Indonesia
NovelToon NovelToon
Angsa Cantikku

Angsa Cantikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Mafia
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Myz Pena

​"Tak ada yang lebih menyakitkan daripada melihat orang yang kau cintai,
ragu memilihmu demi seseorang yang paling kau benci.
​Dan di antara amarah yang membakar serta air mata yang bengkak,
dua jiwa yang terluka dipaksa melangkah di jalan yang sama...
tanpa sadar, bahaya sebenarnya justru sedang mengintai dari jarak paling dekat"

​Bagi Lulu, menjadi sosok culun dan tak kasat mata di kantor adalah hal biasa. Namun, di balik penampilannya yang sederhana, senyum hangat dan ketulusannya justru menjadi "racun" paling mematikan bagi dua pria kelas atas.

​Angga, manajer berdingin hati yang membenci kesalahan, mendadak kehilangan fokus tiap kali Lulu berada di dekatnya.

Sementara Riko, CEO angkuh yang awalnya
memandang Lulu sebelah mata, malah terjatuh paling dalam akibat sebuah insiden tak terduga. Ketika dua pria berkuasa ini saling berhadapan demi merebut satu perhatian...

siapakah yang akhirnya memenangkan hati Lulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myz Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 : JEBAKAN & BAYANG - BAYANG DARI KEJAUHAN

Layar ponsel Angga menyala, memantulkan pesan dari Ami, adik bungsunya.

​"Kak, nanti malam jangan lupa datang ya... Ini hari spesial buat aku, Ayah, dan Ibu. Jangan keterlaluan sampai terlambat lagi"

​Angga memijit pelipisnya yang berdenyut. Merayakan ulang tahun Ami berarti harus berhadapan dengan orang tua dan Riko saudara tirinya yang menyimpan dendam kesumat padanya. Pikirannya kalut, Pergi berarti masuk ke kandang macan, tidak datang berarti menghancurkan hati Ami dan Ibunya.

​Getaran panggilan telepon membubarkan lamunannya. Nama "Ibu" tertera di layar.

​"Halo, Bu..." sapa Angga, suaranya mendadak melunak.

​"Halo, Nak. Bagaimana kabarmu?" suara Bu Marni terdengar begitu hangat, namun sanggup meremukkan pertahanan Angga.

​"Angga baik, Bu. Maaf... Angga belum sempat pulang. Angga terlalu pengecut untuk menampakkan diri di depan Ibu dan Papa" Suara Angga bergetar, matanya memanas.

​"Kamu bicara apa, Nak?" Bu Marni menahan isak.

"Papa selalu menanyakanmu. Ami rewel ingin ketemu kakaknya. Ibu selalu mendoakanmu. Datanglah nanti malam... Ibu mohon, jadikan ini momen kita berkumpul kembali"

​Keharuan melingkupi Angga hingga sebuah ketukan pelan di pintu membuyarkan atmosfer. Sosok wanita berkacamata dengan rambut terurai melangkah masuk.

​Lulu.

​"Ibu, nanti Angga telepon lagi, ya. Ada pekerjaan mendesak" pamit Angga terburu-buru, lalu mematikan sambungan.

​Ia mengatur napas, menyapu sisa keharuan di matanya, dan kembali memasang topeng dingin nan intimidatif. Lulu berdiri kaku di depannya, menunduk dalam-dalam seolah menganggap Angga adalah monster yang siap menerkam.

​"Ada yang bisa saya bantu, Pak?" bisik Lulu pelan, memberanikan diri menatap mata sang manajer sekejap sebelum menunduk lagi.

​"Ambilkan pesanan sarapanku di lobi" perintah Angga datar.

​"Baik, Pak" Lulu berbalik cepat. Namun, baru dua langkah, suara Angga menghentikannya.

​"Kamu sudah sarapan? Kalau belum... sarapanlah denganku di sini"

​Kalimat itu lolos begitu saja dari bibir Angga.

" Sial, apa yang baru saja kuucapkan?" batin Angga mengutuk dirinya sendiri.

​Sementara Lulu membeku di tempat.

"Gila! Pak Angga kerasukan setan kantor apa bagaimana?! pikirnya ngeri.

​"S-saya ambilkan pesanan Bapak dulu, permisi!" cicit Lulu, lalu melesat keluar ruangan secepat kilat.

​Setelah mengambil pesanan di lobi, Lulu kembali memasuki ruangan Angga dengan hati berdebar. Ia meletakkan kantong berisi makanan di meja sudut.

​"Saya izin kembali ke meja, Pak" ujar Lulu gugup.

​"Siapa yang mengizinkanmu keluar?" tebas Angga dingin. Ia berdiri, melangkah perlahan mengikis jarak di antara mereka. Tatapan matanya menusuk dan meneliti Lulu dari ujung kaki hingga kepala.

