Indonesia
NovelToon NovelToon
Saniya, Ibu Tiri Luar Biasa

Saniya, Ibu Tiri Luar Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Orang Disabilitas / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:346k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Saniya Syamira, tak memiliki pilihan lain selain menerima perjodohan amanah dari almarhum kakeknya.

Terlebih sang ibu mengkhawatirkan dirinya jadi perawan tua dikarenakan memiliki kekurangan. Saniya penyandang disabilitas fisik, kaki kanannya diamputasi sedari dia berumur 8 tahun.

Mampukah Saniya menjalani biduk rumah tangga bersama pria berstatus duda yang pernah gagal menikah sampai dua kali dengan wanita sama yakni, cinta pertamanya?

Lantas, bagaimana dengan sepasang anak tirinya, bisakah mereka menerima wanita lain selain ibu kandung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka bertambah perih : 14

Belum sempat Sherlin menjawab, pak kepala sekolah memanggil nama salah satu pengajar profesional.

“Miss Saniya, khusus pagi ini, kami ingin memberi ucapan selamat secara langsung atas pernikahan Miss dengan suami. Semoga langgeng sampai akhir hayat … Aamiin,” pria mendekati umur 50 tahun tersebut memanggil Saniya yang terdiam dengan sorot mata bergetar, terharu.

Dia tidak menyangka akan ada acara syukuran, padahal sebelumnya hanya memberitahukan kalau hendak menikah tetapi acaranya benar-benar tertutup, enggan mengundang siapapun selain keluarga inti.

Saniya berjalan seraya terus menebar senyum, lalu berdiri di belakang meja tumpeng, perasaannya membuncah oleh kebahagiaan yang sulit didapatkan jika berada dekat dengan keluarga kandungnya.

“Sebelum potong tumpeng, kita berdoa sebentar ya teruntuk Miss Saniya — semoga rumah tangganya langgeng, bahagia, dan penuh berkah,” ucap ibu wakil kepala sekolah, dan langsung diaminkan para guru baru disusul murid.

“Ayo, Miss, potong tumpengnya!”

Seruan guru disambut tepuk tangan dan suara riuh, serta anak didik Saniya menarikan jemari mereka.

Ujung pisau plastik memotong bagian pucuk kerucut nasi kuning, lalu di taruh ke atas piring kertas. Saniya berikan potongan pertama ke kepala sekolah.

Para guru membagikan kue dibungkus plastik transparan yang diolah tidak menggunakan pewarna buatan serta bahan pengawet, pun hanya sedikit gula, konsumsi yang aman bagi anak-anak berkebutuhan khusus dengan kondisi autisme.

Semua murid riang gembira, dan kegembiraan itu menular ke guru mereka yang mulai mencicipi nasi tumpeng ukuran sedang

“Bapak, Ibu, dan para anak-anak terkasih … terima kasih atas kejutan syukuran sangat berkesan ini. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian dengan keberkahan berkali-kali lipat,” ucap Saniya tulus.

“Aamiin,” sahut suara serempak.

Pagi ini menjadi momen tidak akan terlupakan teruntuk Saniya Syamira. Para pengajar yang awalnya asing, kini selayaknya keluarga. Saling membantu, mendukung, dan teramat bijaksana dalam menyikapi kekurangan guru paling muda diantara lainnya.

Saniya sudah mengajar sedari tiga tahun lalu, dan menjadi salah satu guru favorit anak-anak. Kepribadiannya hangat, sangat penyabar, hampir tak pernah marah.

Beberapa saat kemudian, anak-anak pun bubar, digiring masuk ke kelas masing-masing, dan jam belajar mulai dilaksanakan.

***

Menjelang siang, Saniya keluar dari dalam kelas, berjalan menuju ke toilet dengan mimik wajah sedikit pucat.

Begitu masuk ke dalam ruang kecil, disingkapnya dress. Suara erangan menahan sakit pun keluar dari bibir bergetar samar.

Luka tersiram kopi panas bertambah memerah dan perihnya sulit ditahan membuat Saniya tak nyaman serta kesakitan.

“Salepnya juga gak kubawa,” bisiknya tertahan.

Saniya duduk di atas kloset, bibirnya meniup area perut, tapi sayangnya tidak banyak membantu.

Perih, panas, nyeri, menyerang Saniya. Pelipis dan keningnya sampai berkeringat.

Diambilnya ponsel dalam saku samping dress dari bahan jeans. Ia menghubungi Sherlin, mengatakan tentang kondisinya.

Tak lama kemudian Sherlin mengetuk pintu toilet, dia membawa tas Saniya. Saat pintu dibuka, spontanitas memekik.

“Astaga, Saniya … wajahmu sampai pucet gitu!” Sherlin bertambah heboh ketika melihat kulit yang apabila tidak mendapatkan pertolongan medis dapat dipastikan melepuh.

Sherlin menarik karet rambutnya, lalu mengikat surai panjang sahabatnya.

