Indonesia
NovelToon NovelToon
Dinikahi Anak Juragan

Dinikahi Anak Juragan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Romantis / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: ntaamelia

Selama lima tahun Diyah Melati percaya bahwa cintanya akan berakhir di pelaminan. Namun, ketika sang kekasih pulang dari perantauan, harapan yang selama ini dia rajut justru hancur dalam sekejap. Alih-alih membawa cincin lamaran, pria itu justru memilih mengakhiri hubungan.

Di usianya yang telah menginjak kepala tiga, Diyah tak hanya harus menanggung patah hati, tetapi juga menghadapi cibiran sebagai "Perawan Tua" yang terus menghantuinya. Meski terluka, Diyah bertekad bangkit dan menyembuhkan hatinya tanpa bergantung pada siapa pun.

Namun, saat Diyah mulai menata kembali hidupnya, sebuah lamaran tak terduga datang dari seorang juragan terpandang di desanya. Tawaran perjodohan itu sontak mengusik ketenangan yang baru saja ia bangun. Di balik niat baik tersebut, tersimpan sosok yang sama sekali tak pernah ia bayangkan.

Akankah Diyah membuka kembali pintu hatinya dan menerima perjodohan itu? Ataukah luka masa lalu membuatnya memilih berjalan sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Tatapan yang Berbeda

Pagi menyingsing, setiap rumah kembali dengan rutinitasnya masing-masing. Begitu juga dengan sepasang pengantin baru, saat Biyakta bangun pagi untuk berangkat ke kantor KUA, sebenarnya Diyah juga sudah bangun, tetapi dia berpura-pura masih tidur, karena Diyah merasa cukup bingung dengan kegiatannya, dia belum tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan setelah menjadi istri Biyakta.

Diyah menganalisa dan mencoba menghafal aktivitas suaminya. Diyah mengintip dari celah bantal, dia sempat melotot saat melihat Biyakta yang ada di kamar mandi minim privasi itu.

Di mana sekatnya hanya menggunakan kaca bening, sehingga Diyah bisa melihat semua yang sedang dikerjakan suaminya.

'Ya ampun kamar mandi orang kaya kok aneh-aneh ya? Ini aku yang katrok atau bagaimana?' batin Diyah, teringat juga saat kemarin dia mencari gayung dan ember, tapi nahas semua barang yang biasa dia gunakan tidak ada.

"Hoam ...."

Saat Biyakta keluar dari kamar mandi Diyah berpura-pura menguap, layaknya orang yang baru bangun, lalu berjalan ke arah lemari, mencari baju mana yang bisa dikenakan pria itu pagi ini.

"Baju kerjaku sebelah kanan," ujar Biyakta yang melihat istrinya kebingungan. Seketika itu juga Diyah langsung menggeser lemari yang dimaksud Biyakta, tumpukkan baju kemeja, celana, dan beberapa jas menggantung rapi di sana.

"Apakah Mas ada seragam tertentu?" tanya Diyah.

"Hari ini pakai batik, terserah yang mana saja," jawab Biyakta sambil mengeringkan rambutnya memakai handuk kecil.

"Baik."

Diyah mengambil satu stel batik berwarna biru muda dan celana navy. Dia langsung menyerahkannya pada Biyakta.

"Ada lagi yang bisa aku bantu?"

"Masukan berkas-berkas itu ke dalam tas, jangan sampai ada yang tertinggal." Biyakta menunjuk meja di sudut ruangan.

"Baik."

Diyah berusaha menjelma menjadi istri yang baik. Setelah mengurus perlengkapan kerja suaminya, Diyah melenggang ke kamar mandi, tetapi langkahnya terhenti karena Biyakta yang tiba-tiba memberinya sebuah kartu.

"Ini kartu ATM untukmu, semua uang gajiku ada di sini, gunakan sebaik mungkin untuk keperluanmu, untuk urusan dapur kamu tidak perlu khawatir, aku sudah mengurusnya," papar Biyakta.

"Ngomong-ngomong berapa isinya?" tanya Diyah dengan ragu.

"Tidak tahu, aku tidak pernah mengeceknya."

Diyah langsung melongo. Dia baru tahu ada orang bekerja tapi tidak pernah mengecek gajinya. Apa karena saldonya tidak pernah limit?

"Kalau kebanyakan bagaimana, Mas?"

"Itu hakmu, tugasku kan hanya memberi nafkah. Terserah mau kamu apakan, yang penting bermanfaat."

Biyakta tidak terlalu mengkhawatirkan semua itu, karena dia yakin Diyah bisa mengaturnya dengan baik.

