Indonesia
NovelToon NovelToon
Kembar Genius Milik Tuan Kenzo

Kembar Genius Milik Tuan Kenzo

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:727.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Enam tahun lalu, Kenzo Roman De Luca kehilangan seorang wanita yang tak pernah berhasil ia lupakan. Yang tak pernah ia ketahui, wanita itu pergi membawa dua kehidupan yang tumbuh menjadi anak-anak genius.

Takdir mempertemukan mereka kembali.
Namun, sebelum Kenzo mengetahui kebenarannya, seorang bocah laki-laki yang tak sengaja bertemu dengannya dengan berani menawari sesuatu padanya.

"Asal Anda siap menikah dengan Mommy kami. Maka saya siap bekerja sama dengan Anda," ujar Mateo enteng.

Kenzo terpaku, dia tak tahu anak yang sedang memohon kepadanya itu adalah putranya sendiri. Akankah, Kenzo setuju atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

[Iya, Tuan,] sahut Digo dari seberang telepon.

Ponsel masih menempel di daun telinga Kenzo. Dengan langkah panjang dan tergesa, ia keluar dari ruangannya menuju lobi gedung.

"Anak-anak Tara adalah anakku." Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibirnya, penuh keyakinan.

Digo terdiam beberapa saat sebelum akhirnya bertanya, [Tuan, bagaimana Anda bisa seyakin itu? Bukankah hasil tes DNA baru akan keluar tiga hari lagi?]

Kenzo menghentikan langkahnya sesaat. Tatapannya mengeras, mengingat wajah Mateo dan Alisya yang baru saja dilihatnya.

"Aku tidak membutuhkan hasil tes untuk meyakini mereka. Aku bisa merasakannya, mereka memang anakku, Digo!"

Tanpa memberi kesempatan Digo menyela, Kenzo kembali melangkah.

"Kirimkan alamat tempat tinggal Tara sekarang juga. Dia sudah meninggalkan gedung sekuritas bersama kedua anaknya. Aku tidak akan membiarkan mereka menghilang lagi."

[Baik, Tuan. Saya akan segera mengirimkan lokasi lengkapnya.]

Sambungan telepon berakhir, beberapa detik kemudian, ponsel Kenzo bergetar. Sebuah pesan dari Digo berisi alamat apartemen Tara muncul di layar. Tatapan Kenzo berubah semakin tajam. Kali ini, apa pun yang terjadi, ia akan menemui Tara dan memastikan sendiri bahwa Mateo dan Alisya benar-benar adalah darah dagingnya.

Di dalam mobil, kedua bocah itu menatap Tara dengan raut wajah penasaran dan rasa ingin tahu yang besar.

"Mommy, apa yang teljadi?" tanya Alisya, bocah perempuan itu terlihat begitu penasaran. Berbeda dengan Mateo yang duduk bersedekap sembari menyadarkan tubuh pada kursi mobil ibunya.

"Mommy," panggil Alisya lagi.

"Kenapa kalian berdua melakukan itu? Kenapa bisa membuat penawaran seperti itu?" tanya Tara, dia melirik putranya dari spion depan. Namun, Tara dapat melihat jika Mateo enggan menjawab pertanyaannya itu.

"Mommy, tau kalian ingin sekali punya Daddy. Tapi nggak gitu caranya, itu nggak dibenarkan, itu kalian udah ganggu sembarang orang," lanjut Tara.

"Maaf, Mommy." Ucap Mateo akhirnya. Tara menghela napas, memang tak bisa memarahi anak-anaknya itu meskipun yang dia lakukan salah. Tetapi, Tara akan berusaha mengajari sang anak kalau apa yang terjadi barusan tidak diperbolehkan untuk mereka lakukan.

Mobil Tara memasuki area parkir apartemen. Begitu mesin dimatikan, ia segera turun, diikuti Mateo dan Alisya yang berjalan di sisi kanan dan kirinya.

"Ayo masuk," ajak Tara sambil menggenggam tangan kedua anaknya.

