Indonesia
NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kubuat Cacat

Wanita Yang Kubuat Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat
Popularitas:356.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

"Salah satu kakinya diamputasi setelah ditabrak sebuah mobil 8 tahun silam. Sayangnya, mobil itu kabur, CCTV rusak." Kenan tersenyum getir, seolah hal itu sudah biasa terjadi jika pelakunya orang-orang berduit. "Ada saksi yang mengatakan jika yang menabrak Ilona adalah mobil sport warna merah, tapi..." Ia kembali terkekeh. "Beberapa hari kemudian, kesaksiannya berubah. Entahlah."

Mendengar itu, tubuh Elang seketika mengalami tremor. Jantungnya berdebar kencang, dan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.

Semoga saja ini hanya kebetulan. 8 tahun yang lalu, Elang menabrak seseorang saat dini hari, sepulang dari party kelulusan SMA bersama teman-temannya. Kondisinya setengah mabuk saat itu. Karena takut, di tambah kondisi jalanan yang sepi, ia langsung kabur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Jam 10 malam. Mobil yang dikemudikan Elang berhenti di depan rumah Alisya. Rumah mewah di salah satu cluster elit di Jakarta.

Lampu kuning menerangi setiap sisi jalanan komplek yang sepi. Jangankan malam, siang pun, di perumahan seperti ini memang selalu sepi. Jarang terlihat ada interaksi antar tetangga.

Di dalam mobil, radio mati. Yang ada cuma suara AC.

Sepanjang film tadi mereka diam. Alisya ketawa pas adegan lucu, tapi pas menoleh ke samping, ia melihat Elang cuma diam, pandangannya kosong.

Pas adegan sedih, Alisya nangis, dan lagi, saat menoleh, ekspresi Elang sangat datar. Fix, kekasihnya itu tidak fokus sama sekali pada film. Elang ada disana, tapi tidak dengan hati dan pikirannya.

"Yank." Panggil Alisya sebelum turun dari mobil.

Elang nengok. "Hm?"

"Kamu berubah," kata Alisya pelan. "Sejak pulang dari Bali, aku ngerasa kamu seperti orang lain. Bukan hanya hari ini, kemarin, beberapa hari yang lalu, bahkan saat acara lamaran, kamu tak seperti Elang yang aku kenal."

Elang mencengkeram setir, pandangannya lurus ke depan. Ia tak tahu harus beralasan apa lagi pada Alisya. Dua tahun bersama, tidak mungkin gadis itu tidak ngeh dengan sedikit saja perubahannya.

Alisya menarik tangan Elang, menggenggamnya. "Ada apa, cerita sama aku?" Kedua matanya menatap Elang.

Hening.

Elang nutup mata, nafasnya berat.

"Sya," Elang menoleh.

Jantung Alisya berdetak kencang, tatapan Elang tak seperti biasanya. Ada banyak beban, seperti menyimpan masalah yang berat. "Apa ada perempuan lain? Jujur sama aku. Aku bisa ngerasain perubahan kamu." Air matanya mulai meleleh.

Elang menarik bahu Alisya, memeluknya. Ia berada dalam dilema. Satu sisi, ia tak ingin menyakiti Alisya, tapi satu sisi lagi, hati dan fikirannya penuh dengan Ilona, ia ingin memberikan seluruh hidupnya untuk Ilona, menebus dosanya.

Alisya semakin terisak. "kamu cuma milik aku, Lang. Kamu udah janji pada kedua orang tuaku untuk menjagaku. Kamu gak boleh ingkar, Lang."

"Maafin aku, Sya." Elang merasa jika terus seperti ini, Alisya akan semakin terluka.

"Enggak, aku gak akan pernah maafin kamu jika kamu ninggalin aku."

Elang melepas pelukannya, menyeka air mata di kedua pipi Alisya. Dua tahun bersama, pertengkaran kecil pasti ada, tapi belum pernah mereka sampai putus. Ia menarik nafas panjang, tangannya menggenggam kedua tangan Alisya.

"Aku mau... kita break dulu. Beberapa waktu."

Alisya syok. "Break?" ulangnya pelan, nyaris tak terdengar.

"Iya. Bukan putus, tapi jeda." Elang buru-buru jelasin. Ia tak mau tergesa-gesa mengambil keputusan, karena hubungan mereka bukan hanya antara dua orang, tapi sudah masuk ranah dua keluarga. "Aku sedang kacau, Sya. Aku perlu waktu untuk memahami diriku sendiri."

"Siapa wanita itu?" Alisya yakin, wanita lain yang membuat Elang berubah seperti ini. "Siapa, Lang?"

Elang menggeleng. "Satu bulan. Mari kita sama-sama berfikir, hubungan ini harus lanjut atau sebaiknya sampai disini saja."

"Kita?" Alisya terkekeh. "Bukan kita Lang, tapi kamu." Ia menarik tangannya dari genggaman Elang. "Aku tidak pernah ragu dengan hubungan kita. Aku tidak butuh waktu untuk mikir, karena sekarang, besok atau kapanpun, aku tetap sama. Aku mau kita bersama. Kamu Lang, bukan aku yang butuh waktu."

Elang mengangguk, merasa bersalah. "Kamu benar."

