Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Absurd Penakluk Pewaris Dingin

Gadis Absurd Penakluk Pewaris Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Komedi / Misteri / Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Alea hidup dalam realitas kemiskinan mulai dari tagihan listrik dan kontrakan yang menunggak memaksanya berjuang keras banting tulang demi memenuhi kebutuhannya sendri.

Di sisi lain, Arka Adiwangsa hidup dalam kemewahan namun dibayangi darah, pengkhianatan, dan rahasia gelap keluarganya.

Hingga pertemuan tak terduga di tepi jembatan malam itu menjadi titik balik yang mengubah segalanya.

Dua dunia yang bertolak belakang pun berbenturan: Alea perlahan terseret ke dalam pusaran bahaya dunia mafia, sementara logika absurd gadis itu tanpa sadar menundukkan sisi gelap di dalam diri Arka.

Ketika nyawa dan uang receh dipertaruhkan di meja yang sama, akankah sang pewaris takhta akhirnya luluh dan menaklukkan hati Alea? Atau justru mereka harus kembali melangkah di jalan masing-masing?

Kisah mereka lebih dari sekadar pertemuan dua dunia yang tak seharusnya bersentuhan. Penasaran? Langsung baca saja ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Pagi hari di SMA Harapan Warga selalu diwarnai dengan teriakan panik siswa yang menyalin PR matematika di detik-detik terakhir. Namun, pemandangan di kelas XII-IPS 2 pagi ini jauh melampaui kekacauan akademis biasa.

Begitu bel istirahat pertama berdentang nyaring. Namun, pemandangan paling absurd hari ini tidak terjadi di kantin tempat gerobak Mang Ujang biasanya mangkal, melainkan di barisan meja paling belakang kelas XII-IPS 2.

​Meja Alea kini telah disulap menjadi lapak dagang emperan bertaplak kotak-kotak merah kusam, hasil jarahan dari dapur kontrakannya.

Di atas permukaan kayu yang penuh coretan Tipe-X itu tergeletak sebuah kotak hitam elegan berlogo emas dari patisserie bintang lima. Di sebelahnya, potongan croissant mewah berharga jutaan rupiah telah dicincang tanpa perasaan menggunakan pisau plastik bekas kue ulang tahun, dibagi-bagi seukuran gigitan kucing.

​"Ayo, ayo! Merapat, rakyat jelata! Jangan pada ngeliatin doang kayak nonton badut lewat!" teriak Alea dengan suara melengking yang sukses memecah gendang telinga siapa pun yang berada di radius sepuluh meter.

Gadis itu mengetuk-ngetuk permukaan meja menirukan gaya juru lelang barang antik profesional.

"Roti Sultan berlapis mentega Prancis asli! Ini bukan sembarang roti. Ini investasi jangka panjang untuk masa depan lambung kalian! Sekali gigit, kasta sosial kalian langsung meroket ke jajaran konglomerat! Dijamin bikin lancar ngerjain soal trigonometri, matematika, bahkan menghitung cicilan utang pinjol! Cuma sepuluh ribu rupiah per potong!"

Siswa-siswi berkerumun, berdesakan menatap ngeri sekaligus penasaran pada remahan roti tak proporsional itu. Sebagian besar dari mereka tampak ragu-ragu, memegang lembaran uang sepuluh ribuan di saku seragam mereka sambil berbisik-bisik.

​"Al, nih roti ukurannya kekecilan banget buat harga sepuluh ribu," protes Doni, sang ketua kelas yang terkenal memiliki reputasi paling pelit se-angkatan. Doni melipat kedua tangan di dada dengan wajah skeptis.

"Mending gue ke kantin beli batagor Mang Ujang. Perut kenyang, dompet aman."

Urat di leher Alea menegang. Ia menuding tepat di depan hidung Doni menggunakan pisau plastiknya.

"Eh, Doni! Roti yang lagi lo tawar ini aslinya punya lapisan edible gold di atasnya! Gue sampai begadang semalaman buat ngerok emasnya satu-satu pakai pinset alis! Lo tahu nggak nih roti pernah bernapas di udara yang sama dengan Tuan Muda Arka! Sepuluh ribu itu kemurahan,njir. Harusnya gue pasang tarif royalti!" sembur Alea penuh emosi jiwa.

Tepat pada detik itu, Alea mengangkat plastik ziplock kecil berisi serpihan emas murni dan memamerkannya ke udara layaknya sales di saluran home shopping.

​Namun, sebelum ada yang menawar lebih lanjut, hawa pekat yang seolah membawa aroma kematian menyergap masuk. Suara gaduh anak-anak kelas XII-IPS 2 seketika lenyap.