Mereka bertiga menaiki lift hingga tiba di lantai tempat unit apartemen berada. Setelah pintu terbuka, Tara langsung meletakkan tas kerja di atas meja dekat ruang tamu.

Suara bel apartemen mendadak memecah keheningan, Tara mengernyit.

"Siapa yang datang di jam segini?" gumamnya pelan.

Mateo dan Alisya saling berpandangan. Keduanya sama-sama mengangkat bahu, sama sekali tidak tahu siapa tamu yang datang.

"Kalian ganti pakaian dulu, ya. Biar Mommy yang liat siapa di luar," ujar Tara lembut.

"Iya, Mommy," jawab mereka kompak sebelum berlari menuju kamar.

Sementara itu, Tara melangkah perlahan menuju pintu. Entah mengapa, jantungnya berdetak lebih cepat. Tara berdiri sejenak, lalu mengintip melalui lubang kecil di pintu. Seketika napasnya tercekat, kedua matanya membelalak lebar.

'Tuan Kenzo...' Nama itu nyaris lolos dari bibirnya.

Di balik pintu apartemen, Kenzo Roman De Luca berdiri tegak dengan tatapan tajam yang lurus mengarah ke pintu unitnya. Wajah pria itu terlihat tenang, tetapi sorot matanya menyimpan tekad yang tidak bisa diabaikan.

Tara spontan mundur selangkah, jantungnya berdegup semakin kencang.

"Bagaimana dia bisa tau aku tinggal di sini?" gumamnya panik.

Tara, berusaha tak menggubris dan tak ingin membuka pintunya. Namun, bunyi bel apartemen sangat mengganggu dirinya dan bahkan mungkin tetangga yang tinggal di lantai yang sama.

"Nona Tara, saya tau Anda di dalam. Tolong buka pintunya, kita perlu bicara."

Tara semakin gelisah saat mendengar suara Kenzo yang terus memintanya untuk membuka pintu, tetapi Tara belum ingin bertemu dengan pria itu. Tara belum siap menjelaskan semuanya, apa lagi harus membahas tentang masa lalu. Selain dirinya, ada Mateo dan Alisya di apartemen.

"Mommy, kenapa? Siapa yang datang?" tanya Mateo yang baru saja ganti baju bersama adiknya. Belum sempat Tara menjawab, Mateo sudah lebih dulu berjalan ke arah pintu apartemen.

"Jangan," ucap Tara pelan, tetapi pintu itu sudah berhasil dibuka oleh Mateo. Saat melihat Kenzo yang berdiri di depan pintu, Tara memejamkan matanya dan mencoba memalingkan wajahnya segera.

"Anda? Sedang apa Anda di sini?" tanya Mateo, dia melihat di sekitar lantai itu, hanya ada Kenzo, berarti pria itu datang dengan sendiri.

"Boleh saya masuk?" tanya Kenzo.

"Ng..."

"Silakan," sahut Mateo segera memotong ucapan Tara, Kenzo langsung melangkah masuk ke dalam apartemen itu. Tara kesal, tetapi tak bisa berbuat apapun, semua itu terjadi karena anaknya.

Kenzo melihat seisi apartemen itu. Tidak mewah, tetapi cukup hangat, terlihat baru ditempat beberapa hari. Ada foto Alisya dan Mateo, ada foto Tara juga di sana.

"Bisa Anda jelaskan maksud dan tujuan Anda datang ke sini?" tanya Mateo berdiri di samping Kenzo dengan memasukkan kedua tangan ke dalam celananya. Kenzo menoleh, dan menatap bocah yang berusia lima tahun yang kini berdiri di depannya, lebih tepatnya bocah itu adalah anaknya sendiri.

"Kalau saya mengajak kalian pindah, apa kamu akan setuju?" pertanyaan itu membuat Tara terkejut, kalau Kenzo hanya membawa kedua anaknya tentu saja dia tidak akan setuju. Dia akan menentangnya meskipun keduanya akan menempuh jalur hukum, Tara sudah siap.

