Yun Luofeng dikenal sebagai sampah Klan Yun—tak bisa berkultivasi, tergila-gila pada Putra Mahkota, bahkan menjadi bahan tertawaan seluruh Kota Kekaisaran.
Namun setelah sebuah percobaan bunuh diri, Yun Luofeng yang lama telah tiada.
Kini, di dalam tubuhnya hidup seorang genius medis dari dunia lain, membawa Kitab Dewa Medis dan rahasia yang mampu mengguncang Benua Longxiao.
Mereka bilang dia sampah? Dia akan menjadi kultivator yang membuat para genius menundukkan kepala.
Mereka menghina keluarganya? Dia akan membuat mereka membayar.
Dan Putra Mahkota yang membuangnya?
Maaf, bahkan untuk menjadi pelayannya pun belum tentu memenuhi syarat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwinanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 — Ramuan Pengumpul Energi
“Aku pernah menyelamatkannya,” jawab Yun Luofeng santai. “Dia datang untuk membalas budi.”
Itu memang benar, meskipun pertolongan yang diberikannya saat itu tidak bisa disebut sungguh-sungguh. Dia hanya menstabilkan luka Yun Xiao dan menyerahkan sedikit tanaman obat.
Yun Luo tertawa lebar.
“Cucuku memang luar biasa! Bukan hanya bisa berkultivasi, sekarang ternyata memiliki kemampuan medis. Beberapa hari lalu Mu Xingchou masih mengatakan tak seorang pun akan mau menikahimu. Tunggu saja, suatu hari orang-orang yang datang melamar akan mengantre di depan Kediaman Jenderal!”
Yun Xiao tetap berdiri tanpa ekspresi. Namun ketika mendengar nama Mu Xingchou, tatapan gelapnya berubah sesaat.
Dia diam-diam mengingat nama itu.
Yun Luofeng tidak menyadarinya. Dia malah mengulurkan tangan kepada kakeknya.
“Kakek, masih punya uang?”
Senyum Yun Luo langsung lenyap.
“Untuk apa?”
“Pinjam seribu tael.”
Yun Luo refleks menutupi dadanya, seolah sedang menghadapi perampok.
“Tidak! Ini uang terakhir yang kumiliki!”
Mu Shen memang telah memberikan uang muka lima juta tael, tetapi semuanya sudah digunakan Yun Luofeng untuk rendaman obat terakhir. Sementara sisa empat puluh lima juta jelas tidak mungkin dikumpulkan Mu Shen dalam waktu singkat.
“Aku hanya meminjamnya,” kata Yun Luofeng. “Beberapa hari lagi, aku akan mengisi kembali perbendaharaan Klan Yun.”
“Benarkah?”
Yun Luo menatapnya penuh kecurigaan.
Akhirnya, dengan tangan gemetar dan wajah penuh penderitaan, dia mengeluarkan selembar uang senilai seribu tael.
“Ini benar-benar uang terakhirku. Kalau kau tidak mengembalikannya dan mengisi perbendaharaan, aku akan menangis di depanmu!”
Sudut bibir Yun Luofeng berkedut.
Dia mengambil uang itu lalu pergi sebelum kakeknya berubah pikiran.
Setelah tubuhnya bisa berkultivasi, Yun Luofeng membutuhkan cara untuk meningkatkan kecepatan penyerapan energi spiritual.
Xiao Mo memiliki jawabannya.
Ramuan Pengumpul Energi.
Menurut Xiao Mo, ribuan tahun lalu ramuan tersebut merupakan harta yang diperebutkan banyak kultivator. Berendam di dalamnya dapat membantu tubuh menyerap energi spiritual lebih cepat sehingga kultivasi menjadi jauh lebih efisien.
Sayangnya, resepnya telah lama hilang dari peredaran.
Bagi Yun Luofeng, itu justru merupakan kesempatan menghasilkan uang.
Memang, tanpa tanaman spiritual, khasiat ramuan yang dibuat menggunakan tanaman obat biasa akan jauh berkurang. Namun dibandingkan metode kultivasi yang dikenal sekarang, efeknya tetap sangat berharga.
Tujuan pertamanya tentu saja Paviliun Medis.
Begitu Yun Luofeng masuk, Lin Xiao yang pernah melayaninya segera menyambut.
“Nona Yun, ingin membeli tanaman obat lagi?”
Yun Luofeng menyerahkan daftar.
“Apakah semuanya tersedia?”
Lin Xiao memeriksanya.
“Tidak ada yang langka. Totalnya sekitar delapan ratus tael.”
Dia berpikir sejenak sebelum tersenyum.
“Namun kali ini Paviliun Medis akan memberikannya kepada Nona Yun.”
Yun Luofeng sedikit terkejut.
Paviliun Medis memang pandai berbisnis. Sebelumnya dia telah menghabiskan puluhan juta tael di sini. Memberikan tanaman obat senilai delapan ratus tael bukan kerugian berarti, tetapi cukup untuk menjaga hubungan dengan pelanggan besar.
“Kalau begitu, terima kasih.”
Uang seribu tael milik kakeknya selamat.
Sebelum pergi, Yun Luofeng tiba-tiba bertanya, “Apakah Paviliun Medis membeli ramuan obat dalam bentuk cair?”
