Indonesia
NovelToon NovelToon
Dibuang Karena Gendut, Dipilih Menjadi Ibu

Dibuang Karena Gendut, Dipilih Menjadi Ibu

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Romansa pedesaan / Cewek Gendut / Cerai / Tamat
Popularitas:125.8k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Mireya Ananta diceraikan suaminya karena tubuhnya yang gemuk.

Terusir tanpa harta, ia hanya memiliki uang dua puluh ribu rupiah dan terpaksa mencari pekerjaan.

Sebuah lowongan membawanya ke kediaman Arven Zarreti, tuan tanah bengis yang memiliki perkebunan luas di sebuah desa.

Arven membutuhkan seseorang untuk mengasuh Elden, putranya yang berusia lima tahun dan menolak sekolah karena takut bertemu orang lain.

Awalnya, Arven menguji Mireya terlebih dahulu, apakah benar di bisa membuat Elden makan tanpa harus dipaksa. Ternyata, berbekal pengalaman mengasuh anak kakak iparnya, Mireya dengan mudah membuat Elden menikmati makannya.

Keesokan hari, Penghulu datang ke rumah itu.

"Kita menikah!"

Jadi lah, beberapa hari usai cerai, Mireya langsung menjadi istri pria bernama Arven.

Mireya menjadi ibu sambung bagi Elden, dan mengurus lahan pertanian milik Arven. Bagaimana kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Itu Benar-Benar Mireya?

Mireya tidak pernah bosan menjawab. “Iya, Ibu lihat.”

Sekarang, Mireya sudah berada di tahap penggemburkan tanah. Ia kembali melanjutkan aktivitas mencangkul.

Menancapkannya ke tanah.

Duk!

Mireya mengangkatnya kembali.

Duk!

Sekali lagi.

Duk!

Beberapa waktu lalu, dua kali saja telah membuatnya lelah. Namun, sekarang ia bisa melakukannya berkali-kali baru lah membuat napasnya memburu. Keringat kembali membasahi wajahnya.

Namun Mireya justru tersenyum. Tubuhnya terasa jauh lebih ringan. Pakaian yang ada dalam lemari yang awalnya tak muat, kini sudah pas di badannya.

Meski tubuhnya lelah, tangan kotor, pakaiannya penuh debu, tetapi hatinya terasa ringan.

Ia terus menikmati pekerjaan ini. Setiap hari, bergerak lebih banyak, makan secukupnya, tidur dengan nyenyak. Dan bangun kembali keesokan paginya untuk melakukan hal yang sama. Kulitnya pun sudah cukup gelap karena sering berada di bawah matahari. Namun Mireya tidak peduli.

Baginya, setiap tetes keringat adalah bukti bahwa hari itu tidak ia lewati dengan sia-sia. Malam hari, ia biasanya langsung membersihkan diri.

Kemudian makan bersama Elden. Setelah itu, keduanya tidur dengan sangat lelap. Mireya pun bahkan tidak pernah memikirkan Arven.

Begitu pula sebaliknya. Mereka bisa tinggal di bawah satu atap selama berhari-hari tanpa benar-benar bertemu.

Hubungan mereka memang seperti itu semenjak awal. Mereka sudah sepakat untuk tidak saling mencampuri urusan masing-masing.

Bahkan, ketika Arven harus pergi ke luar kota untuk mengurus masalah tanah di provinsi lain, Mireya sama sekali tidak mengetahuinya. Arven juga tidak merasa perlu memberitahunya.

Bagi mereka, itu bukan sesuatu yang harus dijelaskan. Satu bulan kemudian, Arven akhirnya kembali. Mobilnya memasuki halaman utama menjelang sore.

Pria itu turun dengan pakaian yang masih rapi meskipun perjalanan yang dilewati cukup panjang.

Ia melangkahkan kaki. Namun baru beberapa langkah berjalan, pandangannya berhenti pada sesuatu di kejauhan. Seorang perempuan sedang mencangkul tanah.

"Siapa itu? Sejak kapan ada perempuan masuk sembarangan di wilayahku?"

Ia mencoba memperhatikan kembali. Rambutnya diikat sederhana. Bajunya penuh debu. Wajahnya memerah terkena matahari. Di dekatnya, seorang anak laki-laki sedang bermain sambil sesekali menunjukkan sesuatu yang ditemukannya.

Arven mengernyit. Ia mengenal anak itu. Elden.

Tetapi perempuan di sampingnya... Arven memiringkan kepala. Ia memperhatikan lebih lama.

Entah mengapa, wajah itu terasa familiar.

"Ibu ..." Teriakan Elden terdengar sampai ke telinganya.

"Ibu?" gumam Arven terlihat sedikit mengernyitkan wajah. "Mireya? Itu Mireya?" Namun, tak ada yang menjawab pertanyaannya.

“Rasanya dulu dia tidak seperti itu. Bukan ... Dia bukan Mireya.”

Arven melepas kacamata hitamnya sepenuhnya. Tatapannya semakin tajam. Perempuan itu kembali mencangkul.

Duk!

Arven mengernyit.

Duk!

Ia masih berdiri di tempat.

Tak lama kemudian Pak Can yang baru keluar dari rumah melihat kedatangannya. “Tuan sudah pulang?”

Arven mengangguk. Pandangan pria itu tetap tertuju ke arah kebun.

“Pak Can.”

“Ya, Tuan?”

Arven menunjuk ke kejauhan. “Itu siapa?” tanyanya memastikan. Ia takut dugaannya salah.

Pak Can mengikuti arah pandangannya. Kemudian menjawab dengan santai, “Nyonya Mireya, Tuan.”

Arven terdiam. “Jadi, benar-benar Mireya?”

