Indonesia
NovelToon NovelToon
Jodoh Di Tangan Sahabat

Jodoh Di Tangan Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:15.6k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Di balik kesederhanaan hidupnya, Reyna tak pernah menyangka takdirnya berubah hanya karena seikat bunga pengantin. Di pernikahan sahabatnya, Reyna yang merasa minder justru menjadi pusat perhatian saat bunga yang dilempar Agnia mendarat di tangannya, dan kejadian konyol itu berlanjut dengan aksi perjodohan mendadak di atas pelaminan dengan seorang pria yang tidak Reyna kenal.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada Reyna? Siapa pria yang dijodohkan dengan Reyna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Emang Pelit

Reyna bangkit duduk, merapikan rambut sebahunya yang berantakan, lalu menatap sekeliling ruangan petak tiga kali empat meter itu. Di sudut meja kayu kecil, buket bunga mawar putih berhias pita satin yang ia tangkap semalam berdiri anggun di dalam botol kaca bekas yang diisi air jernih. Mawar-mawar itu masih tampak segar dan menguarkan aroma harum yang lembut, menyuntikkan sedikit warna ke dalam kontrakannya yang kusam.

​"Selamat pagi, mawar," bisik Reyna terkekeh pelan pada dirinya sendiri dan mengingat betapa absurd kejadian semalam.

​Setelah mengumpulkan kesadaran sepenuhnya, Reyna bangkit dari kasur dan langsung beranjak ke area dapur mini di sudut ruangan. Perutnya mulai bergoyang meminta haknya, Reyna membuka lemari plastik tempat menyimpan bahan makanan. Di dalamnya hanya tersisa dua butir telur, seikat kecil sawi hijau yang mulai sedikit layu, serta sebungkus mi instan rasa soto.

​Dengan cekatan, Reyna menyalakan kompor dan merebus air dalam panci kecil berkarat, memasukkan mi instan, lalu memecahkan sebutir telur ke dalamnya beserta potongan sawi hijau, bau gurih uap mi instan yang mendidih seketika memenuhi ruangan pengap itu. Bagi Reyna, di hari Minggu yang tenang ini, semangkuk mi instan telur hangat adalah hidangan paling mewah yang sangat nikmat.

​Reyna duduk selonjoran di lantai beralaskan tikar plastik tipis, menikmati setiap suapan sarapannya yang terlambat sambil memandangi luar jendela. Udara Minggu pagi di luar terasa lebih ramah, sesekali terdengar suara anak-anak tetangga kontrakan yang berlarian sambil tertawa, menambah kesan hangat di hari liburnya.

​Selesai sarapan dan mencuci mangkuk, Reyna mengalihkan pandangannya ke sudut belakang kontrakan, di dekat kamar mandi. Di sana, keranjang plastik berwarna biru sudah menggunung oleh tumpukan pakaian kotor.

​"Waktunya mengeksekusi cucian," ucap Reyna penuh semangat.

​Reyna menyingsingkan lengan bajunya dan memindahkan tumpukan baju kotor itu ke dalam dua buah ember plastik besar. Karena tidak memiliki mesin cuci, Reyna mencuci semua pakaiannya secara manual dengan kedua tangannya sendiri. Ia menuangkan deterjen bubuk, merendam pakaian-pakaian itu dalam air dingin, lalu mulai menguceknya satu per satu.

​Busa sabun meluap memenuhi ember, Reyna mengucek kerah kemeja putihnya dengan teliti dan membersihkan noda debu jalanan yang menempel. Meski tangannya terasa sedikit perih dan pegal akibat mengucek pakaian tebal, Reyna melakukannya tanpa mengeluh sama sekali karena ia sudah biasa melakukannya, bahkan ia melakukannya sambil menyanyikan lagu-lagu pop lembut yang terdengar di radio tetangga. Bagi Reyna, kegiatan mencuci baju di hari Minggu ini adalah momen detoksifikasi pikiran dari segala kepenatan dunia kerja.

​Setelah mengucek, membilas hingga dua kali dan memeras pakaian-pakaian itu dengan sekuat tenaga, Reyna membawa ember-ember berat itu ke area jemuran kecil di samping kontrakan.

Terik matahari siang kota Bandung membakar pelataran kecil di samping kontrakan, namun Reyna mengusap keringat di dahi dengan punggung tangannya yang masih berbusa sabun. Satu per satu pakaian yang telah diperasnya kini tergantung rapi pada tali jemuran kawat, angin bertiup pelan dan membawa aroma wewangian deterjen murah yang menenangkan.

​Melihat tumpukan baju kotornya kini bersih melambai diapit sinar matahari, ada rasa puas yang tak ternilai bagi Reyna. Kegiatan sederhana seperti ini menjadi semacam terapi untuk menyembuhkan luka dan lelah hati yang ia kumpulkan selama lima hari kerja di bawah tekanan Bu Sandra.

​Selesai menjemur, Reyna kembali ke dalam ruangan petaknya. Ia mengambil sapu lidi tua dan kain pel yang sudah kusam, membersihkan setiap sudut lantai semen dari debu-debu halus yang terbawa angin dari jalan raya utama. Setelah semua sudut ruangan terlihat bersih, Reyna melangkah ke kamar mandi kecilnya untuk membersihkan diri dari sisa busa dan keringat.

