Indonesia
NovelToon NovelToon
ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Action
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Jeremy Aslan, kepala mafia paling ditakuti, mengira menikahi Claire, putri wakil presiden akan memberikan keuntungan besar pada bisnis senjata yang sedang dia jalankan. Ternyata, yang ia dapatkan adalah ... menghadapi perempuan paling bikin sakit kepala sepanjang dia hidup.

Alih-alih fokus dengan bisnis dunia gelapnya, ia malah fokus dengan segala tingkah laku random Claire seperti, diam-diam menciptakan bom dan meledakkan kantor polisi hanya karena ia punya dendam dengan polisi, merusak rumah pribadi politisi yang dia anggap sering merendahkan ayahnya, dan bekerja di perusahaan Farmasi hanya untuk membuktikan mantan pacarnya adalah gay.

Bagi Jeremy, mengendalikan ratusan anak buah bersenjata jauh lebih mudah daripada menghadapi satu istrinya yang nakal dan sama sekali tidak mengenal kata takut. Jeremy hampir menyerah pada semua kenakalan perempuan itu, sampai Claire tiba-tiba di culik, saat itulah dunia Jeremy hancur. Karena akhirnya ia menyadari, Claire adalah dunianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senjata makan tuan

"Hufftt..."

Claire akhirnya bisa duduk santai di sofa setelah seharian penuh main dan atur strategi dengan teman-temannya. Sekarang mereka sudah pulang. Dia pun membaringkan dirinya di sofa panjang ruang tamu besar itu.

"Capek juga kalo mikir keras." ucapnya pada dirinya sendiri.

Matanya menatap ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul enam sore, tapi Jeremy belum kembali juga.

"Itu laki-laki satu, lupa ya kalo dia udah ada istri di rumah? Main di tinggal-tinggal lama banget. Kan wajah tampannya sumber cuci mata aku. Gimana sih." gerutunya pada dirinya sendiri. Ia lalu mengeluarkan benda buatannya yang berhasil membuat Ryan dan Kean kesetrum tadi.

Claire bangga dengan karyanya itu. Kenapa dia bisa menciptakan benda-benda semacam itu? Karena waktu kuliah dia ambil jurusan teknik elektro dan teknik mesin, dua bidang yang memang menjadi kegemarannya sejak kecil. Tampak nakal di luar dan agak bodoh begitu, sebenarnya otaknya bekerja lebih cepat daripada mesin apa pun yang pernah ada.

Selama masa kuliah, ia bahkan berhasil menciptakan beberapa alat sederhana yang akhirnya dipakai untuk keperluan penelitian di kampus, meski ia selalu menyembunyikan siapa pencipta aslinya agar tidak terlalu menarik perhatian. Apalagi orangtuanya bilang dia gak boleh terlalu menonjol karena dia bukan putri orang sembarangan. Bisa bahaya kalau mereka menelusuri latar belakang kehidupannya.

Jadi, Claire walaupun memiliki otak yang bisa di katakan sangat cerdas, ia selalu bersikap seolah-olah hanya gadis biasa yang sedikit ceria dan suka bercanda. Di balik tingkah lakunya yang terlihat santai dan kadang kekanak-kanakan itu, tersimpan kemampuan analisis yang luar biasa.

Claire memutar-mutar benda kecil itu di telapak tangannya dengan pandangan berbinar. Bentuknya sederhana, terbuat dari logam ringan dan kabel halus yang disusun rapi, tapi memiliki fungsi yang cukup mengejutkan. Ia tersenyum sendiri membayangkan reaksi Ryan dan Kean tadi. Lucu sekali.

Ketika ia hendak mengembalikan benda itu ke tempatnya, tanpa sengaja kedua ujungnya mengenai pahanya. Claire langsung kejang-kejang seperti orang sakit ayan, persis seperti Kean dan Ryan tadi.

