Indonesia
NovelToon NovelToon
Rayuan Sang Mafia

Rayuan Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:483
Nilai: 5
Nama Author: alendra rivero

Dari utara Italia, Fiorella diculik dan dijual ke sebuah klub gelap di Rusia—dunia tempat para mafia, polisi korup, dan pengusaha berkuasa membeli tubuh perempuan seperti membeli barang. Gadis tujuh belas tahun yang dulu punya sejuta mimpi kini hanya punya satu: bertahan hidup.

Lalu ia dibeli oleh Burian, bos mafia Rusia yang dingin, kejam, dan tergila-gila padanya sejak pandangan pertama. Di tangan Burian, Fiorella menemukan neraka sekaligus gairah yang tak pernah ia mengerti—cinta dan kebencian yang saling membakar, membelenggu keduanya lebih erat daripada rantai mana pun.

Tapi pengkhianatan, darah, dan luka mengubah segalanya. Ketika Fiorella akhirnya lolos dari cengkeraman sang mafia, ia tak kembali sebagai korban. Ia kembali sebagai Sang Ratu Putih—dan kali ini, dialah yang datang untuk menagih setiap utang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alendra rivero, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

AKU BERSUMPAH AKAN MEMBALAS DENDAM

Fiorella

Setelah selesai bersih-bersih, aku mencari sesuatu untuk dimakan lalu, seperti biasa, mengurung diri di kamar, tempat teraman bagiku.

Dulu aku biasa mengobrol dengan gadis-gadis lain, tapi entah kenapa mereka berhenti bicara padaku.

Aku mulai makan. Roti lapisnya lezat. Aku tahu roti itu tak bergizi, tapi aku menyukainya. Setelah selesai makan, tak lama aku masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri. Tubuhku kotor sekali penuh debu. Aku tak terburu-buru, toh tak ada hal lain yang perlu kukerjakan. Untunglah aku selesai sebelum tengah malam.

Setelah bersih dan berpakaian, aku keluar menuju dapur. Aku ingin minum jus buah. Aku masuk, dan sialnya di sana ada Miya. Kuabaikan ia sepenuhnya. Belakangan ini ia sangat mengawasiku, dan setiap ada kesempatan ia membuat hidupku menderita.

Kubuat jus jeruk, tapi begitu meminumnya perutku mual. Aku bergegas ke tempat sampah dan muntah. Rasa jeruk itu mengaduk-aduk isi perutku.

Aku melirik. Miya sedang menatapku dengan wajah masam. Aku tetap tak menghiraukannya. Lebih baik pura-pura tak melihatnya, sebab kemarin kami bertengkar dan aku sampai menamparnya. Vladimir hampir memukulku. Kalau bukan karena Sonya, hari ini mataku pasti sudah lebam.

Kuambil segelas air, kubilas mulutku untuk menghilangkan rasa tak enak, dan kulihat perempuan itu keluar dari dapur.

Aku duduk sebentar. Kepalaku agak pusing, jadi lebih baik kutunggu sampai reda.

Menit demi menit berlalu, tapi tak juga hilang. Justru aku semakin pusing.

"Apa yang sudah kaulakukan, keparat?" bentak Vladimir.

"Aku cuma merasa tak enak badan. Aku akan membersihkan kekacauan yang kubuat," jawabku.

Begitu ia masuk bersama Miya, ia langsung menghinaku. Aku tak menyangka ia akan semarah itu, tapi ia benar-benar murka. Tangannya terkepal dan tatapannya membunuh.

"Jangan pura-pura bodoh. Kamu tahu betul apa yang kubicarakan," desisnya.

Setelah mengatakan itu, ia menjambak rambutku dan meninju perutku dua kali. Nyerinya tak tertahankan. Aku ambruk ke lantai dan memeluk tubuhku yang sakit, tapi tak berhenti di situ.

Vladimir mulai menendangiku. Seluruh tubuhku dihajar pukulannya, pukulan yang bertubi-tubi. Aku merangkak di lantai sampai tiba di kaki Miya, lalu mencengkeram erat pergelangan kakinya.

"Kumohon, tolong aku," pintaku.

Itu kata-kata terakhirku, sebab ia menendang wajahku, dan rasa sakitnya begitu hebat hingga aku pingsan.

Ah, ah, ah. Nyeri yang luar biasa membangunkanku. Rasanya seolah isi perutku sedang ditarik keluar. Kemaluanku terbakar dan seakan robek. Kutundukkan pandangan, dan aku telanjang. Seorang perempuan membuka kakiku lebar-lebar, seakan hendak mematahkannya, sementara yang lain memasukkan selang ke dalam tubuhku. Cairan panas dan kental mengalir keluar dari dalam diriku, menimbulkan rasa sakit yang hebat.

Kutolehkan pandangan ke sekitar. Miya dan Vladimir berdiri menyaksikan semuanya dengan penuh perhatian.

"Apa yang kalian lakukan padaku?" jeritku.

"Jangan pura-pura bodoh," ujar Vladimir. "Permainanmu gagal total."

"Sudah selesai," kata perempuan berbaju putih itu. "Kami menghentikan kehamilannya. Aborsinya berhasil."

"Apa yang kalian bicarakan?" tanyaku putus asa. "Kehamilan apa?"

Kata-kataku penuh keputusasaan. Aku tak mengerti apa pun.

"Kamu kira dengan mengandung anak Burian, kamu jadi tak tersentuh, ya?" cibir Vladimir. "Kamu salah besar. Kamu tak lebih dari mainan untuknya, jalang tolol." Ia mengangkat sebongkah gumpalan darah dari ranjang dan melemparnya ke wajahku. "Ini, ambil anakmu."

"Vladimir, sudah cukup. Lepaskan gadis itu," potong Sonya.

Sonya masuk dan duduk di sisiku. Ia menyandarkan dagunya di kepalaku, lalu memelukku erat dengan kedua lengannya, menarikku mendekat.

"Kamu benar-benar sepolos itu?" bisiknya. "Kamu hamil. Mereka baru saja membunuh bayimu."

Setelah berkata begitu, ia melepaskan satu lengannya dan menyeka wajahku dengan tangannya.

Ketika aku akhirnya mengerti semuanya, aku menangis meraung-raung. Kucengkeram erat lengannya dan kubenamkan wajahku ke dadanya.

Ibuku perempuan yang religius. Ia tak pernah membicarakan hal-hal seperti seks atau semacamnya denganku, jadi aku benar-benar buta soal itu. Tapi aku baru saja memahami apa yang mereka lakukan padaku. Mereka membunuh bayiku.

Ada kehidupan di dalam tubuhku, dan mereka merenggutnya dariku.

"Dasar bodoh," ujar Miya. "Kamu tak akan pernah punya anak dari Burian. Ia anjing sialanku, dan kamu tak akan memilikinya. Aku tak akan menyerahkannya semudah itu."

"Jalang," desisku. "Aku akan membunuhmu. Aku akan membunuh kalian berdua. Vladimir, aku bersumpah akan membunuhmu, meski aku harus menjual jiwaku pada iblis, aku akan membunuh kalian. Aku bersumpah akan membalas dendam pada kalian."

Jeritanku lemah dan patah-patah, tapi sesuatu berubah dalam diriku. Aku merasakan kebencian, kebencian yang belum pernah kurasakan.

Mereka menatapku sambil tersenyum senang. Penderitaanku membuat mereka bahagia. Tapi di sinilah kepolosanku mati. Di sinilah Fiorella si bodoh mati, dan lahirlah iblis sejati, iblis yang akan menuntut balas satu per satu, iblis yang tak akan takut sekalipun harus mengotori tangannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!