​Begitu pintu mandi terbuka, guyuran air dingin dari gayung plastik menghantam kulitnya, menyegarkan kembali tubuh yang sempat remuk redam. Usai berganti berpakaian dengan kaus santai yang longgar dan celana kain yang nyaman, Reyna duduk di tepi kasur busanya sambil mengeringkan rambut menggunakan handuk.

​Jarum jam dinding telah menunjukkan pukul satu siang. Suasana lingkungan kontrakan mendadak hening, berganti dengan suara deru jangkrik di balik rimbun semak dan lalu lalang satu-dua kendaraan di kejauhan. Reyna mengambil ponselnya dari atas meja kayu, melihat ada sebuah foto yang diunggah Agnia di akun media sosialnya.

​Foto tersebut menampilkan Agnia dan Bagas yang duduk di dalam mobil dengan pakaian santai, tersenyum lebar ke arah kamera. Di bawah foto itu tertulis keterangan singkat yang membuat Reyna tersenyum hangat "Japan, here we come! Honeymoon mode ON!"

​"Selamat jalan-jalan, Agnia," gumam Reyna pelan, matanya berbinar haru.

Sahabatnya itu benar-benar berhak mendapatkan segala kebahagiaan di dunia, Agnia telah melewati hari bahagianya dengan sempurna dan kini ia terbang menuju negeri sakura untuk menikmati masa-masa awal pernikahannya bersama Bagas.

​Reyna merebahkan tubuhnya kembali di atas kasur, menatap langit-langit plafon kontrakan yang memiliki bekas noda air hujan dan senyuman tipis masih mengukir di bibirnya. Meski hidupnya serba terbatas dan ia harus melewati lelucon memalukan saat menangkap bunga pengantin semalam, ada rasa syukur yang mengalir hangat di dalam dadanya. Besok hari Senin, rutinitas kerja yang berat dan omelan Bu Sandra pasti akan menyambutnya kembali, namun hari Minggu ini memberikan Reyna napas baru untuk bertahan.

Baru saja Reyna bisa santai, tiba-tiba terdengar suara ketika pintu yang cukup nyaring. Dengan malas, akhirnya Reyna bangun lalu melihat siapa yang datang di siang hari yang panas ini.

"Bude," sapa Reyna ketika melihat Bude Ambar di depannya.

Bude Ambar adalah keluarga dari Ibu Reyna, ia tinggal di Bandung. Namun, wataknya cukup tidak bersahabat, bahkan saat Reyna baru ditinggal Ayah dan Ibunya dulu, Bude Ambar tidak mau menampung Reyna, padahal saat itu Reyna masih kelas 2 SMA.

Untung saja saat itu, Reyna mendapatkan beasiswa sehingga ia tidak perlu memikirkan soal biaya sekolah. Dan, untuk memenuhi kebutuhannya, Reyna harus bekerja dan untung saja saat itu teman dari Ibu Reyna ada yang mau mempekerjakan Reyna di rumahnya setelah Reyna pulang sekolah.

"Kamu nggak kerja?" tanya Bude Ambar, yang cukup terkejut melihat Reyna ada di kontrakan.

"Nggak, Bude. Ada apa?" tanya Reyna.

"Bude pinjam uang, tenang hari sabtu Bude bayar," ucap Bude Ambar.

"Aku nggak bisa pinjemin uang ke Bude," jawab Reyna.

"Pelit amat kamu, Rey. Bude bakal bayar kok, lagian Bude cuma pinjam lima ratus ribu doang," balas Bude Ambar sewot.

"Aku emang pelit, Bude. Apalagi ke Bude, ya kali setelah perlakukan Bude ke aku, aku mau minjemin uangku ke Bude," balas Reyna.

.

.

.

Bersambung.....

1
Felycia Fernandez
gue lagi nggak pengen pacaran katanya...mungkin langsung nikah kali ya 🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
Keisengan belaka ya bagusnya
lia juliati
ayo anton pepet terooooosssss,
falea sezi
lagian krja kantoran masak sepatu pesta satu aja kaga punya 🤣🤣 bloon
falea sezi
bodoh resain lah
Rizky Manik
bagus Anton dekatin aja Reyna,aku liat reaksi Dikta kekmana🤭🤭🤭
lanjut thor
Rizky Manik
meleleh adk pak dokter🤭🤭🤭
Sastri Dalila
🤣🤣
Felycia Fernandez
duuuuh Dikta...kamu bisa bisa buat Reyna baper ...katanya nggak mau pacaran
Felycia Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣
Sastri Dalila
😘😘😘
Syifa Fauziah
so sweet dikta😍
Aidil Kenzie Zie
kok jawabnya terserah sich Dikta biar nggak ada yang curiga ya kalo ternyata ente emang udah ada rasa
Felycia Fernandez
pernah denger sih mie ini,katanya enak banget khas wonosobo
Felycia Fernandez: ntar kk Thor aku cobain kalau ada perjalanan ke daerah sana👍
total 2 replies
lia juliati
bonus 1 update tor😍
lia juliati
bumbu anton seru nih tor😄
Rizky Manik
makin seru ni pdkt antara Dikta sama reyna🤭
lanjut thor
lia juliati
biarin anton deketin Reyna tor.... biar ada bumbunya🤭
Rizky Manik
lanjut thor🙏
Rizky Manik
yakin Dikta gkmau pacaran? jangan2 nnti langsung nikah aja yakan🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!