Kerumunan yang berdesakan di depan meja Alea otomatis membelah diri ke kiri dan kanan, memberi jalan layaknya menyambut seorang aktor.

​Arka melangkah masuk. Seragam putih abu-abunya bersih tanpa celah, sementara sepasang mata sehitam obsidiannya menatap lurus dengan dingin. Ia berjalan pelan mengabaikan tatapan ngeri penghuni kelas, lalu berhenti tepat di depan lapak ilegal milik Alea.

​Arka menunduk, mengamati potongan croissant Michelin-star yang bernasib tragis di atas taplak kotor, lalu beralih pada plastik ziplock di tangan Alea. Urat di pelipisnya berdenyut.

​"Lo..." Suara bariton Arka mengalun rendah, dingin, dan datar, menggema di seluruh ruang kelas yang sunyi senyap.

"...benar-benar ngerok lapisan emasnya?"

​Alea sama sekali tidak merasa bersalah. Ia justru menegakkan punggungnya, membusungkan dada, dan menepuk-nepuk plastik ziplock kecil itu dengan bangga, seolah ia baru saja memenangkan penghargaan Nobel di bidang ekonomi kreatif.

​"Tentu, aja! Emas murni ini rencananya mau gue bawa langsung ke toko emas Koh Aseng di pasar sore nanti," jawab Alea tanpa beban sambil nyengir lebar tanpa dosa.

"Siapa tau laku ditukar sama beras karungan, minimal bisa nutup cicilan token listrik. Nah, berhubung lo udah sudi mampir ke lapak humble gue..."

Tanpa meminta izin, Alea meraih lengan kemeja Arka dan menarik paksa tubuh jangkung itu agar berdiri tepat di sebelah mejanya, memosisikannya bak manekin pameran.

​"Perhatian semuanya!" seru Alea lantang, tak peduli pada tatapan setajam silet yang dilemparkan Arka ke tangannya.

"Karena brand ambassador kita udah hadir, harga promo resmi berakhir! Per detik ini, satu potong croissant naik jadi lima belas ribu! Yang berani kabur atau nggak beli hari ini, bersiaplah menghadapi sesi tatap muka eksklusif sama Bos Arka!"

​Mendengar ancaman bernada pemerasan terang-terangan itu, seluruh isi kelas langsung dilanda teror psikologis yang luar biasa.

​Arka sendiri menarik napas tipis lewat hidungnya. Alih-alih menepis tangan Alea atau membanting meja dagangan gadis itu ke lantai seperti watak aslinya yang kejam, insting kegelapan di dalam diri sang eksekutor mafia mendadak tergelitik untuk ikut mempermainkan situasi konyol ini.

Ia ingin melihat sejauh mana keberanian gadis di hadapannya ini bisa membawanya melompat dari satu absurditas ke absurditas lainnya.

​Dengan gerakan perlahan, Arka melepaskan pandangannya dari Alea, lalu menyapu seisi ruangan kelas dengan tatapan mautnya.

Sorot mata kosong, gelap, dan penuh ancaman pembunuhan itu ia lemparkan satu per satu kepada teman-teman sekelas Alea. Itu adalah jenis tatapan yang biasanya digunakan Arka sebelum ia menghabisi nyawa pengkhianat di markas gelapnya, tatapan yang menyiratkan bahwa hidup mereka di bumi ini tinggal menghitung detik jika mereka berani membantah sepatah kata pun.

Keringat dingin langsung bercucuran membasahi seragam Doni dan teman-temannya.

"Beli," titah Arka. Satu kata mutlak itu bergetar rendah di udara.

Doni si ketua kelas pelit mendadak berubah menjadi orang paling dermawan sedunia dalam waktu kurang dari setengah detik. Dengan tangan gemetar hebat ketakutan, ia merogoh saku celananya, mengeluarkan selembar uang lima puluh ribu rupiah, dan membantingnya begitu saja ke atas meja Alea tanpa meminta kembalian. Sambil merintih tertahan, ia menyambar satu potong kecil croissant.

​Aksi itu memicu kepanikan massal. Hujan lembaran uang kertas berhamburan menutupi meja Alea, berdesakan berebut remahan roti demi menyelamatkan nyawa dari sang eksekutor di sebelah lapak.

​Di tengah teror mencekam itu, Alea justru berada di surga dunianya sendiri. Matanya berbinar memandangi tumpukan uang, bibirnya menyunggingkan senyum kemenangan. Ia mulai menghitung uang tunai itu dengan cekatan, sama sekali tidak sadar bahwa di sampingnya, Arka tengah menyembunyikan seulas senyum simpul yang sangat tipis dan langka.