"Kalau buat beli kebun?" tanya Diyah bercanda, ingin memecahkan suasana.

"Silahkan," jawab Biyakta dengan enteng, juga mimik wajah yang serius.

"Beli rumah?"

"Silahkan."

"Beli perhiasan?"

"Silahkan, apa saja yang menurutmu bagus."

"Hahaha, aku bercanda. Aku akan gunakan secukupnya saja," balas Diyah sambil tertawa sumbang, karena tak melihat ada tanda-tanda Biyakta akan tertawa.

"Baik. Ada lagi yang ingin kamu tanyakan?"

"Mengenai kegiatanku bagaimana, Mas? Apakah aku boleh ke kebun dan ke sawah?Dan tetap menjadi kader posyandu?" tanya Diyah sekali lagi, supaya semuanya jadi jelas di awal.

Biyakta terdiam sesaat, kemudian mengangguk.

"Boleh, yang penting saat aku sudah di rumah, kamu juga wajib ada di rumah!" tandasnya, tak ingin mendengar bantahan.

"Baik. Sudah cukup."

"Oh iya kamu hanya boleh mengurus kebun dan sawah bagianku ya," tambah pria itu.

"Eh."

"Kenapa?" Biyakta mengerutkan keningnya.

"Aku kan belum tahu kebun dan sawah yang Mas maksud. Lagian aku juga masih belajar, belum bisa mengurus banyak."

"Nanti Mbok Sum yang tunjukkan. Aku juga bisa bantu. Kamu kan sudah jadi istriku, jadi tidak boleh mengambil hak orang tuamu lagi. Biarkan mereka mengelolanya sendiri."

Mendengar itu, Diyah langsung paham. Namun, belum bisa membayangkan saat dirinya turun ke sawah bersama Biyakta, hah, orang setampan suaminya—main lumpur di tengah terik matahari.

"Baik, Mas."

Diyah memalingkan wajah saat melihat Biyakta dengan santai mengganti baju di depannya. Sesuatu yang begitu tabu, tapi dia harus mulai terbiasa.

***

Keduanya turun ke meja makan secara bersamaan, di sana semua orang sudah menunggu, termasuk salah seorang yang ingin Juragan Marta kenalkan.

"Biyakta, ini Firman—keponakan Surya. Dia yang akan menjadi asistenmu mulai sekarang, supaya kamu tidak terlalu sibuk," ujar Juragan Marta, selama ini Biyakta selalu kekeuh tak butuh orang lain. Tapi setelah menikah, Juragan Marta ingin Biyakta lebih banyak menghabiskan waktu dengan istrinya. Supaya penerus keluarga Kusuma, segera hadir di tengah-tengah mereka.

"Salam kenal, Den, saya Firman," ujar Firman sambil membungkuk sopan.

"Biyakta," balas Biyakta, yang kemudian mengalihkan pembicaraan. "Oh iya, Pak, Diyah katanya tetap ingin ke kebun dan ke sawah biar tidak bosan di rumah, jadi aku akan menyerahkan bagianku padanya."

"Baguslah kalau begitu. Diyah boleh pilih sawah atau kebun yang mana saja, tidak melulu yang bagianmu, dia kan sudah jadi anak Bapak juga," balas Juragan Marta tanpa pikir panjang.

Hal tersebut yang membuat Januar tiba-tiba teringat dengan pembicaraannya bersama Laksmi. Tatapan Januar mulai tak bersahabat.

'Oh jadi ini yang dimaksud Bude? Mentang-mentang Mas Biyakta yang sudah punya istri, jadi bebas mengelolanya. Lama-kelamaan bisa jadi hak milik.' batinnya sambil mencerna obrolan.

"Biar nanti Firman yang antar," lanjut Juragan Marta.

"Tidak! Aku yang akan mengantarnya sendiri, Pak," sela Biyakta dengan cepat, membuat Juragan Marta terkekeh-kekeh.

"Aduh sudah mulai posesif ternyata," ledeknya. Senang sekali melihat perbedaan putranya yang signifikan.

"Tapi kan ada Mbok Sum, Mas, nggak apa-apa kalo Mas mau langsung ke kantor," timpal Diyah, tak ingin suaminya terlambat hanya gara-gara mengantarnya.

Namun, Biyakta malah melirik tajam hingga Diyah langsung melipat bibirnya ke dalam, tak bisa membantah lagi.