“Ramuan cair?”
Lin Xiao tertegun.
“Selama khasiatnya terbukti dan cukup baik, tentu kami membelinya dengan harga yang sesuai.”
“Baik. Kalau suatu hari aku ingin menjualnya, aku akan datang kemari.”
Lin Xiao mengangguk sopan, meskipun tidak terlalu memikirkan ucapan tersebut.
Baginya, Yun Luofeng baru mulai tertarik pada ilmu pengobatan. Sulit membayangkan gadis itu mampu menghasilkan sesuatu yang benar-benar bernilai.
Setelah kembali ke Kediaman Jenderal, Yun Luofeng pergi ke kediaman pegunungan belakang dan melarang siapa pun mengganggunya.
Kesadarannya segera memasuki ruang Kitab Dewa Medis.
Begitu melihatnya, Xiao Mo memasang wajah kesal.
“Nona akhirnya ingat datang kemari.”
Yun Luofeng mengabaikan keluhannya dan memandang lahan tanaman obat.
“Kebun ini membesar?”
“Karena tingkat kultivasi Nona meningkat. Semakin kuat Nona, semakin luas ruang yang tersedia.”
Yun Luofeng mengeluarkan tanaman yang dahulu diperolehnya dari Paviliun Medis.
“Berapa lama sampai ini berubah menjadi tanaman spiritual?”
“Sekitar sepuluh hari.”
“Bukankah sebelumnya kau mengatakan tiga bulan?”
Xiao Mo mendesah putus asa.
“Itu untuk tanaman yang digunakan dalam rendaman pembuka jalur kultivasi Nona. Tanaman ini jauh lebih biasa, jadi pertumbuhannya lebih cepat.”
Barulah Yun Luofeng memahami perbedaannya.
“Kalau begitu, bantu aku menanam semuanya.”
Mereka mulai mengisi lahan kosong dengan tanaman obat. Jika kemampuan ruang Kitab Dewa Medis benar-benar seperti penjelasan Xiao Mo, kebun ini kelak bisa menjadi salah satu sumber daya terbesar miliknya.
Namun untuk sekarang, dia masih membutuhkan uang.
Dan Ramuan Pengumpul Energi adalah langkah pertama.
Malam telah turun ketika Yun Luofeng keluar dari ruang Kitab Dewa Medis.
Tak lama kemudian, dapur kediaman dipenuhi aroma tanaman obat.
Yun Luofeng duduk di depan tungku sambil mengipasi api di bawah panci. Setelah beberapa lama, aroma yang keluar berubah semakin pekat.
“Hampir selesai.”
Dia membuka tutup panci dengan hati-hati.
Cairan obat di dalamnya cukup untuk digunakan selama lima hari.
Senyum puas muncul di wajahnya.
“Aku penasaran berapa harga yang bersedia dibayar orang untuk ramuan yang bisa mempercepat kultivasi.”
“Air untuk mandi sudah siap.”
Suara berat tiba-tiba terdengar dari belakang.
Yun Luofeng menoleh dan menemukan Yun Xiao berdiri di ambang pintu.
“Bukankah aku menyuruh Qingyan menyiapkannya?”
Yun Xiao tampak bingung.
“Kalau kau tidak suka, aku tidak akan melakukannya lagi.”
Melihat kesungguhannya, Yun Luofeng malah tertawa.
“Yun Xiao, kau tahu seperti apa dirimu?”
“Tidak.”
“Seperti sepotong kayu.”
Yun Xiao mengerutkan kening.
Yun Luofeng mendekat sambil mengamatinya dari atas ke bawah.
“Wajahmu bagus, tubuhmu juga bagus. Sayangnya kau sama sekali tidak mengerti cara menghadapi perempuan. Sepertinya aku harus mengajarimu.”
Pria itu tetap diam.
Senyum jahil Yun Luofeng semakin lebar.
“Setelah berhasil mengajarimu merayu perempuan, mungkin aku bisa menjualmu ke rumah hiburan. Dengan wajah seperti ini, kau pasti menghasilkan banyak uang. Bahkan Gao Ling mungkin kalah populer.”
Wajah Yun Xiao akhirnya berubah.
Membayangkan dirinya dikelilingi perempuan asing jelas merupakan sesuatu yang sama sekali tidak disukainya.
Yun Luofeng tak mampu menahan tawa.
“Hahaha! Ternyata wajahmu bisa berubah juga.”
Barulah Yun Xiao menyadari dirinya sedang dipermainkan.
Yun Luofeng menepuk bahunya lalu mengambil Ramuan Pengumpul Energi.
“Tenang saja. Aku belum semiskin itu sampai harus menjual pengawalku sendiri.”
Dia berjalan keluar dari dapur dengan senyum puas.
Yun Xiao hanya menatap punggungnya.
Anehnya, dia tidak marah.
Pria yang selama ini membuat musuh-musuhnya gemetar justru membiarkan seorang perempuan menggodanya sesuka hati.
Dan tanpa disadari Yun Luofeng, sejak memasuki Klan Yun, batas yang selama ini mengelilingi hati Yun Xiao perlahan mulai berubah.
......................
Bersambung...