​Gadis berkacamata ini sama sekali bukan tipenya culun, berpakaian Kuno, jauh dari kesan modis seperti Indah atau Vika. Namun, Lulu adalah kartu as-nya. Lulu cerdas, pandai berkomunikasi dan memiliki selera memilih barang yang sempurna. Angga membutuhkannya sebagai tameng di pesta nanti malam untuk meredam canggung saat berhadapan dengan Riko dan mengalihkan perhatian orang-orang.

​"Ikut aku nanti malam" cetus Angga tanpa kompromi.

​"M-maaf? Ke mana, Pak?" Lulu tersentak.

​"Ke pesta ulang tahun. Dan aku butuh kamu membantuku memilih kado"

​Seketika, kilas balik mengerikan menghantam pikiran Lulu. Dua tahun lalu, akibat ajakan jebakan dari Indah, ia datang ke pesta kantor dengan pakaian kusam milik Lastri. Di sana, ia menjadi bahan tertawaan, dipermalukan hingga memecahkan nampan minuman di depan ratusan orang. Keramaian pesta adalah trauma terbesarnya.

​"Saya... saya tidak bisa, Pak" tolak Lulu, suaranya gemetar.

​Bibir Angga terangkat, mengukir senyum tipis yang beracun.

"Oh, begitu? Kalau kamu keberatan, semua tugasmu akan dialihkan ke Indah"

​Mendengar ucapan managernya itu, mata Lulu seketika membelalak.

"Maksud Bapak, saya di nonjobkan?"

​"Ya....Dan kamu tahu, karyawan yang tidak punya kontribusi akan sangat mudah dipecat oleh perusahaan" Angga menyesap kopinya dengan santai dan menikmati kepanikan yang menjalar di wajah bawahannya.

"Pilihan ada di tanganmu. Turuti perintahku malam ini, atau angkat kaki dari kantor ini"

​Air mata Lulu menetes.

"Pak, tolong... jangan pecat saya. Saya butuh pekerjaan ini untuk keluarga saya..." tangisnya pecah, tersedu-sedu di hadapan Angga.

Melihat Lulu menangis sesenggukan, ada denyut penyesalan di dada Angga.

"Harusnya aku tidak mengancamnya sekejam ini" batin Angga iba. Namun, nasi sudah menjadi bubur.

​"Turuti saja perintahku malam ini, maka posisimu di kantor ini akan aman. Mengerti?" tegas Angga melunakkan intonasinya.

Lulu hanya bisa mengangguk pasrah seraya mengusap air matanya.

...****************...

​Pukul 17.30 WIB.

Lastri : "Lu, kamu udah jalan ke sini belum? Tadi dokter spesialis yang baru aja selesai rekam medis terakhir pasca operasku.

Lulu : ​"Aduh Las... Maaf banget, sepertinya aku akan telat ke rumah sakit sore ini. Lembur mendadak lagi sama Pak Angga. Maaf ya, Las 😭"

​Lastri: "Hah?! Lembur lagi?! Kasihan banget kamu, Lu.."

​Lulu: "Iya Las, aku nggak bisa nolak Nanti aku ke sana malam pas urusan Pak Angga selesai, ya. Titip salam sama dokternya, makasih banyak udah jagain kamu"

​Lastri: "Sip, nanti tak sampaikan ke dokternya. Eh tapi aku belum tahu nama dokternya siapa, ramah banget tadi. Nanti aku tanyain lagi pas dia visit. Tapi Lu... kamu hati-hati ya, Jangan sampai pingsan di depan bos galakmu itu!"

Lulu menyelesaikan obrolan di ponselnya dengan Lastri sahabatnya yang sedang dirawat di rumah sakit usai operasi. Di rumah sakit itu pula, seorang dokter cantik nan anggun bernama Anna baru saja selesai memeriksa kondisi Lastri.

​Sebuah pesan masuk ke ponsel Lulu dari Angga.

​"Segera bergegas. Tunggu aku di sudut persimpangan jalan belakang kantor. Jangan sampai ada yang melihatmu naik ke mobilku!"

​Lulu menghela napas berat, meratapi nasib sialnya hari ini. Ia merapikan barang-barangnya, berpamitan pada Vika dengan alasan hendak menjenguk Lastri, lalu melangkah keluar gedung kantor yang mulai sepi.

​Menjelang magrib, jalanan di belakang gedung kantor tampak remang dan lengang. Angin dingin berembus mengibarkan ujung rok kain Lulu. Ia berdiri sendirian di bawah pendar lampu jalan yang berkedip-kedip, menanti mobil Angga.

​Lulu merapatkan jalanya, mendadak tengkuknya merasa meremang.

​Ia merasa... sedang diawasi.

​Beberapa meter di balik bayangan pepohonan rindang dan pilar bangunan tua, sebuah sosok pria tinggi tegap berdiri gemetaran dalam kegelapan. Pria itu mengenakan mantel hitam tebal dengan topi fedora yang menutupi separuh wajahnya.