"Sudahlah, Diyah, ikuti saja apa kata suamimu," sambar Laksmi kembali cari muka. Diyah pun mengangguk, dan akhirnya satu keluarga itu melanjutkan sarapan pagi dengan suasana hati yang berbeda-beda.

***

1
Diah_Kustantie ✨💛
Next
Radya Arynda
semangaaat diya,biyahta,,semogah kalia selalu ber sama dalam suka duka,,,,,
Rasakan karma nya kra cakra,,,,
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
kapokkkk! kurma di bayarr kontan. dulu kalian pamerr kemesraan di depan Diyah, tapi nyatanya semua itu hanya sementara saja. di saat rumah tangga kalian penuh prahara, beda dnegan rumah tangga diyah yang banyak di hujani kebahagiaan.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
astagaa manten baru, masak mau mesrah2han di tengah sawah 😆 kayak enggak ada tempat lain saja. lagian kalau dah kebelett mending pulang sono...jangan guling2 di tengah sawah 😆
Dien Elvina
sementara s Cakra seperti hidup d neraka dgn Rani ..jangan² s Rani hami anak orang lain
Dien Elvina
good Dyah s Laksmi harus d lawan jangan mau d tekan s benalu ..lama² juga bakal berhenti sendiri
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
nahhh gitu dong diyah! aku suka perubahan kamu. kamu harus lebih berani dan jangan cuma diam saja, saat orang lain meremehkan atau merundungmu. dengan begini, laksmi enggak bakal berani macam2...karena kamu enggak cuma diam dan pasrah.
Diah_Kustantie ✨💛
Janu sudh mulai terprovokasi kayanya.akang biya udh mulai terdiyah Diyah nih ga malu2 ngumbar kemesraan
Dien Elvina
ihh jahat banget Januar ..pengen liat Biyakta rugi dgn mengganti pupuk biar panen hancur n Biyakta kena Omelan pak Marta ..ini gara² hasutan s Laksmi sang benalu 😡
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
hohoho seperti kamu mau ngerjain mas kamu januar, kamu asal ganti pupuk supaya hasil panen hancur dan biyakta kena omel bapak kamu gitu kan? gara2 pengaruh dari laksmi. kamu sampai segitunya sama mas kamu. kamu bakal nyesel, jika tahu kalian sedang di adu dombaa.

mamvusss Sarah 🤣 bisa2nya kagak punya malu, masih pagi kok yaa bertamu ke rumah orang. gitu katanya wanita berpendidikan, tapi enggak punya attitude. malah mau jadi velakorr....bener2 enggak tahu diri.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ: pasangan klop! 😆 januar lebih percaya sama orang lain, daripada sama saudara kandung. di peralat laksmi saja kok yaa mau2nya.
total 2 replies
Mira Hastati
bagus
Radya Arynda
waaah januar sudah ke makan sama hasutan sengkuni,,wanita iblis si lasmi....semogah kamu tidak menyesal saja war januwar...,
Mantap Biyahta,,,jangan ter goda sama perempuan lain,,,jaga selalu diyah dari orang2 sikir dan jahat....sarah,sarah katanya pramugari kok semangaat banget mau jadi pelakor....haduh
Margaretha Indrayani
diyah kalau suami sudah siap kalau kamu hamil ya sudah diterima kalau memang langsung hamil
Margaretha Indrayani
idih nenek sihir sok kuasa, wong dua juga nebeng dirumah juragan marta, gak punya malu😡😡😡😡😡.
Ny Rudi Harianto
pertanyaan yg awal nya bermaksud baik buat kedua nya malah jadi kesalahpahaman...tapi untung nya biyakta bijak sehingga gak berlanjut masalah nya
Radya Arynda
nah manyap biyantah,,kamu haru selalu melindungi dia,,,,dari mereka2 yang jahat,,,kasih tau biyantah diyah kalau kamu di kasih ramuan ber bahaya sama sengkuni lasmi,,biar kamu ngak salah nanti kalau biyan menemukan obat itu....semangaaaat....
juwita
jgn di tunda " Dyah umur km udh 30 klo di tunda lg mau umur brapa km hamil?
Maria Kibtiyah
diyah terlalu kelamar kelemer
Diah_Kustantie ✨💛
Hamil gas gacorrrr bikin adonan setiap malem sebanyak banyak nya
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Sarmilaa ohh sarmilaa 😆 takutnya malah kamu di jatuhkan sama ekspetasi kamu sendiri. kamu terlalu percaya sama omongan laki2 kota, yang bisa saja malah membuat kamu celaka. kamu terlalu berambisi mengalahkan Diyah, dan takutnya kamu malah salah langkah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!