Menjalani pernikahan dengan sang terkasih memang lah menyenangkan, tapi bagaimana jika ternyata kamu adalah yang ketiga baginya?
Itulah yang dialami Melinda, dia baru tau kalau ternyata suaminya sudah memiliki dua istri begitu ia sah menjadi istri Bara Adicipta, laki-laki berusia 31 tahun itu.
Seperti apa kehidupan Melinda setelah terpaksa menjadi yang ketiga bagi Bara? Yuk disimak lanjutannya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. Cerita John
Bara sedang berkutat di depan layar laptopnya, ia seorang diri kali ini dan tengah sibuk mengurus kerjaan sambil juga memikirkan nasib Melinda.
Tak lama, suara ketukan pintu terdengar yang mengacaukan lamunan Bara. Ada seseorang yang datang ke ruangan pribadinya di luar sana.
TOK TOK TOK...
"Ya masuk!" tanpa berpikir panjang, Bara langsung saja menyuruh orang tersebut untuk masuk.
Ceklek
Akhirnya pintu dibuka, seorang pria yang tak lain ialah John pun masuk ke dalam. Ia melangkah menghampiri Bara sembari menyapa pria itu.
"Heh bro! Ada tamu datang ke kantor malah fokus ngeliat laptop aja, sambut kek!" ujar John.
"Iya iya, sorry! Selamat datang di kantor saya, John Davinson! Mau apa anda kesini?" ucap Bara.
"Yah elah lemes banget sih lu bray! Udah kayak gak makan tiga hari aja, kenapa sih?!" ucap John.
John langsung duduk begitu saja pada tempat yang kosong, ia menatap Bara penuh penasaran karena ia yakin pria itu sedang ada masalah.
"Perasaan saya belum suruh kamu duduk, kenapa udah main duduk aja?" tanya Bara.
"Jangan alihin pembicaraan deh bro! Ngaku aja sama gue, kenapa lu lemas begitu? Pasti ada masalah kan? Ayolah cerita cepet ke gue jangan disembunyiin!" sentak John.
"Iya emang saya ada masalah, tapi gak berat kok. Kamu juga gak perlu tau," ucap Bara.
"Lah kenapa? Ohh, jangan-jangan ini gara-gara istri muda lu yang ketiga itu kan?! Kacau emang lu bro!" ucap John geleng-geleng kepala.
Bara pun melotot dibuatnya.
"Kamu tahu kalau saya sudah menikah lagi dan punya istri ketiga?" tanya Bara kaget.
"Iya," jawab John singkat sambil mengangguk.
"Siapa yang kasih tahu kamu? Perasaan waktu nikah saya gak undang kamu, kenapa kamu bisa tahu?" tanya Bara penasaran.
"Santai bro! Gue tahu karena semalam gue datang ke rumah lu yang di jalan anggrek itu, gue ketemu langsung sama cewek yang ngaku istri lu. Malah gue sempat keceplosan sama dia," jawab John.
"Keceplosan gimana? Kamu gak bicara aneh-aneh kan sama Melinda?" tanya Bara panik.
"Itu dia bro, gue keceplosan bilang kalau Melinda tuh istri lu yang ketiga. Begitu dia kaget gue langsung sadar kalau dia belum tahu apa-apa tentang pernikahan lu sebelumnya," jelas John.
"Kamu emang parah banget sih John! Kenapa bisa keceplosan sih? Terus gimana sama Melinda? Dia bilang apa?" ujar Bara menggeram.
"Awalnya dia kaget banget, dia nanya ke gue maksud gue bilang gitu apa. Tapi, abis itu langsung aja gue jelasin kalo gue cuma bercanda. Dan untungnya istri lu yang lugu itu percaya, terus dia gak bahas lagi soal itu," ucap John santai.
"Bisa-bisanya kamu masih senyum begitu setelah hampir bikin rumah tangga saya berantakan! Teman macam apa sih kamu? Awas ya kalau sampai Melinda curiga!" ucap Bara kesal.
"Santai bro! Chill! Melinda gak mungkin curiga, dia percaya kok sama gue," ucap John.
"Hadeh, tetap aja kamu itu udah bikin saya hampir kena masalah besar!" geram Bara.
"Iya iya gue tahu, gue minta maaf ya bro! Tapi, gue kan udah tanggung jawab dengan jelasin langsung ke Melinda semalam," ucap John.