"Saya punya satu syarat," ucap Mateo singkat, Tara menatap anaknya dengan tak percaya. Mateo, selalu bisa menghadapi apapun dengan tenang.

"Masih punya syarat lagi?" tanya Kenzo tak percaya, Mateo hanya mengangguk dan kedua bahu terangkat.

"Apa syaratnya?" Kenzo sudah bersiap untuk mendengar apa syarat yang Mateo ajukan pada dirinya.

"Nikahi Mommy kami," ucap Mateo tegas, Tara membulatkan matanya tak percaya. Anak itu lagi-lagi dengan rencananya, padahal dia baru saja meminta maaf padanya.

"Mateo," bisik Tara pelan, wajahnya memerah karena malu, atau bahkan terlalu malu di hadapan Kenzo. Anaknya begitu terang-terangan melakukan permintaan itu, baginya Kenzo adalah pria asing.

1
Sri Wulandari
sprtinya kisah klrg Alex & Tasya terulang lg😔
Sri Wulandari
knp qm g menunggu suamimu dtng lalu bertanya k daddy Alex tentang apa yg sbnrnya terjadi...karna dg qm pergi g akan menyelesaikan smua mslh yg ada hanya kebencian yg akan terus tumbuh d hatimu....bkn kah mommy Tasya sdh pernah menceritakan tentang hubungan klrgnya & klrg daddy Alex yg penuh dg kesalahan pahaman karna fitnah orang lain.... mungkin saat ini qm perlu menenangkan diri karna terlalu syok tp tetaplah berpikirlah bijak demi rumahtangga mu & jg anak²mu
sprti daddy Alex & mommy Tasya akhirnya bahagia d masa tua walaupun masa lalu dr mereka yg tersakiti tdk bs pergi meninggalkan kehidupan mereka 😔
Sri Wulandari
sprtinya cerita masa lalu itu hanya Alex & Kenzo yg tau🤔
Nanik Kusno
terima kasih ceritanya Kak Othor....sehat dan semangat selalu untuk terus berkarya.....💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Aisyah Alfatih: kembali kasih kak 🙏 ayo mampir di karya baru aku kak 🙏💞
total 1 replies
Nanik Kusno
Akhirnya..... bahagia semuanya dengan orang2 tercinta.....👏👏👏👏👏🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
Nanik Kusno
Hanya papa Alex yang tau kebenaran peristiwa itu.....
Nanik Kusno
Akhirnya....g ada drama ketinggalan pesawat yang membawa Tara dan si kembar....
Nanik Kusno
Sayang banget ya ... Tara pergi sebelum tau apa yang sebenarnya terjadi di video itu dulu....
Nanik Kusno
Aduuuhhhhhh.....kok langsung memutuskan pergi....g cari tau dulu ke Kenzo....😥😥😥😥😥😥😥
Nanik Kusno
Jangan pendam sendirian Tara..... apalagi kamu akan melakukan sesuatu yang membuat mu menyesal nanti....
Nanik Kusno
Aduuuhhhhhh....😇😇😇😇😇😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫🙄🙄🙄
Nanik Kusno
semakin penasaran wae ...🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Nanik Kusno
Semoga tidak terjadi hal yang buruk ma keluarga ini....🤲🤲🤲🤲🤲
Sri Wulandari
Kenzi msh sm sprti waktu msh kecilnya dulu dia yg paling asyik & ceria....
gpp Kenzo sekali luangkan waktu mu bersama istri & anak²mu mereka jg butuh daddy nya utk bs d ajak bersenang² bermain bersama mereka....qm jngn gila kerja karna pekerjaan mu g ada habisnya 😅
Nanik Kusno
G bahaya ta iki??🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Nanik Kusno
Orrang2 masa lalu yang bermusuhan dengan Alex.????
Nanik Kusno
Semakin banyak teka-teki yang muncul.....😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫🙄🙄🙄
Nanik Kusno
Siapa lagi musuh Kenzo ini..... orang dari masa lalu....
Nanik Kusno
mungkinkah itu Dante????
Nanik Kusno
Semua akan terkejut dengan kemampuan Mateo.... pasti 👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!