakak iparku!" ujar Salma tulus, lalu menghambur memeluk erat tubuh Rahma.

Mendapat pelukan hangat dari sahabat karibnya, jemari Rahma terhenti. Di dalam keheningan kamar, sebuah pertanyaan yang sejak lama mengganjal di sudut hatinya mendadak mendesak ingin keluar. Selama empat tahun terakhir, Rahma benar-benar buta akan kabar Sakti karena pria itu bertugas di Lebanon sebagai pasukan Unifil di bawah naungan PBB, sementara Salma baru dua tahun ini kuliah di Bandung bersamanya.

Rahma melepaskan pelukan Salma perlahan, menatap mata sahabatnya dengan ragu. "Sal... boleh aku tanya sesuatu padamu?"

"Boleh, kamu mau tanya apa, Ma?" jawab Salma santai sembari mendudukkan diri di tepi ranjang tempat tidur.

Rahma terdiam sejenak, menelan ludah untuk mengumpulkan keberaniannya.

"Apakah... apakah kau tahu apa yang menyebabkan Kak Sakti mengakhiri hubungannya dengan kekasihnya yang dulu?"

Deg!

Senyum di wajah Salma seketika lenyap. Ia langsung terdiam mematung dan menelan ludahnya dengan susah payah. Matanya membelalak kecil, sama sekali tidak menyangka kalau Rahma akan menanyakan masa lalu kelam sang kakak yang selama ini menjadi rahasia sensitif di keluarganya.

Bersambung...

1
Aanoer
👍👍👍👍👍🌟🌟🌟🌟🌟🌹🌹🌹🌹🌹☕☕☕☕☕
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Grin/😘
total 1 replies
@Al**
/Good/
Farida Dalle
Ternyata sdh tamat aja, bgmn dg Mayor sm Prof. Asha? kita tdk turut menyaksikan kelahirannya thor, gmn ini? kurang lengkap keknya.... terimakasih thor utk krya2mu, tg senantiasa menghibur dn sebagian sbgai pelajaran hidup dan semoga authornya selalu dlm lindungan Allah Swt, aamiin🤲😇
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih banyak kak, atas semua doa dan dukungannya 😊
semoga Kaka tidak pernah bosan dengan karya-karyaku yang lainnya 🤗
total 1 replies
Farida Dalle
Usaha tdk mengkhianati hasil, hehe😂
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: setuju 🤣🤣🤣
total 1 replies
Farida Dalle
Nah... baru sj pak Wirahadi membahas cucu, e dibalas kontan sm si authornya, iya kan... hasil kerja keras siang malam sdh membuahkan hasil, hihi🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul, semangat 45 itu 🤣🤣🤣
total 1 replies
Farida Dalle
Bikin baper pasangan2 ini,jadi ingat masa muda, apa daya sdh terlanjr tua, wkwk🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sama kak 🤭
total 1 replies
Farida Dalle
Dinda tak kasih tahu yah, klu kamu tdk suka Sakti dan Rahma bahagia sebaiknya kamu tutup mata aja, kan beres... habis perkara, iya kan??? 🤭
Farida Dalle
Wah....bahaya,ulat bulu sdh mulai masuk ke area Bandung,hati2 dan waspada,kita jg akan pasang badan utk membela km Rahma demi keutuhan rumah tangga kalian,pokoknya jngn mau kalah yah Rahma sebagai istri sah
🤭
Farida Dalle
Bagus sekali dokter Adnan, kamu pintar membaca situasi, sahabat sejati yah seharusnya sprti dr.Adnan dan utk Sakti km hrs tegas, Dinda penuh dg akal bulus😡
Farida Dalle
Jangan sampai km ada niatan balik ke Dinda yah Sak, pokoknya klu km ketemu lg sm Dinda, aq langsung chat ke Dinda, biar kamu gak dikasi jatah🤣
-Zinnia-
awal yg seru
Farida Dalle
Duh... Sakti koq cemburuan banged, namanya jg mahasiswa psti punya teman, lahian jg kan Rahma tdk ngapa2in, cuma klan doang itupun bereempat, hadeuh kyk abg aja, cinta sih cinta tp logika hrs ttp jalan dong... sini tak sentil, hehe gumus thor dg kelakuan Sakti🤭🙏
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aku juga gemez kak, pengen cubit 🤣🤣
total 1 replies
Farida Dalle
Haha .. rasain Sak, nda bisa lanjut ke babak berikutnya, sabar buasanya seminggu atau 10 hari, tp bisa icip2 koq🤣🤣🤣
Farida Dalle
Tp sorry nih Sakti, mau tanya dong, beneran dulu wktu pacaran sm Dinda, kalian prnh ciuman? atau bahkan lebih? 🤔🤭🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pernah icip-icip dikit kak, tapi GK lebih dari itu 🤣🤣🤣
total 1 replies
Farida Dalle
Itu balasam utkmu Sakti, makanya jd orng jngan asal ngomong, krn Allah itu Maha membolak balikkan hati manusia, iya kan??? 🤣 kemarin2 bilngnya gak cinta, nah sekarng lain lg, pokoknya siksa tetus Rahma pak kapten, kasi pelajaran kcl2an, tarik ulur, hehe.... emangnya layangan🤭🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
Farida Dalle
Aduhhhh... gmn ini kapten? yg katanya hatinya msh ditempati sang mantan? koq cemburunya kelewatan .... hihi, malu tuh sm omongan🤭😂klu di Mkssr tu malu bisa bikin bunuh diri, buran gantung diri di bawah pohon toge😂🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: Oalah 🤣🤣🤣
total 1 replies
Farida Dalle
Katanya gak cinta tp cemburumu selangit... 😕makanya jd lelaki egonya jngn terlalu tinggi, malu kan jadinya utk mengaku cinta? 🤭😂
Farida Dalle
Katanya Sakti sdh mulai suka dan tertarik ke Rahma, makanya jngan terlalu cpt mengatakan tdk ada tempat buat Rahma di hatimu, kan jadinya seperti "menjilat ludah sendiri" 🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: setuju 🤣🤣🤣
total 3 replies
Farida Dalle
Sakti, km itu aneh... msh memikirkan orng yg sdh menghianatimu, bahkan msh ingin menjaga hati, hellow... sadar pak kapten😡
Farida Dalle
Duh... mmng kamu tdk boleh lg mengharapkan masa lalu, untuk apa coba??? yg lalu biarkan berlalu, sambut masa depan bersama jodoh yg telah ditakdirkan utkmu....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!