Indonesia
NovelToon NovelToon
Annekke Van Beek (Ibuku Bukan Gundik)

Annekke Van Beek (Ibuku Bukan Gundik)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa pedesaan / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anna

Rusaknya beberapa hektar tanaman padi yang tiba-tiba menguning, membuat penduduk desa yang khawatir akan gagal panen menyerbu balai desa. Mereka menuntut kelompok tani yang dipimpin Anneke Van Beek untuk bertanggung jawab.

Keadaan semakin pelik saat masa lalu sang ibu—Sulastri yang dianggap sebagai gundik kembali merebak, ditambah kedekatannya dengan Hans Williams, membuat Anne terjebak dalam pusaran tuduhan keji itu.

Mampukah Anne menyelesaikan kemelut ini dan membongkar dalang di balik terancam gagal panennya pertanian desa?

“Putra mu memanglah tampan paras rupa, bersahaja dalam tutur kata, tapi dia tak lebih dari keledai dungu yang bersembunyi di balik ketiak ibunya.” Anneke Van Beek.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AVB 14

“Anak gundik saja gayanya sudah seperti keturunan londo, sok berkuasa, semugih, angkuh.” Tutik dengan percaya diri menyemburkan hinaan, tangan berhias kutek dari daun pacar mengelus perut membuncit. “Amit-amit jabang bayik, jangan sampai nurun anakku.” (Semugih\= sok kaya)

Anne terdiam di tempatnya, menatap lurus barisan pedagang dengan hati berdesir panas, tanpa menoleh ia membalas ucapan dari salah satu penduduk desa yang menerima bantuan garapan lahan pertanian dari keluarganya.

“Terlahir dari wanita baik saja tak serta merta menjadikan anak itu baik, apalagi terlahir dari seorang ibu yang tak bisa menjaga ucapannya. Menebar fitnah tanpa tau cerita yang sebenarnya.”

Tutik menatap sinis penampilan Anne dari ujung kaki hingga kepala, sudut bibirnya terangkat tipis. “Kalau bukan anak gundik, lalu apa? Anak haram?”

“Gayanya saja sok anggun, kemana-kemana berpakaian kebaya layaknya priyayi, ningrat. Tapi kerjaannya menjajakan diri pada bandot-bandot tua. Aku curiga, jarik mu itu hanya kedok agar mudah disingkap saat diraba tangan-tangan kasar para juragan di kota, sama seperti ibumu saat menyingsingkan jarik di depan tuan Londo,” imbuhnya yang langsung menarik perhatian pengunjung juga pedagang pasar.

Wajah Anne seketika memerah, hatinya bak dihantam bongkahan batu besar, giginya bergemeletuk menahan amarah di dada. “Jaga bicaramu, ibu ku tak seperti yang kau tuduhkan.”

“Tak seperti … tapi memang begitu adanya,” sinis Tutik, penuh keyakinan ia maju kedepan, memutari tubuh Anne yang masih tak bergerak dari tempatnya. “Memang yaa, buah itu jatuh tak jauh dari pohonnya, ibunya gundik anaknya wanita penggoda, sampai-sampai warga baru pun tengah malam dipersilahkan masuk ke kamarnya.”

“Apa maksud ucapanmu? Apa kau menuduh aku menggoda suamimu? Jika iya, lucu sekali, dia saja menghidupimu dari mengais rezeki di tanahku,” balas Anne, tatapannya masih lurus ke barisan para pedagang.

Tutik tertawa kecil, tangan menyilang di dada, mata beloknya penuh keberanian menatap wajah Anne. “Suamiku mana mungkin mau dengan perempuan rendah seperti kamu, bekasan banyak orang. Menatap pun tak sudi, yang ada dia akan meludah jijik melihat tubuhmu yang kotor itu.”

“Kau terlalu berani, Mbakyu. Sudah siapkah kembali hidup miskin?” Anne menyeringai, tangan sedari tadi tergenggam di sisi tubuh terangkat pelan, mengusap pundak wanita bersedekap tangan di depannya. “Selagi kau masih makan dari hasil tanahku, lebih baik diam, jangan banyak bicara.”

Gadis tetap tenang meski jadi pusat perhatian itu melanjutkan langkahnya, bibir merah alami menyunggingkan senyum licik. “Suamimu bukan tak mau menatapku, tapi takut … takut tak bisa menahan syahwatnya, sebab jika dia menatapku, bukan lagi ludah yang menetes dari mulutnya, tapi juga benda cair dari batang keramatnya.”

"Pulang dan berkaca lah, Mbakyu, agar kau bisa melihat jarak yang terbentang antar kau dan aku," tambah Anne seringai di bibirnya berganti tawa remeh.

Sedari di pinggir jalan Anne sudah tau tengah jadi perbincangan para ibu-ibu juga Argono dan wanita yang masih belum dia ketahui siapanya pemuda hitam manis itu. Netranya sempat menangkap orang-orang itu menatap sinis ke arahnya, juga gerakan bibir yang jelas tengah mencibir dirinya.

