Indonesia
NovelToon NovelToon
Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Anak Genius
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Azmira, gadis kecil berusia sepuluh tahun, tumbuh dalam keterbatasan bersama ibunya.
Meski hidup serba kekurangan, Mira tidak pernah mau dikasihani. Ia memilih bekerja demi membantu ibunya, selalu ceria, dan berusaha menjadi anak yang kuat.
Namun, Mira tidak pernah tahu bahwa sejak kelahirannya, ada seseorang yang menganggap kehadirannya sebagai sebuah kesalahan.
Siapa yang tidak menginginkan Mira? Dan mengapa?

Nantikan kelanjutannya hanya di Manga Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Memperhatikan

Mira masih membereskan beberapa bungkus cangcimen yang jatuh ketika mobil hitam itu akhirnya berhenti tidak jauh dari taman. Anak perempuan yang tadi berdebat dengannya sudah kembali menghampiri seorang wanita yang terlihat anggun. Sementara pria yang berdiri di samping mereka hanya sesekali melihat keadaan sekitar.

Mira tidak terlalu memperhatikan. Baginya, yang lebih penting saat ini adalah dagangan ibunya, agar berkurang sedikit demi sedikit dari keranjangnya.

“Cangcimen... cangcimen...” suaranya terdengar begitu semangat.

Anak itu kembali berjalan berkeliling menawarkan dagangannya, beberapa pengunjung ada yang membeli jualannya, satu persatu akhirnya dagangannya ada yang laku juga.

"Kacangnya berapaan Dek?" tanya salah satu ibu-ibu.

"Lima ribu aja Bu," sahutnya dengan ramah.

"Ibu ambil tiga ya, juga permennya satu," ujar ibu itu.

Dengan cekatan tangan Mira mengambil kacang juga permennya, senyum syukur terukir jelas dari bibirnya, tanpa ia sangka pelanggan pertamanya membeli jajanannya empat sekaligus.

"Ya Allah makasih banyak, untuk pelanggan pertamaku, Mira harus berjualan lagi, agar Ibu senang," gumam gadis kecil itu lalu mulai kembali jualannya.

Mira terus berjalan menghampiri satu-satu pengunjung yang mulai memadati taman raya, sebagian pengunjung ada yang melambaikan tangan, dan sebagian lagi ada yang membeli jalannya.

Tidak terasa jualan Mira pagi ini banyak yang laku ia pun mulai kembali ke tenda ibunya, dari situ ia melihat Shasa masih duduk dengan ibunya. Tidak lama kemudian, dari kejauhan terdengar suara seorang wanita wanita yang memanggil nama Shasa sambil berlari.

“Shasa!”

Gadis kecil itu yang sejak tadi duduk di samping Rina langsung berdiri. Matanya membulat.

“Ibu!”

Shasa berlari secepat mungkin. Seorang wanita berusia sekitar tiga puluhan juga mempercepat langkahnya.

Dalam hitungan detik, keduanya sudah saling berpelukan. “Ibu kangen sekali sama Shasa,” ucap wanita itu sambil mengusap rambut putrinya.

“Aku juga kangen, Bu.”

Suara Shasa terdengar bergetar. Sudah hampir dua bulan ia tidak bertemu ibunya. Sementara itu, Mira yang melihat pemandangan itu ikut tersenyum.

“Untung ya, Kak Shasa akhirnya ketemu Ibunya,” gumamnya pelan.

Rina mengangguk. “Iya.”

Tak lama kemudian, wanita itu melihat ke arah ibu dan anak itu, lalu menghampiri mereka.

“Assalamualaikum.”

“Waalaikumsalam,” jawab Rina.

“Maaf ya, Bu. Shasa merepotkan.”

“Enggak sama sekali,” sahut Rina cepat. “Anaknya baik kok.”

Wanita itu tersenyum lega, ia tidak menyangka jika anaknya yang pendiam menemukan seorang teman, kemudian pandangannya beralih kepada Mira.