​Dari balik kegelapan, mata pria misterius itu menancap tajam ke arah Lulu. Tangannya yang terbungkus sarung tangan kulit menggenggam erat sebuah kamera berlensa telephoto.

​Cklik. Cklik.

​Suara bisikan rana kamera tersamar oleh bisingnya lalu lintas jalan raya. Pria itu menyipitkan mata, mengamati setiap jengkal tubuh Lulu memperhatikan ketakutan gadis itu, air mata yang masih tersisa di pipinya hingga helai rambutnya yang berantakan.

​Seringai tipis dan dingin mengembang di bibir pria misterius tersebut.

​"Akhirnya... aku menemukanmu, Lulu" bisik pria itu dengan suara berat yang mengerikan.

​Tepat saat itu, sebuah mobil SUV hitam milik Angga berhenti mendadak di depan Lulu. Pintu mobil itu terbuka.

​"Masuk! Cepat!" perintah Angga dari dalam.

​Lulu yang merasa ketakutan setengah mati tanpa tahu penyebab pastinya, langsung meloncat masuk ke dalam mobil. Mobil itu melaju kencang meninggalkan area remang tersebut.

​Dari sudut kegelapan, pria misterius itu melangkah keluar perlahan. Ia menurunkan kameranya, menatap mobil Angga yang menjauh dengan tatapan penuh dendam dan obsesi yang gelap.

1
Tamaa
pak Angga ini orangnya baik dengan gayanya sendiri
🍊⃟𝐒𝐓𝐉🥑⃟YAYA℘ℯ𝓃𝓪
😭 duh Lulu, yang sabar yahh, hidup udah penuh masalah malah dijadikan umpan 🗿
CORTIS
Angga masih cinta sama Anna?
berarti Lulu cinta keduanya dong?
Myz Pena: yeeeiyy
total 5 replies
Cimol krispy
woooah memang vangke kau ya pelayan
Myz Pena: suruhannya riko,, 🤧
total 1 replies
Cimol krispy
hayo kalian. mau ngaku atasan dan bawahan pastinya keliatan mesra banget
Myz Pena: terbawa suasana karena tegang 😑
total 1 replies
Cimol krispy
jadi gestur mereka kalau di lihat dari jauh kayak saling menyapa ya
Myz Pena: saling menyapa bagaiman... yang ada mereka pengen adu jotos angga dan riko 🤧
total 1 replies
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
tolong kalii ini jangan libatkan Lulu lagi ya/Grimace/
Myz Pena: sudah terlambat 🤧
total 1 replies
-Thiea-
dijadikan pelarian pula si Lulu jangan-jangan. 🤨
Myz Pena: emang dijadikan pelarian 🤧
total 1 replies
-Thiea-
kan ada ob. 🤨
Myz Pena: dia maunya Lulu,,🤧
total 1 replies
-Thiea-
si Angga juga tertekan kali.
Myz Pena: biang keladinya emang indah... 🤧
total 1 replies
-Thiea-
malah si indah pula yang disuruh. yang ada buat kacau dia entar.
Myz Pena: Indah harus diamankan siih🤧
total 1 replies
Xlyzy
wkwkwk di itu sebenarnya lagi salting lu🤣
Myz Pena: kabur nggak sih si angga... 🤭
total 1 replies
Xlyzy
yakin coba telaah lagi deh
Myz Pena: wkwkwk bener 🤭
total 1 replies
Xlyzy
Ga nyangka ya lu bakal terjadi hal seperti ini
Myz Pena: pastinya 🤧
total 1 replies
Miu.Nuha
udah move on nih bang 😊
sayangnya... kayaknya Anna bakal gk mau kalah deh...
Myz Pena: sudah pasti,, anna sebenarnya masih cinta bangettt🤧
total 1 replies
Miu.Nuha
emang kamu dulu sama Anna gk begitu?
garing donk pacarannya sama Anna 😭
Myz Pena: garing banget... soalnya anna sibuk ... cuman angga yang perhatian 🤧
total 1 replies
Miu.Nuha
terlulu lulu kamu mas ☺
Myz Pena: masih gengsi 🤭
total 1 replies
Wawan
🤭🤭🤭 ... kamu kalah susuk Ana
Myz Pena: masalhnya Anna udah nyakitin banget.. meskipun lama tapi Angga sebagai laki2 udah terlanjur sakit hati ditinggalin begitu 🤧
total 1 replies
Wawan
laki laki gitu loh 🤭
Myz Pena: emang ya laki2 kalau bilang A ya A, beda emang dengan cewek kadang plin plan 🤭
total 1 replies
Putry Chan
lulu baik banget sih , gak tega gangguin Angga yang lagi lelah , duduk di lantai dingin demi jagain bos nya tidur itu bukti dia peduli banget, sama kek aku peduli sama kamu 😚
Putry Chan: gak masalah asalkan ganteng 😂
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!