Ibu hamil termakan omongan para biang gosip, dalam hati memang memendam sifat iri pada Anne itu mendengus kesal, satu kaki menghentak tanah kering hingga mengepulkan debu tipis, bibir pucat tanpa goresan gincu berkedut sinis. “Tunggu saja kamu gadis angkuh, kalau anak mbokde tadi berhasil merebut posisimu, aku rayu dia. Bersama, kami akan menghancurkanmu hingga tak bersisa.”

Ia kemudian beranjak dari tempatnya, tatapannya masih terpaku pada punggung Anne yang sudah berjalan menjauh.

***

Senja merangkak di kaki barat, semilir angin membawa aroma jerami basah oleh tumpahan air hujan siang tadi. Selepas dari pasar, Anne mengurungkan niatnya untuk pergi ke sawah sebab hujan turun begitu derasnya, membuatnya bertahan di rumah mengerjakan laporan jual-beli di lapaknya sebelum disetor kepada sang Papa.

Gadis muda tak mau menyiakan waktu luang itu masih asyik memberi makan temon saat Dasim datang menghampirinya.

“Sawah-sawah yang berada di sisi barat sudah mulai menunjukan perkembangan, Nduk, beberapa daunnya mulai kembali segar, sepertinya caramu cukup manjur,” ujarnya, turut menambahkan jerami pada tempat pakan temon dan kliwon, juga beberapa kuda lainnya.

“Tetap waspada, Kang. Aku yakin, mereka akan kembali membuat ulah jika tau niat curang mereka kembali gagal,” sahut Anne seraya mengambil satu batang kretek dari kotak cigarette tergeletak di sisi tempat pakan.

“Baik, Nduk. Orang-orang pakde Broto dibantu para petani yang tak terpengaruh oleh kabar miring itu terus berjaga, mereka bergantian berkeliling sawah seperti yang sampeyan titahkan,” ucap Dasim.

Anne diam-diam memerintah pekerjanya, membantu para petani memulihkan kembali kesuburan sawah dengan menyediakan urea yang dipadukan dengan pupuk daun serta pupuk yang mengandung unsur mikro. Kandungan nitrogen pada urea merangsang pertumbuhan daun-daun baru yang lebih hijau, sementara unsur mikro membantu tanaman menyerap hara dengan lebih baik. Perlahan, padi yang menguning mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan kembali segar.

“Tetap tebarkan sesuai dengan ukuran yang aku berikan, jangan sampai lebih, sebab terlalu banyak urea justru bisa membuat padi-padi itu terlalu rimbun daunnya, kalau sudah begitu bulir yang dihasilkan bisa tidak maksimal,” tutur gadis sempat jadi lulusan terbaik saat mengenyam pendidikan di universitas terkemuka di negeri Belanda.

Dasim mengangguk mantap, tangan hitam legamnya mengusap kepala kliwon yang meringkik—mencari perhatian. “Tapi, Nduk. Apa ini nanti tak jadi masalah dengan noni Maria, juga petani lain yang padinya nyaris tak terselamatkan. Mereka pasti mengira—”

“Maria itu hanya tau teori lewat ilmu pengetahuan, tapi nol pengalaman. Sedang yang kita butuhkan saat ini kombinasi keduanya, ya ilmu pengetahuan … ya pengalaman,” sergah Anne, bibir baru menghisap dalam kretek terselip di jari tersungging, tatapan terlempar jauh pada kumpulan domba di padang luas, sengaja dilepas liar saat siang dan kembali di giring ke kandang saat petang.

“Untuk petani-petani itu, biarkan mereka belajar cara menghargai, bukan mau enaknya saja. Kita sudah berbaik hati menyediakan lahan dan segala penunjangnya, tak juga meminta pembagian hasil sesuai dengan yang seharusnya, mereka seenak hati menyalahkanku, paling miris menyeret nama ibu dalam masalah ini.” Anne mengepalkan tangan, hatinya kembali panas kala mengingat tuduhan penduduk desa kepada ibunya. “Aku tak kan pernah memberi ampun pada mereka. Terutama orang-orang yang pertama kali menyebarkan fitnah ini.”

Ia kemudian menoleh ke arah Dasim yang masih sibuk mengusap kepala kliwon, mata sendunya memicing, tarikan napas terdengar berat, berusaha menahan amarah siap membuncah.

“Tapi, Kang, siapa sebenarnya tiga orang itu?” tanyanya seraya melempar puntung kretek telah habis dihisap, lalu menginjaknya dengan sandal teklek.

“Kalau kang Dasim tak salah mengenali, lelaki tua itu bernama Kasman. Dulu sama-sama bekerja di rumah biyung Rasmi sebagai kusir dokar. Kasman merupakan orang kepercayaan bapakmu, juga juragan Sasmitro—mbah kakungmu,” jelas Dasim.

“Lantas dua orang itu … anak istrinya?” lanjut Anne.

“Sepertinya bukan. Jika dilihat dari wajahnya, pemuda itu terlihat lebih muda dari mu, sedang si wanita … kang Dasim tak yakin, seperti pernah melihat tapi di mana …?” Dasim menggantungkan ucapannya, alisnya mengerut dalam mencoba mengingat masa silam.