“Kamu Azmira?”

Mira mengangguk. “Iya, Bu.”

“Shasa sering cerita tentang kamu.”

Mata Mira langsung berbinar. “Benarkah?”

“Iya. Katanya kamu sering menemaninya.”

Mira langsung tersenyum malu. “Enggak sering juga sih, Bu.”

Wanita itu terkekeh kecil. “Terima kasih ya sudah mau jadi teman Shasa.”

Mira segera menggeleng. “Mira juga senang punya teman.”

Mendengar jawaban polos itu, hati wanita tersebut terasa hangat. Ia lalu mengambil beberapa kantong besar yang tadi dibawanya.

“Nah, ini yang Ibu janjikan.”

Shasa langsung mendekat. “Banyak sekali, Bu.”

“Ada makanan, baju, sama beberapa barang yang sudah tidak dipakai lagi.”

Mira hanya melihat dari kejauhan. Matanya memang penasaran. Namun ia tidak berani mendekat, anak itu cukup tahu diri, jika itu bukan miliknya.

Melihat ekspresi Mira, ibu Shasa seolah menyadarinya. “Kamu juga boleh lihat, Mira.”

Mira langsung menggeleng cepat. “Enggak usah, Bu.”

“Kenapa?”

“Mira cuma lihat saja.”

“Kalau ada yang kamu suka, ambil saja.”

Mira kembali menggeleng. “Enggak bisa.”

“Kenapa tidak bisa?”

Mira menunduk sebentar sebelum menjawab. “Soalnya Mira enggak punya uang buat bayar.”

Seketika suasana menjadi hening. Rina yang mendengar itu langsung memalingkan wajahnya, ia tahu betul dengan sifat anaknya yang tidak mau menerima barang cuma-cuma dari seseorang.

Sementara wanita tersebut menatap Mira dengan mata yang mulai terasa panas. Anak sekecil itu bahkan tidak berpikir untuk meminta. Ia justru memikirkan bagaimana cara membayarnya.

“Kalau Ibu kasih?”

Mira tersenyum kecil. “Terima kasih, Bu. Tapi Mira enggak boleh menerima cuma-cuma.”

Wanita itu terdiam. Entah kenapa, dadanya terasa sesak. Sementara tidak jauh dari sana, seorang pria yang baru keluar dari area taman tanpa sengaja melihat pemandangan tersebut.

Ia melihat seorang anak kecil yang mengenakan baju sederhana. Wajah yang penuh senyum. Namun kalimat yang baru saja diucapkan anak itu membuat langkahnya terhenti sesaat.

"Mira enggak boleh menerima cuma-cuma."

Pria itu menoleh sekilas, hanya sekilas tidak menoleh ke arah lain selain ke arah anak kecil itu, padahal jika saja matanya lebih teliti, mungkin dirinya akan melihat seseorang dari masa lalunya.

Ia pun kembali berjalan menuju mobilnya.

Dika tidak mengenali anak itu. Dan anak itu juga tidak mengenalinya, tapi Dika tahu jika asisten rumah tangganya itu sedang membagikan barang-barang bekas anak perempuannya.

Sementara itu, Shasa yang sedang membuka kantong barang tiba-tiba berseru.

“Bu, lihat! Ini masih bagus.”

Ia mengangkat sebuah tas kecil berwarna biru.“Cantik ya, Mir?”

Mira mengangguk kagum. “Cantik sekali.”

“Kalau ini kamu mau?”

Mira tertawa kecil. “Enggak ah.”

“Kenapa lagi?”

“Mira takut nanti Kak Shasa enggak punya.”

Shasa langsung cemberut. “Kamu itu baik terus.”

Mira terkekeh pelan. Sementara mereka tertawa bersama, tak ada yang menyadari bahwa dari balik kaca mobil hitam itu, sepasang mata sedang memperhatikan ke arah mereka.

