Dibawah langit, banyak sekali para pendekar hebat yang mampu menghancurkan gunung, membelah lautan, dan masuk banyak lagi kekuatan hebat yang memiliki kekuatan menyamai para Dewa.
Lao Feiying adalah anak yatim piatu yang tidak memiliki roh beladiri, berjuang keras untuk menjadi pendekar terkuat.
Bersama dengan boneka wanita yang menemani perjalanan hidupnya, Lao Feiying berjuang melawan ketidakadilan dari para penguasa yang mengatur tatanan kehidupan sesuka hati mereka.
Dengan tekad yang kuat, Lao Feiying yang tidak memiliki roh beladiri kini berubah menjadi sosok yang paling disegani dan mampu melawan Siluman, Monster, Iblis bahkan Dewa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Doom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14. Rencana Shu Qinyun
Saat para perampok berhasil dikalahkan, Patriak Klan Lao berjalan menghampiri rombongan tersebut.
" Terimakasih atas bantuan senior." Ucap anggota Klan Shu yang diikuti Shu Xianyu.
" Mmmm... Tidak perlu seperti itu! Kebetulan kami hanya melewati jalan ini saja." Ucap Patriak Klan Lao, yaitu Lao Yibo sambil menatap ke arah Shu Xianyu.
" Apa kalian berasal dari Klan Shu?" Lao Yibo kembali bertanya.
" Benar senior." Jawab salah satu anggota Klan Shu.
Lao Yibo mengangguk pelan, karena dia berniat untuk mendatangi kediaman keluarga Klan Shu untuk menjodohkan putranya kepada gadis belia itu.
" Siapa namamu nak?" Tanya Lao Yibo.
" Salam paman, namaku Shu Xianyu. Putri Patriak Klan Shu." Jawab Shu Xianyu dengan jujur, karena sosok yang berada di depannya telah membantu mereka.
Setelah mengetahui nama gadis belia itu, Lao Yibo mempersilahkan kepada mereka untuk melanjutkan perjalanan.
Tanpa membuang waktu, Shu Xianyu juga berpamitan agar cepat sampai di kediaman keluarga Klan Feng.
" Sebaiknya kita mendatangi kediaman keluarga Klan Shu terlebih dulu." Ucap Lao Yibo, sambil melangkahkan kakinya.
" Baik Patriak." Jawab mereka serempak, lalu berjalan mengikuti Lao Yibo.
Sesampai di kediaman keluarga Klan Shu, rombongan Lao Yibo disambut dengan ramah, meskipun mereka tidak mengetahui apa tujuan dari Klan Lao.
Setelah melakukan percakapan cukup lama, Lao Yibo mulai mengutarakan tujuannya untuk melamar putri Shu Wanqi.
" Mohon maaf sebelumnya Patriak. Putriku Shu Xianyu sudah bertunangan dengan Putra Patriak Klan Feng." Meskipun terlihat gugup, Shu Wanqi harus berkata jujur, karena tidak ingin ada kesalahpahaman nantinya.
Mendengar perkataan dari Shu Wanqi, Lao Yibo sedikit mengerutkan kening karena ternyata dia sudah terlambat.
Namun Lao Yibo sama sekali tidak berputus asa, sehingga dia harus mencari cara agar Shu Xianyu mau menjadi menantunya.
Meskipun merasa malu, Lao Yibo selalu berkata dengan ramah, lalu berpamitan kepada Shu Wanqi dan para Tetua.
Sementara itu Istri dari Shu Wanqi secara diam-diam menguping pembicaraan mereka, sehingga dia merasa bahwa itu adalah kesempatan untuk membatalkan pertunangan antara Lao Feiying dan Shu Xianyu.
" Tuan muda Feng sekarang sudah menjadi sampah. Aku tidak boleh membiarkan putriku menikah dengannya." Gumam wanita itu, karena dia tidak ingin Klan Shu mengambil menantu yang cacat.
Secara diam-diam wanita itu keluar dari kediaman mereka untuk mengejar rombongan Klan Lao.
Saat berada di luar pintu gerbang, wanita itu berlari langsung memanggil rombongan Lao Yibo.
Mendengar ada yang memanggil mereka, Lao Yibo menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah belakang.
" Ada apa saudari memanggil kami?" Tanya Lao Yibo, sambil menatap ke arah wanita paruh baya.
" Mohon maaf sebelumnya. Aku adalah Shu Qinyun Istri Patriak Klan Shu." Shu Qinyun memperkenalkan diri.
" Oh.... Maafkan atas ketidak tahuan kami." Ucap Lao Yibo sambil mengepalkan kedua tangannya sebagai rasa hormat.
Shu Qinyun hanya tersenyum, lalu menceritakan tujuannya yang tidak setuju dengan pertunangan antara Lao Feiying dan Shu Xianyu.
Mendengar perkataan dari Shu Qinyun, Lao Yibo tersenyum lebar karena mereka masih ada cara untuk mendapatkan Shu Xianyu.