“Ayo aku papah. Kamu sudah pesen taksi belum?” Sherlin membungkuk, mengambil tangan Saniya dan diletakkan pada pundaknya.

“Udah. Makasih ya, Erlin. Tadi gak sesakit ini, sekarang berdenyut-denyut sampai kepalaku ikutan pusing,” adunya berusaha berdiri dengan dibantu wanita berambut sebahu mengenakan setelan celana panjang dan blouse abu-abu lengan pendek.

“Lukamu harus ditangani dokter kulit biar gak meninggalkan bekas, Saniya. Kalau cuma salep gak bakalan ampuh.” Dirangkulnya pinggang Saniya.

Pelan-pelan mereka keluar dari dalam toilet, kebetulan suasana diluar masih sepi, anak-anak belum keluar dari kelas masing-masing.

“Aku belum izin ke kepala sekolah maupun wakilnya, Erlin.” Langkahnya tertahan.

“Biar aku yang urus. Kamu harus bergegas ke rumah sakit.” Sedikit bertenaga didorongnya punggung Saniya.

Taksi online sudah tiba, dan Sherlin membantu sahabatnya masuk ke dalam mobil bagian penumpang.

“Nanti kabari kalau sudah sampai rumah. Semisal salep gak mempan, buruan ke rumah sakit. Jangan dibiarkan, Saniya!” sebenarnya dia tidak setuju dengan keputusan Saniya yang memilih pulang ke rumah.

“Beres,” disela menahan sakit, Saniya tersenyum lemah ke sang sahabat, lalu pintu mobil di tutup oleh Sherlin.

Saniya mengatakan tujuannya ke pak sopir yang langsung hafal rute ke sana.

Selama perjalanan memerlukan jarak tempuh sekitar 40 menit, Saniya baru menyantap bekal sarapan paginya.

***

“Selamat siang, Ibu,” sapa penjaga rumah merangkap mengurus taman hunian Yarash Wilman.

Lek Lawi yang biasa dipanggil Lek Lele oleh Ardan, memperhatikan sekilas istri baru sang tuan. “Ibu sedang tidak enak badan, ya?” tanyanya sopan.

“Siang juga, Lek. Saya baik-baik saja.”

Saniya membalas sapaan tersebut, langkahnya sedikit goyah melewati pintu gerbang dibuka hampir separuh.

Sang penjaga rumah tidak lagi bertanya meski merasa kalau nyonyanya kurang sehat.

Saniya masuk ke dalam rumah terasa sunyi, tanpa celotehan balita yang suaranya persis toa.

“Suci, Ardan dimana?” tanya Saniya saat mendapati pengasuh putra sambungnya sedang membereskan mainan berserak di lantai.

“Baru saja tidur di kamarnya sendiri, Bu,” jawab gadis berumur 22 tahun, memiliki senyum manis khas wanita Indonesia bagian Timur.

Bi Lilik mendekati Saniya, bertanya sopan. “Ibu mau makan siang? Kebetulan tadi saya masak lodeh terong sama sambal Udang.”

“Nanti saja, Bi. Aku masih kenyang, mau tiduran sebentar. Mari.” Saniya enggan beramah tamah disaat mimik muka menahan perih.

Dia bergegas masuk ke dalam kamar, tidak menyalakan AC, cuma menghidupkan kipas angin pendingin ruangan.

Tasnya diturunkan, dibiarkan tergeletak di atas lantai. Lalu kaki palsu dilepaskan, dan disandarkan pada dinding. Saniya mengambil salep di meja nakas, cepat-cepat dioleskan ke luka terasa melepuh.

Dia juga minum sebutir pil pereda nyeri, obat yang selalu tersedia dalam tasnya.

Kakinya dinaikan ke kasur, lalu menarik selimut sebatas pinggang. Dressnya dilepas, dan dirinya berbaring hanya memakai bra, membiarkan lukanya diterpa angin sejuk.

Lambat laun, efek obat pereda nyeri sudah bekerja, rasa kantuk pun tak lagi bisa ditahan. Saniya tertidur, merasa aman karena Yarash pulang kerja pada pukul lima sore. Kata pria itu.

***

Satu jam kemudian, sebuah mobil Land cruiser memasuki halaman hunian bercat perpaduan putih dan hitam.

Yarash pulang lebih awal. Teringat jam mengajar istrinya usai pukul satu siang, maka dia berusaha bertanggung jawab, tidak berlama-lama membiarkan Saniya sendirian menghadapi putranya di saat mereka masih dalam tahap pengenalan, beradaptasi.

“Pak Yash, sepertinya Ibu sakit, tadi jam 12 sudah pulang, dan wajahnya pucat,” lapor lek Lawi.

Langkah jenjang Yarash tergesa-gesa memasuki huniannya, langsung saja menurunkan handle pintu kamar utama lantai satu.

.

.

Bersambung.