“Iya, Tuan.”

Arven kembali menatap perempuan yang sedang mencangkul. Ia mencoba mengingat kapan terakhir kali mereka benar-benar bertatap muka.

Sudah cukup lama. Selama beberapa minggu terakhir, ia sibuk dengan urusan di luar kota. Sementara Mireya... Tampaknya sibuk dengan dunianya sendiri.

Arven memasukkan satu tangan ke saku celana. “Apa anakku tidak pernah menanyakan aku?”

Pak Can terdiam sesaat. “Maaf, Tuan.”

“Apa?”

“Elden sepertinya terlalu sibuk.”

Arven mengangkat alis. “Dengan apa?”

Pak Can menunjuk ke arah kebun. “Seharian di luar bersama Nyonya Mireya.”

Arven kembali melihat ke arah putranya. Elden sedang berlari sambil membawa sesuatu di tangannya. Kemudian ia berhenti di depan Mireya.

Perempuan itu meletakkan cangkul dan membungkuk mendengarkan sesuatu yang dikatakan anak tersebut.

Beberapa detik kemudian, Mireya tertawa. Elden ikut tertawa.

Arven terdiam. Satu tangannya bertolak di pinggang. Tangan lainnya mengusap dagu.

“Jadi…” Tatapannya menyipit. “Dia benar-benar Mireya?”

Pak Can menahan senyum. “Sejak awal memang Nyonya Mireya, Tuan.”

Arven tidak menjawab. Tatapannya kembali tertuju kepada perempuan yang sekarang sudah mengambil cangkulnya lagi.

Duk!

Duk!

Duk!

Arven menghela napas. “Perempuan itu…”

Untuk pertama kalinya sejak pulang, ia merasa ada sesuatu yang berubah di rumahnya.

Dan yang paling aneh, ia sama sekali tidak tahu kapan perubahan itu terjadi.

*bersambung*

1
Yulvita Darnel
waw... masa dari 50% turun bebas menjadi 35% ada-ada saja mireya.
Dewi Habibah
bagus ceritanya
SoVay: terima kasih kk 🍅🍅🙏
total 1 replies
Yulvita Darnel
gara-gara kelaparan akhirnya lolos jadi kandidat ibu tiri, bagus juga tuh taktik.
Yulvita Darnel
ada-ada aja Thor masa iya ada pekerjaan jadi ibu tiri, boleh daftar nggak 🤣🤣🤣🤣
SoVay: tapi lowongan sudah teriso 🤣
total 1 replies
Wati Anja
semoga mireya dan keluarga barunya bahagia
Yulya Muzwar
cerita yang menarik.
SoVay: makasih kak 🍅🍅
total 1 replies
Esther
Terima kasih untuk ceritanya thor👍👍.
Ditunggu cerita selanjutnya
SoVay: yuk kakakku, mampir cerita baru aku
total 1 replies
@Tie
kq arven diem aja gk belain mireya
Sri Widiyarti
terbaik buat author bagus ceritanya 🥰
SoVay: terima kasih kakakku 🍅🍅🍅
total 1 replies
Sri Widiyarti
akhirnya selesai juga banyak pelajaran yang kita petik dari novel ini makasih banyak author semangat trus berkarya...
Yumna Attaya
bagus, ringan , mudah di ikuti
SoVay: terima kasih kakakku 🍅🍅🍅
total 1 replies
mimief
wahhhh...
ini cerita tee realistis yg pernah aku baca di sepanjang baca pernovelan si.
kenapa?
karena untuk bahagia itu sebenarnya sederhana.
kita ga perlu merubah orang lain atau memaksa keadaan yg penuh problematika biar lepas dr masa lalu.
cukup jadi diri sendiri dan merubah mindset kita sendiri si.
terimakasih atas cerita indah nya Thor.
mungkin Se savage aku mesti belajar jadi orang woles yaa🤣🤣
SoVay: udah mayan banyak nih kak episodenya 🤣
total 7 replies
mimief
wah...mang kita harus belajar Ama mireya ya ngadepin segala sesuatu nya pake kepala dingin
kalau aku udah bertanduk itu...
tapi ga bikin puas ya
kalau begini mereka yg malu sendiri
SoVay: biar kincep sendiri 🤣🤣
total 1 replies
Esther
Yang mandul Syahzan, yang dituduh Mireya.
Sekarang kalau mereka tahu Mireya hamil....bakalan heboh.
SoVay: terima kasih kakakku udah menemani sampai ke cerita ini. 🍅🍅🍅🍅
total 1 replies
Sri Widiyarti
lanjut thor semangat up-nya...
Aidil Kenzie Zie
ibunya bakalan syok kalo tau Mireya hamil dan ternyata yang mandul adalah anaknya sendiri 🤭🤭🤭
SoVay: ayuk kakakku, mampir cerita terbaru aku yuuukk
total 2 replies
Ummee
brarti syahzan tau dirinya mandul...
kira² gmn reaksi keluarga mantan jika tau mireya hamil?
SoVay: terimakasih Ummmiii...🍅🍅🍅
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
bukannya mereka membagikan tomat dekat rumah tor 🤔🤔🤔trus naik mobil mau pulang kemana 🤔🤔🤔
SoVay: di jalan raya kak, jadi kan ada jalan masuk juga. emang gak terlalu jauh, tapi memilih naik mobil. itu haluku 🤣
total 1 replies
Ummee
ternyata syahzan mandul, pantas 5 thn menikah dgn mireya, mireya gk hamil²
mimief
ya ampun
bahagia itu sederhana ya ven
gaya hidup lu yg dulu,yg bebas bisa ga ngasih kebahagiaan kyk gini?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!