Indonesia
NovelToon NovelToon
Sang Don Tanpa Hati

Sang Don Tanpa Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Wanita perkasa / Karir / Teman lama bertemu kembali / Tamat
Popularitas:265
Nilai: 5
Nama Author: Vlaucia Campos

Namanya Ares. Bos mafia Amerika yang paling ditakuti—dingin, kejam, dan tak percaya pada cinta. Mereka menjulukinya "Don Tanpa Hati", dan dia bangga akan gelar itu.

Demi memenuhi janji terakhir pada mendiang ayahnya, Ares memutuskan menikah. Bukan karena cinta—dia bahkan tak percaya kata itu—melainkan untuk mendapatkan seorang pewaris. Pilihannya jatuh pada Ingrid: gadis desa berusia sembilan belas tahun, polos, ceria, tumbuh di peternakan di antara hewan-hewan yang ia beri nama satu per satu. Ares merenggutnya dari keluarganya dengan ancaman, membawanya masuk ke dunia berdarah penuh senjata, pengawal, dan wanita-wanita simpanan yang haus akan takhta di sisinya.

Ingrid seharusnya hanya menjadi "istri di atas kertas". Tapi gadis yang tampak lugu ini menyimpan hati sekeras baja dan akal sehalus sutra. Alih-alih hancur, ia memilih bertahan—dan bertarung. Dengan senyum manis, lidah tajam, dan strategi yang membuat para saingannya bertekuk lutut, Ingrid perlahan menembus tembok es yang selama ini melindungi sang Don.

Namun mencintai seorang bos mafia berarti hidup di antara bayang-bayang: pengkhianatan, dendam, dan musuh yang mengincar titik terlemahnya—Ingrid sendiri. Mampukah cinta seorang gadis desa yang tulus benar-benar mencairkan hati pria yang bersumpah tak akan pernah mencintai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vlaucia Campos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiba di Mansion

Jolie

Kurasa Ares merasa terganggu. Ingrid bukan gadis bodoh! Dia mungkin masih kekanak-kanakan, tapi cerdas. Lagi pula, kebanyakan gadis pasti sudah gemetar ketakutan menghadapinya, sedangkan dia? Tampak sama sekali tak peduli. Dia benar-benar tampil bagus, memperlakukan Ares dengan cara yang sama, dan itu mengejutkannya. Dia tak menangis, tak pula tersenyum. Dia tetap tegar! Aku suka gadis ini!

Sahabatku, kurasa kau menemukan gadis nakal yang akan menyembuhkanmu...

Derick

Gadis itu tampil hebat, aku suka! Tanpa keributan atau pura-pura, dia sedingin Ares. Ares, hati-hatilah, anak ini berbahaya, dan aku sangat menyukainya.

Mark

Aku akan membantu gadis ini, toh aku ikut menyeretnya ke dalam kekacauan ini. Ares jelas terganggu. Aku sudah mengenalnya bertahun-tahun, aku tahu dia mengharapkan berbagai macam reaksi darinya, tapi yang satu ini, bersikap sedingin dirinya, tak dia duga. Aku ingin tertawa, tapi dia mungkin akan menembakku, jadi lebih baik tidak...

Adam

Hmm, aku suka... Siapa tahu sahabat kita masih bisa diselamatkan...

Pastor menutup upacara.

"Sebab itu seorang pria akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, dan keduanya menjadi satu. Karena mereka bukan lagi dua, melainkan satu, apa yang telah dipersatukan Tuhan tidak boleh diceraikan oleh siapa pun."

Matius 19:5-6

"Silakan mencium mempelai wanita."

Ingrid

Apa pastor harus bilang bahwa apa yang dipersatukan Tuhan tak boleh diceraikan siapa pun??? Celaka aku... sekarang benar-benar sudah pasti, aku harus tetap bersamanya seumur hidupku, dan yang lebih parah, menjinakkan makhluk ini... Orang bilang dia tak punya hati, tapi setiap orang punya hati...

Aku suka tantangan, dan akan kuanggap dia sebagai tantangan! Itu akan sangat membantuku.

Pastor bilang boleh mencium mempelai wanita. Dia menyentuh bibirku, hanya kecupan singkat...