“Perempuan itu ….”

Bersambung

(Mohon koreksi jika ada kesalahan dalam penggambaran masalah pertanian, pupuk dan pestisida. Author hanya mengandalkan riset google dan beberapa bacaan. 🙏)

1
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
knp bisa bgtu
blm tentu yang menyebut sampah
bisa berkarya seperti ini
alur dan penempatan kalimat
juga harus nyaman di cerna
mungkin kalimatt kasar yang terbaca
blm masuk di kamus pembaca yang baik dan Budiman
klo sy yaa , ikutt aaja
mau bahasa aluss apa bahasa bajingg
pun tak baca
Ndak suka ya skip aja to,
Anna: Kak, tolong jangan salah paham. Saya pribadi yang merasa karya ini sampah sebab nggak ada nilainya. bayangkan pembaca saya yang sebaik kakak dan lainnya nggak kedeksi sistem. Jujur sedih banget🙏
total 1 replies
Cen
karya anda bagus, kenapa dibilang sampah!!!! 💪💪tetap semangat berkarya ya /Heart//Heart//Heart/
Anna: Kak, tolong jangan salah paham. Saya pribadi yang merasa karya ini sampah sebab nggak ada nilainya. bayangkan pembaca saya yang sebaik kakak dan lainnya nggak kedeksi sistem. Jujur sedih banget🙏
total 1 replies
rama Rasyidin
sakit hati itu manusiawi ndoro.. y membedakan adalah hati y murni, y mengubah cacian jadi lecutan menjadi lebih baik, mengubah pujian menjadi penting untuk menjaga diri, dan setelah membaca karya ndoro sy yakin ndoro adalah salah satu org y memiliki hati y murni,biarlah waktu y mengembalikan rasa sakit pada tuanya... cukup lah ndoro menunggu dg ke anggunan rasa... titeni ndoro
rama Rasyidin: nangis se puasnya.... tp setelah bangkit lagi... ingat pepatah ken Arok... gula manis gula Jawa... raden Ayu boleh nangis tp jgn lupa ketawa🤭
total 2 replies
Ratih Tupperware Denpasar
semangat kak, ceritanya bagus kok.. saya suka. abaikan orang2 yg nyinyir. nyinyir thi tanda tak mampu
Anna: Kak bukan di nyinyirin orang, tapi pembaca saya nggak kedeteksi jadi retensi saya tidak keluar. 😭
total 1 replies
Muhammad Arifin
sabar...yg semangat kak...JD kan cambuk untuk JD lebih baik lagi.bagus kok ceritanya...
Anna: Makasih, Kak. Sedih banget pembaca sebaik ini tapi sama sistem ke deteksi 😭😭
total 3 replies
Lylia Yuu
Bune ... akhirnya muncul juga, ayo bantu selamatkan putrimu buneee 😭😭
rama Rasyidin
akhirnya.....bab y sangat melegakan hati.Terima kasih ndoro🙏
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
wlaahdalahh rooodiyah
jebule apem mu
di.icipp.banyak lananganan
Anna: cuma tetangga belakang rumah sama ....🫢
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
rusli meriang ketemu wewe ,
nyebur sawah
🤣🤣
Anna: wewe bukan sembarang wewe 😆😆😆
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
walahh ,hans telat drama mu ...
ngunu langsung sahh yooo
ng balai desa 🤣
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
aahh , yg benerr saja kau Marni
gundik bekasan bnyak orang
masih ngeyell mau rebut harta kartijo
sull aja ke liang kubur sana
Anna: belum waktunya
total 1 replies
Muhammad Arifin
lagi seru kok d gantung Yo 😆😆😆
Anna: Sudah ku sambung, cuss gass 🔥
total 1 replies
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
walaahhh ,
nuduh yg bukan2 tapi
wanita2 itu demen tukar lanangan
kog lucu ,
maling teriak maling
🤣🤣
Anna: Agak lain emang
total 1 replies
Linceu thea
jika aku apa??? duh ending mu thor😍😍 lanjut
Anna: Sudah di up, cusss gassss 🔥
total 1 replies
rama Rasyidin
warga kp y g prnh berubah dr zaman Sulastri smpe anne... bikin senewen...
Anna: termakan gosip
total 1 replies
rama Rasyidin
hati2 ndoro... jika cuacanya sedang tdk menentu. jaga kesehatan
Lylia Yuu
ceritanya makin seruuuuu, Anne top markotop!❤️‍🔥❤️‍🔥
Anna: lop 🫶
total 1 replies
Laila Umroh
bagus Anne, hantam mereka biar terbuka siapa sebenarnya mereka
Anna: Tunggu kata Anne
total 1 replies
Cen
WOW.... 👍👍👍/Determined//Determined/
Anna: Gasss polll lagiii 🔥
total 1 replies
Linceu thea
nah lho bagai mana cah bagus apa masih naksir koe karo mbak yu mu 😄😄😄
Anna: ragu juga beneran anak Kartijo apa bukan 🫢
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!