Tubuhnya menegang seketika, matanya terbelalak lebar lalu terpejam rapat, dan mulutnya mengeluarkan suara desahan kaget yang terputus-putus. Arus listrik yang menyengat itu menjalar cepat dari paha hingga ke seluruh tubuhnya, membuat tangannya terlepas dan benda itu terjatuh ke lantai dengan bunyi kecil. Rambut panjangnya sudah berdiri semua dan mengeras.

Ini yang namanya senjata makan tuan. Tubuhnya masih bergetar pelan dan terasa kesemutan di mana-mana. Ia mengusap-usap pahanya yang terasa hangat sedikit perih, lalu menyentuh rambutnya yang berdiri tegak dan kaku seperti disemir minyak rambut kental. Melihat pantulan dirinya di kaca jendela, ia langsung ternganga lalu duduk tegak dengan tawa yang kaku, merutuki dirinya sendiri yang bodoh.

Pada saat yang sama Jeremy muncul di ikut oleh Ryan di belakang pria itu. Langkah Jeremy seketika terhenti melihat pemandangan di depannya. Claire yang duduk kaku di sofa ruang tamu dengan rambut panjang yang berdiri semua seperti pajangan kawat yang di susun tegak, wajahnya memerah padam, dan kedua matanya melotot menatap ke depan seolah baru mengalami kejadian yang sangat mengejutkan.

Belum sempat Jeremy membuka mulut, Ryan yang melihat pemandangan itu langsung tertawa terbahak-bahak. Suaranya menggelegar memenuhi seluruh ruangan, membuat ia bahkan harus menahan perutnya sendiri sambil membungkuk karena tak sanggup menahan tawa yang meledak-ledak itu.

"Hahahaha!"

Jeremy ikut menahan senyum. Istrinya sekarang, lucu sekali. Bisa-bisanya rambutnya berdiri semua seperti itu.

"Nona, kau setrum diri sendiri? Atau murni kena karma?" Ryan angkat bicara masih tertawa ngakak.

Padahal dia tipikal orang yang serius seperti Jeremy. Tapi karena yang berhadapan dengan mereka sekarang adalah gadis nakal yang baru saja berbuat nakal padanya, tentu saja dia harus menertawakan itu.Apalagi penampakan Claire sekarang lucu sekali. Claire menatapnya tajam. Tubuhnya belum bergerak sedikitpun, hanya matanya yang bergerak.

Tak lama kemudian Jeremy melangkah mendekat, duduk di samping gadis itu. Tadi waktu Ryan datang ke markas mafia mereka dengan rambut berdiri semua, lelaki itu sudah memberitahu semuanya, tentang kenakalan istrinya. Jadi dia tahu pasti apa yang terjadi dengan Claire sekarang.

"Kenapa denganmu?" ia masih bertanya meski tahu. Pandangannya beralih ke benda yang tergeletak di lantai. Pasti benda itu yang Ryan ceritakan di ciptakan sendiri oleh gadis ini.

"Kecelakaan kecil," Claire menyahut dengan senyum kaku.

Jeremy mengangkat alis, tatapannya tetap datar dan dingin khas dirinya, tapi sudut bibirnya sedikit terangkat menahan geli.

"Kecelakaan? Atau bukti kalau pembuatnya kurang teliti sampai lupa memberi pengaman yang layak? Sudah bikin alat yang bisa menyengat orang lain, tapi malah tidak bisa menjaga dirinya sendiri. Hebat sekali."

Claire hanya mendengus kesal. Dia mencoba merapikan rambutnya, tapi tidak bisa. Rambut itu seakan sudah menyatu menjadi batu.

"Mister Jeemmm! Gimana ini? Rambut aku kok gak bisa di balikin kayak semula?" serunya mulai panik.

Ryan yang masih berdiri di sana masih menahan tawanya mati-matian. Rumah yang biasanya sepi, suram dan tegang tiap hari itu kini di penuhi dengan suasana yang riuh dan ceria, jauh berbeda dari biasanya. Jeremy menoleh sebentar menatap Ryan, memberi isyarat agar pria itu pergi terlebih dahulu sebelum tawa itu benar-benar meledak kembali. Ryan mengangguk paham, lalu mundur perlahan sambil menutup mulutnya, meninggalkan keduanya.