​Bel tanda pelajaran berikutnya berbunyi nyaring, memecah ketegangan kelas dan membuyarkan lamunan Arka. Doni dan anak-anak sekelas berhamburan kembali ke bangku masing-masing dengan wajah pucat pasi, meninggalkan Alea yang masih sibuk merapikan pundi-pundi kekayaan barunya ke dalam saku roknya.

​Arka merapikan lengan kemejanya, lalu menatap lurus ke arah Alea yang sedang menghitung keuntungan kotor hari ini.

​"Alea," panggil Arka pelan, suaranya kembali netral namun menyiratkan otoritas yang kuat.

​Alea mendongak, wajahnya masih memancarkan aura kebahagiaan hakiki seorang kapitalis muda.

"Apa lagi, Bos?"

Bersambung...

1
neny
wkwkwk,,dmn ada gaun butik makan nambah jd sobek🤣🤣,,ada2 ajh Alea mah,,lucu banget sih km😍
neny
yes,,aq dukung rencana mu arka,,biar papa mu malu udh merencanakan lamaran itu buat mempermalukan alea,dan biar Clarissa jg gk kepedean sm km,,biar di lawan sm si bar bar alea🤣🤣
neny
is apa sih hartawan ini,,Alea kan GK tau siapa arka sebenarnya,,GK perduli dia mah,,yg tertarik kan arka,,Alea mah nganggap nya bos besar,,yg sayang klau di lepas,,lagian ngapain nyuci otak arka,,mending nyuci baju🤣🤣
neny: 😄😄😄😄😄
total 2 replies
Umi Zein
kenapa Al?! jantung nya msh aman kaan dibaperin bos' Arka 🤣🤣🤣
Umi Zein
dasar Alea pikirane, gak uang ya makanan. dah lah Al sekarep mu 😂😂
riniandara: /Grievance//Grin/
total 1 replies
Umi Zein
Alea di lawan soal harga jasa dirinya. ooh no 🤣🤣🤣
Umi Zein
ya ampun Al yaa kalii sekelas Arka nyuruh jaga katering hajatan 🤦🏻‍♀️🤣🤣
riniandara: otak Alea gak nyampe mikir panjang kak/CoolGuy//Facepalm/
total 1 replies
Umi Zein
yakin pak tua Alea bakalan pergi?!😏 yakin banget Loe! belum tau aja Alea bar2 mah bukan pacarnya Arka jdi kyanya dia gak akan perduli tuh sma stts hubungan Arka 🤣🤣🤣
riniandara: yupz ketebak banget ya wataknya alea hehe
total 2 replies
Umi Zein
wkwk Kaka othor bisa aja ngasih nama2 turunan pemaran tokohnya. Hartawan punya Suryanegara 🤣🤣🤣
riniandara: biar beda dari yang lain kak /Shhh/
total 1 replies
neny
itu 2 sales suruhan nya hartawan,atau cecunguk nya Kevin,,lemah banget,,GK ada gerakan taktis untuk menangkal serangan Alea,,secara kan anak buah nya hartawan dr kelompok elite
Dewi kunti
memalukan🙈
Dewi kunti
Alexa sp lagi ini thooor
riniandara: Alea kak salah ketik maaf ya
total 1 replies
Umi Zein
dasar sodara tiri gak tau diri. pake fasilitas tuan muda tp seolah2 dia yg punya kuasa... ngaca woiii Klevon🙄😠 hrsnya elu tuh sungkem sm Arka 😏😏
Umi Zein
Waduuh Alea mau dia pain tuh?!😳🤭
udh lah jngan suka mancing2 Alea yg bar2 ini, bisa kena bogem loh buru**nya nnt 😂😂😂
Umi Zein
udh Al mengalah aja, pokoknya yg bukan donatur, dilarang mengatur 😂😂😂
Umi Zein: betul kan kak othor sudah prosedur nya Kya gtu 😀😀
total 2 replies
neny
wkwkwk,,licik ya Alea,,klau menang ajh dia minta traktiran batagor sebulan penuh,,eh pas ditanya klau kalah,,gk mau jawab dia🤣🤣🤣,,dasar Alea,,GK mau rugi fia🤣🤣🤣
neny: /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
total 2 replies
neny
Alea,,km itu target,,tau target gak sih,,gemes aq tuh baca nya,,pinter2 gmn ya Alea ini,,nyawa terancam ajh masih bs buat lelucon🤣🤣,,malah nego pake qris lg, haduuhh,,emng bener sih pake cek mah lama cair nya,,lebih cepat pake qris🤭
neny
wkwkwk,,dasar Alea mata duitan,,apa2 duit,,apa2 duit,,🤦,,gk tau apa arka sengaja berbuat demikian buat ngelindungi Alea dr hartawan,,🤭
Sastri Dalila
🤣🤣🤣😅
Dewi kunti
typo Alexa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!