"Ya ya ya, lagian ngapain sih kamu pake datang segala ke rumah saya?!" tanya Bara.
"Namanya sahabat bro, ya gue pengen ketemu lah sama lu. Kita kan udah lama gak kumpul semenjak lu nikah dua kali," kekeh John.
"Sialan kamu!" umpat Bara.
John justru terkekeh dan menyandarkan punggungnya di kursi yang empuk.
•
•
Sementara itu, Melinda juga baru selesai sarapan bersama dua orang temannya yang kebetulan semalam menginap disana.
Melinda sengaja mengajak temannya itu menginap untuk menemaninya di rumah yang besar tersebut, karena Bara tak kunjung pulang.
"Guys, thanks ya udah mau temenin gue semalam!" ucap Melinda tersenyum.
"Sama-sama, Melinda. Kita juga senang kok bisa nginep di rumah suami lu yang besar ini! Apalagi disini tuh makanannya enak-enak, terus kasurnya juga empuk," ucap Vera (teman Melinda).
"Betul banget yang dibilang Vera! Rumah suami lu emang keren banget sih Mel!" timpal Alin.
"Mas Bara itu kan orang kaya, jadi wajar aja kalau rumahnya begini," ucap Melinda tersenyum tipis.
"Lu emang beruntung banget deh Mel! Bisa dapat suami orang kaya, terus ganteng lagi. Kriteria suami idaman banget!" puji Vera.
"Iya Alhamdulillah! Aku juga bersyukur bisa nikah sama lelaki yang aku cintai!" ucap Melinda.
"Terus suami lu sekarang kemana sih? Kok dia ninggalin lu kayak gini? Padahal kalian kan baru nikah beberapa hari," tanya Vera penasaran.
"Mas Bara lagi ada urusan penting, dia terpaksa tinggalin aku karena urusannya emang penting banget. Ya sebagai istri aku maklumi aja, namanya juga suami kerja," jawab Melinda.
"Kerja sih kerja Mel, tapi ini kan kalian baru nikah loh. Seharusnya dia tuh temenin lu disini! Ya gak Lin?" ucap Vera.
"Betul yang dibilang sama Vera! Parah banget sih baru nikah udah ditinggal," ucap Alin.
"Udah lah, kalian jangan bikin aku salah paham sama mas Bara dong! Aku tuh udah berusaha positif thinking," ucap Melinda.
"Santai aja Melinda! Gue yakin kok Bara orangnya setia dan gak mungkin nyakitin lu!" ucap Vera.
"Iyalah, kalau itu juga aku yakin kali. Aku kan percaya sama mas Bara, makanya kalian jangan bikin aku cemas dong!" ucap Melinda.
"Yaudah, terus sekarang kita mau ngapain nih biar gak bosan?" tanya Alin.
"Eee kalian maunya ngapain? Kalau aku sih bingung gak tahu mau apa," ujar Melinda.
"Yah bosen juga sih kalo cuma diam-diam kayak gini, gimana kalau kita nonton film gitu biar seru?" usul Vera.
"Wah boleh tuh, lu setuju gak Mel?" ujar Alin.
"Setuju aja, yaudah yuk kita nonton!" ucap Melinda.
Mereka bertiga akhirnya bergerak menuju ruang keluarga, disana Melinda menyediakan tempat juga cemilan untuk teman menonton film.
"Eh kita mau nonton film apa nih enaknya?" tanya Melinda pada teman-temannya.
"Umm, gimana kalau horor? Seru tau jam segini nonton horor," usul Alin.
"Dimana serunya sih Alin? Sekarang masih pagi, masa iya udah nonton horor aja?" ujar Vera.
"Ih gapapa tau Ver, justru asyik nonton horor jam segini. Kalau malam malah takut ada yang nongol dari jendela," ucap Alin.
"Bener juga lu, yaudah deh gue setuju. Tapi, lu setuju gak Mel?" ucap Vera.
"Aku sih ngikut kalian aja, aku mah nonton apapun juga ayo aja. Berarti fix ya kita nonton horor?" ucap Melinda.
"Iya, udah lu setel gih Mel!" perintah Vera.
Melinda mengangguk dan mulai menyalakan televisi lalu menyetel film yang ingin mereka tonton.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
cukup dengan gombalan maut nan receh... para istrinya langsung klepek klepek