Indonesia
NovelToon NovelToon
Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:57.3k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Lorenzo Matteo Romano sudah mantap menceraikan Alina Seraphine Bellamy, setelah tiga tahun menikah.

Namun, kecelakaan terjadi tepat setelah Lorenzo mengajukan perceraian. Ketika sadar, Lorenzo justru mendapatkan kemampuan aneh—ia bisa mendengar isi pikiran Alina.

Betapa terkejutnya Lorenzo saat mengetahui bahwa wanita yang selama ini terlihat begitu patuh ternyata menyimpan segudang rahasia, keluhan, dan komentar pedas yang tak pernah berani diucapkannya.

Lorenzo akhirnya memutuskan berpura-pura amnesia agar perceraian mereka batal.

Sayangnya, rencana itu justru membuat Alina semakin stres. Sebab, di depan Lorenzo, Alina harus tetap menjadi istri yang lembut dan penurut.

Sementara di dalam hatinya, “Ya Tuhan, kenapa orang ini belum juga ingat kalau dia mau menceraikanku?!”

Sejak saat itu, pernikahan mereka berubah menjadi permainan rahasia: seorang istri yang tak sadar isi kepalanya bisa didengar, dan seorang suami yang berbalik mati-matian mempertahankan pernikahannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Seminggu setelah kembali dari rumah sakit, Lorenzo akhirnya menjalani pemeriksaan lanjutan. Alina menemaninya ke rumah sakit. Selama pemeriksaan berlangsung, wanita itu beberapa kali mencuri pandang ke arah suaminya.

Lorenzo memang sudah jauh lebih baik dibandingkan saat pertama kali pulang. Wajahnya tidak lagi sepucat sebelumnya, luka-luka di tubuhnya juga mulai mengering, dan kakinya sudah bisa digunakan untuk berjalan meskipun masih harus berhati-hati.

Setelah beberapa pemeriksaan selesai dilakukan, dokter kembali melihat hasil pemindaian dan beberapa catatan medis di tangannya.

Senyum dokter terlihat cukup meyakinkan. "Hasil pemeriksaannya sangat bagus. Kondisinya berkembang sesuai harapan."

Alina yang duduk di samping Lorenzo langsung mengembuskan napas lega.

"Syukurlah. Setidaknya tidak ada masalah baru."

Lorenzo mengangguk kecil. Setelah beberapa saat, dia justru mengajukan pertanyaan yang sejak tadi ingin dia tanyakan.

"Dok, apa aku sudah boleh pergi bekerja?" tanya Lorenzo.

Alina langsung menoleh.

"Bukannya menikmati masa pemulihan? Kenapa orang ini malah sudah ingin bekerja?"

Dokter terkekeh kecil sebelum menjawab.

"Tentu saja boleh. Dengan melakukan kegiatan harian yang sering dilakukan dahulu, bisa merangsang ingatan," jelas dokter.

"Benarkah? Kalau begitu, semakin cepat Lorenzo kembali melakukan aktivitasnya, semakin besar kemungkinan ingatannya kembali. Itu kabar yang sangat bagus."

Mata Alina langsung berbinar. Bukan karena dia khawatir Lorenzo akan terlalu lama berada di rumah. Hanya saja ada satu hal yang sangat ingin Alina kembali dengar dari suaminya.

Lorenzo yang duduk di sebelahnya langsung menoleh tajam. Wajah pria itu berubah kecut.

Sejak kecelakaan, entah sudah berapa kali dirinya mendapatkan julukan "kulkas" di dalam pikiran istrinya sendiri.

Yang membuatnya lebih kesal adalah Alina selalu terlihat begitu baik di depannya. Wajahnya lembut, suara sopan, sikapnya perhatian, tetapi isi kepalanya benar-benar tidak bisa dipercaya.

"Istri mana di dunia ini yang malah ingin diceraikan oleh suaminya?"

Lorenzo mendengus pelan.

Alina menoleh. "Kenapa?" tanyanya.

"Tidak apa-apa."

"Kamu kelihatan kesal."

"Aku memang sedang kesal."

Alina mengerutkan kening. "Kenapa?"

Lorenzo hampir saja menjawab, "Karena kamu berharap aku segera mengingat perceraian kita."

Namun, dia buru-buru menahannya. "Entahlah. Mungkin aku masih pusing."

"Oh." Alina langsung mengangguk. Tidak ada rasa curiga sedikit pun.

Lorenzo justru semakin kesal. Bagaimana bisa wanita ini begitu mudah percaya? Padahal dirinya baru saja berbohong terang-terangan.

Dalam perjalanan pulang, suasana di dalam mobil cukup tenang. Alina duduk di kursi penumpang sambil memandangi pemandangan di luar jendela. Jalanan kota yang mereka lewati tampak ramai. Toko-toko mulai dipenuhi pelanggan, kendaraan berlalu-lalang, dan beberapa pejalan kaki terlihat terburu-buru mengejar aktivitas masing-masing.

Alina memperhatikan semuanya dengan santai. Namun, semakin dekat dengan rumah, senyum di wajahnya justru semakin lebar. Tanpa sadar, ujung jarinya mengetuk-ngetuk paha mengikuti irama lagu yang terputar dari radio. Kemudian, Alina mulai bernyanyi di dalam hatinya.

"Na na na ...."

Lorenzo meliriknya. Dia mengangkat satu alis. Dia bahkan tidak tahu lagu apa yang dinyanyikan istrinya. Yang dia tahu, ekspresi Alina terlihat seperti seseorang yang baru saja memenangkan hadiah utama sebuah undian.

"Sepertinya kamu sedang senang?" tanya Lorenzo akhirnya.