Ares

Semua orang bertepuk tangan, dan selesai! Sekarang tinggal segera kusempurnakan pernikahan ini. Jolie datang membawa sebuah tas dan menyerahkannya padaku, seperti yang kuminta. Adam memanggilku. Kulihat Jolie ingin berbicara dengan gadis itu, jadi kupura-pura tak mengerti.

"Ingrid, maaf ya, sayang. Aku harus memberitahumu bahwa Ares tak akan bersikap lembut sama sekali padamu. Cukup lakukan apa yang dia minta, tolong ya, Ingrid. Dia tak punya kesabaran pada siapa pun, bahkan pada dirinya sendiri. Nanti akan terasa buruk, tapi Edyth akan merawatmu, aku sudah bicara dengannya...," kata Jolie.

"Terima kasih, Joli, tenang saja. Mamaku sudah bilang akan begini, aku sudah mempersiapkan diri, dan—"

Saat itu Ares kembali.

"Ayo," kata Ares sambil meraih tangan gadis itu dan menariknya.

Ingrid memutar bola matanya seolah berkata, sopan sekali.

Hanya Jolie yang melihatnya, dan dia cuma tertawa.

Ingrid

Kami masuk ke sebuah mobil yang berbeda, lebih mewah. Kurasa ini milik si Don Menjijikkan... Aku tenggelam dalam pikiranku sendiri. Aku tahu apa yang akan terjadi sekarang, dan tak ada yang bisa kulakukan untuk mengubahnya...

Kami tiba di sebuah gerbang yang besar sekali!!! Sebuah mansion yang megah... Wah!!! Indah sekali! Persis mansion-mansion yang kulihat di televisi. Ada taman yang luas, dan aku sangat menyukai itu, aku suka sekali!

Mansion-nya kurang lebih seperti gambar di atas, letaknya agak jauh dari gerbang dan pos jaga.

"Sudah sampai. Mulai hari ini, ini akan jadi rumahmu," kata Ares.

Ares

Dia memandang taman dan mansion dengan kagum, tapi tak berkata apa-apa... lagi-lagi... Aku tahu dia bisa bicara, karena dia mengucap "ya" dan bersumpah dalam upacara tadi.

Ingrid

Ares bilang ini akan jadi rumahku, dan wah! Kalau aku menyukainya, pasti aku sudah melonjak-lonjak seperti Osvaldo, kelinci kecil kami... tapi tidak. Dia lebih mirip si keledai.

Ketika mobil berhenti,

"Ayo," kata Ares.

Ingrid

Aku hanya mengikuti si tukang perintah. Mataku terpikat pada keindahan taman dan mansion yang luar biasa itu, dan ketika kami masuk lewat sebuah pintu yang seukuran rumah raksasa... Ya, tingginya luar biasa!

Muncul seorang wanita berwajah menggemaskan! Hatiku langsung terenyuh, aku jadi rindu pada Nenek... dia sangat mirip Nenek. Hanya saja wanita ini lebih anggun. Apa mungkin dia ibunya? Dari yang kubaca, kedua orang tuanya sudah meninggal.

Ares memperkenalkanku pada Nyonya Edyth. Katanya dia kepala rumah tangga dan seperti ibu kedua baginya. Aku teringat ucapan Joli, bahwa seorang wanita bernama Edyth akan membantuku... Dia sangat ramah, dan kami langsung cocok satu sama lain. Dalam hati aku bersyukur pada Tuhan, karena senang rasanya punya seseorang yang mau membantu.

"Edyth, antar Ingrid ke kamar kami, lalu kembalilah," kata Ares.

"Baik, serahkan padaku," jawab Edyth.

Ia menyerahkan tas itu pada Ingrid.

"Kenakan ini, aku akan segera naik," kata Ares.

Ingrid

Karena aku punya banyak pilihan... banyak sekali... kuambil tasnya dan naik bersama Edyth, kutinggalkan si tukang perintah. Aku harus memutuskan mau memanggilnya apa: malaikat jatuh, malaikat terbalik, si menjijikkan. Untuk yang ini, aku tak kekurangan pilihan...

Ares

Kuserahkan tas itu pada gadis itu, dan dia tak berkata apa-apa! Bahkan tak bertanya apa isinya, hanya mengikuti Edi... Gadis yang aneh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!