"Semoga rambutnya kembali normal nona." katanya setengah meledek sebelum benar-benar menghilang dari sana.

Claire mendengus pelan. Pasti pria itu senang sekali melihatnya seperti ini. Ia menatap Jeremy lagi yang masih setia duduk di sebelahnya dengan raut wajah datar. Tak lama kemudian, pria itu berdiri dan meraih pergelangan tangan Claire menuju kamar mereka di lantai atas.

Claire yang masih meratapi nasibnya diam saja di tarik oleh tangan besar pria itu. Ia sudah tidak ada tenaga melawan karena nasibnya hari ini sungguh miris.

Begitu sampai kamar, Jeremy langsung membawanya ke kamar mandi, mengarahkan kepalanya ke wastafel dan menyiramkan air hangat dari shower genggam yang dia ambil. Air hangat itu membasahi seluruh rambut Claire perlahan, sementara tangan Jeremy memijat lembut dari pangkal hingga ujung helainya.

"Ini cuma muatan listrik statis yang menumpuk, bukan kutukan," ucap Jeremy datar, meski gerakannya tetap hati-hati.

"Air akan membantu menetralkan muatannya, jadi rambutmu bisa kembali lemas seperti biasa."

Claire hanya mendesah pelan, membiarkan pria itu mengurusnya tanpa banyak protes lagi. Rasa hangat air dan sentuhan tangan Jeremy membuat rasa paniknya perlahan hilang. Tak lama, rambutnya yang tadinya kaku seperti kayu perlahan melunak, jatuh terurai lembut kembali seperti sedia kala.

1
Muft Smoker
nalika anjeunna disebat aki, haseup langsung kaluar tina sirah menteri/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Melia Gusnetty
jgn2 nnt Dami ketemu mister jem...
Tuti Tyastuti
𝘣𝘦𝘯𝘨𝘦𝘬 𝘬𝘢𝘯🤣🤣🤣🤣
Tuti Tyastuti
𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘮𝘪𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘫𝘦𝘮 𝘤𝘭𝘢𝘳𝘪𝘦😂😂
Cristella Tella
jngan2 claire di hukum lgi
Cristella Tella
bngek dan stress klau mereka udh kumpul... gimna reaksi para suami ya🤣🤣🤣🤣
Cristella Tella
itu mntan mister jam claire
Cristella Tella
para mama muda .. ikut kumpul sama para anak muda.... dunia tambah heboh😭🤣🤣🤣
Tuti Tyastuti
𝘨𝘦𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘣𝘭𝘦𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘮𝘱𝘶𝘭🤣🤣🤣
Restu
😆😆😆 q suka thor.
Ct Marimar
x larat nk gelakk🤭🤭🤭🤭🤭
Ari Nuryanti
setelah menikah pekerjaan tambah banyak berarti rejeki claire menular
vita
kl gak bikin ulah bukan claire lah
Ari Nuryanti
wow...serius mister jem 11 ronde.... 😱😱😱..1 bulan claire dirumah saja😂😂😂😂
Ari Nuryanti
persiapan 1 minggu kedepan gak kemana mana claire😂😂😂
Arin
Si somplak Talia bertemu geng Claire memang cocok.... Sama-sama suka bikin rusuh. Alat apa lagi ini yang di buat Claire..... bikin sesuatu yang amazing tentunya🤭🤭🤭. Dan mereka semua jadi korban alat Claire🤣🤣🤣
Restu
hadir thor
sangat menghibur thor🤭🤭🤭🤭
Atik Marwati
mereka yg gosong bukan satenya🤣🤣🤣🤣
Rahmat
Dami dan dira itu siapa y jangan mpai musuh yg menyamar😅
Qiqi Maryam
Dami siapa??? apa ada kisah sblmnya??)
🍒WINA🍒: dami kakaknya dira, istri bima dikisah dibalik pernikahan panas kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!