1
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
masyaalloh pinternya anak mami saniya..baik2 sama mami yaa aldan, jagain mami. mulai sekrang jangan takut sama kak tita, kalau di rumah manggil saja mami saniya, jangan lagi mau manggil ibu tili. lihatt tuh! kamu minta apa saja, mami beliin...jadi harus belajar manggil mami di mana pun berada. kalau perlu di hadapan mami jena pun, kamu juga harus manggil mami saniya dengan panggilan mami, jangan mau di ajarin manggil ibu tilii. anak baik dan pinter harus nurutt...
Mah_snd
pasti fahmi nih...
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Aldan 😭 tuh duit bisa buat beli sembako lhoo! bisa buat beli beras dapat 10 karung 😭
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
yang kecil saja mehong apalagi yang gede 😭 belum lagi biaya perawatan nya 😭 astagfirulloh nih bocah tiap hari bikin geleng2 kepala 😭 Bos aku pernah punya kura2 kecil , biaya perawatannya bisa sebulan gaji aku 😭 belum makannya enggak sembarangan makanan 😭
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
nanti di pasangin sama aldan saja 🤭 bial bobok sama aldan dan di puk2 sama aldan 😆
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
kamu tuh masih egoiss 😭 kamu masih saja nuruti kemauan keluarga kamu. percuma kamu menikah, kalau kamu masih saja di kendalikan sama mereka. jelas2 kamu lagi membangun ikatan sama anak2 kamu, tapi kamu malah lebih memilih keluarga kamu. kalau begini..yaa kamu bakal mengecewakan aldan. kamu tahu kan? bagaimana sifat aldan yang suka bahas2 masalah yang sudah lewat 🤭
jekey
mau bahas pertunangan fauzia sm mantan kekasihmu niya
Marlina Prasasty
mas fahmi ya?
sryharty
aku tu benci sama si gustav nya
kenapa dia sebagai kepala keluarga ga bisa tegas,,
ayo Niya kamu harus bisa melawan mereka
karena orangtua kamu udah ga ada hak buat ngatur2 hidup kamu,,
setelah akad terucap papa kamu udah ga ada hak atas hidup kamu,,
bahkan sampai kaki palsu aja orang tua kamu ga Sudi beliin yg bisa buat kamu nyaman,,hanya mas yarash sekarang prioritas kamu,yang bisa mengerti kamu,,
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
ishhhhh aku gemesss sama Niyaa gemessss 😭 bisa2nya masih menganggap mas yarash orang lain lho! padahal selama ini mas yarash slelau melibatkan dirinya, di setiap momen anak2nya. meski mas yarash pernah bilang tidak ada cinta, tapi sebagai suami dan ayah dari anak2nya. mas yarash sellau mengutamakan Niya dan melibatkan Niya..tapi kenapa kamu masih belum bisa terbuka sama suami kamu Niya? kamu seolah-olah memasang tembok tinggi yang tak boleh di masukin. kalau smapai ini di ketahui sama para mantan, pasti akan mereka gunakan untuk menyusup. belajar lah untuk melibatkan mas yarash dalam setiap masalah kamu Niya, kamu sudah punya suami. kalaupun mas yarash tahu kelakuan keluarga kamu tak masalah kan? daripada kamu pura2 baik2 saja, padahal kamu hancurr lebur.
Mah_snd: nasib jdi orang gak enakkan ya gini🤭🤭😂
total 1 replies
Sari Sindanglaya
siapa tuh🤣🤣
pasti Fahmi Basya 😭
Nita Nita
siapa 🤔
sryharty
pasti mas Fahmi ini
dan saniya di suruh keluarga nya buat nyerahin mas Fahmi buat menikahi si Wewe gombel Zia,,
pliss ka cublik jangan yah
mas Fahmi jangan berjodoh sama si Zia Kunti
Dcy Sukma
Astagfirullah..titisan Anggara kah ini../Gosh/
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
kamu boleh sekali waktu jadi anak durhakim Niya 🙊 bukan mau ngajarin jelek, tapi memang keluarga kamu tuh snagat keterlaluan. mereka memperlakukan kamu dnegan seenaknya. kamu di hubungi saat mereka butuh, tapi kamu di hempaskan saat mereka sudah mendapatkan apa yang mereka mau. selama ini kamu sudah di injak2 oleh keluarga kamu sendiri Niya? andai mas yarash tahu keluarga kamu tak sebaik yang mas yarash fikir kan. pasti mas yarash enggak bakal memperbolehkan kamu pulang menemui keluarga kamu...
Moms Rafi-alhusaini 🌺
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Moms Rafi-alhusaini 🌺
dasarrr siabang ganteng 🤣🤣
dyah EkaPratiwi
bener2 ya keluarga Sania minta di sumpahin
Moms Rafi-alhusaini 🌺
kan kalian ngabarinnya dadakan jadi wajar lah saniya datengnya telat 😩
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Boleh enggak...kalau oma rena di percepat kematiannya. nih orang tua makin tua bukan nya makin sarehh, sabarr gitu! tapi makin meledak-ledakk ngalah2hin mercon bantingan. langsung di kirim ke Liang lahattt saja..dah enggak lucuu lagi nih oma Rena 🙊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!