Alina langsung berhenti bernyanyi. "Senang?" ulang wanita itu dengan alis mengkerut.

"Iya."

"Kenapa aku harus senang?"

Lorenzo meliriknya sebentar. "Karena sejak tadi kamu tersenyum terus."

Alina refleks menyentuh bibirnya sendiri. Kemudian dia kembali melihat ke luar jendela.

"Aku cuma senang karena kondisi kamu sudah membaik."

Lorenzo terdiam. Kalau saja dia tidak bisa mendengar isi kepala istrinya, jawaban itu terdengar begitu tulus.

"Semoga si kulkas ini bisa segera pulih ingatannya dan segera mengurus gugatan perceraian."

Lorenzo langsung memalingkan wajah ke depan. Dia menarik napas panjang.

"Ternyata memang tidak tulus."

Sementara itu, Alina kembali bersenandung dengan lagu yang berbeda.

Lorenzo meliriknya lagi. "Kenapa kamu bernyanyi terus?"

"Eeee, sejak tadi aku diam," balas Alina heran.

"Kamu sedang bahagia?"

Alina mengangguk kecil. "Iya."

"Karena aku sudah sembuh?"

Alina menoleh. Kemudian dia tersenyum manis. . "Salah satunya."

Lorenzo mendengarkan isi pikirannya.

"Karena kalau kamu sudah sehat, berarti ingat semuanya. Termasuk perceraian."

Lorenzo memejamkan mata sebentar. Dia mulai curiga bahwa istrinya sedang merencanakan sesuatu.

Begitu mobil berhenti di halaman rumah, Alina segera turun. Namun, langkahnya terhenti ketika melihat seseorang di depan pintu rumahnya.

1
Uba Muhammad Al-varo
hadeuh....... Bianca perkiraanmu meleset dikira Alina wanita lemah tak tahunya Badas dan nggak gampang ditindas 😊😊😊
ryuka
bagusss.. lucuuu menyenakan baca nya bikin senyum senyum sendirii 😂😂😂
ryuka
kalau apa thooorrr ??? kamu bikin penasaran
ryuka
🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
kalo Lorenzo bercerai dari aku maka dia akan miskin 🤭🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
lipstik Alina pindah ke Lorenzo 🤣🤣🤣
Muslimah Adn
maraton dari bab 1 Sampek sekarang kesimpulan ku adalah : terlepas dari suasana humor, kayaknya terlalu cepat baikannya, kenapa gak ada sanksi buat Lorenzo ?
1. dia selingkuh selama pernikahan, berniat menceraikan istrinya demi menikahi wanita lain, membiarkan istrinya diperlakukan semena-mena dikeluarganya, tapi tidak dihargai dirumah, 2.Alin dibuat bertahan 3 tahun dengan suami yang dingin, tidak menghargai istri dan selingkuh dengan pacarnya, sekaligus tekanan dari keluarga suami, tidak punya Sandaran, mengurus rumah dan sekaligus masih bekerja dikantor suami yang mana entah itu privat / disembunyikan.
coba kesampingkan humor tentang membaca pikiran, yg aku tangkap dari rumah tangganya itu semua, rasanya terlalu mudah dimaafin, padahal untungnya cuma Alin gak cinta, dan Lorenzo gak celap celup. sisanya kalo dipikir sakit ya
Muslimah Adn: btw semangat Thor, jangan buat Alin gampang disentuh ya, soalnya kalau sudah hamil, padahal rumah tangganya masih stuck rasanya cuma Alin yg rugi
total 1 replies
Uthie
ditunggu double or more update nya lagii 😍🙏🙏
ros
ceritanya menarik 👍
Inooy
karena kamu mulai menyukai nya,,dn kamu tidak menyadari nyaaa....
Inooy
klo menurut aq mah Al mendingan kamu jangan ngebayangin hal2 yg masih jauh kamu lakuin,,skarang mah jalanin aj yg udh ada..okeee!?
Uba Muhammad Al-varo
ya ampun ciuman pertama antara Lorenzo dan Alina sungguh membagongkan 🤔🤔
Inooy
menurut muuuu??? 🤣🤣🤣🤣
Inooy
hahahaha,,masih sempet2 nya kamu nanyain sakit tidak nyaa...yaaaaa sakiit lah Aaall...orang punggung membentur temmmbook...🤦‍♀️🤦‍♀️
Inooy
naah ituuu,,lebih baik kamu syukuri apa yg telah terjadi..karena yg mencium kamu bukan pria lain...tp suami kamu sendiri Aal!!!
Inooy
pria oppa oppa Korea, g tau pria macho belahan dunia barat Reeen.../Facepalm/
Inooy
lebih tepat nya bukan ekspresi kamu Al, tp kicauan pikiran kamu...Lorenzo akan tau smua yg ada d pikiran kamu, karena Lorenzo d beri kemampuan mendengarkan kicauan hati dn pikiran kamu 😆..sooo dia bukan hanya sekedar menebak,,tp tau banget smua yg kamu katakan d hati dn d pikaran muuu....
Inooy
ck,,emg Lorenzo g tampan Aal 🙂‍↔️🙂‍↔️
nyesel lho klo beneran Lorenzo lari k wanita lain, apalagi dia skarang mulai menyukai kaaaamu....
Inooy
udh jangan nyesel, toh yg ngambil suami kamu sendiri..enak kaaan pendaratan Lorenzoo?
Inooy
yuuup,,karena Lorenzo udh mulai menyukai kamu Al..jd bukalah hati kamu sedikit demi sedikit, dr pada nanti suami kamu nyari wanita lain luaran sanaaa....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!