Alisya menarik handle pintu, sebelum turun, ia menoleh kembali pada Elang. "Oke, satu bulan. Selesaikan masalah kamu. Setelah itu, kembali padaku. Kembali jadi Elang yang dulu." Kata orang, ada aja cobaan menjelang pernikahan, mungkin ini salah satunya. Ia berusaha menurunkan ego, memberi waktu pada Elang, yang mungkin ingin memuaskan dulu egonya sebelum nantinya mereka menikah.

Alisya keluar, lalu menutup pintu kembali.

Elang membuka kaca mobilnya, menatap Alisya yang sekarang berdiri di depan gerbang rumahnya. "Tidur yang nyenyak, jangan lupa makan."

"Gak akan bisa." Alisya menyeka sudut mata, balik badan lalu masuk.

Elang masih disana, diam di mobil beberapa menit. Mencengkeram stir, kuat.

Di kepalanya, ada wajah Alisya yang kecewa.

Wajah Ilona yang pasrah dengan kondisinya, dengan kisah cintanya yang selalu kandas.

1
sikepang
meski sdh sangat terlambat setidak y pak. Hasan ada niat untuk benar² minta maaf kepada ilona secara langsung dan berani mengakui kesalahan y. benar kata pak. hasan untuk kedepan klo ilo ga mau menerima yh ga apa2 paling tdk bisa lh nanti bianya sewa diskon 🤣🤭
Hani Ekawati
Akhirnya konflik nya selesai. Sekarang tidak ada rahasia lagi antara Elang dan Ilona bahkan keluarga Elang mau meminta maaf dan sangat menyesalinya. Untuk kedepannya semoga dua atau tiga tahun cepat berlalu agar Elang segera bebas dan pedekate ke Ilona tanpa ada beban karena menyimpan rahasia besar.
Hani Ekawati
Aduh Thor sampe paragraf ini banyak banget bawangnya /Sob/
mamah fitrilia
ntah apa cuma aku yg berharap ada pernikahan di penjara.. kepingin liat Ilona dan elang menikah 🤭
Hani Ekawati
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Septi
anak-anaknya lebih bijak daripada orangtuanya..
RosMa🌹🌹🌹
semoga saja🥰🥰
Aprisya
lebih baik kamu terima pemberian keluarga elang ,lon
RosMa🌹🌹🌹
betul itu...
Wiwie
semoga berjodoh y lon sma elang 😄
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
wahhhh ternyata benerrr mau di kasih Salam tempell 🤭 padahal tadi cuma abang2 lambe lhoo! 🤭 ternyata beneran mau di kasih. alhamdulillah lhoo lon...kamu berhak mendapatkan nya, kamu enggak ngemis, kamu enggak minta, tapi memang sudah seharusnya mereka kasih kompensasi sama kamu 🤭 jadi jangan di tolak lon. bukankah bunga2 itu adalah hidup kamu, jadi inilah kesempatan kamu untuk mengembangkan usaha kamu. dengan bangunan itu menjadi milik kamu, kamu sudah enggak perlu mikirin sewa gedung. jadi uang sewa bisa kamu buat mengembang blossom florist.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ: Kalau ahmad Dhani dan dul bertanggung jawab, malah langsung kasih kompensasi. kalau elang harus nunggu 8tahun baru sadar, kalau yang dia lakukan salah . Dan sekrang orang tua elang juga ikutan sadar, mau kasih kompensasi ilona...
total 2 replies
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
mau maki2 pak hasan jadi tak nakk! 😆 dah capekk, dah enggak ada tenaga buat maki2 Anda pak hasan...kekuatan saya dah kelap kelip jadi hari ini anda aman pak hasan 🤭🤣
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
mengheningkan cipta mulai 🤭 meski lebaran masih lama, enggak masalah sekarang ini, salam2man, saling memaafkan 🤭 kalau perlu sih salam tempell buat ngembangin Usaha ilona Blossom florist lho pak hasan 🤭
memei
mudah mudahan2 nanti Ilona menerima elang juga ,damaiii
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
menyesall pun tiada guna, penyesalan anda dan keluarga anda, enggak akan mengembalikan semua yang hilang pak hasan. untuk saat ini, bukan lagi waktunya saling menyalahkan. tapi sekarang ini waktunya menyadari akan kesalahan dan saling memaafkan demi kedamaian dan ketenangan.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Tuh anda tahu, sebanyak apapun uang anda tidak akan bisa mengembalikan kaki ilona, mau secanggih dan semahal apapun yang namanya kaki protestik pasti enggak akan nyaman. makanya...apa yang elang alami sekarang ini tidak sebanding dengan penderitaan ilona selama 8 tahun.
Hani Ekawati
Ternyata dalam satu keluarga kak Marsha yang paling bijak.
Rahmawati
Marsha bisa lebih bijak, gk ada salahnya dengerin nasehat anakmu pak hasan
Sugiharti Rusli
mungkin ada imbasnya, tapi dengan Elang mau mengakui dengan jujur, bisa jadi publik malah simpatik, meski hukuman tetap dia terima yah sebagai konsekuensinya,,,
Hani Ekawati
Nah ini lebih bijak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!