Agar tidak diketahui Klan Shu, Shu Qinyun membawa rombongan Lao Yibo ke tempat yang cukup aman.
" Jadi nama calon menantumu adalah Feng Lao Feiying?" Tanya Lao Yibo, karena dia merasa tertarik dengan nama itu yang mengingatkannya kepada Lao Feiying.
Namun Lao Yibo tidak bisa bertindak gegabah, karena bagaimanapun Klan Feng tidak bisa dianggap enteng, meskipun kekuatan Klan Lao berada di atas Klan Feng.
" Benar Patriak... Aku tidak menyukainya, karena selama dua tahun terakhir anak itu tidak bisa meningkatkan Kultivasi." Shu Qinyun menceritakan bahwa saat dia mendengar bahwa Lao Feiying tidak bisa meningkatkan Kultivasi, saat itulah dia tidak menyukai Lao Feiying.
Sebuah alasan yang sangat logis, karena harapan Klan Shu berada di pundak Shu Xianyu.
Jika Shu Xianyu memiliki suami cacat, maka Klan Shu tidak bisa berkembang dan tidak memiliki kekuatan.
Mendengar penjelasan dari Shu Qinyun, Lao Yibo tersenyum lebar karena itu artinya wanita di depannya bisa membantu mereka untuk mengatur rencana selanjutnya.
" Kalau begitu, apa kalian bisa membatalkan pertunangan itu?" Tanya Lao Yibo.
" Mohon maaf Patriak... Suamiku tidak bisa diajak berbicara. Sekalipun tuan muda Feng tidak bisa Berkultivasi, namun pernikahan akan tetap dilakukan." Jawab Shu Qinyun sambil memikirkan cara untuk menghadapi situasi tersebut.
Lao Yibo terdiam sejenak sambil memikirkan cara untuk membantu rencana Shu Qinyun agar berjalan dengan lancar.
" Begini saja Patriak... Aku akan membicarakan hal ini kepada putriku. Jika dia setuju, maka dia bisa memiliki cara untuk menyingkirkan Lao Feiying." Shu Qinyun memberi usul, karena dengan demikian Shu Xianyu bisa membawa Lao Feiying keluar dari kediaman keluarga Klan Feng.
" Ide yang bagus. Nanti aku akan meminta kepada beberapa orang untuk melakukan rencana selanjutnya." Lao Yibo tidak menyangka bahwa Shu Qinyun senekat itu ingin membunuh putra Patriak Klan Feng demi melancarkan rencananya.
Tentu Lao Yibo tidak keberatan, karena mereka juga sangat penasaran dengan Feng Lao Feiying yang mereka maksud.
" Baiklah, kalau begitu aku pamit dulu. Besok pagi aku akan berangkat ke kediaman keluarga Klan Feng untuk membicarakan hal ini kepada putriku." Ucap Shu Qinyun, lalu meninggalkan tempat itu, kembali ke kediaman keluarga Klan Shu.
Saat Shu Qinyun sudah tidak terlihat lagi, Lao Yibo meminta kepada anggotanya untuk mengawasi wilayah kediaman keluarga Klan Feng.
Jika Lao Feiying berhasil keluar dari kediaman keluarga Klan Feng, maka itu kesempatan baik untuk membunuhnya agar pertunangan mereka dibatalkan.
*******
Pada keesokan harinya Shu Qinyun datang ke kediaman keluarga Klan Feng untuk bertemu dengan putrinya.
Tentu Feng Mubai menyambut baik kedatangan Shu Qinyun, karena dia berfikir bahwa tidak lama lagi mereka akan berbesan.
Selama berhari-hari Shu Qinyun mulai melancarkan rencananya dengan membujuk Shu Xianyu.
" Apakah tuan muda Lao Hunjie adalah jenius Klan Lao?" Tanya Shu Xianyu.
" Tentu saja nak. Klan Lao adalah Klan besar dan lebih kuat dari Klan Feng, pasti tuan muda Klan Lao memiliki kekuatan diatas rata-rata anak seusianya." Jawab Shu Qinyun.
Mendengar ucapan tersebut, Shu Xianyu menjadi bimbang, karena dia sendiri sangat kagum dengan Lao Feiying.
Namun di sisi lain Shu Xianyu tidak bisa mengutamakan perasaannya, karena tanggung jawab sebagai putri Klan Shu ada padanya.
" Baiklah ibu. Tapi aku harus bertemu dengan tuan muda Lao Hunjie terlebih dulu."
" Setelah itu kita bisa mengatur rencana selanjutnya." Ucap Shu Xianyu, karena dia berpikir bahwa itu adalah kesempatan untuk merubah nasib Klan Shu.
" Baiklah nak. Kalau begitu aku akan bertemu dengan anggota Klan Lao yang mereka utus untuk bertemu denganku." Shu Qinyun tersenyum lebar, karena putrinya bisa berpikir dengan logis.
Shu Xianyu mengesampingkan perasaannya demi masa depan Klan Shu agar lebih baik lagi.