Dan untuk pertama kalinya anak perempuan yang tadi bertabrakan dengan Mira mulai merasa penasaran. Kenapa anak yang memakai baju sederhana itu bisa tetap tersenyum sebahagia itu?

Bersambung...

1
kiky
next.....🙏🙏
Nar Sih
kak kok azmira libur panjang yaaa😭
Lilis Sumiati
Belum up ya biasanya tiap hari
kiky
loom up y
Erni Purwaningsih: sama2 lagi nunggu up juga
total 1 replies
Yeni Astriani
ceritanya pasti mengandung bawang dan harus ada persiapan tisu saat membacanya🥺🥺😭
Ghiffari Zaka
trs gmn ya ya ttg seorang ayah yg menyia2 kan ank nya???. apa nnt karma nya ada?? terutama untuk istrinya yg bs di blng pelakor ya...,duh semoga author menyegerakan....
jangan panjang2 thur takut pada bosan nnt trs pada kabu🤭🤭🤭🙏🙏🙏🙏
Tengku Nafisa
sangat bagus ceritanya
Tengku Nafisa
ubtuk dika tak perlu cari tau tentang anak yg pernah tak kau inginkan. untuk apa. untuk sebuah sebutan seorang ayah. Ih.. nyadar Dika. betapa tidak malunya dirimu. kau yg tak menginginkan kehadirannya kau pula yg mau cari tau. Dasar ayah durjana.
Nar Sih
serapat apa pun kmu simpan suatu saat pasti putri mu tau siapa ayah nya bu rina ,daan biar kan sja semua terbongkar mira sdh besar pssti ngerti
Tengku Nafisa
aaaa kenapa gak di teruskan. penasaran nih.
Heni Fitoria
semoga saja anak gundik yg km besarkan itu bukan anakmu, hukum karma untukmu dika
Nar Sih
kak ayuuu boleh satu bab. lgi ngk,penasarannn🙏🥰
Nar Sih
dan...ank yg kmu tinggal kan dan tdk kmu akui sdh berjuang keras bersama ibu nya tanpa mu ayah durjana🤣🤣
Nar Sih
jdi gk sbr nunggu karma ayah yg ngk mengangap putri nya
Ghiffari Zaka
di tunggu up nya ya Thor....AQ ud mulai agak gmn dech Thor,karena mulai sedikit jenuh thur...tp AQ ttp usahakan tunggu author up...mungkin karena kurang greget di kehidupan Dika yg enak2 trs seolah Rina dan Mira tu GK ada maknanya...semudah itu,EK dech Thor AQ tunggu jangan lama2 ya Thor....🙏🙏🙏🙏/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
AQ no komen dech di bab ini Thor...lanjut aja dech...cmn mau nunggu gmn si Dika tu menderita aja/Frown//Frown/
Ghiffari Zaka
Thor maaf Thor...sebenarnya AQ gondok bngt loh Thor...kok kehidupan si Dika itu bs baik2 aja sih?? knp bd gt padahal dia ud menyakiti dan menyia2kan istri dan ank nya.....kok gak adil gt loh Thor....sangking gedek nya AQ SMP pingin nangis guling2 ini loh thor😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
perasaan seorang ibu itu amat kuat,iya gak n bakal ada hal yg terjadi PD ank nya,tp mereka hrs ttp berjalan di balik masa lalu yg menyakitkan,kalaupun Mira tau Dika BPK nya dan bahkan se x pun dia pemilik perusahaan semoga Mira bs berpikir bahwa itu gak bs dengan mudah menghapus luka dia dan ibunya selama 25 tahun ini,jangan mau dekat dengan BPK mu yg jahat ya Mira????😡😡😡
Ghiffari Zaka
dan jangan LP Thor...karma on berlaku,AQ gak ikhlas loh Thor mereka bahagia sementara ank dan istrinya menderita begitu,di tambah lagi mereka membahagiakan penghianat dan pelakor loh....😡😡😡
Ghiffari Zaka
heeeem....aroma2 Cinto ini🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!